Kitabisa! - Bantu Ringankan Penderitaan Muslim Uyghur

Bantu Ringankan Penderitaan Muslim Uyghur

Bantu Ringankan Penderitaan Muslim Uyghur
Mohon bantuan doa dan donasinya untuk membantu meringankan penderitaan Etnis Uyghur yang sampai saat ini di tindas oleh rezim China

Bantu Bambang Pranoto Bayu AJi dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke "Bantu Ringankan Penderitaan Muslim Uyghur".

Rp 18.574.641

terkumpul dari Rp 15.000.000.000
0% tercapai 201 hari lagi


Penggalangan dana dimulai 20 Dec 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Diperkirakan sekitar satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang Barat, Cina tanpa melalui proses peradilan.

1533661e-1957-453a-beb4-972221211321.jpg



Sebuah Komite PBB pada Agustus 2018 mendapatkan laporan bahwa terdapat hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang Barat, Cina.

Pemerintah Cina membantah tuduhan yang berasal dari kelompok-kelompok HAM tersebut. Mereka menyebut bahwa laporan tentang penahanan masal satu juta Muslim Uighur "sepenuhnya tidak benar," namun mengakui telah mengirim sejumlah orang ke "pusat-pusat reedukasi".

Walau di satu sisi, semakin banyak bukti memperlihatkan bahwa terdapat pengawasan yang bersifat mengekang terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.

bee826fc-f529-4367-8998-6a3429a24c69.jpg




Menurut laporan dari media massa internasional dan pengakuan dari beberapa warga Uighur yang mengungsi/melarikan diri, beberapa tindakan diskriminatif yang mereka alami antara lain:

  • Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan
  • Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/ritual agama untuk anak mereka
  • Pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan/ritual agama
  • Memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Al-Qur'an dan barang-barang yang berkaitan dengan Islam
  • Pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot
  • Pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi
  • Pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis

Laporan ini jelas mengundang banyak reaksi negatif dari masyarakat di berbagai belahan dunia. Semua mengecam dan menyayangkan aksi diskriminasi yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap masyarakatnya sendiri.

b3a2e874-9963-4859-b209-96e8869b6bb7.jpg


Mari kita satukan misi kita untuk membantu meringankan penderitaan Etnis Uyghur yang sampai saat ini di tindas oleh rezim China

Follow akun Instagram kami : @saveuyghur

Salurkan bantuan terbaik Anda dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  3. Dapat laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan bagi Etnis Uighur.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Donatur 161

  • Rp. 1.000.457
    Anonim

    Smoga segera dapat beribadah secara layaknya muslim yg lain...aamiin

  • Rp. 1.000.141
    Eni Sunaeni
  • Rp. 1.000.000
    Kurona Moulisa

    Barakallah...

  • Rp. 1.000.000
    Anonim
  • Rp. 1.000.000
    Anonim

    semoga Allah merahmati semua umat muslim yang tertindas

  • Rp. 500.550
    Anonim

    Allahu Akbar Semoga Allah memberikan jalan keluar dan kekuatan buat mereka yang terzolimi di sana

  • Rp. 500.246
    Anonim
  • Rp. 500.235
    Anonim
  • Rp. 500.122
    Anonim

    Semoga Allah melindungi saudaraku di Uighur dari orang2 zhalim

  • Rp. 500.000
    Anonim

    Semoga ada tindakan pembebasan

SHOW MORE
  • Rp. 50.000
    Merry Nurani
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 20.349
    sigit prabowo
  • Rp. 8.000
    Anonim
  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 50.241
    Anonim
  • Rp. 300.000
    bagus sudibawono
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Jaya Sudadio
  • Rp. 450.032
    Anonim

    Semoga Allah menjaga saudara kita seiman dimanapun berada

SHOW MORE
Bambang Pranoto Bayu AJi 19 Apr 2019

Update 4 - Rencana Penggunaan Dana

Assalamualaikum

Para Donatur sekalian, dalam beberapa waktu ini kami berencana menggunakan sebagian dana 

Rencana dana akan kami salurkan ke lokasi langsung ketika dana sudah terkumpul semua

tetapi kondisi dana masih jauh dari yang di target 0%, kami berencana menggunakan dana untuk operasional promosi dan membuat konten donasi agar donasi lebih cepat terkumpul dan tersampaikan kepada yang membutuhkan

Sekian wassalam

Bambang Pranoto Bayu AJi 2 Apr 2019

Update 3 - Uighur dan Dugaan Penindasan China Pada 2018

65baab66-3cee-484d-b7ed-0fcef3abe58a.jpg


CNN Indonesia -- Persoalan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China terhadap etnis minoritas, seperti Uighur, dan pemeluk agama mencuat sepanjang 2018. Negeri Tirai Bambu disorot karena dianggap menghalangi kebebasan beragama dengan dalih penyeragaman budaya dan menekan radikalisme.

Khusus soal etnis Uighur di Xinjiang semakin gencar diberitakan, sebab ada dugaan pemerintah China sengaja ingin membungkam mereka. Sekitar satu juta etnis Uighur dikabarkan dijebloskan ke kamp khusus. Sebagian 'alumnus' mengaku mereka diperlakukan secara buruk, bahkan ada juga yang disiksa, di dalam kamp itu.

Pemerintah China dikenal berlaku diskriminatif terhadap wilayah Xinjiang dan etnis Uighur yang memeluk Islam. Mereka kerap memberlakukan aturan tak masuk akal, seperti melarang puasa saat Ramadhan, dilarang menggelar pengajian, hingga salat berjamaah. Bahkan aparat China secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang.


Alasan pemerintah China melakukan hal itu adalah untuk mencegah penyebaran ideologi radikal di kalangan etnis Uighur. Namun, dari sisi etnis Uighur, mereka menyatakan justru perlakuan pemerintah China yang memicu radikalisme dan ekstremisme.

Saat pemimpin Partai Komunis China, Mao Tse Tung meluncurkan program Revolusi Budaya pada 1966 hingga 1976, sejumlah masyarakat yang memegang teguh prinsip religius ikut terdampak. Padahal, mulanya gagasan itu bertujuan memerangi kaum bangsawan di masa kekaisaran yang dianggap menyusup ke pemerintahan, dan hendak mengembalikan posisi mereka.


Karena program itu pula China mengirim Tentara Merah untuk menyerbu dan mencaplok Tibet. Hal itu menyebabkan pemimpin Tibet, Dalai Lama, mengungsi dan hingga saat ini berada di pengasingan di India.

Sejumlah orang Uighur yang pernah merasakan dijebloskan ke kamp konsentrasi itu mengaku dipaksa mempelajari propaganda Partai Komunis China setiap hari. Bahkan beberapa mengaku disiksa.

Menurut pernyataan 270 orang akademisi, konon etnis Uighur yang tidak mengikuti seluruh 'pendidikan politik' ala pemerintah China bakal dipukuli, dimasukkan ke sel, atau dihukum dengan cara menekan kejiwaan atau melanggar norma agama.

Memang ada sejumlah warga Uighur yang terlibat perkara terorisme. Namun, hal itu dianggap tidak bisa dijadikan pembenaran untuk bersikap diskriminatif.


Uighur dan perlawanan adalah sejarah panjang. Mereka sudah merasakan dipimpin oleh berbagai kekuatan, mulai dinasti Yuan dari Mongolia, Qing, hingga Partai Komunis China.

Etnis Uighur sempat bisa bernapas sedikit lega ketika masa kepemimpinan Deng Xiaoping pada akhir Perang Dingin. Pemerintah memberi mereka keleluasaan untuk beribadah dan mengaktualisasikan diri serta merawat budaya. Lagi pula ketika itu Uni Soviet sudah berantakan dan China tidak khawatir penduduk setempat akan kembali bergolak.

Meski demikian tak bisa dipungkiri benih-benih radikalisme juga tumbuh di sebagian penduduk Uighur. Mereka yang bergabung di dalam Partai Turkestan Timur disebut terlibat dalam jejaring terorisme, termasuk Al Qaidah. Bahkan dilaporkan ada sejumlah etnis Uighur yang ikut dalam perang sipil di Suriah.

Di Indonesia, sejumlah etnis Uighur ditangkap karena terlibat dalam kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur. Mereka sempat dipimpin mendiang Santoso, sebelum tewas dalam operasi Tinombala gabungan Polri dan TNI di Poso, Sulawesi Tengah.

Perserikatan Bangsa-bangsa sudah mendesak untuk bisa melihat ke kamp konsentrasi Uighur. Namun, hal itu belum menjamin apakah tekanan terhadap etnis Uighur bakal berkurang atau hilang sama sekali pada 2019. 

Bambang Pranoto Bayu AJi 1 Apr 2019

Update 2 - Kabar Suku Uighur Di Xinjiang

Kelompok hak asasi manusia mengatakan MuslimUighur di China menghadapi persekusi dengan antara lain melalui apa yang disebut kamp pendidikan kembali.

Pemerintah daerah Xinjiang menyatakan mereka menerapkan apa yang disebut "pusat pelatihan kejuruan" bagi Muslim Uighur sebagai produk hukum di tengah-tengah kekhawatiran dunia terkait dengan banyaknya orang hilang disana.

Xinjiang menyebutkan berbagai tempat pelatihan tersebut akan mengatasi ekstremisme lewat "perubahan pemikiran".

Sementara kelompok hak asasi manusia mengatakan para tahanan dipaksa menyatakan kesetiaan kepada Presiden Xi Jinping, disamping mengecam atau meninggalkan keyakinannya.

Pada bulan Agustus lalu, satu komite PBB menyatakan sekitar satu juta Muslim Uighur dan kelompok Muslim lain kemungkinan ditahan dengan dalih kamp pendidikan kembali.

Tetapi para pejabat yang menghadiri pertemuan HAM PBB mengakui bahwa apa yang mereka sebut warga Uighur "yang dikelabui ekstremisme keagamaan" telah menjalani pendidikan dan pemukiman kembali.

Cina mengatakan Xinjiang menghadapi ancaman serius dari militan Islamis dan separatis dan menyanggah tuduhan perlakuan tak layak. Ratusan orang dilaporkan meninggal akibat kerusuhan antara Uighur dan anggota mayoritas Han.

Apa isi undang-undang tersebut?

Undang-undang baru Xinjiang mencakup kamp pendidikan kembali itu merupakan rincian pertama terkait apa tindakan pemerintah daerah di wilayah itu.

Di dalamnya disebutkan contoh tingkah laku yang dapat menyebabkan penahanan, termasuk menyebarkan konsep halal pada berbagai hal di luar makanan, menolak menonton TV pemerintah dan mendengarkan radio pemerintah, serta mencegah anak mendapatkan pendidikan pemerintah.

China mengatakan di dalam kamp penahanan juga akan diajarkan bahasa China Mandarin, konsep hukum dan memberikan pelatihan kejuruan.

Kelompok HAM mengecam kebijakan ini. Sophie Richardson dari Human Rights Watch mengatakan "kata-kata tertulis menunjukkan pelanggaran HAM besar-besaran dan tidak pantas disebut sebagai 'hukum'".

Peraturan baru berisi larangan penyebaran agama

Michael Bristow, BBC News

Dengan memberikan pijakan hukum bagi kamp-kamp ini, China memastikan apa yang telah dibicarakan banyak pihak selama berbulan-bulan, bahwa negara ini menjalankan kamp pendidikan kembali bagi Muslim Uighur di Xinjiang dengan menggunakan alasan untuk mengatasi ekstremisme.

Dalam peraturan yang baru diterbitkan, dirinci apa yang dimaksudkan dengan kata kamp. China menggunakan istilah yang tetap terdengar kabur. Tempat tersebut dinamakan "pusat pelatihan pendidikan dan keterampilan kejuruan".

Tetapi sudah jelas tujuannya bukanlah untuk membuat penduduk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Aturan tersebut menyatakan tempat itu untuk orang-orang yang "terpengaruh ekstremisme". Tujuannya adalah untuk memperbaiki tingkah laku yang buruk dan memastikan mereka mengikuti penyuluhan kejiwaan dan pendidikan ideologis.

Kamp ini adalah bagian dari serangan lebih luas terhadap ekstremisme berhaluan Islam di Xinjiang.

Peraturan baru ini memastikan bahwa adalah suatu pelanggaran hukum jika menyebarkan fanatisme keagamaan, misalnya lewat "jenggot yang tidak biasa atau nama yang aneh".

Ekstremisme diartikan secara begitu luas sehingga sepertinya bisa diterapkan kepada para orang tua yang mengeluh jika anak mereka menikahi seseorang yang berasal dari agama atau suku berbeda.

---------------------------------------------------------

Para pengunjuk rasa Uighur menunjukkan kartu identitas dari kerabat yang ditahan dalam sebuah demonstrasi pada 2009.


Para pengunjuk rasa Uighur menunjukkan kartu identitas dari kerabat yang ditahan dalam sebuah demonstrasi pada 2009. (Getty Images)


Produk halal selain makanan dilarang

China juga meluncurkan kebijakan terhadap berbagai praktek agama Islam di Xinjiang. Beijing menginginkan penghentian penggunaan produk halal bukan makanan.

Sebuah koran melaporkan penggunaan istilah halal untuk mewakili barang-barang seperti pasta gigi telah mengaburkan batas antara kehidupan keagamaan dengan sekuler, serta membuat orang menjadi korban ekstremisme keagamaan.

Pada hari Senin (09/10), sejumlah petinggi Partai Komunis di ibu kota Xinjiang, Urumqi, memimpin para kader untuk bersumpah menentang "kecenderungan menyatakan halal pada semua hal", lapor kantor berita AFP.

Peraturan baru ini juga memperjelas larangan mengenakan kerudung bagi perempuan Muslim.

Anggota partai komunis dan birokrat diperintahkan untuk menggunakan bahasa China Mandarin di depan umum, bukannya bahasa setempat.

Seperti apa keadaan kamp?

Sejumlah mantan tahanan kamp menceritakan kepada BBC tentang siksaan fisik dan psikologis yang terjadi disana. Seluruh anggota keluarga telah hilang, katanya.

Pada bulan Juli, seorang bekas guru di salah satu kamp yang melarikan diri ke Kazakhstan mengatakan di depan pengadilan bahwa "di China mereka menyebutnya kamp politik tetapi tempat itu sebenarnya sebuah penjara di pegunungan".

The New York Times mengutip bekas tahanan yang mengatakan mereka dipaksa menyanyikan lagu-lagu seperti "Tanpa Partai Komunis, Tidak Akan Ada China yang Baru" dan bagi orang-orang yang lupa syairnya, tidak berikan makan pagi.

"Pada akhirnya, semua pejabat menyampaikan satu hal penting. Kebesaran Partai Komunis China, keterbelakangan kebudayaan Uighur dan kecanggihan budaya China," kata mantan tahanan Abdusalam Muhemet kepada koran tersebut.

Laporan The World Uighur Congress menyatakan para tahanan dibui untuk waktu tidak ditentukan, tanpa dakwaan dan dipaksa meneriakkan slogan Partai Komunis.

Mereka dilaporkan tidak cukup diberikan makanan dan laporan banyak laporan tentang penyiksaan.

Sebagian besar tahanan tidak pernah didakwa dan tidak mendapatkan bantuan hukum.

Meskipun demikian koran pemerintah berbahasa Inggris, Global Times, tetap mengatakan penjagaan ketat di daerah tersebut untuk mencegah tempat itu menjadi "Suriah-nya China" atau "Libya-nya China".

Bambang Pranoto Bayu AJi 24 Dec 2018

Update 1 - Ribuan Umat Aksi Teriakkan #SAVEUYGHUR

1f69c5e9-8128-4d22-841e-2a0222d0968f.jpg

KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi Bela Muslim Uighur berlangsung di berbagai di Indonesia pada Jumat (21/12/2018). Selain Jakarta, aksi tersebut juga berlangsung di Banda Aceh, Solo, Yogyakarta, hingga Makassar.

Aksi Bela Muslim Uighur di Jakarta dipusatkan di depan Kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen, seperti Persaudaraan Alumni 212, FUI, PAHAM, dan FPI, serta berbagai NGO kemanusiaan seperti ACT, Onecare, Syam Organizer, dan MRI.

81babbcc-8dcd-4c41-9d16-807273d894f8.jpg

Di Banda Aceh, aksi damai Aceh Bela Muslim Uighur dipusatkan di Masjid Baiturrahman. Aksi yang diikuti oleh ratusan orang itu diwarni dengan ceramah dan orasi tokoh-tokoh setempat.

Aksi Bela Muslim Uighur juga berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Sumatra Utara itu menyerukan tagar #SaveUYGHUR. Peserta aksi melakukan longmarch menuju Konsulat Jenderal Cina di Medan.

7423399f-484e-49d8-9860-ffdc66ddc064.jpg

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan warga Lampung. Aksi damai bertajuk Bela Muslim Uighur digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, seusai shalat Jumat.

Selanjutnya, aksi bela Uighur juga diadakan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan difokuskan di Taman Mandara, Pangkal Pinang. Seruan aksi save muslim Uyghur mendesak pemutusan hubungan RI dengan Cina. Aksi itu juga diwarnai longmarch dari Taman Mandara, Jalan ahmad yani, Jalan Masjid Jami, Jalan Jendral Sudirman, Jalan RRI, kemudian kembali ke taman mandara. Acara ini diadakan oleh komunitas Rindu Islam Bangka Belitung.

0cb9ac32-8a1d-44c9-97e6-667f3f797464.jpg

Sementara Aksi Solidaritas Bandung Untuk Muslim Uyghur menyerukan perlawanan kezaliman terhadap muslim Uighur. Dengan titik kumpul di Masjid Pusdai peserta aksi memusatkan diri di Gedung Sate, Bandung. Sejumlah elemen bergabung dalam aksi ini, di antaranya Kodas, Explore, Fun Taklim, Brigade Masjid, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah lembaga lainnya.

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan masyarakat Cirebon, Jumat (21/12/2018). Mereka menggelar aksi solidaritas dengan tema Bebaskan Uighur Berislam. Dimotori ACT, aksi itu melibatkan eleman Islam setempat.

1478e5b9-2295-428d-bab9-f58f3d117f86.jpg

Di Solo, Aksi Bela Muslim Uighur dimotori oleh Dewan Syariah Kota Surakarta. Ribuan peserta aksi melakukan longmarch dari Masjid Attaqwa menuju ke Bundaran Gladak. Mereka menuntut Jokowi bersikap tegas menuntut Cina menghentikan penindasan terhadap muslim Uighur.

Umat Islam Yogyakarta tak ketinggalan menggelar aksi serupa. Aksi dimotori oleh Forum Ukhuwah Islamiyyah bersama seluruh Ormas Islam se-Yogjakarta. Mengusung tema doa bersama dan aksi solidaritas Muslim Uyghur, aksi cara difokuskan di Titik Nol Kilometer, Jogja. Acara tersebut digelar sejak pukul 13.00 WIB.

b1ac12cf-5ac5-48f4-91cf-3a59a4844354.jpg

Di Makassar aksi bertajuk Bebaskan Uighur Berislam diawali dengan shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Makkasar. Ratusan peserta kemudian melakukan longmarch menuju Kantor DPRD Sulawesi Selatan.

Masyarakat Poso juga tak ketinggalan. Aksi Solidaritas Poso untuk Muslim Uighur digelar Aliansi Masyarakat Poso Peduli Uighur di depan kantor DPRD Kota Poso, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera negara Cina.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Galang Dana sebagai Fundraiser

Isi form di bawah untuk menjadi Fundraiser penggalangan "Bantu Ringankan Penderitaan Muslim Uyghur"
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Bambang Pranoto Bayu AJi.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?