Kitabisa! - Muslim Minoritas Pulau Timor Menunggu Wakaf Anda!

Muslim Minoritas Pulau Timor Menunggu Wakaf Anda!

Muslim Minoritas Pulau Timor Menunggu Wakaf Anda!
Islam mulai diterima luas sejak raja-raja kecil setempat memeluk Islam pada 1960-an. Namun karena pembinaan yang minim maka perkembangan Islam sangat lambat.
Organisasi (Social Media)
Badan Wakaf Al Quran Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 1.528.938.740

terkumpul dari target Rp 4.000.000.000
38% terkumpul 69 hari lagi
DONASI SEKARANG

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Muslim Minoritas Pulau Timor Menunggu Wakaf Anda!

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

Miris bila melihat kehidupan umat Islam di pedalaman Pulau Timor. Meski masjid ada tetapi hanya difungsikan untuk tempat berkumpul-kumpul saja. Umat banyak yang belum tahu shalat. Jadi bukannya ikut berjamaah, jika ada tamu yang shalat mereka hanya menonton.

Alhamdulillah, belakangan ini anak-anak mereka mulai bersekolah agama dan pesantren sehingga madrasah-madrasah pun mulai bermunculan. “Sayangnya fasilitas belajar seperti Al-Qur’an dan Iqra’ sangat kurang bahkan di masjid-masjid pedalaman hampir tidak dijumpai Al-Qur’an kecuali kitab-kitab yang sudah lusuh. Maklumlah keadaan ekonomi warga setempat yang masih di bawah garis kemiskinan. Bagaimana mau beli Al-Qur’an untuk makan saja susah. Kemudian kalau mau beli juga harus ke mana?” lapor mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Ustadz Arifuddin Anwar usai survei lokasi, Jum’at, 22 Desember 2017.

246fe2fc430a0f089af8b14ed6ea54eb1b3d65c8

Terungkap fakta pula, warga setempat menganut Islam pun dengan latar belakang mualaf maka sudah dapat dipastikan Al-Qur’an adalah harta langka di rumah mereka. “Apa jadinya ke depan jika rumah-rumah Muslim ini tak ada Al-Qur’an dan justru banyak anjing peliharaan meraung sementara dengungan bacaan Al-Qur’an sepi sekali?” beber Pimpinan Ponpes Ikhwatul Mukminin Adonara, NTT tersebut.

Pulau Timor sebagai salah satu pulau terbesar di propinsi paling Selatan dari gugusan Pulau Jawa ke timur Indonesia yakni NTT, juga ditempati pula warga negara Timor Lorosai yang lebih dikenal dengan Timor Leste. Mayoritas penduduk pulau ini beragama Kristen Protestan kemudian diikuti Katolik yang dalam penyelenggaraan ritualnya masih sangat dominan dipengaruhi adat tradisi setempat yang animisme.

Islam masuk ke Pulau Timor dibawa oleh para imigran yang bekerja di sana. Islam mulai diterima luas sejak raja-raja kecil setempat memeluk Islam pada 1960-1970-an. Namun seiring dengan pekerja yang kembali ke kota asalnya, pembinaan terhadap warga pun terbengkalai.

Selain di pedalaman Pulau Timor, daerah pesisir pantai juga banyak dihuni penduduk Muslim, di antaranya adalah di pesisir Sulamu, Toblolong, Naikliu, dan Babau. Pulau Pasir depan Kupang yakni Pulau Kera juga banyak umat Islamnya. Mereka umumnya komunitas Bajo atau yang dulu dikenal sebagai sang pengembara manusia laut. Mereka hidup berhimpit himpitan dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

“Kegemaran mereka membaca dan mengajarkan Al-Qur’an luar biasa. Anak-anak mereka banyak sekali dan nampak siang menjelang sore mulai menuju ke tempat tempat pengajian. Sayangnya Al Qur’an mereka sangat kurang. Iqra’ pun demikian. Anak-anak itu harus mengantre untuk membaca karena keterbatasan Al Qur’an. Kondisi seperti ini pun hampir sama di berbagai tempat di pulau Timor ini,” beber Ustadz Arifudin.

Di Pulau Kera ini mereka membeli Al-Qur’an ke Kota Kupang dengan menyeberang laut, itu pun kalau persediaannya ada. Berjalan hampir seharian ke kota terus di toko tak ada Al- Qur’an bagi orang awam sangat mengecewakan dan menyulitkan.

Al-Qur’an Roadtrip

Untuk itu, Badan Wakaf Al-Qur’an berencana mengadakan proyek Al-Qur’an Roadtrip ke Pulau Timor dan Pulau Kera dengan menargetkan mendistribusikan sekitar 40 ribu Al-Qur’an wakaf plus 20 ribu buku Iqra’ wakaf.

Untuk Pulau Timor, Al-Qur’an akan didistribusikan ke Kabupaten Timor Tengah Utara yakni daerah Kefamenafu. Kabupaten Belu yakni Atambua sampai Atapupu. Kabupaten Kupang yakni Camplong, Tarus, Manikin, Lasiana. Kota Kupang yakni Kampung Solor, Oeba, Oesapa, Air Mata, Oebufu, Namosain, Meleset, Wali Kota.

Juga bila memungkinkan, distribusi Al-Qur’an akan menembus wilayah negara Timor Leste yakni ke Kota Dili. Karena semua wilayah ini umumnya mualaf dan sangat sulit mendapat Al-Qur’an karena persediaan di pasar terbatas sekali.

Termasuk dalam proyek ini juga, Ustadz Arifudin akan menjadi motor penggerak pembinaan dan pengiriman da’i ke Pulau Timor melalui program dauroh, pelatihan guru TPA, pembinaan da’i dan mubaligh serta pengiriman dan pembiayaan da’i lokal untuk melaksanakan pembinaan.

Rencananya secara bertahap Al-Qur’an akan mulai didistribusikan Maret 2018. Targetnya sebelum Ramadhan 2018, semua Al-Qur’an yang ditargetkan sudah terdistribusi semua.

Anda dapat berpartisipasi walau dengan satu eksemplar wakaf Al Qur’an, Insya Allah Al-Qur’an wakaf Anda akan bermanfaat untuk menjaga akidah dan menumbuhkan semangat saudara-saudara kita yang ada di pedalaman dan pesisir Pulau Timor dan Pulau Kera.

Ingat, membaca satu huruf Al-Qur’an diganjar dengan 10 kebaikan, tentunya sebagai mualaf membaca Al-Qur’an tidak hanya sekali, namun berkali-kali sampai mereka paham dan bisa. Tentunya pahalanya akan besar sekali. Untuk itu Anda harus ikut!

Kunjungi laman kampanye Badan Wakaf Al Qur'an (BWA) di https://www.wakafquran.org/project

Disclaimer:

Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

DONASI SEKARANG

Donatur 440

  • Rp. 1.450.000.000
    Wakif Network BWA

    Alhamdulillah, hasil penggalangan dana oleh BWA

  • Rp. 20.400.000
    Wakif Network BWA

    alhamdulillah.. semoga barakah

  • Rp. 5.000.755
    Anonim

    Semoga

  • Rp. 2.500.661
    Anonim

    Semoga Alquran yang di wakafkan bermanfaat dan menambah keimanan mereka

  • Rp. 2.500.447
    M Derni
  • Rp. 2.000.000
    Anonim
  • Rp. 1.500.575
    Anonim
  • Rp. 1.000.765
    Anonim
  • Rp. 1.000.732
    Elvina Agustina
  • Rp. 1.000.376
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 200.000
    Anonim
  • Rp. 10.826
    Anonim
  • Rp. 28.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 30.000
    Anonim
  • Rp. 10.676
    sigit prabowo
  • Rp. 300.414
    Sigit Pamungkas

    untuk saudara muslimku dari kami di Jakarta

  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
SHOW MORE
12 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 403.387

Ke rekening BCA *** *** 6626 a/n BADAN WAKAF AL QUR'AN

Rencana penggunaan dana: Realisasi proyek

18 Sep 2018

Pencairan Dana Rp 566.839

Ke rekening BCA *** *** 6626 a/n BADAN WAKAF AL QUR'AN

Rencana penggunaan dana: Realisasi proyek

13 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 2.781.784

Ke rekening BCA *** *** 6626 a/n BADAN WAKAF AL QUR'AN

Rencana penggunaan dana: Realisasi

28 Jun 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 2.097.935

Ke rekening BCA *** *** 6626 a/n BADAN WAKAF AL QUR'AN

Realisasi project yang akan segera dilakukan oleh BWA bulan juli atau agustus..

28 Jun 2018

Update 2 - DISTRIBUSI #1 Al QUR’AN WAKAF DI PULAU TIMOR

Melengkapi kegiatan tim lapangan BWA di Provinsi NTT, tim Badan Wakaf Al Qur’an pada hari Rabu, 21 Maret 2018 melakukan survey lapangan untuk keperluan project Wakaf Al Qur’an di Pulau Timor. Tujuan survey kali ini adalah untuk mengetahui secara lebih detail kondisi masyarakat di Pulau Timor yang membutuhkan bantuan Al Qur’an. Tim berangkat dari kota Soe menuju Kabupaten Belu yang ber ibukota di Atambua. Atambua adalah kota terbesar kedua di Pulau Timor, mayoritas penduduknya beragama Kristen hampir 95% dari 219.385 jiwa total jumlah penduduk di Belu (Data BPS 2016). Presentasi penduduk Muslim disana sekitar 10.200 Jiwa (4%) dan hanya ada 10 masjid yang berdiri di Belu.

WAP T Timor

(Tim BWA berfoto bersama DKM Masjid Khusnul Khatimah, Tini, Atambua NTT, Ust. Udin)

Di tengah derasnya hujan yang mengiringi perjalanan di Atambua Tim BWA mendatangi Masjid di Kampung Tini. Masjid Husnul Khotimah namanya, selesai shalat berjamaah dengan warga kami pun mendatangi Imam Masjid agar berkenalan lebih dekat. Bapak Haji Udin Iho adalah nama Imam di masjid tersebut. Setelah tim memperkenalkan diri beliau bercerita banyak tentang kondisi muslim di sana. “Disini Al Qur’an hanya ada di masjid pak, jarang di rumah-rumah penduduk muslim yang memiliki Al Qur’an. Kadang kami terpaksa melarang bila Al Qur’an masjid dibawa pulang karena kami khawatir rusak”. Begitu jawaban haji Udin saat kami menanyakan ketersediaan Al Qur’an di lingkungan masjid Husnul Khotimah.

Ada 60 KK penduduk muslim di sekitar kawasan tersebut (Kampung Tini, Atambua), di penutup perjumpaan kami bertemu dengan Haji Udin, beliau juga berharap selain bantuan Al Qur’an ada bantuan Kitab Hadits Shahih yang bisa dibaca di Masjid, karena selama ini Hadits-hadits Nabi SAW hanya didengar di pengajian-pengajian dan televisi. Beliau sangat ingin sekali membaca Hadits Nabi SAW secara langsung di buku/kitab.

WAP TImor

(Kondisi Al Qur'an di salah satu Masjid di Pulau Timor)

Dari Kampung Tini kemudian Tim BWA melanjutkan perjalanan ke Kampung Alor. Tiba di Masjid Sakinah, ternyata masjid sedang dalam renovasi sehingga kami hanya menjumpai salah satu takmir masjid disana, Pak Imam Arifin. Beliau menyambut dengan hangat kedatangan tim BWA. Disana Kami melihat pemandangan yang menarik, ada sebuah lemari ukuran sedang yang di taruh di bagian depan masjid yang berisi banyak Al Qur’an, tim bertanya, “Banyak sekali pak Al Qur’annya dan masih bagus-bagus?”, beliau menjawab, “Iya pak, Itu Al Qur’an dari sumbangan, kami simpan di lemari supaya awet untuk persiapan tadarus di bulan Ramadhan.” Ketika itu kami bertanya, “Apa tidak lebih baik dibuka saja pak supaya bisa dibaca jama’ah?”. Beliau menjawab,”Iya boleh dibaca tapi di masjid saja dan kalau ada pengajian, tapi tidak boleh dibawa pulang nanti kalau rusak susah mencarinya Pak”. Jawaban yang hampir sama kami seperti dengar ketika di Kampung Tini. Sungguh begitu berharganya Al Qur’an disimpan di lemari Masjid, mereka khawatir rusak dan karena susah mendapatannya kembali. Muslim di kampong alor ini sejumlah 40 KK yang kebanyakan adalah pendatang dari Flores.

Sebagai perjalanan penutup di Atambua, kami melanjutkan perjalanan ke Atapupu (dekat pelabuhan). Disana ada masjid bernama Masjid Al Huda. Selesai sholat berjama’ah di masjid tersebut kami lalu berkumpul dengan Imam masjid dan beberapa warga sekitar yang ikut dalam pembicaraan. Ternyata Imam masjid di tempat tersebut adalah kader dakwah dari DDII yang menjalankan tugas di sana, Akhina Imam Fahmi. Beliau menceritakan bagaimana pembinaan muslim di sana, dan beliau juga menyampaikan adanya wakaf Al Qur’an di tempat tersebut akan sangat menunjang pembinaan muslim di daerah Atapupu yang berjumlah 40 KK.

Demikian perjalanan kami menyusuri kampung-kampung muslim Atambua yang merupakan penduduk minoritas disana, mereka sangat membutuhkan Al Qur’an dan pembinaan. Mari kita menyisihkan harta untuk berwakaf Al Qur’an yang akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

5 Jun 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 13.966.478

Ke rekening BCA *** *** 6626 a/n BADAN WAKAF AL QUR'AN

Realisasi

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

DONASI SEKARANG

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Muslim Minoritas Pulau Timor Menunggu Wakaf Anda! :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?