Kitabisa! - Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore
Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore

Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore

Nenek Amina Sabtu adalah penjahit bendera Merah Putih pertama yang berkibar di Indonesia Timur, 1946. Yuk, kita apresiasi keberanian Nenek Na 70 tahun lalu!
Campaigner (Social Media)
Eko Nurhuda Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 9.485.586

terkumpul dari target Rp 10.000.000
95% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 3 - Dana Apresiasi Telah Diterima Nenek Na

Dear Orang Baik,

Donasi teman-teman semua sudah saya hantarkan kepada Nenek Amina Sabtu secara langsung di kediaman beliau, Kelurahan Mareku, Tidore, pada 18 Agustus 2017 lalu. Selepas upacara pengibaran bendera di Tanjung Mafutabe, Mareku, saya bersama rekan Alex Toduho menyerahkan seluruh donasi disaksikan pihak keluarga.

94fd8598f4ad6410ee435d1c83f39f974a152516

Berita baik bagi kita semua, penggalangan dana ini menjadi pemicu bagi pihak lain untuk memberi apresiasi pada Nenek Amina. Berbagai pihak di Tidore turut memberikan penghargaan dan apresiasi, termasuk Sultan Tidore Husain Syah beserta istri Boki Ani Fabanyo.

Berikut foto Nenek Na dengan piagam penghargaan dari Kesultanan Tidore yang diberikan oleh pengawal pribadi Sultan, Letnan Ngofa Moch. Chamaluddin Alting, selepas upacara.

15938e060e6b56492870f578800e48e0ec7b084a

Alhamdulillah wa syukurillah. Pihak keluarga menitipkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada teman-teman semua yang telah support campaign ini. Sekaligus meminta doa semoga Nenek Na selalu sehat sehingga dapat menikmati kemerdekaan Indonesia lebih lama lagi.

Alhamdulillah wa syukurillah. Semoga apa yang kita lakukan ini mendapat ridha Allah SWT. Amin.


Salam hangat,

Eko Nurhuda

Update 2 - Campaign Berakhir, Terima Kasih

Dear Orang Baik,

Dengan bergantinya tanggal dari 10 ke 11 Agustus 2017 pada dini hari ini, maka berakhirlah sudah campaign "Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore". Campaign berjalan selama 2,5 bulan dan mengumpulkan donasi sebanyak Rp9.485.586.

Tidak mencapai target, hanya kurang sedikit saja, tapi saya tetap bersyukur atas kebaikan dan kepedulian yang telah teman-teman tunjukkan pada Nenek Amina Sabtu. Dengan ini saya mohon ijin untuk mencetak nama teman-teman donatur pada banner saat penyerahan donasi nanti.

Saya sudah memesan tiket ke Tidore, insya Allah sampai tujuan pada 16 Agustus mendatang. Menyaksikan upacara bendera di Mareku pada 18 Agustus menjadi agenda wajib, dan akan saya sampaikan pula salam dan pesan teman-teman pada Nenek Na.

Just info barangkali ada yang bertanya-tanya, semua biaya yang dibutuhkan untuk ke Tidore (tiket kereta, tiket pesawat, makan-minum, ongkos angkutan lokal, dll.) juga cetak banner berasal dari kantong saya pribadi. TIDAK SERUPIAH PUN UANG DONASI DIPAKAI untuk biaya-biaya tersebut.

Emang ada duitnya, Mas? Hehehe, kalau ada yang mau maksa jadi sponsor perjalanan ini, silakan aja japri-japri ya

Terima kasih.


Update 1 - Update 1 - Ucapan Terima Kasih dari Tidore

Dear Orang-orang Baik,

Sudah lebih dari 10 hari campaign Apresiasi untuk Nenek Amina Sabtu berjalan, dan milestone Rp1.000.000 pertama sudah terlewati. Senang sekali melihat antusiasme teman-teman semua dalam mendukung campaign ini. Semoga kita dapat mencapai angka yang ditargetkan. Amin.

Sebagai informasi, sebelumnya saya tidak memberi tahu siapapun mengenai penggalangan dana ini. Termasuk pihak keluarga Nenek Amina di Tidore. Niatnya sih saya ingin membuat kejutan. Jadi begitu campaign selesai dan donasi terkumpul (berapapun itu jumlahnya), dana apresiasi untuk Nenek Na diserahkan kepada beliau.

Tapi saya lupa ini eranya media sosial, sehingga kabar mengenai campaign ini pun tersebar ke mana-mana dengan cepatnya melalui Facebook dan Instagram. Dan sampailah ke telinga pihak keluarga Nenek Amina. Rencana kejutan saya gagal total dibuatnya.

Tadi malam saya kontak dengan keluarga Nenek Amina di Tidore via WhatsApp. Alhamdulillah, sambutan pihak keluarga sangat positif. Olan, salah satu cucu Nenek Na yang juga ada dalam foto di laman campaign, menyampaikan ungkapan terima kasih dari pihak keluarga pada teman-teman semua yang sudah berniat baik memberi apresiasi pada nenek lewat campaign ini.

bf02f91c68107299ac3111253dc8a1e8daae2bd7

dd366a89a8c1834d858adc544b69bbbd293fddc2

Lalu salah satu pemuda Mareku (tetangga Nenek Na) juga menitipkan apresiasi mendalam dari warga Mareku, khususnya Sangaji Jiko Malofo, pada teman-teman yang turut mendukung campaign ini. Dari dia juga saya tahu, beberapa komunitas di Tidore sedang bersiap memberi hadiah spesial untuk Nenek Na pada upacara 18 Agustus nanti. Artinya, campaign ini telah men-trigger pihak lain untuk sama-sama mengapresiasi Nenek Na.

Anyway, donasi kita baru terkumpul 6% dari target. Masih banyak yang harus dikerjakan agar campaign ini mencapai goal. Saya butuh bantuan rekan-rekan semua untuk menyebarkan campaign ini juga menceritakan perjuangan Nenek Na di masa lampau pada saudara, kerabat, teman-teman, atau siapapun, agar lebih banyak lagi yang memberi apresiasi pada jasa-jasa beliau.

Terima kasih.


Salam hangat,
Eko Nurhuda


Amina siapa?
Saya tidak akan heran jika ada yang bertanya begitu. Tak banyak generasi sekarang yang mengenal sosok Amina Sabtu. Padahal beliau merupakan salah satu pelaku sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Saksi hidup sekaligus figur penting dalam terbentangnya wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Kalau kita mengenal Ibu Fatmawati sebagai penjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan saat upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Nenek Na bolehlah kita sebut "Fatmawati-nya Tidore" atau juga "Fatmawati dari Indonesia Timur".

Beliau adalah penjahit bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan sekelompok pemuda pejuang di Tanjung Mareku, Pulau Tidore, pada 18 Agustus 1946.

84937b954b1c5432b957efdb86fb49a6d878295d

(Nenek Na [paling kanan, duduk] mengikuti upacara peringatan pengibaran bendera di Tanjung Mareku, 18 Agustus 2016. Foto: Malut Post)

Bendera hasil jahitan Nenek Na itu menjadi bendera Merah Putih pertama yang berkibar di Indonesia Timur. Berkibarnya bendera tersebut sekaligus menyimbolkan Tidore dan Kepulauan Maluku sebagai bagian dari Republik Indonesia. Ini menjadi hantaman telak bagi Jepang juga Belanda, yang hanya mengakui kemerdekaan RI di Pulau Jawa.

Selain Nenek Amina Sabtu sebagai penjahit/pembuat bendera, tercatat pula nama Abdullah Kadir, sepupunya, yang bersama sejumlah pemuda Mareku mengibarkan bendera hasil jahitan Nenek Na di Tanjung Mareku.

Awalnya, bendera tersebut akan dikibarkan di Jembatan Residen, Ternate. Namun ketatnya penjagaan tentara Belanda membuat Kakek Dullah dan kawan-kawan harus mengubah rencana.

Menggunakan perahu dayung, Kakek Dullah dkk. putar balik ke Pulau Tidore dan mulai mencari tempat yang dipandang strategis untuk menancapkan simbol perlawanan terhadap pendudukan penjajah yang masih berlangsung di Maluku Utara tersebut. Tanjung Mareku kemudian dianggap sebagai lokasi sempurna.

Kakek Abdullah Kadir telah wafat pada 2009 silam. Sedangkan Nenek Amina Sabtu masih diberi kesehatan dan umur panjang.

19b11f8d8ef1bcdfa256d88c53eecacf3db4eec7

(Nenek Na didampingi sejumlah cucu saat saya kunjungi bersama rekan-rekan blogger pada 10 April 2017. Penglihatannya masih tajam, demikian pula ingatannya. Foto: dok. pribadi)

Saat peristiwa heroik lebih dari setengah abad itu, usia Nenek Na baru 19 tahun. Kini beliau sudah tidak bisa banyak bergerak. Untuk mengikuti upacara peringatan pengibaran bendera di Tanjung Mareku yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari rumahnya saja, Nenek Na harus dipapah anak-cucu.

Nenek Na tinggal bersama anak-cucunya di Mareku. Tepatnya RT 08 RW 4 Kelurahan Mareku, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Rumah yang 70 tahun silam jadi tempat beliau menjahit bendera Merah Putih bersejarah tersebut.

Beliau menghabiskan keseharian dengan bercengkerama bersama cucu, dan sesekali mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring. Hal yang sebenarnya tidak diperkenankan oleh anak-cucunya.

Setiap upacara 17 Agustus, Nenek Na (dan Kakek Dullah semasa hidupnya) selalu diundang Pemkot Tidore Kepulauan untuk hadir di Kantor Walikota. Pada momen itu biasanya Pemkot memberi santunan. Namun, belum ada tanda penghargaan sebagai pahlawan atau semacamnya yang diberikan pada beliau. Bahkan kisah heroik Nenek Na, Kakek Dullah, dkk. pada 1946 tersebut seolah terlupakan. Tak tertulis dalam sejarah.

Saya beruntung sekali mendapat kesempatan menjumpai Nenek Na di rumah beliau, 11 April 2017 lalu. Bersama tujuh rekan blogger lain yang berasal dari Jawa, Sumatera, dan Bali, kami saksikan sendiri betapa bersahajanya kondisi Nenek Na.

fc731cd62b7865a4b927830247228fd2b0b559eb

(Saya menyalami Nenek Na, disaksikan cucu beliau [kanan] dan Ci Anita Gathmir [jilbab biru] yang membawa saya dan rekan-rekan blogger lain ke Tidore pada 8-14 April 2017. Foto: Rifqy Faiza Rahman)

Tak banyak yang bisa kami lakukan selain menuliskan kisah heroik Nenek Na dan Kakek Dullah di blog, lalu menyebarkannya melalui media sosial agar lebih dikenal luas dan dikenang selalu oleh generasi kini.

Tapi, itu saja tentu tidak cukup, bukan? Karenanya saya berinisiatif membuka laman donasi ini di Kitabisa.com. Saya ingin mengajak kita semua memberi tali asih sebagai penghargaan dan ungkapan terima kasih sebesar-besarnya atas keberanian Nenek Na, tanpa melupakan jasa almarhum Kakek Dullah tentunya, di era perang kemerdekaan.

Yuk, ulurkan tanganmu. Begini cara berdonasi:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang" berwarna merah di bawah ini
  2. Isi data dirimu dan pilih metoda pembayaran
  3. Transfer ke nomor rekening yang muncul
  4. Selamat bergabung dalam lingkaran orang baik!

Seluruh donasi yang terkumpul (setelah dipotong biaya admin Kitabisa sebesar 5%) akan diserahkan langsung pada Nenek Na.

Jangan lupa, tolong bantu sebarkan laman donasi ini di akun-akun media sosialmu juga ya. Semoga lebih banyak lagi yang turut memberi apresiasi pada sosok pemberani seperti beliau.

Oya, sebagai campaigner saya sih inginnya menyerahkan hasil donasi ini secara langsung saat upacara 18 Agustus 2017 di Tanjung Mareku mendatang. Tapi kalau itu tidak memungkinkan, kawan-kawan baik saya di Tidore siap membantu menyerahkannya.

Salam hangat,

Eko Nurhuda (www.bungeko.com)
WA 0816 1728 5758 | facebook.com/ekonurhuda

===================================================

Berita-berita mengenai Nenek Na dan peristiwa Tanjung Mareku 1946

http://www.jawapos.com/read/2015/08/18/1003/amina-sabtu-pahlawan-yang-terlupakan-

http://portal.malutpost.co.id/en/opini/item/2705-a...

http://m.jpnn.com/news/heroik-penjahit-merah-putih...

http://www.radarbangka.co.id/rubrik/detail/feature...

http://portal.malutpost.co.id/en/daerah/tidore-kep...

http://portal.malutpost.co.id/en/feature/item/2288...

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Donatur 39

  • Rp. 2.730.903
    9 To Midnight

    Ini adalah hasil dari #9toMidnightLelang, dimana Hard Rockers ikutan lelang!

  • Rp. 1.000.000
    WARDAH
  • Rp. 500.893
    Anonim

    Terima kasih sudah memperjuangkan kemerdekaan negara ini, semoga Indonesia bisa menjadi bangsa yg sejahtera, negara selalu rukun dan damai

  • Rp. 500.717
    Endangsetiawati

    Barakallah

  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 300.843
    Anonim
  • Rp. 300.738
    Angel

    Karena dia gaakan jadi seperti ini hehe

  • Rp. 300.368
    Faisal Dian

    Sehat terus ya, Nek :)

  • Rp. 300.215
    dianawati anggriani

    semoga berkah buat nenek aminah

  • Rp. 250.870
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 300.368
    Faisal Dian

    Sehat terus ya, Nek :)

  • Rp. 1.000.000
    WARDAH
  • Rp. 30.000
    Anonim
  • Rp. 100.973
    Anonim

    semoga nenek senang ya, bahwa masih banyak warga Indonesia yang mengapresiasi para pejuang Kemerdekaan. Makasih nek!

  • Rp. 200.815
    Anonim
  • Rp. 25.000
    Firman Nugraha
  • Rp. 2.730.903
    9 To Midnight

    Ini adalah hasil dari #9toMidnightLelang, dimana Hard Rockers ikutan lelang!

  • Rp. 300.215
    dianawati anggriani

    semoga berkah buat nenek aminah

  • Rp. 100.475
    Hartito Dias Momole
  • Rp. 50.522
    Mike Chandra
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Apresiasi untuk Amina Sabtu, Fatmawati-nya Tidore"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "Eko Nurhuda"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke Eko Nurhuda

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?