Kitabisa! - ACT Peduli Palu
info_outline Donasi pada campaign support fundraiser ini akan langsung masuk ke Campaign Induk

ACT Peduli Palu

ACT Peduli Palu
Rentetan gempa melanda Donggala dan Palu, Sulteng, Jumat (28/09/2018). Puncaknya, gempa sebesar 7,4 SR mengguncang Donggala hingga menyebabkan Tsunami di Palu.

Rp 37.709.160

terkumpul dari Rp 55.000.000
69% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 30 Sep 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!
Rentetan gempa melanda Donggala dan Palu, Sulteng, Jumat (28/09/2018). Puncaknya, gempa sebesar 7,4 SR mengguncang Donggala hingga menyebabkan Tsunami di Palu.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 138

  • Rp. 3.000.615
    Nia
  • Rp. 1.700.656
    zikrul ihsan

    Semoga ditabahkan dan dapat mengambil pelajaran2

  • Rp. 1.450.437
    Aswari

    Wmc_crew_peduli semoga cepat bangkit palu kami bersamamu.

  • Rp. 1.000.737
    Anonim

    Mudah2 an, di berikan ketabahan.. Amin.

  • Rp. 1.000.515
    Ike kusdiaty

    Turut prihatin n mendoakan, semoga semua korban dapat diselamatkan & proses evakuasi dimudahkn Allah, warga Palu n Donggala diberi k

  • Rp. 1.000.463
    Aswari

    Semoga palu lekas bangkit. Dan semoga bisa membantu dengan sedikit yg diberikan.

  • Rp. 1.000.421
    Anonim
  • Rp. 1.000.315
    Anonim
  • Rp. 1.000.303
    Anonim

    Kami bersama kalian

  • Rp. 1.000.176
    rakhmadi sulistyanto
SHOW MORE
  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 28.876
    Anonim
  • Rp. 1.450.437
    Aswari

    Wmc_crew_peduli semoga cepat bangkit palu kami bersamamu.

  • Rp. 50.672
    Anonim
  • Rp. 600.835
    Muhammad Zikry
  • Rp. 1.000.463
    Aswari

    Semoga palu lekas bangkit. Dan semoga bisa membantu dengan sedikit yg diberikan.

  • Rp. 55.001
    Aan
  • Rp. 50.087
    hendria tvnfilm
  • Rp. 30.513
    Anggit sugiarto
  • Rp. 200.000
    mira pepito
SHOW MORE
Muhamad Mujari 8 Nov 2018

Update 16 - Dropping Air Bersih untuk Palu

ccb857fe-677e-4078-b052-e7a9693a0716.jpg

Date: Rabu, 7/11/2018

Lokasi:
a. Kel. Petobo Kec. Palu Selatan Kota Palu
    Jumlah Air: 750 Ltr
    Jumlah PM: 50 KK 70 Jiwa

b. Kel. Petobo Kec. Palu Selatan Kota Palu
    Jumlah Air: 700 Ltr
    Jumlah PM: 35 KK 60 Jiwa

c. Kel. Petobo Kec. Palu Selatan Kota Palu
    Jumlah Air: 800 Ltr
    Jumlah PM: 50 Jiwa

d. Kel. Petobo Kec. Palu Selatan Kota Palu
    Jumlah Air: 1000 Ltr
    Jumlah PM: KK 45 Jiwa 63

Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan donasi terbaiknya. Semoga berkah dan manfaat dunia akhirat. Mari kita terus ajak Saudara-saudara kita juga bisa berpartisipasi. Donasi mudah hanya dengan satu klik ... www.kitabisa.com/actpedulipalu

Muhamad Mujari 8 Nov 2018

Update 15 - Hunian Nyaman Terpadu untuk Donggala

d8cfa5ca-25eb-4c41-a42a-a7bd0eea75f1.jpg

Sepanjang pesisir itu kini datar, tanpa bangunan sama sekali di atasnya. Hanya ada puing kehancuran, puing sisa tragedi besar Jumat (28/10) petang, lebih dari sebulan silam. Tidak hanya di sepanjang Pantai Talise, Kota Palu, tsunami fatal di Jumat malam itu pun menyapu habis seluruh pesisir Pantai Barat Donggala, khususnya di wilayah sekitar Kecamatan Tanantovea.

Hari itu, tiga kali sapuan gelombang tsunami benar-benar membuat porak-poranda sepanjang pesisir Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Bahkan, sebuah kapal besar, Sabuk Nusantara 39 terdorong tsunami. Kini kapal itu terdampar sepenuhnya, bertengger tak bergerak di atas dermaga Pelabuhan Wani.

5e0c63cc-9aac-4457-b8b0-6569803ad5cf.jpg

Sebulan berselang pascatragedi besar di Pesisir Pantai Barat Donggala, ratusan korban jiwa sudah dimakamkan jauh-jauh hari, tapi duka itu masih ada. Pasalnya, tidak sedikit jumlah keluarga yang kini mengalami kehilangan rumah. Bukan hanya retak terdampak gempa, tapi kini rumah itu lenyap sepenuhnya. Tinggal tersisa ubin berwarna kelam di atas pondasinya. Ubin satu-satunya yang menjadi saksi bahwa gelombang tsunami berwarna hitam itu menyapu habis semua di sepanjang pesisir.

?Di dekat kapal (Sabuk Nusantara 39) yang naik ke daratan itu sebelumnya rumah nelayan semua. Tapi sekarang habis. Mereka tinggal di tenda pengungsian,? tutur Andri Habrin, 36 tahun, Kepala Desa Wani 1, Kecamatan Tanantovea.

4b2301cc-ffb0-48ba-b79b-abd20e7e31a6.jpg

Hunian Nyaman Terpadu ketiga di Desa Wani 1

Melanjutkan upaya pemulihan pascabencana di Kota Palu juga Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menginisiasi Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS). Kali ini, Hunian Nyaman Terpadu yang ketiga dibangun di Desa Wani 1, diperuntukkan untuk warga Wani 1, penyintas tsunami yang selamat dari terjangan ombak, namun rumahnya seluruhnya tak bersisa.

?Data yang ada di pemerintah desa sekarang, di Dusun 1 dan Dusun 2, Desa Wani 1 ada 68 rumah terdampak tsunami. Semua rumah milik nelayan di pesisir itu rata dengan tanah,? jelas Andri.

f1323b12-5e13-4ad0-a752-67153ac95314.jpg

Kamis (1/11) kemarin, di atas tanah lapang berukuran 119 m x 35 m, seremoni peletakan batu pertama dilangsungkan. Dihadiri oleh pemerintah kecamatan dan desa, hari Kamis itu pun jadi tanda dimulainya proses pembangunan puluhan unit Hunian Nyaman Terpadu di Desa Wani 1.

Sri Eddy Kuncoro selaku Direktur ACT memaparkan, Hunian Nyaman Terpadu (ICS) di Desa Wani 1 akan menerapkan konsep yang sama dengan kompleks ICS lainnya.

?Kenapa kami menamakan ini Integrated Community Shelter (ICS)? Karena yang kami bangun ini bukan hanya hunian. Kami lengkapi huniannya dengan sarana ibadah, musala yang bisa digunakan untuk mengaji anak-anak. Kemudian di beberapa hunian lain juga kami bangun sekolah, bisa tiga sampai enam kelas. Lalu ada juga fasilitas dapur umum, air bersih serta toiletnya. Kemudian area bermain, klinik, dan kantor pengelola ICS,? jelas Sri Eddy Kuncoro, atau Ikun panggilan akrabnya, di depan warga Wani 1.

43a7319c-d668-4f8d-bd31-fb710e645199.jpg

Ikun mengatakan, untuk penyintas tsunami di Desa Wani 1, jumlah hunian yang bakal dibangun berjumlah 60 pintu.

Sementara itu, di depan warganya, Andi Habrin mengaku penuh syukur. Ia menyatakan menyetujui seluruh konsep Hunian Nyaman Terpadu ACT. ?Pada prinsipnya kami menyetujui dan merasa bangga, hanya sebulan setelah bencana, sudah ada proses pembangunan hunian di banyak lokasi sekaligus, termasuk di desa kami ini,? kata Andri.

Beberapa pekan ke depan, ketika seluruh proses pembangunan Hunian Nyaman Terpadu di Desa Wani 1 rampung, pemerintah desa yang bakal ditunjuk untuk memilih keluarga mana saja yang bakal mendapat prioritas hunian.

?Kami sudah menyampaikan ke warga terdampak tsunami, skala prioritas kami terapkan. Mereka yang didahulukan mendapat hunian adalah nelayan-nelayan yang sudah tidak lagi punya perahu, semua alat tangkap mereka hilang, perahu, alat pancing, rumah mereka juga rata tanah. Semua habis,? jelas Andri.

Sementara itu, di balik tanah lapang yang digunakan untuk membangun Hunian Nyaman Terpadu Desa Wani 1, ada kisah tentang keikhlasan. Adalah Suhria Intan (48) seorang warga Desa Wani 1, yang juga menjadi pegawai Kecamatan Tanantovea. Setelah mendapat restu dari Suhria, satu kompleks ICS di Desa Wani dibangun di atas tanah miliknya.

a0d271ca-31e1-42b3-90f6-58dec98f337d.jpg

Alhamdulillah ya Allah terima kasih. Daripada tanah ini tidak difungsikan, saya sekeluarga ikhlas memberikan. Insya Allah menjadi berkah. Bencana tsunami juga menjadi pengingat, bahwa harga itu tidak dibawa mati. Rumah saya di pesisir juga terkena tsunami. Sudah tidak lagi layak huni,? cerita Suhria.

Sampai sebulan pascegampa, Suhria pun menjadi penyintas yang tinggal sementara, mengungsi seperti warga pesisir Wani lain. ?Tanah ini, lahan ini, harta saya semoga menjadi amal jariah. Semoga bermanfaat penuh, untuk warga Wani 1 yang sama-sama tidak lagi punya rumah setelah tsunami datang,? ujar Suhria sembari berlinang air mata.

Muhamad Mujari 3 Nov 2018

Update 14 - ACT Bangun Hunian Nyaman Terpadu untuk Palu


558f6f59-3da5-40c7-9262-c313cbc3864a.jpg

Sudah lewat empat pekan berlalu pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi melanda Palu, Sigi, juga Donggala, kondisi Sulawesi Tengah masih dalam duka. Sampai saat ini, sebagian besar warga yang selamat dari musibah besar Jumat (28/9) lalu, mengungsi di bawah tenda-tenda pengungsian.

Terpal biru dibentuk segitiga sebagai atap, tanah kering menjadi alas berlindung mereka dari teriknya matahari Sulawesi Tengah. Belum lagi kalau malam tiba dan hujan datang. Pengungsi hanya bisa merebahkan lelah di tenda pengungsian, melawan dingin dan menjaga agar hujan tak sampai banjir ke dalam tenda.  

Ketika fase darurat sudah terlewati, pemulihan pascabencana segera diinisiasi. Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengawali fase pemulihan pascabencana dengan pendirian Kompleks Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Sebuah tanah lapang yang berada di ketinggian bebukitan menjadi lokasi ICS pertama di Kota Palu. Lokasi tersebut dinilai paling layak dan aman untuk ditinggali oleh para pengungsi.

a18bd3e3-9eb9-435c-b23b-9e8c626a2cac.jpg

Peletakan batu pertama pembangunan ICS dimulai Kamis (25/10). Acara ini dihadiri oleh Senior Vice PresidentACT Syuhelmaidi Syukur, Lurah Duyu Nurdin F. Adam, tokoh ulama, serta masyarakat sekitar. Pembangunan ICS ini merupakan tahap awal dari pembangunan 1.000 unit hunian di Palu dan sekitarnya. Hal ini disampaikan oleh Syuhelmaidi sesaat sebelum peletakan batu pertama pembangunan ICS.

"Berbarengan dengan ini kita juga membangun di empat titik yang lain. Kalau hari ini, di titik ini kita merencanakan 96 unit rumah ditambah dengan satu masjid, MCK, dan taman bermain. Insyaallah secara bersamaan kita membangun di empat titik lain. Di Kabupaten Sigi ada satu, kemudian di Donggala ada dua titik. Dan ini akan kita tambah terus seiring dengan kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat kepada ACT," terang Syuhelmadi, Kamis (25/10)

ae8e00d5-73e8-46eb-86a1-5efb9c21f503.jpg

Hingga hari permulaan pembangunan ICS di Lapangan Kelurahan Duyu, puluhan tenda-tenda terpal masih mengisi tiap petak lapangan. Direktur Program Kebencanaan dan Pengembangan Masyarakat ACT Sri Eddy Kuncoro menjelaskan, di dalam tenda terpal dihuni berdesakan lebih dari satu keluarga. Mayoritasnya merupakan korban terdampak gempa di Kelurahan Duyu, Balaroa, dan Kampung Lere.

?Insya Allah hunian terintegrasi yang dibangun di Lapangan Duyu ini akan menjadi rumah baru bagi para pengungsi korban gempa dari wilayah terdekat. Shelter berdiri di atas lahan 52x70 meter, sementara jumlah hunian yang akan terbangun sebanyak 96 pintu. Satu masjid juga akan berdiri, berukuran 12x12 meter,? papar Sri Eddy Kuncoro atau yang akrab disapa Ikun.

Memegang identitas sebagai Hunian Nyaman Terpadu, tak hanya rumah juga masjid yang akan dibangun. Fasilitas lain seperti MCK 12 pintu akan berdiri menopang kebutuhan sanitasi pemukim. Dapur umum, gudang logistik, dan ruang kesehatan juga akan berdiri di lahan yang memiliki pemandangan Kota Palu dari atas ini

d3220323-41e5-4a78-adfd-981393dc93e5.jpg

Setelah kami melihat kondisi sekitar shelter, kami tidak dirikan sekolah karena sekolah yang ada tidak terdampak gempa dan masih dapat digunakan,? tambah Ikun.

Melengkapi kebutuhan dasar lain, di atas lahan ICS Lapangan Kelurahan Duyu ini, ACT juga akan menggali sumur bor untuk memasok kebutuhan air bersih. ?Karena lokasinya berada di ketinggian, sumur tidak bisa digali dangkal. Kami menyiapkan sumur bor untuk memastikan air bersih bagi keluarga pengungsi di ICS Duyu terjaga pasokan airnya.

Nurdin F. Adam selaku Lurah Duyu begitu bersyukur dengan bantuan hunian yang diberikan. ?Sebagai pemerintah setempat saya mengucapkan terima kasih kepada ACT. Aksi Cepat Tanggap sangat-sangat luar biasa membantu masyarakat kami, yang di mana saat ini mereka masih menempati tenda-tenda darurat yang menurut kami tidak bertahan lama. Dengan datangnya ACT ini sangat-sangat terbantu.,? ungkap Nurdin, Kamis (25/10).

20963e31-ecaa-48da-aade-0e27a25ef99d.jpg

Husnan bercerita, rumahnya memang tidak sampai ambruk, tapi kondisinya rusak berat. Sewaktu gempa, Husnan yang sedang berwudu Salat Maghrib langsung terjatuh terjungkal. ?Saya ingat ada ibu saya di dalam kamar. Langsung saya gendong ibu keluar. Suara guncangan dan gemuruh itu membuat saya trauma sampai hari ini. Sekarang rumah saya dindingnya terbelah dua, lantainya ada yang terbumbung,? ungkap Husnan.

aa99a658-edf5-48ae-850e-51ac1ea36bae.jpg

Mengetahui lapangan yang dipakainya untuk mengungsi bakal didirikan hunian terintegrasi, senyum simpul hadir di gurat wajahnya.

Insya Allah kalau di sini dibangun rumah baru, saya gembira. Saya mau tinggal di sini. Sementara ini yang paling dibutuhkan itu tempat tidur. Kita cuma tidur di tanah. Kalau malam dingin sekali, kalau hujan banjir di sini air menggenang di tenda kami,? kisah Husnan

Muhamad Mujari 25 Oct 2018

Update 13 - Redam Trauma, Hadirkan Tawa bagi Sang Anak

0de60935-9d4e-4056-bcf9-d82d1de75862.jpg

Pascabencana gempa, tsunami, hingga likuefaksi yang menimpa Sulawesi Tengah hampir tiga pekan lalu menyisakan dampak yang begitu signifikan. Tak hanya korban jiwa dan luka, namun juga trauma bagi mereka yang selamat. Tak dipungkiri masyarakat Palu, Sigi, dan Donggala masih merasakan trauma pascabencana, terutama kelompok rentan, perempuan, dan anak-anak. Mereka perlu pendampingan agar bisa pulih dari trauma. 

Bersamaan dengan pendistribusian pangan dan logistik, Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut memberikan dukungan psikososial di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Senin (15/10), tim Posko ACT Wilayah Sigi mengunjungi Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, yang berada di kawasan perbukitan. 

99334163-60a2-4ec2-969b-564a78c98dde.jpg

Tak hanya pendistribusian logistik dan pelayanan kesehatan, tim juga melakukan dukungan psikososial. Ibu Budi, sapaannya, selaku pendamping mengatakan dirinya dan tim mendapat sambutan yang baik dari anak-anak dan juga para ibu di kamp pengungsi Desa Sidera. Di lapangan dekat kamp pengungsian, di antara bangunan yang runtuh, tawa khas anak-anak terdengar renyah. Siang yang berbeda dari hari sebelumnya, tak peduli teriknya matahari, bagi mereka yang terpenting bisa bermain bersama. Bergurau untuk melupakan duka dan trauma yang mereka alami sejak tiga pekan lalu. 

Banyak hiburan yang mereka lakukan bersama siang itu. Mulai dari bermain, bernyanyi, hingga berkreasi dengan menggunakan kertas dan cat air. ?Bersyukur mereka mudah sekali akrab, kami pun jadi enak pendekatannya. Kami sedang semua bisa tertawa lagi, bahagia lagi,? kata Ibu Budi

2d268978-afaa-4b31-a3ab-04f26814d109.jpg

Melebur dengan anak-anak bukan berarti tak ada kendala, apalagi mereka yang masih balita. Haikal misalnya, kata Ibu Budi, anak berusia 5 tahun didapati sedang menangis. Rupanya Haikal termasuk anak yang takut dengan orang baru. Padahal di situasi pasca bencana, Haikal akan sering bertemu dengan banyak orang, 

?Kasihan kalau menangis terus, akhirnya saya melakukan pendekatan. Saya coba ajak menggambar, tidak mau. Saya ajak menyanyi, juga tidak mau. Saya coba terus, sampai saya coba melawak dan dia tertawa. Namanya anak-anak, harus begitu, trauma bagi mereka pastilah sulit hilang,? tuturnya. 

78999747-28ca-4b3d-ab33-cbf4f369839c.jpg

Berjalan menanjak lebih ke atas bukit, tim juga menjangkau Desa Sidera Trans di kecamatan yang sama. Di sana, tim bertemu dengan Citra, pengungsi anak berusia 13 tahun asal Desa Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/10). 

Citra adalah korban likuefaksi yang sempat dinyatakan meninggal setelah 7 hari hilang. Rupanya ketika gempa datang mengguncang, Citra sedang bersama kakak dan kakeknya. Mereka panik dan lari berhamburan keluar menghindari bangunan. Sejak saat itu, Citra terpisah dengan keluarga. 

?Kata pamannya, Citra ditemukan seminggu kemudian di salah satu kamp pengungsian di Sigi. Alhamdulillah, Citra masih selamat,? jelas Ibu Budi. 

82fc32a5-b365-40b1-83b5-d7181a11ccbb.jpg

Sama halnya Haikal, Ibu Budi pun melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Citra. ?Sayangnya, Citra masih sulit sekali berbincang. Ia akan hanya jawab pertanyaan saya sekadarnya. Sesekali saya melihat matanya juga berkaca-kaca kalau saya menyinggung peristiwa bencana yang menimpanya,? jelas Ibu Budi. 

Menurut Ibu Budi, kisah Haikal, Citra dan anak-anak pengungsi di Desa Sidera melihatkan begitu besar dampak akibat peristiwa bencana. Mereka tidak hanya memerlukan bantuan pangan, tetapi juga dukungan psikososial. Sebab, kesehatan mental sangat penting untuk menopang mereka agar bisa bertahan. 

?Semoga kelak mereka bisa belajar kuat. Harapan selalu ada untuk mereka, semoga Allah menganugerahkan mereka keimanan yang kokoh, tekad yang kuat, dan kesehatan yang sempurna,? harap Ibu Budi.

Muhamad Mujari 21 Oct 2018

Update 12 - Satu Hari Aksi Kemanusiaan di Donggala

b4ba3237-32c1-4fc9-a297-c473e3068578.jpg

Setengah bulan sudah peristiwa gempa dan tsunami melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Selama itu pula masyarakat terdampak gempa berusaha sekuat tenaga untuk bertahan hidup. Kini, hari-hari tanpa listrik, air bersih, dan makanan itu telah berlalu. Namun, kondisi warga belum sepenuhnya pulih.

Menyambangi Kecamatan Sirenja di Kabupaten Donggala, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan logistik. Pendistribusian bantuan pada Kamis (11/10) lalu juga disebarengi dengan pelayanan kesehatan dan pelayanan dapur umum. Pagi itu, kegembiraan warga menyambut kedatangan relawan ACT dan kebutuhan logistik yang dibawa. 

47c2db9d-3eb5-41e4-ab13-5579dc239b23.jpg

Tidak tanggung-tanggung, mereka turut membantu relawan membawa sejumlah logistik ke tenda pengungsian dan dapur umum. Ada yang membopongnya langsung dengan tangan, ada juga yang menawari gerobak kayu, yang beroda karet sebesar ban mobil, dan ditarik sapi untuk mengangkut sejumlah karung beras.

Tepatnya di Desa Lompio dan Lende Induk, lebih dari 500 karung beras, telur, air mineral, dan kebutuhan logistik lainnya dibagikan. Bantuan yang diberikan hari itu menjangkau 427 KK. Walaupun begitu, berdasarkan pantauan Koordinator Posko Wilayah Kecamatan Sirenja, Lukman Solehuddin, masih banyak kebutuhan dasar pengungsi yang harus dipenuhi selain stok bahan makanan, antara lain selimut dan terpal. 

85078691-de13-4fd9-bc52-2eaee4295a1d.jpg

Lukman melaporkan, ia dan timnya beraksi selama sehari penuh. ?Alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar. Tim mulai bergerak dari pagi hingga sore hari, pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WITA,? jelasnya. Kegiatan hari itu ia lakukan bersama 15 orang relawan lainnya.

?Pelayanan kesehatan hari ini (11/10) melayani 198 pengungsi. Dapur umum kami juga memproduksi 100 porsi makan malam,? lanjut Lukman. 

d41ab852-8889-4007-b630-f3fe47218116.jpg

Pendistribusian logistik, makanan siap santap, hingga pelayanan medis pun berlanjut keesokan harinya, Jumat (12/10). Di hari itu, tim menyambangi Desa Baleng Tuma, Tanjung Padang, Lende Ntovea,  dan Tompe di Kecamatan Sirenje. Lukman menjelaskan, aksi di empat desa itu menjangkau lebih dari 2.000 keluarga pengungsi.

Kecamatan Sirenja menjadi salah satu daerah terdampak parah karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa. Berdasarkan pemodelan cepat yang dilakukan Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada hari gempa terjadi (29/9), Kecamatan Sirenja termasuk salah satu daerah yang mengalami kenaikan tanah 1,5 meter pascagempa. Sementara dii Sirenja, Posko Kemanusiaan ACT berada di Jalan Trans Toli toli, Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Hingga Sabtu (13/10), ACT telah menjangkau sejumlah daerah terdampak bencana di Palu, Donggala, dan Sigi. Lebih lanjut, ACT akan berikhtiar menjangkau daerah terdampak gempa lainnya untuk turut berupaya membantu keadaan Sulawesi Tengah menjadi lebih baik.

Muhamad Mujari 8 Oct 2018

Update 11 - Update Terkini: Dampak Gempa Dan Tsunami

51d46c4b-dbfc-4fcb-883a-2fa83c07c6e0.jpg

Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur yang telah menyumbangkan harta terbaiknya melalui kitabisa. Semoga diterima di sisiNya dan dilipat gandakan balasannya .... 

aamiin ...

Muhamad Mujari 7 Oct 2018

Update 10 - Gempa Donggala & Tsunami Palu, 1.649 Orang Meninggal Dunia

Update Gempa Donggala & Tsunami Palu, Total 1.649 Orang Meninggal Dunia, Simak Rincian Korban


TRIBUN-MEDAN.COM - Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), kembali melansir data terkini korban jiwa yang disebabkan oleh musibah gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah dan wilayah terdampak lainnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, hingga Sabtu (6/10/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 1.649 orang meninggal dunia di Kota Palu dan wilayah terdampak lainnya akibat gempa dan tsunami.

"Total hingga siang ini, 1.649 orang meninggal dunia. Yang tersebar di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Parigi Moutong, dan Pasang Kayu," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018)

Total 1.649 orang meninggal dunia, terdiri dari :
1. Kabupaten Donggala : 159 orang meninggal dunia
2. Kota Palu : 1.413 orang meninggal dunia
3. Sigi : 64 orang meninggal dunia 
4. Parigi Moutong : 12 orang meninggal dunia 
5. Pasangkayu, Sulawesi Barat : 1 orang

Sutopo menjelaskan bahwa 1.649 jenazah yang ditemukan dan diidentifikasi tersebut sudah dimakamkan di TPU Paboya, TPU Pantoloan, pemakaman keluarga, dan sejumlah TPU lain.

Selain itu, saat ini korban luka berat sebanyak 2.549 orang, yang dirawat di sejumlah rumah sakit yang berada di Kota Palu dan sekitarnya.

Sedangkan jumlah pengungsi menurun dari data pada hari sebelumnya, yaitu sebanyak 62.359 orang yang tersebar di 147 yang berada di Kota Palu dan sekitarnya.

"Ada penurunan jumlah pengungsi, karena sudah ada yang kembali ke rumah atau dievakuasi ke wilayah lain," ujar Sutopo

Muhamad Mujari 6 Oct 2018

Update 9 - Bersama Layarkan 1000 ton Bantuan Kemanusiaan

1000 ton Bantuan Kemanusiaan Palu

c3baa4c3-e6fb-400e-be01-25fbd441024b.jpg

Alhamdulillah, Jumat 5 Oktober 2018 ACT DIY memberangkatkan truk kemanusiaan Palu-Donggala tahap 1.

Terimakasih atas bantuan dari seluruh mitra & donatur. Mari kita terus kirimkan bantuan lewat https://bit.ly/2y11yRn

Berikutnya, insyaallah ACT DIY akan memberangkatkan Truk Kemanusiaan Palu-Donggala Tahap 2 pada hari Jumat 12 Oktober 2018.

Bantuan diutamakan bahan pangan, perlengkapan kebersihan, peralatan tidur. Mohon maaf kami tidak dapat memberangkatkan pakaian bekas layak pakai & mie instan...

Mari berikan bantuan terbaik utk saudara kita di Palu-Donggala.

#IndonesiaBersamaPaluDonggala

#LetsACTIndonesia

Muhamad Mujari 4 Oct 2018

Update 8 - ACT: Perumnas Balaroa Belum Terjamah Sukarela

ACT: Perumnas Balaroa Belum Terjamah Sukarelawan

5d3c2bef-2b7b-4d32-956a-75ff4b649117.jpgREPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim sukarelawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan kawasan Perumahan Nasional (Perumnas) Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah belum terjamah tim sukarelawan. Bahkan, menurut ACT, bantuan logistik dari para dermawan belum dinikmati warga setempat.

"Memasuki hari keenam pascagempa dan tsunami yang menjadikan Palu dan sekitarnya jadi kota mati, bantuan belum juga dirasakan maksimal oleh warga bahkan cenderung belum ada sama sekali," ujar Sukarelawan ACT Nur Ali Akbar melalui rilisnya yang diterima Antara, di Makassar, Rabu (3/10).

Dia mengatakan, belum masuknya bantuan logistik serta penanganan dari para sukarelawan membuat kawasan perumnas ini seperti kawasan kota mati. Nur Ali menyatakan jika belum masuknya logistik itu kemudian membuat naluri bertahan hidup menjadi alternatif pemantik jiwa daya tahan hidup masyarakat, yang harus terpaksa menjarah gudang dan toko yang ditinggal oleh pemiliknya.

Namun, menurut dia, ada yang lebih memrihatinkan karena evakuasi para korban yang dikabarkan ribuan juga belum rampung. Beberapa titik pusat terparah gempa dan tsunami luput dari perhatian.

"Slogan 'Kami Butuh Air dan Makan' bertebaran di sana-sini. Posko-posko ciptaan warga yang gerah karena bantuan tidak kunjung datang menjamur memenuhi sudut-sudut kota," katanya.

Menurut dia, di Palu bagian barat, di sebuah pemukiman padat warga bernama Perumnas Balaroa, cerita tentang rumah yang rata dengan tanah itu benar adanya. Puluhan kendaraan terkubur massal bersama pemiliknya.

Belum ada bantuan yang berarti hingga saat ini. Hanya ada satu atau dua mayat yang bisa dievakuasi oleh tim rescue ACT MRI. Itu karena dibutuhkan alat berat untuk bisa melakukan penggalian area yang tertimbun.

"Eskavator dan buldozer di lokasi tersebut seolah hanya jadi barang pajangan karena nihilnya BBM dan petugas yang paham area," ucapnya.

Muhamad Mujari 3 Oct 2018

Update 7 - Kapal Kemanusiaan Palu-Donggala

Update Bencana Nasional

f4cfeef5-12cf-4943-a1fd-431f8b6314c9.jpg


Ribuan jiwa diperkirakan meninggal, sementara hampir 17.000 warga mengungsi tanpa tahu bagaimana mereka bisa bertahan dengan segala keterbatasan yang mengelilingi Kota Palu dan wilayah terdampak lainnya. Jika kita mendengar betapa Palu kini menjalani hari tanpa listrik, minim komunikasi, kekurangan logistik, terbatas sumber makanannya, bahkan jalur keluar dan masuk wilayah ini pun terputus, maka seruan kemanusiaan itu telah sampai untuk disambut.

Berbagai tindakan emergensi terus diikhtiarkan untuk dampingi para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan wilayah terdampak lainnya. Insyaa Allah, Kapal Kemanusiaan akan kembali berlayar, membawa semangat persaudaraan untuk saling membahu meringankan duka mereka di Palu-Donggala. Mari Indonesia! Berikan bantuan terbaik kita, layarkan 1.000 ton logistik pertama bagi ratusan ribu saudara terlanda bencana.

Donasi barang kami terima maksimal Kamis tgl 4 Oktober 2018 (sdh tdk menerima pakaian bekas & mie instant

Truk akan diberangkatkan menuju Surabaya pada Jumat 5 Oktober 2018 dr halaman Masjid Al Furqon Nitikan Baru, Yogyakarta

Muhamad Mujari 3 Oct 2018

Update 6 - Bukan Lagi Darurat

#ACTNews

Update Bencana Nasional

b8d1b079-86b7-47f0-b70c-81f191ed0c54.jpg


Dimulai dari sini.

Saat gempa mengguncang Jumat (28/09) maghrib, saat itu juga semua tersapu habis tsunami atau tertimbun tak terelakkan oleh gempa. Dari data yang terhimpun jumlah korban hingga kini sudah mencapai 1.203 jiwa meninggal dunia, 540 orang luka berat, banyak keluarga ataupun kerabat yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya di Kota Palu dan wilayah Donggala.

Jeritan ketakutan dan trauma berujung pada berbagai kesulitan yang harus mereka hadapi setelahnya. Palu kini benar-benar lumpuh. Tak ada listrik, minim komunikasi, sulit mendapatkan logistik. Bahkan air siap minum pun sulit ditemui. Jenazah masih banyak belum terevakuasi sementara keterbatasan jelas semakin menyergap hampir 17.000 warga yang mengungsi.

Palu bukan lagi dalam keadaan darurat, tapi kritis yang amat sangat.

*#IndonesiaBersamaPalu-Donggala* saatnya bersatu ringankan duka saudara-saudara terlanda bencana dengan ikhtiar dan doa tertulus kita. Beri dukungan terbaik, bantu mereka untuk terus bertahan. Berikut adalah kebutuhan darurat untuk dapat segera bisa didistribusikan ke pengungsi di Palu dan wilayah Donggala :

- Makanan Siap Saji

- Air Minum

- Makanan Bayi dan Anak

- Tenda, Terpal, Selimut

- Tenaga Medis

- Obat-Obatan

- BBM

- Water Tank

- Tenda Pengungsi

- Genset

- Alat Penerangan

- Kantong Mayat

- Kain Kafan

Terima kasih kepada para donatur #OrangBaik yang telah mberikan harta terbaiknya melalui Campaign ini. Semoga yang sedikit ini bisa meringankan beban saudara saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah.

Yuk terus share campaign ini ...

Muhamad Mujari 2 Oct 2018

Update 5 - Mereka butuh bantuan kita ...

Mereka butuh uluran tangan kita ...

c1b7c603-9547-4ac8-a999-02728aba1c12.jpg

Yuk ... kita bahu membahu menolong mereka. Seberapapun yang kita berikan, itu sangat bermanfaat buat mereka.

Terima kasih, Bapak/Ibu/Sdr/i telah memberikan sumbangan melalui kitabisa ini. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palu dan Donggala melalui ACT ...

Terus bagikan link berikut kepada yang lain. Siapa tahu dengan itu kebaikan bisa tertular ke yang lain ....
https://bit.ly/2y11yRn

Muhamad Mujari 1 Oct 2018

Update 4 - Korban Gempa Lombok Jual Hasil Bumi untuk Warga Palu

ba928a29-64ce-40ca-94f9-309161912c88.jpg

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA -- Warga terdampak gempa di Lombok Utara merasakan betul penderitaan yang dialami warga Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng). Alasan tersebut yang menjadi dasar bagi para warga terdampak gempa di Dusun Tenggorong dan Dusun Beleq, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, untuk ikut membantu meringankan penderitaan warga Palu dan Donggala.

Syahrir menyampaikan, warganya menghimpun hasil bumi berupa pisang yang kemudian dijual di Kota Mataram dan akan disalurkan kepada warga terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

"Kami sudah lebih dulu merasakan bencana gempa. Kami tahu bagaimana rasanya. Karena itu, kami ingin membantu semampu kami untuk meringankan beban saudara-saudara kami di Palu yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami," ujar Kepala Dusun Beleq, Syahrir, di Lombok Utara, NTB, Senin (1/10).

Syahrir mengungkapkan, hasil dari penjualan ini akan diserahkan kepada Posko Kagama Care untuk kemudian disalurkan kepada warga Palu dan Donggala.

Perwakilan Kagama Care, Beni Sulistiono, mengapresiasi sikap mulia dari warga Gumantar mengingat warga Desa Gumantar juga merupakan korban gempa bumi dengan kondisi psikologis yang masih mengalami trauma.

"Semangat Gumantar ini diharapkan menjadi sebuah gerakan yang bisa ditularkan kepada kelompok masyarakat lainnya untuk peduli kepada sesamanya, bagaimanapun beratnya situasi dan kondisi yang dihadapi," kata Beni

Muhamad Mujari 1 Oct 2018

Update 3 - KEBUTUHAN MENDESAK DI SULTENG ...

3ff476ee-31f6-47d1-8a4b-aaed8d4c7d26.jpg

Terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi meringankan beban saudara-saudara kita di Donggala dan Palu Sulteng. In syaaAllah seluruh donasi yang terkumpul akan disumbangkan kepada korban gempa dan tsunami ...

Semoga amal baik Bapak/Ibu/Sdr/i diterima di sisi Allah SWT, dan dibalas dengan yang lebih baik ...

Muhamad Mujari 1 Oct 2018

Update 2 - DONGGALA DAN PALU PASCA GEMPA & TSUNAMI

ecad996d-027a-4e89-a8ba-11bfe3607a23.jpg0b9bbecf-dfa1-4b6f-9f54-b3e7cbaaca9a.jpg0088a379-d929-473d-aa1a-2d1295cdb58f.jpg3a0dbf3a-4e7c-4cc2-8046-bdfb458ee014.jpg

KONDISI DONGGALA DAN PALU PASCA GEMPA DAN TSUNAMI

Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kontribusinya. Semoga berkah dan manfaat dunia akhirat

Muhamad Mujari 1 Oct 2018

Update 1 - DAMPAK GEMPA DAN TSUNAMI

DAMPAK GEMPA DAN TSUNAMI

8d2de996-66f0-4da3-913d-6244167f5b0e.jpg

1. Korban meninggal : 832 Jiwa yang tersebar di beberapa titik

2. Jumlah orang hilang sebnyak 29 orang di Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu

3. Korban luka berat 540 orang. Yang tersebar di beberapa titik :

1. RS. Woodward Palu = 28 orang

2. RS. Budi Agung Palu = 114 orang

3. RS. Samaritan Palu = 54 orang

4. RS. Undata Mamboro Palu = 160 orang

5. RS Wirabuana = 184 orang

4. Jumlah pengungsi di Kota Palu diperkirakan 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik pengungsian (data 29 september 2018, 16:00 WIB)


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?