Kitabisa! - Bantu Guru Belajar Lagi

Bantu Guru Belajar Lagi

Mari bantu meningkatkan kompetensi guru di Bantar Gebang dengan menyediakan pelatihan dan pendampingan guru berkualitas. Bantu Guru Belajar Lagi melalui donasi!
Organisasi
Pesta Pendidikan Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 231.896.103

terkumpul dari target Rp 200.000.000
116% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Bantu Guru Belajar Lagi

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 6 - Temu Pendidik Nusantara

a0fa8abfbb9b7e901d713140517fa0520cc06801

Akhir pekan lalu, tepatnya hari Sabtu 19 Oktober 2017, 6 orang guru dan 3 orang pengurus Bantu Guru Belajar Lagi berpartisipasi dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara yang diselenggarakan oleh Kampus Guru Cikal di Ragunan, Jakarta.

Sembilan orang yang mewakili Bantu Guru Belajar Lagi mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kelas-kelas peningkatan kapasitas guru lewat pengetahuan dan pengalaman rekan-rekan guru lain dari berbagai penjuru Nusantara di SDN 08 dan SMPN 41 Ragunan. Dapatkan informasi lengkap mengenai Temu Pendidik Nusantara di sini.

Berbagai hal baru didapatkan dari kegiatan ini. Ibu Guru Wartini, dari Sekolah Alam Tunas Mulia misalnya, mengikuti kelas Flexible Learning Classroom oleh Ibu Guru Lestia Primayanti dari Sekolah Kembang yang berbagi tentang bagaimana berkreasi dalam menyusun meja, kursi, papan tulis dan perabot lain dalam kelas dengan mempertimbangkan apa yang diinginkan/dibutuhkan anak.

18eab32bc65313caacd97ff66f462f207011a558

Berbeda dengan Ibu Wartini, Taufik dan Fenny dari Tim Bantu Guru Belajar Lagi serta Ibu Guru Qoirun Nisa mengikuti kelas Belajar Membaca Pada Anak Usia Dini oleh Ibu Husnul Chatimah dari Sekolah Cikal. Mereka diajarkan membuat sendiri play-doh/malam/lilin main yang dapat digunakan sebagai media belajar baca pada anak usia dini dan kiat-kiat menggunakannya bersama anak. Dan masih ada beberapa kelas lain yang diikuti.

Di samping berperan sebagai peserta, tim Bantu Guru Belajar Lagi juga berkesempatan untuk mengisi kelas kolaborasi, berbagi kepada rekan-rekan guru lain mengenai program Bantu Guru Belajar Lagi dan membuka kesempatan untuk berkolaborasi, membantu pelaksanaan program serupa yang dijalankan guru-guru di daerahnya masing-masing. Dari kelas ini, baik tim maupun guru-guru peserta sama-sama menyadari bahwa butuh peran semua pihak untuk mewujudkan pelatihan yang menjawab kebutuhan guru.

c6d8167c633a6fa63d8509f46d1aaeb16ff32cb5cc14e95ebe5e360f4c2fe956238bdcd3414dbab9

Acara puncak diadakan di GOR Ragunan. Selain dimeriahkan oleh penampilan grup musik anak asal Maluku, Manumata, acara pun diisi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti. Ibu Susi mengingatkan lagi besarnya peran guru-guru dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik. Apapun yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru di kelas, itulah yang akan menjadi bekal generasi-generasi penerus. Karena itu Ibu Susi berpesan agar para guru tidak pernah berhenti belajar.

4299409cd079c1b7ac37fa9c7439dc146beb526b19bb6ef43460912359cf23d04d76d88112319fbd

Najelaa Shihab, selaku kepala Kampus Guru Cikal, menambahkan bahwa penting untuk menciptakan kemerdekaan bagi murid dan guru dimana semua menjalankan proses yang sama yaitu belajar dan mengajar. Dalam pendidikan, anak-anak adalah sekutu utama, teman Guru yang harus saling percaya dalam menciptakan perubahan pendidikan yang dicita-citakan.

Banyak hal yang kami pelajari dari Temu Pendidik Nusantara, baik teknik mengajar di dalam kelas, filosofi-filosofi pendidikan baru yang mengubah paradigma, serta yang terpenting menambah teman-teman guru baru yang memiliki semangat yang sama untuk belajar dan mengembangkan pendidikan di Indonesia. Terima kasih Temu Pendidika Nusantara, semoga dipertemukan kembali tahun depan.

Update 5 - Kelas Pertama Bantu Guru Belajar Lagi

Halo!

Salam dari tim Bantu Guru Belajar Lagi.

Lama tidak berkabar, semoga semua dalam keadaan baik-baik.

Sejak update terakhir, banyak hal yang dipersiapkan, dikerjakan dan akhirnya terjadi di Bantu Guru Belajar Lagi. Puncaknya adalah kelas pertama pelatihan Bantu Guru Belajar Lagi telah terlaksana pada Sabtu, 23 September 2017. Kegiatan dilaksanakan di kantor Kelurahan Sumur Batu, Bekasi mulai pukul 10.00 hingga 15.00.

b35ed96f502d076e81e2e05cca4cd8a024780b99

Mas Bukik dan Kak Unun dari Kampus Guru Cikal (KGC) hadir sebagai pelatih.

Kegiatan pertama bertujuan untuk kembali menggali masalah umum yang banyak dihadapi oleh guru-guru di Sumur Batu, khususnya guru di sekolah (sebutkan sekolahnya). Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan peserta dengan kurikulum pelatihan yang akan diselenggarakan selama satu tahun ke depan. Mas Bukik dan Kak Unun membuka kegiatan dengan permainan pembagian kelompok. Di sini guru dapat belajar bahwa ada banyak cara menarik yang bisa dilakukan untuk membagi kelompok. Tidak saja dengan berhitung, namun juga bernyanyi, mengurutkan, dan banyak teknik kreatif lainnya.

e8b10caec4f60f0b01ede53b3047adb3f3939b6e

Peserta aktif berdiskusi tentang masalah yang banyak terjadi, baik pada murid-murid maupun hal lain yang terjadi di sekitar sekolah. Akhirnya, terdapat tiga masalah utama yang disepakati bersama yaitu:

  • kemandirian anak,
  • minat baca anak,
  • dan pelibatan orang tua dalam pendidikan anak.

Ketiga materi ini yang akan menjadi fokus utama di periode pertama pelatihan.


Selain kelas pertama ada satu cerita lagi yang ingin kami bagikan yaitu informasi donasi serta transparansi dan pertanggungjawabannya.

Dengan penuh rasa syukur, kami mengumumkan bahwa total donasi yang terkumpul (setelah dikurangi dengan biaya administrasi kitabisa) untuk Bantu Guru Belajar Lagi adalah Rp. 222.010.679,-

Keseluruhan dana yang diterima seluruhnya adalah:

Donasi Online

Rp. 197.710.248,- dipotong sebesar 5% (Rp. 9.885.424,-) untuk biaya administrasi (email dan sms untuk donatur) dari kitabisa.com = Rp. 187.824.824,-

Donasi Offline

Rp. 34.185.855,-

Total Donasi

Rp. 231.896.103,- .

Donasi online yang telah dipotong dengan biaya administrasi ini telah ditransfer dari kitabisa.com ke Bantu Guru Belajar Lagi, dan disimpan dalam sebuah rekening bank CIMB Niaga kantor cabang Bekasi Barat, atas nama Farli Sukanto. Hingga pembentukan yayasan dan rekening bank Bantu Guru Belajar Lagi selesai dibuat, dana disimpan sementara di rekening ini.

Donasi ini akan digunakan sepenuhnya untuk penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan guru di Sumur Batu, Bantar Gebang oleh Kampus Guru Cikal. Telah dilakukan serah terima dana sebesar 100 Juta rupiah dari Bantu Guru Belajar Lagi kepada Yayasa Guru Belajar (yayasan yang menaungi Kampus Guru Cikal) untuk pelaksanaan pelatihan dan pendampingan tahun pertama. Jadwal kegiatan kelas tahun pertama dapat dilihat di bawah ini.

0110fcc5951c79a80efa61b789ae66ee18b83ca3

97d0fedec09045febe90a4cb023db7da1551893c

1f346759a1871d8eba714dd561c7e44401e6f586

(Jadwal kegiatan ini dapat berubah menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan disepakati bersama dengan pihak sekolah)

Pertanggungjawaban penggunaan dana Bantu Guru Belajar Lagi akan secara rutin kami buat di laman ini, yang akan juga secara otomatis terkirim sebagai surat elektronik ke alamat email para donatur.

Laporan Keuangan Bulan Agustus

93db690d9be1328ecf40df0a11b1c885a31cb359

0765456d1ed7f64cb4e25ac1a8e20476036832e8

Laporan Keuangan Bulan September

33393d91200581fde66e42fca07ac222a6a59d92

b9b5bbb796f828db53dd1738c77027f544ab58d0

Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas segala bentuk dukungan dan bantuan, serta mohon doa untuk kelancaran dan kebermanfaatan program ini.

Salam hangat,

Tim Bantu Guru Belajar Lagi


Saran dan masukan untuk kebaikan program ini sangat kami tunggu. Kirimkan kritik dan saran ke [email protected]



Update 4 - Pameran Bantu Guru Belajar Lagi

Ada yang bertanya, pendidikan di Indonesia saat ini butuh apa?

Kalau kita coba bandingkan kegiatan belajar mengajar (sebagai produk pendidikan) di banyak sekolah 10 tahun yang lalu dengan hari ini, sepertinya kita tidak akan menemukan banyak perbedaan. Anak-anak duduk rapi di barisan meja kursi yang ditata rapi dengan seorang guru di depan kelas membelakangi papan tulis besar, menyampaikan bahan ajar dari kurikulum lewat buku paket yang disediakan pemerintah. Belum banyak yang mengakomodasi Si Anak mau belajar apa, belum banyak yang menerjemahkan Si Kurikulum menjadi unik untuk setiap peserta didik yang juga unik. Itu baru bicara 10 tahun lalu dengan hari ini, jangan-jangan 20, 30, bahkan 50 tahun lalu juga sama.

Dengan ketertinggalan ini, yang dibutuhkan pendidikan di Indonesia adalah Percepatan (perbaikan dan pembangunan pendidikan).

Ada lagi yang bertanya, bagaimana menciptakan percepatan itu?

Pengalaman membuktikan, pekerjaan yang berhasil adalah yang dilakukan barengan. Sederhananya, dengan barengan kita pasti akan punya lebih banyak sumber daya. Lebih banyak kepala untuk berpikir, tenaga untuk bekerja, dan semangat untuk terus membakarnya tanpa henti. Itu semua juga akan mempercepat apapun yang ingin dilakukan sendirian.

Jadi percepatan (perbaikan dan pembangunan pendidikan) itu butuh kolaborasi dari berbagai pihak yang punya beragam keahlian dan sumber daya.

168973543c63bafabd41a470658a74fec9a791c3fe5d1a427595c45f2c681ca1c87e5472902f4b0e

Cerita di atas adalah cuplikan tanya jawab dengan Najelaa Shihab, praktisi pendidikan, Pendiri Kampus Guru Cikal dan Inisiator Pesta Pendidikan di acara Pembukaan Pameran Karya Ilustrasi dan Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi (18/07).

Pameran Karya Ilustrasi dan Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi adalah sebuah bentuk kolaborasi untuk pendidikan. Rukmunal Hakim (ilustrator) dan Rendha Rais (fotografer), dengan kecakapannya menangkap realita dan menceritakannya kembali dalam bentuk karya visual, membuat karya-karya yang mengangkat cerita pendidikan dari Bantar Gebang. Karya-karya mereka yang dihadirkan di Pameran Karya Ilustrasi dan Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi tidak hanya diharapkan bisa membangun kesadaran publik tentang kondisi pendidikan tapi juga mengajak publik untuk ikut berpartisipasi.

4c44ec9d62baf2756759ebe0cf86d23d3d0c41a66bbbcebad8dddf94c2f962158635669613d3773f

Melalui newsletter ini, kami mengundang para donatur Bantu Guru Belajar Lagi untuk singgah di pameran ini

b1b1c5d2f6297fc0b189caf7412b7bb57a5a41c5

Pameran terbuka untuk umum dan tutup pada hari Minggu


Partisipasi bisa dilakukan dengan:

  • Pembelian karya ilustrasi karya Rukmunal Hakim dan foto karya Rendha Rais. Katalog karya dapat dilihat di sini.
  • Pembelian merchandise Bantu Guru Belajar Lagi.
  • Donasi melalui ini.
  • Menyebarluaskan cerita tentang pameran melalui media sosial dengan #BantuGuruBelajarLagi

Hakim dan Rendha yang seniman telah membuktikan bahwa profesi mereka pun bisa berkolaborasi untuk pendidikan. Jadi, apa yang kamu kerjakan dan apa yang bisa kamu kolaborasikan untuk Pendidikan?

Sampai bertemu di pameran!

-Tim Bantu Guru Belajar Lagi


Update 3 - Menuju Pelatihan dan Pendampingan Guru

Halo para donator Bantu Guru Belajar Lagi!

e65f124d2f2a24d992ab75d650e315e0c60a763b

Masih dalam suasana yang fitri, ijinkanlah kami dari Tim Bantu Guru Belajar Lagi untuk mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Semoga momen Idulfitri kemarin menjadikan kita pribadi yang semakin baik lagi.

Melalui newsletter ini, dengan penuh rasa syukur, kami ingin menginformasikan bahwa donasi untuk Bantu Guru Belajar Lagi telah mencapai Rp. 92.535.219,- yang terkumpul dari 216 donatur. Terima kasih untuk para donator, dan setiap pihak yang memungkinkan pencapaian ini.

Kami menyadari, program Bantu Guru Belajar Lagi adalah sebuah langkah awal. Langkah ini adalah permulaan dari proses pembelajaran sekaligus perjuangan panjang untuk apa yang kita semua cita-citakan, yaitu Pendidikan yang lebih baik. Dari setiap tantangan yang kami hadapi, bukan hanya dalam hal mencapai target pengumpulan dana, tapi juga membangun kesadaran dan partisipasi publik yang luas, kami senantiasa melihatnya sebagai peluang belajar untuk menjadi semakin baik lagi.

c379afc59391ce235a77f87a4957a7117f59c285
Pertemuan perwakilan Tim Bantu Guru Belajar Lagi (Chusnul Chatimah dari Kampus Guru Cikal dan Farli Sukanto dari Sumur Batu Project) dengan Ibu Dewi dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Bekasi.

Dengan dana yang terkumpul, kami telah siap menjalankan Program Bantu Guru Belajar Lagi untuk tahun ajaran 2017/2018. Pada 16 Juni lalu, perwakilan tim pun telah menemui Ibu Dewi, selaku Kepala Seksi Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) di Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk menyerahkan rencana pelatihan dan pendampingan untuk guru-guru di SDN Sumur Batu 01, 02 dan 04 yang dirancang oleh Kampus Guru Cikal. Dokumen presentasi mengenai rencana ini dapat dilihat di sini.

Menindaklanjuti pertemuan dengan Ibu Dewi, akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan para kepala sekolah penerima pelatihan dan pendampingan untuk berkoordinasi hal-hal teknis yang perlu disesuaikan dengan kegiatan di sekolah masing-masing. Pertemuan akan dilakukan sebelum Agustus 2017.

Dalam rangka membangun kesadaran dan partisipasi publik, serta memenuhi target pengumpulan dana, Tim Bantu Guru Belajar Lagi juga akan mengadakan Pameran dan penjualan karya ilustrasi dan fotografi karya Rukmunal Hakim dan Rendha Rais. Seluruh hasil penjualan karya akan didonasikan untuk program Bantu Guru Belajar Lagi. Ikuti informasinya melalui Instagram di @BantuGuruBelajarLagi dan newsletter kitabisa yang akan kami kirimkan secara berkala.

Akhirnya, kembali kami ucapkan terima kasih untuk segala bentuk dukungan yang diberikan. Mari terus berdonasi hingga 31 Juli 2017. Kami mohon doa untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan yang akan dimulai pada bulan Agustus nanti.


Salam hangat,

Tim Bantu Guru Belajar Lagi


Update 2 - Kabar Gembira dari Panggung Pesta Pendidikan


13731c9b6b0c8721c64223cc88011182c48e49dc

Minggu, 21 Mei lalu, Bantu Guru Belajar Lagi mendapat kehormatan untuk membagikan cerita dan semangat programnya pada sesi Janji Publik di atas Panggung Pesta Pendidikan 2017. Tidak hanya itu, Bantu Guru Belajar Lagi juga mendapat kesempatan untuk mengajak para hadirin untuk ikut serta berkolaborasi menjalankan program ini. Hari itu, satu demi satu janji berkontribusi diucapkan untuk Bantu Guru Belajar Lagi.

“Saya seorang ibu rumah tangga dan saya memiliki keterampilan untuk mengolah barang bekas menjadi benda-benda yang berguna dan memiliki nilai jual. Saya berjanji untuk mengadakan sesi pelatihan mendaur ulang sampah menjadi barang-barang kerajinan kepada para orang tua murid SD di Sumur Batu, dan saya akan coba membantu memasarkannya. Semoga kegiatan ini bisa membantu ekonomi orang tua murid di sana. Karena saya percaya, setelah para ibu tidak pusing lagi soal ekonomi, dia bisa berkonsentrasi mendampingi anaknya belajar di rumah,” Astrid Paramita yang mengikuti jalannya sesi ditemani keluarga kecilnya mendeklarasikan janji publiknya di akhir sesi.


d8c2a1fc0fe8b302e08f2f09730e2077fb9c005d

1945ca7b986298ce8c24695b87cbe42763718fb0

atas : Barisan peserta sesi yang mendeklarasikan Janji Publiknya untuk berkolaborasi di Program Bantu Guru Belajar Lagi.
bawah : Inisiator dan kolaborator Program Bantu Guru Belajar Lagi berfoto bersama di akhir sesi.

Selain Astrid, masih banyak kolaborator-kolaborator lain yang dengan semangat mendeklarasikan janjinya untuk menambah manfaat program yang akan dimulai pada bulan Agustus ini. Dari illustrator yang bersedia menjual karyanya untuk membantu pendanaan program hingga korporasi yang siap menggerakan para stakeholder-nya untuk berkontribusi atau pimpinan media ternama yang ternyata sudah sejak lama merindukan berita-berita baik seperti Bantu Guru Belajar Lagi ini dan menyatakan siap menyediakan ruang publikasi yang strategis. Semua menjadi publik yang berdaya untuk membangun Pendidikan.

Saat ini kami tengah merencanakan strategi penggalangan dana yang lain untuk bisa mencapai target 200 juta, salah satunya adalah pameran karya ilustrasi (oleh Rukmunal Hakim) dan fotografi (karya Rendha Rais). Kami pun akan mulai berkoordinasi dengan para kolaborator dan pihak sekolah untuk membicarakan hal-hal teknis terkait pelatihan dan pendampingan yang akan dimulai tiga bulan mendatang.

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan segala bentuk dukungan yang telah, sedang dan akan diberikan kepada program ini. Termasuk kepada 142 donatur dan begitu banyak campaigner penggalangan dana yang telah memungkinkan terkumpulnya donasi senilai 80 juta hingga hari ini. Kami berharap dukungan dan semangat untuk mencapai cita-cita bersama mewujudkan Pendidikan yang lebih baik ini tidak pernah putus.

Salam,
Tim Bantu Guru Belajar Lagi


Update 1 - Donasi Telah Mencapai 20 Juta

Bantu Guru Belajar Lagi

Seorang ibu pernah berkata bahwa kebahagiaan terbesarnya adalah ketika semakin banyak orang peduli pada Pendidikan di tempat anaknya tumbuh. Pepatah Afrika pun berkata, “It takes a village to raise a child” (butuh satu kampung untuk membesarkan seorang anak). Semakin banyaknya orang yang peduli pada Pendidikan adalah jaminan terciptanya lingkungan yang tidak hanya aman dan nyaman untuk ditinggali, tapi juga menyenangkan karena mendukung pengalaman belajar sepanjang hayat, tidak hanya bagi anak-anak tapi juga seluruh anggota masyarakat.

Kesadaran kita bahwa Pendidikan adalah tanggung jawab semua, dan kepedulian kita untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan Pendidikan juga adalah modal utama untuk meningkatkan kualitas Pendidikan bangsa ini.

---

Hingga hari ini, donasi untuk Bantu Guru Belajar lagi sudah menembus 20 Juta.

Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Bersama kita buktikan bahwa kita berdaya untuk Pendidikan. Barengan kita akan wujudkan cita-cita memberikan Pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak di Sumur Batu, Bantar Gebang lewat program Bantu Guru Belajar Lagi.

Mari terus bantu supaya mencapai target 200 Juta ya. Kita ajak semakin banyak orang berdonasi dan terlibat dalam kolaborasi ini. Kita buktikan bahwa kita berdaya.

Tautan donasi : kitabisa.com/bantugurubelajarlagi


Salam,
Tim Bantu Guru Belajar Lagi


ed139e66be23ffcd7fdeaada9dd3574812ce9efe

Putar video Bantu Guru Belajar Lagi di sini

Ibu Tati, Ibu Eva dan Ibu Cucu adalah tiga dari sekian banyak guru yang mengajar di Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi.

Sumur Batu adalah kelurahan yang 42,5 hektar wilayahnya merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk DKI Jakarta dan Kota Bekasi. Sebagai pengajar, kehadiran tiga orang ini menjadi sangat penting mengingat hingga 2014 hanya 51,4% penduduknya yang menyelesaikan wajib belajar 9 tahun.

"Harapan saya, anak-anak Sumur Batu tidak berhenti bersekolah sampai SMP saja, tapi bisa terus hingga jenjang yang lebih tinggi," ucap Bu Cucu yang sudah 27 tahun menjadi guru di Bantar Gebang.

"Saya ingin anak didik saya tumbuh sebagai pribadi yang terus menuntut ilmu, dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, agama dan masyarakat," ujar Ibu Tati saat ditanya apa harapannya untuk anak-anak didiknya. Ibu yang mulai mengajar sejak tahun 1982 ini pun sangat senang jika kelak ada muridnya yang bisa melanjutkan perannya sebagai pendidik.

Ada begitu banyak doa dari para guru di Sumur Batu untuk peserta didiknya. Mereka berharap ilmu dan didikan yang diberikannya di sekolah dasar dapat memotivasi para murid untuk bercita-cita yang tinggi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam hidupnya. Ibu Eva menyadari, jika ia ingin membuat perubahan pada murid-muridnya, maka ia tidak bisa berhenti belajar.

Di tengah harapan Ibu Tati, Ibu Eva, dan Ibu Cucu, dan guru-guru lainnya di Sumur Batu, Bantar Gebang ini untuk anak-anak didiknya, mereka pun menyadari ada banyak hal yang masih perlu mereka pelajari dan tingkatkan.

Ibu Tati yang hampir menginjak usia 55 tahun merasa perlu untuk terus meningkatkan kualitas belajar yang dibawakannya dengan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi. Begitu pula Ibu Cucu, "Selain semangat, wawasan saya dalam menggunakan teknologi dalam mengajar harus diperluas." Sementara guru muda seperti Ibu Eva, yang memiliki pengalaman 9 tahun mengajar, menyadari pentingnya memahami anak dalam mengajar serta teknik berdiskusi dan berinteraksi dengan anak-anak didiknya saat mengajar.

Minimnya fasilitas dan dukungan bagi para guru untuk mengembangkan kompetensinya menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru di Sumur Batu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didiknya.

c58644fe251fd445439f722b3a3641fdf924b002

Pendidikan adalah jaminan untuk masa depan yang lebih baik, karenanya ia bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah atau pemerintah saja. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua.

Mari bersama-sama kita Bantu Guru Belajar Lagi. Kita bantu Ibu Tati, Ibu Eva, Ibu Cucu dan guru-guru lain di Sumur Batu untuk belajar lagi dengan menghadirkan program pelatihan dan pendampingan guru berkualitas di sekolah-sekolah mereka.

Bantu Guru Belajar Lagi lahir dari keinginan memberikan anak-anak hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas. Karena kami percaya, pendidikan yang baik mampu membuka pandangan anak-anak untuk benar-benar memahami apa yang ingin mereka lakukan di masa mendatang. Pendidikan yang baik juga mampu mampu mengarahkan anak-anak kepada cita-cita yang mulia, yaitu berguna bagi orang lain.

Dan kami percaya, individu yang siap menjadi berguna bagi sesamanya adalah modal yang sangat berharga untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.



Mari bersama-sama kita wujudkan program Bantu Guru Belajar Lagi, yaitu pelatihan guru selama satu tahun yang didukung oleh Kampus Guru Cikal untuk 3 Sekolah Dasar di Sumur Batu, Bantar Gebang (SDN Sumur Batu 01, 02 dan 04) melalui donasi, dengan cara sebagai berikut:
1. Klick tombol merah "beri donasi"
2. Isi data diri anda
3. Pilih cara berdonasi
4. Transfer ke nomor rekening yang tertera


b45538e9bbf860c2de45d5a8b86b09a77f6ee9a7


Kami juga mengajak Anda untuk memberitahu orang-orang baik lainnya dengan cara menyebarkan kampanye donasi ini melalui jaringan sosial Anda.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Program Bantu Guru Belajar Lagi dapat menghubungi
Chusnul Chotimah - 0815-9973-919
Farli Sukanto - 0822-8326-3009


Salam hangat dan terima kasih,

Bantu Guru Belajar Lagi

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 240

  • Rp. 100.000.000
    WARDAH
  • Rp. 20.000.146
    Prajna Murdaya
  • Rp. 19.199.605
    Donasi Pameran Ilustrasi & Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi

    Donasi dari pembelian karya pada Pameran Ilustrasi dan Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi

  • Rp. 14.986.250
    Donasi Pameran Ilustrasi & Fotografi Bantu Guru Belajar Lagi

    Terima kasih kepada sponsor, pembeli karya, dan suvenir, pengunjung, panitia serta ilustrator Rukmunal Hakim dan fotografer Rendha Rais.

  • Rp. 10.000.503
    Anonim
  • Rp. 5.000.492
    Rossa
  • Rp. 5.000.365
    Dwisanti Vitorini
  • Rp. 3.000.103
    TPK-PG-KS&K

    Pendidikan berkualitas untuk perubahan dan kemajuan bangsa! Perubahan yang diperjuangkan generasi yang memegang teguh nilai kemanusiaan.

  • Rp. 2.500.102
    Anonim
  • Rp. 2.000.653
    Anonim

    Semoga donasi ini bermanfaat bagi pendidikan anak2 di bantar gebang..

SHOW MORE
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Bantu Guru Belajar Lagi"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "Pesta Pendidikan"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke Pesta Pendidikan

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?