Kitabisa! - Kisah Mersi Tenno & Warga Mauleum Mendapatkan Air

Kisah Mersi Tenno & Warga Mauleum Mendapatkan Air

Puluhan tahun mengalami krisis air bersih, warga Mauleum berharap air yang berada diatas bukit bisa dialirkan ke kampung mereka untuk mengakhiri krisis air.
Organisasi (Social Media)
Badan Wakaf Al Quran Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 293.829.475

terkumpul dari target Rp 925.160.000
32% terkumpul 131 hari lagi
DONASI SEKARANG

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Kisah Mersi Tenno & Warga Mauleum Mendapatkan Air

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Debu beterbangan seiring melajunya mobil berpenggerak 4 roda (4WD) yang ditumpangi tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Pandangan mata didominasi tanah tandus yang dipenuhi bebatuan, hanya sesekali nampak pohon dan ilalang. Begitulah pemandangan perjalanan sejauh 60 kilometer lebih dari Kota Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju desa tujuan yakni Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, TTS, Kamis, 16 Maret 2017.

“Sebentar lagi kita memasuki Desa Mauleum,” ujar partner lapang BWA Ustadz Arifuddin Anwar begitu kendaraan menyusuri pinggir sungai yang dialiri sedikit air.

28c00477cdac6cd476dfda8b47d784cf9b1aa51b

Mersi Tenno sedang menganbil air di sungai

Dari kejauhan nampak sesosok perempuan berjongkok sedang melakukan sesuatu di tepi sungai. Semakin dekat semakin jelas bahwa kedua tangannya tengah menggali dasar sungai agar air terkumpul. Mobil pun berhenti di dekatnya. Tim memandangi seorang gadis tengah menyiduk air dari cekungan yang dibuatnya ke dalam jeriken berkapasitas lima liter. Setelah ketiga jeriken yang dibawanya penuh, ia pun bangkit hendak pulang. Tim pun meminta waktunya sesaat untuk berbincang.

Gadis ini bernama Mersi Teno (18 tahun). Dia tidak bersekolah tapi bisa berbahasa Indonesia walau terbata-bata. Ibunya telah buta sementara ayahnya hanya seorang petani kebun ketela. Kata Mersi, air 15 liter tersebut harus cukup digunakan oleh lima orang termasuk kedua adiknya. Ia mengatakan terakhir kali turun hujan sepekan yang lalu.

Mersi pun pergi. Tim kembali meneruskan perjalanannya menuju desayang dihuni 239 KK atau sekitar 2.096 jiwa. “218 jiwa di antaranya adalah Muslim yang rata-rata mualaf,” ujar Arifudin yang kerap berdakwah dan rutin membagikan hewan kurban ke desa binaannya itu.

25db1e31a443aac45442fa0a938b33fb2d6cc3b4

Warga desa mauleum mengambil air di atas bukit

Menurut Arifuddin, bila tiba musim kemarau, sungai benar-benar kering. Maka satu-satunya jalan untuk mendapatkan air adalah dengan mengantri di sumber mata air yang berada di puncak bukit yang berjarak sekitar tiga kilometer dari desa. “Warga dari beberapa desa mengantri di sana dari pagi, setiap orang dijatah maksimal 15 liter sekali ambil. Biasanya antrian baru berakhir sekitar jam tiga dini hari!” ungkap Pimpinan Pondok Pesantrean Ikhwanul Mukminin Adonara, NTT tersebut.


Tim pun disambut secara adat begitu sampai tujuan di Mushala Ali Desa Mauleum. Di antara tetua adat yang menyambut ternyata seorang non Muslim, Lasarus Isu (80 tahun) namanya.“Sejak kakek saya sudah sulit air bersih, dan yang membutuhkan air tidak hanya orang Muslim, orang non Muslim pun membutuhkan,” ujar keturunan raja setempat tersebut dalam bahasa Timor.

4eeeb64dde62d5bf5a2d6133d635d3ea0a572502

Pak Thamrin (tengah) sedang memberi sambutan didampingi tetua adat Mauleum

Ada pula seorang ibu bernama Dortia Maubui. Ia telah merelakan anak-anaknya menjadi Muslim walau dirinya belum masuk Islam. Ibu separuh baya ini menatap tim seakan penuh harapan. Ia bersama ibu-ibu lainnya mengalungkan selendang adat Timor kepada seluruh personel tim BWA.

Selesai acara adat, waktu menunjukan pukul 13.00 WITA, Tim BWA langsung survei ke lokasi sumber mata air. Perjalanan menapak bukit terjal lagi licin harus dilalui untuk menuju sumber mata air ini, dan juga harus melewati sungai yang memiliki lebar lima meter. Usai survei, hujan gerimis pun turun.

Rencana Proyek

Dari hasil survei, debit air di mata air ini sekitar 0,4 liter per detik atau setara dengan 34 meter kubik per 24 jam. Air ini akan didistribusikan ke empat dusun di Desa Mauleum dengan membangun bak penampung air di masing-masing dusunnya.

Dengan program Water Action for People (WAfP), BWA berencana mengadakan proyek wakaf sarana air bersih di Mauleum. Adapun rencana sarana air bersih yang akan dibangun adalah sebagai berikut.

Pertama, pembuatan bak penangkap mata air yang berkapasitas 24 Meter Kubik, bak ini dibuat besar agar memiliki daya dorong yang kuat. Kedua, pembuatan bak penampung Dusun Kampung Ali berkapasitas 16 meter kubik yang berjarak sekitar 600 meter dari bak mata air.

Ketiga, pipanisasi dengan pipa HDPE 2 Inch dari bak penangkap mata air ke bak utama di Dusun Kampung Ali beserta pemasangan sling kawat baja melewati sungai sepanjang 100 meter. Keempat, pembuatan bak penampung di tiga dusun berkapasitas 10 meter kubik. Kelima, pipanisasi dengan pipa HDPE 1,5 Inch ke tiga bak penampung dusun di bawah Kampung Ali.

Kami mengajak kepada seluruh kaum Muslimin untuk membantu meringankan beban hidup warga Mauleum dengan turut menyukseskan wakaf sarana air bersih ini. Wakaf Anda akan membawa kebaikan dan mengalirkan pahala seiring mengalirnya air di desa ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan dengan air ini akan menggugah warga Mauleum lainnya untuk memeluk Islam. Insya Allah.[]

Badan Wakaf Al Qur'an juga melakukan kampanye secara online di laman resminya.


Disclaimer:Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibuat oleh BWA, maka kelebihan dana project tersebut akan dialihkan untuk project lain berdasarkan kebijakan Managemen BWA.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

DONASI SEKARANG

Donatur 240

  • Rp. 200.000.000
    Wakif Network BWA

    alhamdulillah.. semoga segera terkumpul dana untuk pembangunan sarana air bersih...

  • Rp. 43.476.000
    Wakif Network BWA

    Alhamdulillah pengumpulan dana secara offline yang dilakukan oleh BWA.. Ayo bantu share dan donasi Wakaf untuk suksesnya proyek wakaf ini..

  • Rp. 7.000.943
    mamang isnanda
  • Rp. 5.000.805
    Anonim

    donasi ini bukan perorangan dan bukan milik pribadi

  • Rp. 1.829.803
    Muhamad Ali Nur Zaman
  • Rp. 1.500.319
    Anonim
  • Rp. 1.000.830
    Harriet Qie
  • Rp. 1.000.681
    Bayu Kusyairy
  • Rp. 1.000.000
    Riko Hafil
  • Rp. 1.000.000
    Aisar Romas
SHOW MORE
  • Rp. 200.609
    Anonim
  • Rp. 50.342
    Anonim
  • Rp. 30.423
    Anonim
  • Rp. 20.178
    Anonim
  • Rp. 50.496
    Anonim
  • Rp. 20.206
    Anonim
  • Rp. 150.334
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 50.843
    Anonim
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Kisah Mersi Tenno & Warga Mauleum Mendapatkan Air"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "Badan Wakaf Al Quran"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke Badan Wakaf Al Quran

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?