Kitabisa! - Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya
Ingin bantu orang lain disekitar Anda? Buat campaign dan bantu mereka di sini

Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya

Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya
Setelah ditinggal orangtuanya, Soni (16th) menafkahi Marcel (3th) adiknya dan mereka tinggal bersama Desi, tantenya yang mengidap gangguan jiwa.
Organisasi
KOMPAS.COM Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 229.692.636

terkumpul dari target Rp 25.000.000
919% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 2 - 229 Juta terkumpul untuk Soni dan Marcel

JAKARTA, KOMPAS.com — Masih ingat kisah anak 16 tahun yang nafkahi adiknya karena ditinggal orangtuanya? Ya, mereka adalah Soni (16 tahun) dan Marcel (3 tahun).

Kedua anak itu tinggal dalam rumah bersama Desi, saudara kandung dari orangtua Soni dan Marcel, di Perumahan Bugel Mas Indah, Blok D2 Nomor 15, Tangerang. Namun, menurut puskesmas setempat, Desi memiliki gangguan jiwa sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.

(Baca: Kisah Anak 16 Tahun Nafkahi Sang Adik karena Ditinggal Pergi Orangtua)

Dari cerita Soni, ayahnya meninggal sejak dua tahun lalu karena komplikasi penyakit. Sementara itu, sang ibu memilih untuk pergi meninggalkan mereka karena menikah dengan pria lain.

Soni merupakan anak pertama, sedangkan Marcel adalah anak keempat. Sang ibu memilih untuk membawa anak kedua dan ketiga.

Rumah yang ditempati pun tergolong tak layak. Listrik di rumah mati, sementara air tergolong tak layak.

Soni bekerja mulai dari membantu pedagang nasi goreng hingga pedagang kopi. Saat membantu pedagang nasi goreng, ia harus bekerja dari sore hingga tempat dagang tutup. Sebagai imbalan, Soni diberi upah Rp 10.000 dan satu porsi nasi goreng.

Atas kondisi yang dialami oleh Soni dan Marcel, Kompas.com melakukan kampanye untuk mengajak netizen berbagi kebahagiaan dengan menyisihkan sebagian dana bagi dua bocah yang kurang beruntung ini.

Dari target awal pengumpulan dana sebesar Rp 25 juta, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp 229.692.636.

Terima kasih kami ucapkan untuk para donatur dan netizen yang telah bersedia berbagi.

Terkait penyaluran dana tersebut, Kompas.com saat ini tengah menyiapkan sejumlah metode agar penyaluran dana tersebut efektif dan bisa dimanfaatkan Soni dan Marcel hingga tumbuh dewasa.

Hal ini dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai donatur dan netizen terkait pemanfaatan dana tersebut.

Dalam waktu dekat ini, kami akan segera menyalurkan bantuan tersebut, dan kami akan selalu memberikan update kepada pembaca dan netizen atas perkembangan penyaluran pemberian ini.

Terima kasih atas kebaikan pembaca dan netizen yang selalu bersedia untuk berbagi kebahagiaan....

Update 1 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya!

Anda mendapatkan email ini karena penggalangan dana telah ditutup. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 229.692.636 dari 1050 donatur.

Tunggu update berikutnya dari KOMPAS.COM terkait penggunaan dana.

Terima kasih!


TANGERANG, KOMPAS.com — Marcel (3) tampak terdiam sambil duduk di ruang tamu. Tangan kanannya memegang sepotong roti isi cokelat yang mengering. Kepalanya sedikit menengadah. Dia tak bisa berbicara dan berjalan dengan normal.

Tepat di sampingnya, ada Soni (16), kakak dari Marcel. Mata Soni tampak sayu. Badannya tampak lesuh karena tengah demam.

Kedua anak itu tinggal dalam rumah bersama Desi, saudara kandung dari orangtua Soni dan Marcel.

Namun, menurut puskesmas setempat, Desi memiliki gangguan jiwa sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.

Rumah yang ditempati pun tergolong tak layak. Listrik di rumah mati, sementara air tergolong tak laik.

Barang-barang di rumah tampak berantakan. Hanya satu kamar yang ditempati. Itu pun ditempati oleh Desi.

Sementara itu, Soni dan Marcel tidur di ruang tamu dengan kasur yang sudah usang.

"Ibu sudah lama pergi, kalau bapak meninggal," kata Soni bercerita kepada Kompas.com di rumahnya, Perumahan Bugel Mas Indah Blok D2 Nomor 15, Tangerang, Rabu (4/1/2017).

Dari cerita Soni, ayahnya meninggal sejak dua tahun lalu karena komplikasi penyakit. Sementara itu, sang ibu memilih untuk pergi meninggalkan dia dan Marcel karena menikah dengan pria lain.

Soni merupakan anak pertama, sedangkan Marcel adalah anak keempat. Sang ibu memilih untuk membawa anak kedua dan ketiga.

Soni tak mengetahui alasan sang ibu meninggalkan dia dan si bungsu. Sang ibu bertemu dengan Soni sekali dalam satu pekan dan memberikan uang Rp 30.000.

"Tiba-tiba (ibu) pergi dan saya enggak tahu kalau ibu sudah menikah," ujar Soni. Alhasil, Soni yang putus sekolah sejak kelas satu SMP itu harus berjibaku menghidupi dia dan sang adik.

Soni bekerja mulai dari membantu pedagang nasi goreng hingga pedagang kopi.

Saat membantu pedagang nasi goreng, ia harus bekerja dari sore hingga tempat dagang tutup. Sebagai imbalan, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan satu porsi nasi goreng.

"Nasi goreng itu buat saya dan Marcel makan malam. Saya bangunin dia saat malam untuk (sekadar) makan," kata Soni.

Namun, Soni berhenti dan berpindah kerja membantu warung kopi. Dia bekerja dari pagi hingga larut malam.

Di sana, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan dua potong roti untuk makan pagi. Soni bercerita, sehari-hari ia dan si bungsu makan dengan lauk tahu dan tempe.

Mereka makan saat Soni pulang kerja, sementara Desi makan dengan uang sendiri. Soni juga kerap dibantu diberi makan oleh tetangga dan pemerintah.

Namun, kondisi dia tak urung membaik. Kini Soni tak memiliki tujuan selain menghidupi sang adik.Rasa sayangnya dengan sang adik membuat dia rela banting tulang untuk sekadar memberikan sesuap nasi kepada Marcel

.Kompas.com berinisiatif menggalang dukungan dari publik melalui Kitabisa.com untuk membantu Soni dalam menghidupi dirinya dan adiknya Marcel. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan Kompas.com kepada Soni.

Semoga budi baik Bapak dan Ibu mendapatkan balasan seribu kali lipat dari Yang Maha Kuasa

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/04/1141...

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 1050

SHOW MORE
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Ditinggal orangtua, anak 16 tahun nafkahi adiknya"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "KOMPAS.COM"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke KOMPAS.COM

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?