Kitabisa! - Musibah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua

Musibah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua

Musibah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua
Korban meninggal akibat gizi buruk dan wabah campak di Asmat kian bertambah. Saat ini tercatat 79 anak meninggal dunia akibat musibah ini.
Organisasi (Social Media)
NU Care Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 75.042.324

terkumpul dari target Rp 200.000.000
38% terkumpul
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Musibah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

NU PEDULI KEMANUSIAAN

Korban wabah campak dan gizi buruk yang tengah melanda Kabupaten Asmat Provinsi Papua, kian bertambah. Menurut laporan medis Kabupaten Asmat, tercatat 79 anak dikabarkan meninggal dunia sampai tanggal 29 Januari 2018 pukul 06.00 WIT.

Musibah ini menimpa 23 distrik (kecamatan) yang mencakup 224 kampung (desa). Jumlah penderita campak juga kian meningkat sampai angka 646 jiwa, sedangkan penderita gizi buruk mencapai 144 jiwa.

f7a100b893dd80d0bb0f89b638bd30b474aac03e

4f45cdff3c3d4bb107653dda0ad19b1c5ff81837

Menanggapi musibah tersebut, Tim NU Peduli Kemanusiaan bergegas turun ke lapangan, tepatnya di distrik Agast, Kabupaten Asmat. Agast merupakan salah satu distrik yang memprihatinkan dan banyak yang menderita gizi buruk dan campak.

Di lokasi Agast, Tim NU Peduli Kemanusiaan disambut hangat oleh PCNU Kabupaten Asmat dan juga sesepuh Kampung Syuru.

“Kami bersama sesepuh adat penduduk lokal menyambut baik kehadiran Tim NU Peduli Kemanusiaan. Ini merupakan bentuk kepeduliaan NU terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa daerah kami,” terang Kiai Nur Kholis, Ketua Pengurus Cabang NU Asmat.

Untuk mematangkan program yang akan dilaksanakan, tim NU melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan juga para tetua adat. Adanya pengurus NU yang juga merupakan sesepuh adat membuat tim menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dengan warga.

Leo Rahmatulloh Piripas selaku Ketua BAMUSKAM (Badan Musyawarah Kampung) Kampung Syuru menuturkan bahwa masyarakat Asmat masih banyak yang tidak mengerti Bahasa Indonesia sehingga komunikasi menjadi kendala.

"Sosok Leo sangat membantu proses pematangan program kami. Beliau memberikan fasilitas Tim NU Peduli Kemanusiaan untuk datang ke Jew (rumah adat). Di Jew, para sesepuh adat melaksanakan rapat dan hasilnya mengizinkan kepada tim untuk menjalankan program,” kata M. Wahib, Koordinator Tim NU Peduli Kemanusiaan.

d5943501ad956b26c025f39ec41a3aec14af26c3

Adapun program yang akan dilaksanakan menurut dr. Makky Zamzami (tenaga medis tim NU) adalah fokus pada penambahan nutrisi untuk anak-anak.

“Untuk menambah nutrisi pada anak-anak akan kami berikan vitamin, susu dan biskuit. Program ini akan dilakukan secara berkala dan melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan pengurus NU setempat. Guna menjalankan dan melakukan pendampingan program, serta melakukan monitoring untuk melihat perkembangan gizi anak.”


Mari, kepada saudara-saudara sekalian, kami Tim NU Peduli Kemanusiaan mengajak handai tolan, para dermawan, untuk bergabung; bersama kita bantu masyarakat Asmat dari gizi buruk dan wabah campak.

Kepedulian Anda bisa disalurkan melalui kami, NU Care-LAZISNU, dengan cara:
1. Klik "DONASI SEKARANG" pada halaman ini
2. Hubungi ke nomor WA kami di: 081398009800.

Terima kasih.
Kepedulian kita adalah senyum untuk mereka.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 449

  • Rp. 2.345.930
    Anonim
  • Rp. 2.000.862
    Anonim
  • Rp. 2.000.598
    Anonim

    Bismillahirrohmanirrohiim

  • Rp. 2.000.163
    Anonim

    Yang kuat yah saudara ku..

  • Rp. 2.000.000
    Hamim
  • Rp. 1.500.189
    Irfan Teguh Prima
  • Rp. 1.000.994
    Eko bhakti hardiyanto
  • Rp. 1.000.897
    Anonim
  • Rp. 1.000.559
    Anonim
  • Rp. 1.000.455
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 150.198
    Hadiati Rahmi Hasibuan
  • Rp. 50.568
    Tri Winarsih
  • Rp. 25.000
    Anonim
  • Rp. 100.150
    Ryan wardiana

    Semoga para korban saudara2 kita yg ada di Asmat Papua beraktifitas dan Sehat kembali,.Smoga Alloh SWT mengangkat Musibah sodara2 smua Aamin

  • Rp. 50.105
    Dyta
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 1.000.897
    Anonim
  • Rp. 10.837
    Anonim
  • Rp. 500.564
    Diana prapti
  • Rp. 500.695
    syarifah

    Semoga program ini bermanfaat utk anak2 disana

SHOW MORE
20 Mar 2018

Update 1 - RUMAH “CEM GIZI” UNTUK ANAK-ANAK ASMAT

RUMAH “CEM GIZI” UNTUK ANAK-ANAK ASMAT

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para donatur. Alhamdulillah berkat dukungan para donatur dan kerja gotong royong tim NU PEDULI KEMANUSIAAN kini telah memiliki RUMAH “CEM” GIZI.

Satu bulan lebih Rumah “CEM” GIZI beroperasi. CEM adalah Bahasa lokal Asmat yang berarti rumah. Di CEM GIZI ini tim melakukan monitoring kepada anak-anak kampung Syuru, Kaye, dan Aswet. Sebelumnya tim NU PEDULI KEMANUSIAAN telah melakukan screening sekitar 300 anak di Kampung Aswet. Dari hasil screening tersebut ditemukan sekitar 20 anak yang terindikasi gizi buruk.

7a7f450043ed897d2574f4db1c43cd10d6d8ee0c

fcd46c6b8136a469530201f2e65b0a7cae350e6a

Suzana adalah satu anak yang terindikasi kurang gizi. Usia Suzana hampir dua tahun, namun berat badannya hanya 4 kg. Tubuh mungilnya itu sering gemetar karena kurang banyak protein. Untuk menambah berat badan Suzana harus cukup nutrisi.21941c962fb6a1dabdce12c4df1b1536d45b5284

Selama satu bulan ini Suzana satu minggu selalu datang ke CEM GIZI untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari berbagai menu makanan yang bervariasi seperti bubur kacang hijau, telor, sayur-sayuran, susu hingga vitamin A. Hasilnya sekarang Suzana berat badannya sudah naik menjadi 5,2 kg.

9c2577b74158f646141c090e087444e90592ee2d

Suzana adalah satu di antara puluhan anak-anak kampung Syuru, Kaye, dan Asvet yang berat badannya telah naik setelah dimonitoring oleh CEM GIZI.

04bbe23586f01dd7bd8ee11e2b61f784b64ea463

ac4859bc32b4a19e03640c917bb63cee65bf8603

“Setiap minggu anak-anak datang 3 kali di CEM GIZI di waktu pagi dan sore. Setelah mendapatkan makanan yang bergizi dan vitamin. Anak-anak kami timbang berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas sesuai dengan form kesehatan. Alhamdulillah usaha keras Bersama ini membuahkan hasil yang baik”, ujar Kang Hafidz, Sekertaris PCNU Asmat.

Selain dari NU Asmat tim ini juga menggandeng tokoh adat dan pemuda suku asli Asmat. Program CEM GIZI ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

Marius, warga kampung Syuru mengatakan bahwa bantuan logistic memang sangat diperlukan, hanya saja perlu ada pendampingan serta pencerdasan kepada masyarakat akan hidup sehat. Itulah yang saat ini dilakukan oleh NU.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Campaign Telah Berakhir
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Musibah Campak dan Gizi Buruk di Asmat Papua"
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke "NU Care"

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?