Kitabisa! - Bantu Pak Saidin Berjuang Lawan Tumor di Lehernya

Bantu Pak Saidin Berjuang Lawan Tumor di Lehernya

Bantu Pak Saidin Berjuang Lawan Tumor di Lehernya
Sang Maestro Kesenian Memerlukan Uluran Tangan Kita, Pak Saidin Menderita Tumor Colli di Lehernya. Mari Membantu Pak Saidan berjuang melawan Penyakitnya!

Rp 155.765.457

terkumpul dari Rp 200.000.000
78% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 17 Jun 2019 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Sekilas tentang Sosok Pak Saidin


Ujian bagi Perawat Kesenian

Sebagaimana yang dilakukan kakek dan ayahnya, Saidin (55) berjuang sekuat tenaga merawat kesenian tradisi Melayu agar tidak mati digilas zaman. Perjuangan itu jauh dari kata mudah. Banyak ujian yang harus ia lalui dan menangi.

5eeabc11-22a6-4f3e-bfab-fc715f66c048.jpg

Saidin adalah generasi ketiga penerus teater komedi melayu Dul Muluk, kesenian Zikir Beredah, ataupun Lukah Gilo dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Darah kesenian mengalir dari kakek dan ayahnya. Kakeknya adalah pelakon Dul Muluk, sementara ayahnya penabuh rebana siam dan gendang.

Sejak kecil Saidin tumbuh dengan kesenian khas Muaro Jambi itu. Ia mahir sebagai pelakon dalam teater Dul Muluk. Ia juga piawai sebagai pelakon Zikir Beredah dan Lukah Gilo. Zikir Beredah adalah semacam pertunjukan musik selawat yang melibatkan belasan penabuh rebana siam dan gong.

Seluruh kidungnya dikutip dari ayat-ayat Al Quran. Itu sebabnya Zikir Beredah dibawakan pada acara khusus seperti pernikahan dan syukuran menempati rumah baru. Masyarakat meyakini syair-syair dalam Zikir Beredah jika dinyanyikan dengan tepukan rebana nan lantang serta tabuhan gong yang membahana akan mampu mengusir roh-roh jahat.

Sebagai pelaku kesenian tradisi Muaro Jambi, Saidin sempat mencicipi masa-masa keemasan. Pada era 1980-an, ia tampil dari panggung ke panggung hampir setiap pekan di acara hajatan atau syukuran. Namun, memasuki era 1990-an, eksistensi kesenian tradisi itu mulai tergerus kehadiran aneka hiburan modern.

Saidin dan seniman lainnya baru menyadari ancaman besar itu pada tahun 2000. Ia dan kawan-kawannya pun berusaha membangkitkan kembali kesenian tradisi yang mulai redup itu. Pada saat yang sama, pemerintah daerah berusaha mengangkat potensi seni tradisi untuk mendorong pariwisata lokal. Dari situ, tawaran untuk pentas kembali datang.

Ujian Berat Kesehatan Pak Saidin

Pahatan biola melayu masih terbengkalai di atas lantai. Saidin (55) ingin menyelesaikan pesanan itu, namun tumor colli yang dideritanya kian merapuhkan otot dan persendian. Sepekan lebih ia terbaring di dekat pesanan alat musik tradisional itu.

e45017a9-0d4a-46a3-ad04-3ff6fd80ba3c.jpg

Di tengah semangatnya untuk terus merawat teater Dul Muluk, Zikir Beredah, dan Lukah Gilo, Saidin didera penyakit tumor colli yang tumbuh di lehernya. Tumor yang enam bulan lalu baru sebesar kelereng terus membesar hingga melebih ukuran bola tenis. Penyakit itu membuat tubuhnya kurus dan merapuhkan otot serta persendiannya. Ketika Kompas menjenguknya di Desa Lubuk Raman, Senin (10/6/2019), ia terbaring lemah di dekat piul pesanan yang belum jadi.
Kalau badan masih cukup kuat, harusnya (biola ini) sudah jadi,” katanya, sewaktu ditemui Kompas dalam pondok sederhana yang ditumpanginya di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro, Senin (11/6/2019).
Benjolan pada bagian kanan lehernya dengan cepat membesar. Awalnya hanya sebesar kelereng. Dalam enam bulan, besarnya bertambah melebihi bola tenis. Penyakit itu pun menggerogoti tubuhnya hingga kurus kering.
Menurut dokter yang memeriksanya di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi, Saidin harus segera dioperasi dan dikemoterapi. Namun, operasi hanya dapat dilakukan di Palembang. Rangkaian pengobatan inilah yang menganggu pikirannya. Meskipun operasi diberikan gratis lewat jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), jaminan hidup untuknya dan istri yang
menemani selama perawatan belum terkumpul.

2111fe0c-a874-49bd-bbc7-e4829a5887c6.jpg

Jangankan untuk menyisihkan uang, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja sulit. Sang istri, Juliati (50) sehari-harinya menjadi buruh sadap getah karet. Selama Saidin terbaring lemah, Juliati lebih banyak di rumah untuk merawat.

Hampir seluruh barang berharga di rumah itu telah dijual, tak terkecuali alat-alat musik hasil buatannya sendiri, seperti gitar gambus, viul (biola melayu jambi), rebana siam, hingga gendang. “Semuanya sudah habis dijual untuk membeli obat,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berobat, Saidin terpaksa menjual hampir seluruh barang berharga di rumah itu, termasuk alat-alat musik hasil buatannya sendiri, seperti gitar gambus, piul, rebana siam, dan gendang. ”Semuanya sudah habis dijual,” katanya. Apa pun keadaannya, Saidin tak mau menyerah kalah oleh penyakit. Ia ingin sembuh dan meneruskan mimpinya untuk membangkitkan kesenian lokal yang lama tenggelam.

Pak Saidin Tidak Sendiri, Karena Pak Saidin Bersama Kita..

7522ce05-bd57-49d4-bfa5-e24465d907a8.jpg


Oleh karena itu, Saya Irma Tambunan beserta Kitabisa.com ingin menggalang dana bagi Pak Saidin agar dapat membantu proses pemulihan dan pengobatan dari Tumor yang dideritanya, serta untuk membantu kebutuhan sehari-hari pihak keluarga.

CARA BERDONASI:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih BANK (BNI/Mandiri/BCA/BRI/BNI Syariah/Kartu Kredit)
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

ATAU Salurkan dengan Lebih Mudah via GO-PAY:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran dengan GO-PAY
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya


Kami tidak pernah memandang nominal, karena niat tulus dari teman semua adalah gambaran bagaimana kepedulian kita semua terhadap pulihnya kondisi Pak Saidin.
Berapapun yang terkumpul nantinya, akan secara langsung disalurkan kepada Pak Saidin dan keluarga.


Note: apabila tidak keberatan, kami sangat berterimakasih sekali apabila anda berkenan untuk mau menyebarkan & memberitahu orang-orang baik dan peduli lainnya dengan cara menyebarkan kampanye donasi ini ke koneksi sosial kalian.

Terimakasih semua yang telah meluangkan waktunya untuk melihat kampanye ini, semoga segala kebaikan selalu menyertai kita semua:)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 3734

  • Rp. 9.000.892
    Rina Fnu

    Rajin minum rebusan kayu manis, kunyit, pekak, yg diberi madu dan habatussauda dan mohon kesembuhan dari Allah ya, pak, aamiin.

  • Rp. 8.371.369
    Irma Tambunan

    Donasi ini sebagian hsl penggalangan dana “Bantu Pak Saidin” di TBJ Jambi. Sebagian dana lainnya telah langsung diberikan kpd be

  • Rp. 1.500.000
    Anonim
  • Rp. 1.500.000
    Anonim

    Cepat sembuh pak Saidin

  • Rp. 1.050.080
    Risca Revina Desi Vionita

    Semoga lekas sembuh ya, Pak. Semoga menjadi berkah untuk kita semua

  • Rp. 1.000.613
    Anonim
  • Rp. 1.000.051
    Dharmayanti

    Semoga segera ditangani, segera sembuh kembali

  • Rp. 1.000.000
    Stevanus yonathan
  • Rp. 1.000.000
    Joanne Wu
  • Rp. 1.000.000
    Anonim

    Insha Allah syafakallah

SHOW MORE
  • Rp. 5.000
    afrizal adam
  • Rp. 15.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 150.000
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 1.000
    isyuniarto
  • Rp. 100.325
    Anonim

    semoga bermanfaat

  • Rp. 50.917
    Anonim
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
SHOW MORE
Irma Tambunan 22 Jul 2019

Pencairan Dana Rp 30.000.000

Ke rekening Mandiri *** *** *** 1289 a/n IRMA

Rencana penggunaan dana: Dana ini untuk membiayai rangkaian proses awal pengobatan Pak Tahap awal Pak Saidin menjalani operasi pengambilan sampel Dua pekan ke depan, dilanjutkan dengan operasi

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Bantu Pak Saidin Berjuang Lawan Tumor di Lehernya :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?