Kitabisa! - Ringankan Derita Etnis Rohingya
Sebentar lagi Idul Adha, beli Qurban melalui Aksi Cepat Tanggap di sini

Ringankan Derita Etnis Rohingya

Ringankan Derita Etnis Rohingya
PBB menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia.
Organisasi
Aksi Cepat Tanggap Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 5.131.012.087

Open Goal
DONASI SEKARANG

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Ringankan Derita Etnis Rohingya

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

Rohingya, Etnis Minoritas yang Dilupakan oleh Negaranya

Rohingya merupakan kelompok etnis muslim asli yang menetap di wilayah Arakan sejak abad XVI. Wilayah tersebut saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Istilah Rohingya sendiri berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang (sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan).

Sejak sebelum kemerdekaan Myanmar, etnis Rohingya sebenarnya telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Namun, peristiwa eksodus warga Rohingya mulai menyita perhatian dunia semenjak tahun 2012 yang membuat banyak warga Rohingya mulai mengungsi ke negara lain. Dan peristiwa eksodus terbesar terjadi pada 25 Agustus 2017 silam yang menyebabkan hingga ratusan ribu warga etnis Rohingya terpaksa mengungsi menuju Bangladesh.

Rumah-rumah dibakar, orang-orang berlarian menyelamatkan diri, bahkan anak dan orang tua sampai terpisah, beberapa di antaranya pun hilang, dan yang lainnya tewas.

Setidaknya sekitar 6.700 warga Rohingya, termasuk 730 anak dibawah umur 5 tahun, meninggal dalam jangka waktu 1 bulan peristiwa 2017 tersebut, menurut Medecins Sans Frontieres (MSF).

Dengan gambaran yang begitu menyeramkan, tak heran banyak yang lebih memilih untuk lari menyelamatkan diri. Total sekitar lebih dari 700.000 anak-anak, wanita, dan laki-laki Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh demi menghindar kekerasan di Myanmar sejak Agustus 2017. Lari menyelamatkan diri menuju Bangladesh pun bukan perihal yang mudah. Warga etnis Rohingya harus berjalan selama berhari-hari melewati hutan, gunung, dan sungai sambil membawa barang yang sempat dia selamatkan dari rumahnya. Walau mayoritas tidak ada yang sempat menyelamatkan barang apapun.

Oleh Pemerintah Bangladesh, warga etnis Rohingya diizinkan mengungsi di beberapa daerah yang telah disediakan. Kamp Thangkhali dan Balukhali adalah kamp terbesar di kawasan Cox’s Bazar, tercatat ada lebih dari 300.000 penyintas Rohingya yang tinggal di sana.

Dan ketika sampai di tempat pengungsia, penderitaan warga Rohingya masih belum selesai karena mereka harus tinggal di pengungsian dengan kondisi tempat seadanya dan serba terbatas. Kurangnya sanitasi dan tempat yang tidak memadai untuk menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya membuat banyak pengungsi, terutama anak-anak yang mengalami malnutrisi dan mengidap penyakit kolera.

Mewakili Bangsa Indonesia Ringankan Penderitaan Etnis Rohingya

Sudah semenjak tahun 2012, sejak tragedi kemanusiaan Rohingya itu pecah dalam eskalasi yang besar, ACT selalu hadir berusaha membantu meringankan penderitaan yang dialami etnis rohingya.

Sudah kali ke-13 hingga September 2017, ACT memberangkatkan tim khusus untuk menangani krisis Rohingya. Tim ini mengenggam nama Sympathy of Solidarity (SOS) Rohingya, dan bergerak di dua lokasi, di Myanmar rumah orang-orang Rohingya, dan di Bangladesh, tempat pelarian ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Berbagai bantuan yang merupakan amanah dari masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia, telah diimplementasikan oleh Tim SOS Rohingya ACT dalam berbagai bentuk tergantung kebutuhan yang paling mendesak, seperti ribuan paket pangan logistik harian, Humanity Card, dan pemberian layanan kesehatan.

Salah satu bantuan yang mungkin masih teringat jelas di kepala kita adalah Kapal Kemanusiaan: Food for Rohingya yang melayarkan 2.000 ton beras dari Indonesia menuju Bangladesh untuk para pengungsi Rohingya Oktober 2017 silam. Bahkan, bantuan pangan ini digadang sebagai bantuan pangan dengan jumlah terbesar yang pernah dikirim untuk pengungsi Rohingya.

Bantuan yang diberikan pun tidak melulu tentang pangan saja. Desember 2017 kemarin, mengingat datangnya musim dingin yang menghampiri kamp pengungsi Rohingya. ACT mendistribusikan sekitar 1500 baju hangat (sweater) kepada anak-anak pengungsi Rohingya. Senyum indah merekah dari wajah-wajah mereka yang mendapatkan bantuan sweater tersebut.

Tak hanya jangka pendek, ACT juga berusaha memberikan program yang bersifat jangka panjang berbentuk bantuan pendidikan, seperti Teacher Sponsorship Program. Program pendidikan ini berupa pemberian tunjangan bagi para guru dan telah berlangsung sejak awal Januari 2017 dengan memberikan bantuan finansial secara rutin kepada ratusan guru maupun ustaz Rohingya yang telah mendidik anak-anak pengungsi di kamp mereka.

Cerita manis lain bantuan untuk pengungsi Rohingya juga hadir pada November 2017 ketika ACT menjalankan program pembangunan 1.000 shelter untuk Rohingnya. Sebuah hunian semi permanen yang dibuat menggunakan bahan baku bambu dan berkonsep Integrated Community Shelter, di mana hunian tak sekadar berisi kamar dan dapur saja, namun terintegrasi pula dengan bangunan enam masjid, enam unit sekolah, dan 336 toilet.

Berbagai program dijalankan Aksi Cepat Tanggap sebagai bentuk komitmen ACT mewakili Bangsa Indonesia demi meringankan penderitaan yang harus dialami oleh etnis Rohingya. Komitmen ini tidak akan berhenti sampai di sini, seiring berkembangnya kepercayaan dari Bangsa Indonesia dan Dunia, maka akan semakin besar amanah yang harus diemban ACT dalam memberikan bantuan-bantuan terbaik bagi warga Rohingya.

#LetsHelpRohingya
#LetsACTIndonesia

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

DONASI SEKARANG

Donatur 15752

SHOW MORE
SHOW MORE
10 Aug 2018

Update 19 - Tenangkan Hati, Ayo Tunaikan Qurban Sekarang

Mari ramaikan euforia kebahagiaan Hari Raya Kurban di daerah-daerah pra sejahtera di 34 Provinsi di Indonesia dan 46 negara yang dilanda bencana kemanusiaan bersama Global Qurban ACT.

Mulai dari harga Rp 1,7 Juta untuk 1 ekor kambing atau 1/7 Sapi dan Rp 11,9 Juta untuk 1 ekor sapi.

Sahabat dapat menunaikan kurban untuk Saudara kita di Lombok dengan klik:

lombok

Atau sahabat dapat memilih di 10 lokasi kurban lainnya melalui:

lokasi

#IndonesiaBerqurban

30 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 20.066.262

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Ringankan Derita Etnis Rohingya . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Rohingya dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

23 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 22.158.415

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Ringankan Derita Etnis Rohingya . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Rohingya dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

19 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 16.873.285

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Ringankan Derita Etnis Rohingya . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Rohingya dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

13 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 14.473.992

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Ringankan Derita Etnis Rohingya . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Rohingya dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

6 Jul 2018

Update 14 - Banjir Di Tenda Pengungsian Rohingya

Dihantam Banjir, Ribuan Tenda Pengungsi Rohingya Tersapu Arus Berlumpur

Etnis Rohingya kian hari kian terpuruk nasibnya dalam pusara derita. Bukan hanya kisah nestapa dari negeri asalnya di Myanmar, pengungsi Rohingya di pengungsian Cox Bazar, Bangladesh, kini tengah mendapat cobaan alam. Hujan deras tanpa henti pada 4 Juli kemarin, menyebabkan banjir dan longsor yang turut meluluhlantakkan gubuk-gubuk mereka.

Diperkirakan satu orang meninggal dunia dan 34 jiwa lainnya terluka akibat bencana hidrologi terhitung sejak 11 Mei lalu. Tak hanya itu, banjir besar ini juga meninggalkan 33.220 pengungsi Muslim Rohingnya di Bangladesh dalam kondisi memprihatinkan. Ancaman kelaparan parah dan kematian ini kian nyata mendekat, mereka hidup tanpa sandang, tanpa pangan, dan tanpa papan.

Dengan gubuk jerami yang kini telah nyaris rata dengan tanah. Para pengungsi terpaksa tidur beratapkan langit. Harta dan ragam sandang lenyap terhempas banjir dan tertimbun longsor, hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuh. Jelas, sudah tak ada lagi gentong penyimpanan bahan makanan ataupun sawah pertanian di sana. Nyaris seluruhnya telah hancur dan terbalut lumpur akibat banjir besar.

Saatnya wujudkan bantuan terbaik demi ringankan penderitaan saudara-saudara kita para Muslim Rohingya dengan aksi nyata. Harta, jiwa, tenaga dan do'a, sangat mereka butuhkan. Semoga, tiap bulir keikhlasan yang terpancar dari rasa kepedulian terhadap saudaranya, kelak manisnya akan kita petik di Surga-Nya.

#LetsHelpRohingya
#SaatnyaUmatSelamatkanUmat


24 Dec 2017

Update 13 - Rumah Yatim untuk Rohingya Resmi Dibangun

Setelah Shelter, Rumah Yatim untuk Rohingya Resmi Dibangun

Setelah Shelter, Rumah Yatim untuk Rohingya Resmi Dibangun

ACTNews, CHITTAGONG - Jumat mengawali suasana akhir pekan di Bangladesh. Berbeda dengan Indonesia, akhir pekan di Bangladesh jatuh pada Jumat dan Sabtu. Hampir seluruh gedung perkantoran, institusi, maupun sekolah terlihat sepi dari aktivitas kerja maupun belajar dan mengajar. Namun demikian, kondisi serupa tidak nampak pada salah satu sekolah yang berada di sudut Kota Chittagong, kota terbesar kedua di Bangladesh.

Jumat siang (22/12), area Al Hadarah Islamic School yang terletak di Padua Union, Chittagong, riuh dihadiri sejumlah warga dan guru. Mereka memadati salah satu sisi lahan kosong yang terintegrasi dengan bangunan sekolah tersebut. Sebuah banner raksasa bertuliskan Ground Breaking Orphan House, dipasang di tengah lahan kosong tersebut.

Di lahan seluas 3000 meter persegi inilah, Rumah Yatim untuk Rohingya mulai dibangun. Rumah Yatim untuk Rohingya yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan sebuah asrama yang dilengkapi dengan sarana belajar dan mengajar, didedikasikan bagi para yatim Rohingya. Gedung bangunan tersebut rencananya akan dibangun setinggi 5 lantai dan menampung sekitar 1000 anak yatim Rohingya dan anak yatim Bangladesh yang kurang mampu.

Peresmian pembangunan asrama yatim untuk Rohingya ditandai oleh seremoni peletakan batu pertama. Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Tim SOS for Rohingya ACT Rahadiansyah, Direktur Al Hadarah School Muhammad Idris, hingga Anggota Parlemen Chittagong Profesor Dr. Abu Reza Mohammed Nezamuddin.

Rahadiansyah mengatakan, bangunan senilai miliaran rupiah ini merupakan ikhtiar ACT bersama masyarakat Indonesia untuk membangun kembali kehidupan Rohingya, khususnya di bidang pendidikan. Ikhtiar yang sama juga telah dimulai sejak November lalu, yakni pembangunan 1000 unit shelter beserta fasilitas umum yang memadai seperti masjid, toilet, dan madrasah.

Pembangunan asrama yatim sendiri ditopang oleh dana wakaf yang disalurkan oleh para wakif melalui Global Wakaf-ACT. Asrama tersebut akan menjadi rumah sekaligus tempat mengenyam pendidikan bagi ribuan yatim Rohingya. Seperti yang diketahui sebelumnya, PBB mencatat setidaknya ada 14 ribu anak pengungsi yang kehilangan orang tuanya akibat konflik yang mencuat tiga bulan silam.

"Terima kasih masyarakat Indonesia yang sudah memberikan amanahnya melalui Global Wakaf-ACT sehingga bangunan asrama dan sekolah bagi anak-anak yatim Rohingya dan Bangladesh ini bisa mulai direalisasikan," imbuh Rahadiansyah.

Ucapan terima kasih dan senyum penuh harapan juga diungkapkan oleh Direktur Al Hadarah Islamic school, Muhammad Idris. Sekolah yang dikelolanya selama ini telah menampung ratusan anak yatim Rohingya dan Bangladesh. Dengan adanya asrama tambahan bagi mereka, ia begitu bersyukur karena akan lebih banyak lagi anak-anak yatim Rohingya maupun Bangladesh yang mampu mengenyam pendidikan.

"Terima kasih masyarakat Indonesia dan Global Wakaf-ACT atas kepedulian kalian kepada Rohingya yang tak pernah putus. Kami sangat senang bisa turut membantu ikhtiar baik ini," ungkapnya.

Ditemui usai acara tersebut, salah seorang anak yatim yang selama ini mengikuti kegiatan belajar mengajar di Al Hadarah, Rofiq (11), mengungkapkan harapannya bisa memiliki tempat belajar dan asrama yang layak bagi dirinya dan teman-temannya.

Senyum ceria dari bibir mungil bocah yang bercita-cita ingin menjadi dokter itu seolah mewakili senyum ratusan anak yatim Rohingya di tempat tersebut. Senyum yang terukir dari mereka yang nyaris putus harapan sejak terbuang dari tanah airnya, Myanmar. []

8 Dec 2017

Update 12 - Progres Pekan ke-5 Shelter untuk Rohingya

Progres Pekan ke-5 Shelter untuk Rohingya, Sudah Terbangun 600 Unit

Progres Pekan ke-5 Shelter untuk Rohingya, Sudah Terbangun 600 Unit

ACTNews, COX'S BAZAR - Hari berganti pekan, pekan bertambah menjadi bulan. Sudah lima pekan terakhir ada pekerjaan besar yang sedang dilakukan bertahap, sepanjang hari tanpa henti. Pekerjaan itu bukan hanya satu, tapi seribu. Sampai hari ini, Jumat (8/12) sudah lewat lima pekan atau sama dengan satu bulan lebih satu pekan, pekerjaan ini berlangsung.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulai pekerjaan ini sekira sebulan silam. Dari kamp Kutupalong, sebuah kamp pengungsian terbesar yang menampung lebih dari 400 ribu jiwa pengungsi Rohingya, amanah dari masyarakat Indonesia ini terus dikerjakan sepanjang hari.

Bilah-bilah bambu dibelah. Bambu lalu diubah menjadi anyaman yang lebih kuat. Anyaman bambu itu digunakan sebagai bahan dasar dinding tiap-tiap shelter. Meski hanya sesederhana anyaman bambu, tapi anyaman itu jelas memberikan keamanan dan kenyamanan yang jauh lebih baik.

Bambu menjadi pilihan sementara yang lebih baik untuk bahan dasar shelter sementara ini. Faisol, Koordinator Tim SOS Rohingya di Cox’s Bazar mengatakan, tenda-tenda pengungsian mereka sebelumnya hanya dilapisi plastik hitam polybag, serupa trash bag.

“Tenda-tenda pengungsian Rohingya di seluruh kamp di Cox’s Bazar hanya berupa lapisan plastik tipis. Beralas tanah, beratap dan berdinding polybag. Tidak ada ventilasi, pengap sekali,” ujar Faisol.

Pembangunan shelter pekan ke-5, lebih 600 unit terbangun

Tampak di salah satu sudut Kamp Kutupalong, setiap bendera Indonesia yang terpacak itu menjadi tanda. Tanda bahwa persis di bawah bendera Merah Putih itu sedang dibangun shelter dari Indonesia untuk Rohingya. Faisol menjelaskan, di tiap satu set shelter, ada satu buah bendera Indonesia. Satu set itu terdiri masing-masing berisi 12 unit shelter.

“Sampai pekan ke-5 ini sudah ada 50 bendera Merah Putih yang berkibar, artinya sudah 50 set terbangun. Kalau ditotal seluruhnya, 50 set dikalikan 12 unit per-set, berarti sudah terbangun 600 unit shelter,” papar Faisol.

Aksi Cepat Tanggap menargetkan, seluruh unit shelter yang bakal dibangun untuk Rohingya berjumlah 1.000 unit. Walaupun demikian, tak sampai harus menunggu 1.000 unit rampung dibangun untuk mengisi shelter-shelter tersebut.

Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, sudah ada ratusan keluarga Rohingya yang telah mengisi bangunan-bangunan shelter yang telah rampung dibangun.

“Pembangunan dilakukan maraton sepanjang hari, tujuh hari sepekan. Setiap unit shelter yang rampung langsung diisi oleh keluarga Rohingya. Karena mereka tak boleh menunggu lebih lama lagi. Sampai pekan ke-5 ini sudah ada sekira 437 unit shelter yang langsung dihuni oleh para pengungsi,” ujar Bambang.

Lembaran foto-foto yang dikirimkan langsung dari Kamp Kutupalong menunjukkan, betapa bahagia wajah-wajah pengungsi Rohingya yang sudah menempati shelter baru dari Indonesia dan ACT.

Dinding rumah sementara mereka kini sudah berupa anyaman bambu, tak lagi pengap dan kotor dari plastik hitam seperti trash bag. Lantai pun sudah bukan lagi tanah, ada lapisan semen yang bersih dan sejuk untuk beristirahat siang dan malam hari.

“Insya Allah, proses pembangunan shelter untuk Rohingya, dari Indonesia dan ACT masih terus dikebut. Tim Kontraktor ACT di Kamp Kutupalong berkomitmen untuk merampungkan sebaik mungkin amanah besar dari masyarakat Indonesia, kami mohon doanya,” pungkas Faisol di Kamp Kutupalong, Jumat (8/12). []

13 Nov 2017

Update 11 - Progres Hari ke-7 Pembangunan 1.000 Shelter

Menilik Progres Hari ke-7 Pembangunan 1.000 Shelter Rohingya

ACTNews, COX'S BAZAR - Ribuan bambu dalam ikatan-ikatan yang kokoh itu dipanggul satu per satu. Meniti jalan setapak pintu masuk Kamp Pengungsian Kutupalong, kamp terbesar yang dihuni nyaris setengah juta pengungsi Rohingya. Sudah sepekan berselang, setiap hari terus berulang. Ribuan bambu-bambu baru dibawa masuk ke dalam Kamp Kutupalong, masuk dalam wilayah Ukhiya, Distrik Cox’s Bazar, Chittagong.

Bambu berkualitas terbaik menjadi demikian penting karena bambu menjadi bahan baku utama sebuah proyek kemanusiaan skala besar di dalam Kamp Kutupalong. Proyek kemanusiaan yang diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan bangsa Indonesia ini berupa pembangunan 1.000 unit shelter atau hunian terpadu untuk Rohingya. Terhitung sejak Sabtu (4/11) kemarin, pembangunan 1.000 unit shelter sudah dimulai.

Sampai hari ini, Jumat (10/11), sepekan sudah sejak pertama kali tanah di salah satu sudut Kamp Kutupalong diratakan, pondasi dikuatkan. Sejak hari pertama proses pembangunan, Presiden ACT Ahyudin mengatakan, 1.000 unit shelter untuk Rohingya bakal berdiri di atas luasan tanah sekira 30 hektare, berlokasi di salah satu blok Kamp Kutupalong, Ukhiya.

Selepas tujuh hari pembangunan awal, bagaimana kondisi progres pembangunan 1.000 shelter untuk Rohingya?

“Alhamdulillah, bangunan tiang-tiang shelter sudah berdiri kokoh. Dua set bangunan yang masing-masing berisi 12 unit shelter sudah hampir rampung. Artinya, sudah ada 24 unit shelter untuk 24 keluarga yang rampung dibangun,” kata Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT mengabarkan langsung dari Kamp Kutupalong, Ukhiya.

Integrated Community Shelter, dari Indonesia untuk Rohingya

Sesuai rencana awal, hunian yang dibangun dari Indonesia untuk Rohingya, tak sekadar berisi kamar dan dapur saja. Bambang menjelaskan, shelter akan dibangun dengan konsep terintegrasi. “Insya Allah, selain bangunan inti berisi kamar dan dapur, shelter terintegrasi pula dengan bangunan enam masjid, enam unit sekolah, dan 336 toilet,” paparnya.

Sementara itu, tambah Bambang, dalam satu set bangunan utama akan terdiri dari 12 ruang kamar dan 12 unit dapur. Masing-masing ruang kamar bisa dihuni oleh satu keluarga Rohingya. Shelter bakal menggantikan bedeng-bedeng terpal plastik yang kini menjadi “hunian” penuh nelangsa, berbahan plastik hitam, plastik yang sama yang digunakan sebagai trash bag.

Sebagai gantinya, shelter terintegrasi dari Indonesia untuk Rohingya dibangun semi permanen menggunakan bahan baku bambu. Anyaman bambu digunakan sebagai dinding dan tiang-tiang yang juga dibuat dari bambu kokoh, jauh lebih baik ketimbang bedeng-bedeng terpal plastik yang pengap dan minim sirkulasi udara.

Rabu kemarin (9/11), atau di hari ke-6 proses pembangunan shelter, Rina Soemarno, Dubes RI untuk Bangladesh singgah sejenak di Kamp Kutupalong. Rina secara khusus datang untuk menilik progres pembangunan shelter dari ACT dan bangsa Indonesia.

“Ini adalah sumbangan dan karya nyata dari putra-putri Indonesia. Dari Rakyat Indonesia diamanahkan kepada ACT, Insya Allah 1.000 unit shelter akan menjadi pelipur lara dan tempat bernaung yang lebih baik, dengan sarana dan fasilitas yang lebih baik,” ungkap Rina Soemarno, Rabu (8/11), di Kamp Kutupalong.

Selama sepekan berselang, setiap harinya hitungan jam yang berlalu menunjukkan progres nyata aksi bangsa Indonesia langsung di lokasi krisis kemanusiaan Rohingya. Repetisi doa dan aksi nyata begitu dibutuhkan untuk mewujudkan ikhtiar terbaik bangsa Indonesia membantu ribuan keluarga-keluarga Rohingya.

Ribuan batang bambu yang telah dikonversi menjadi anyaman-anyaman kuat akan terus disusun, ditempel, ditancapkan ke pondasi sampai berdiri kokoh 1.000 unit shelter. Hunian semi permanen yang terintegrasi pula dengan fasilitas masjid, sekolah, dan toilet. []

30 Oct 2017

Update 10 - Pembangunan 1000 Hunian untuk Rohingya

Pembangunan 1000 Hunian untuk Rohingya Segera Dimulai!

ACTNews, COX’S BAZAR - Kalau sudah hujan lebat, pasti atap di seluruh lapisan gubuk itu bakal bocor. Jika hujan makin bertambah lebat, hunian paling berharga dengan dinding terpal, juga atap terpal, serta lantai beralas tanah itu bakal kebanjiran. Air menggenang bisa sampai setinggi lutut, membuat siapa pun penghuninya urung terlelap ketika hujan datang di malam hari.

Tak hanya satu atau dua, gubuk-gubuk terpal di seantero kamp itu juga bakal mengalami hal serupa. Padahal gubuk-gubuk pengungsian itu adalah harta satu-satunya, kini menjadi harta paling berharga. Tempat darurat demi raga bernaung kala siang terik, tempat lelap direbahkan kala malam.

Sejak akhir Agustus 2017 kemarin, ketika konflik kembali meletus antara serdadu Myanmar dan orang-orang Rohingya di Sittwe, lebih dari setengah juta warga Rohingya nekat mengungsi. Mereka melarikan diri dari kekejaman serdadu Myanmar, meninggalkan rumah yang dibakar habis oleh para serdadu militer itu. Catatan terakhir di 26 Oktober 2017, atau dua bulan pascateror terbaru bermula, lebih dari 600.000 jiwa pengungsi baru Rohingya datang dan masuk ke Bangladesh, bergabung dengan ratusan ribu lain pengungsi Rohingya yang sudah mengungsi terlebih dahulu bertahun-tahun silam.

Kini jika ditotal, berarti nyaris ada 1 juta pengungsi Rohingya yang bertumpuk, menyesak, mengisi celah-celah lereng dan bukit di area Distrik Cox’s Bazar, Chittagong, Bangladesh. Mereka mendirikan tenda-tenda kamp pengungsian darurat, hanya berbekal terpal dan tikar seadanya.


Di Kamp Kutupalong, Insya Allah 1000 hunian ACT untuk Rohingya siap dibangun

Karena urusan hunian bagi pengungsi Rohingya menjadi hal paling mendesak, sudah berpekan-pekan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulai segala sesuatunya langsung dari Cox’s Bazar, Chittagong, Bangladesh. Tim ACT di Cox’s Bazar menyiapkan dengan matang segala urusan izin, desain, dan rencana pembangunan hunian sementara untuk keluarga Rohingya.

Kabar baik itu akhirnya datang di akhir Oktober, izin sudah didapat, lokasi pembangunan pun sudah disiapkan. Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, insya Allah di pekan pertama November 2017, ACT bakal memulai pembangunan awal 1000 hunian sementara untuk ribuan keluarga Rohingya. Kompleks hunian sementara ini akan dibangun di Blok EE, Kamp Ukhiya, Kutupalong, Cox's Bazar.

Shelter yang akan kami buat dengan material bambu. Lebih baik, lebih kuat bahannya. Izin alhamdulillah sudah kami dapatkan beberapa hari lalu. Saat ini hanya tinggal menunggu eksekusi pembangunannya. Total 1000 shelter nanti akan menempati area sekitar 15 hektar,” papar Bambang.

Lokasi pembangunan hunian sementara sumbangsih masyarakat Indonesia untuk keluarga Rohingya ini berada di tengah kepadatan Kamp Pengungsian Kutupalong, kamp yang menampung jumlah pengungsi Rohingya terbesar di Distrik Cox’s Bazar. Dari statistik terbaru yang dirilis per tanggal 26 Oktober kemarin, ada lebih dari 425.500 pengungsi Rohingya yang menyesak di kamp ini.

Bambang memaparkan, dari 1.000 shelter atau hunian sementara yang dibuat, akan terdiri dari beberapa set. Setiap set terdiri dari 12 pintu. Jadi, total akan ada 84 set unit shelter.

“Pembangunannya akan dilakukan bertahap. Sekitar 12 atau 24 unit dalam satu atau dua set akan kita bangun dengan memindahkan terlebih dahulu 25 keluarga dari 25 tenda. Setelah shelter jadi, mereka baru akan dipindahkan kembali ke shelter yang baru,” ujar Bambang.

Jika pola pembangunan terjaga sesuai jadwal, insya Allah perkiraan paling dekat 1000 unit hunian baru bagi pengungsi Rohingya bakal tuntas dalam waktu dua bulan ke depan.

Tapi, rupanya tak hanya bakal membangun hunian sementara yang jauh lebih layak ketimbang terpal dan alas tanah, 1000 unit shelter ini pun akan dilengkapi dengan fasilitas umum penunjang kehidupan lain, semisal madrasah atau masjid.

“Nanti di antara 1000 shelter itu akan dibangun pula 8 masjid, kemudian 8 sekolah dengan masing-masing 6 ruangan kelas. Lalu, untuk sanitasi akan ada sekitar 336 toilet tersebar di tiap sudut shelter,” pungkas Bambang. []


16 Oct 2017

Update 9 - Sehari 10.000 Paket Makanan, Dapur Umum ACT

Sehari 10.000 Paket Makanan, Dapur Umum ACT Terus Berlanjut

ACTNews, COX’S BAZAR - Mengintip ke dalam tenda-tenda pengungsian Rohingya yang menyebar di seantero Kota Cox’s Bazar, hanya wajah-wajah kalut yang begitu nampak. Nasib baik sedang tak berpihak, memori buruk tentang persekusi, pembakaran kampung, sampai pembunuhan atas orang-orang Rohingya masih membekas begitu jelas dalam garis kalut di wajah mereka.

Di kota kecil ini, setidaknya ada 12 kamp besar yang terdata. Jika ditotal seluruhnya, mengutip catatan Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) jumlah pengungsi baru Rohingya yang melarikan diri dari Arakan dan menyeberang Sungai Naf sudah mencapai angka 519.000 jiwa (data 7 Oktober 2017). Artinya, setengah juta lebih pengungsi baru kini menyesak dengan setengah juta pengungsi Rohingya lain yang sudah datang lebih dulu sejak tahun 2012.

Apa jadinya jika sejuta lebih pengungsi Rohingya hanya bisa menunggu tanpa tahu akan seperti apa hari esok?

Apalagi pasokan makanan tak pernah bisa tercukupi. Untuk satu kamp kecil saja seperti Kamp Unchiprang atau Kamp Thangkali, disesaki lebih dari 28.000 jiwa pengungsi. Belum lagi dengan Kamp besar seperti Kutupalong yang dihuni lebih dari 200 ribu pengungsi!

Butuh berapa ratus ribu paket nasi yang harus dipasok sepanjang hari untuk menjaga agar lambung pengungsi Rohingya itu tak kosong?

Dapur Umum ACT di 5 lokasi kamp, 10.000 paket makanan sehari

Setiap pergantian pagi, asap tak berhenti mengepul dari puluhan tungku besar di lima dapur umum yang tersebar di lima titik kamp yang berbeda. Dalam setiap dapur, sekira lima sampai enam tungku menyala bersamaan. Potongan sayur, kentang, daging ayam, dan nasi ditanak dalam wajan-wajan besar. Tangan-tangan orang Rohingya juga tak henti mengaduk masakan di dalam wajan-wajan besar itu, menjaga agar makanan berhasil diolah sempurna.

Begitu kesibukan yang selalu dimulai setiap pagi di dapur umum yang diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selama 10 hari berturut-turut, terhitung sejak Rabu (11/10) dapur umum ACT untuk kamp-kamp Rohingya tidak pernah berhenti untuk memasak dan mengolah bahan makanan menjadi makanan siap saji.

Lima titik dapur umum ACT tersebar di lima kamp berbeda, mulai dari kamp Unchiprang, Kamp Balukhali, Kamp Tangkhali, Kamp Palongkhali, dan Kamp Kutupalong. Masing-masing kamp memulai pagi sampai siang dalam kesibukan memasak 2.000 paket makanan. Jika ditotal keseluruhan, dapur umum ACT di lima kamp berbeda memasak kurang lebih 10.000 makanan siap saji, setiap hari tanpa henti. Jelang siang, setelah azan Zuhur, dua ribu paket makan dibagikan langsung ke setiap kamp. Anak-anak Rohingya dan perempuan menjadi prioritas. Tapi 2.000 paket makan untuk setiap kamp tentu masih sangat kurang. Dari Kamp Unchiprang misalnya, si ibu dan bocah Rohingya berpeluh lumpur itu mungkin harus berebut dan berbagi jatah dengan 28.000 jiwa pengungsi lain yang bernasib sama. Perut perih dan lambung kosong sepanjang hari.


29 Sep 2017

Update 8 - Saatnya Bangun Hunian Nyaman untuk Rohingya

Bagaimana rumah Rohingya hari ini?

Secarik terpal berbahan plastik dibentangkan, kemudian dirikan dua bambu setinggi 1,5 meter dikedua sisi terpal. Lalu tambatkan pasak pada keempat penjurunya. Tidak lupa, tata karung-karung beras sebagai lantai istimewa. Inilah yang dinamakan rumah oleh para pengungsi Rohingya.

Kosong, tiada perabotan, serta tanpa dinding dan atap kokoh. Jika hujan datang, tenda-tenda ini akan roboh, dan mereka pun turut kebasahan. Apabila matahari terik tiba, hawa panas menghujam seisi tenda. Disinilah ayah, ibu, dan anak-anak tidur berhimpitan dengan alas seadanya.

Mungkin tidak ada yang berbeda kehidupannya dahulu dan sekarang. Dulu meski mereka hidup dengan rumah bambu tegak, nyaman untuk tidur dan berteduh. Namun setiap saat bisa saja peluru-peluru milisi bersenjata menembus dinding rumahnya.


Mengungsi ke negeri seberang, bisa jadi membuat mereka berlega hati. Sekadar dapat berlelap tidur tanpa beratapkan langit. Aman meski dalam keterbatasan, nyaman meski tak ada harapan.

Saat ini, jumlah etnis Rohingya yang tinggal di pemukiman-pemukiman sementara Bangladesh terus meningkat, totalnya diperkirakan mencapai 619.458 jiwa. Ancaman kurangnya bahan makanan dan penyakit menular masih terus menjadi momok bagi para pengungsi.

(shelter untuk Rohingya yang telah berdiri di Aceh)


(shelter untuk Rohingya yang telah berdiri di Sittwe)

Saat ini ACT tengah berikhtiar membangun 1.000 Integrated Community Shelter (ICS) untuk saudara Rohingya yang berlokasi di Bangladesh. Mari sisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh untuk selamatkan saudara-saudara kita di sana. Insya Allah, do'a dan ikhtiar kita dapat meningkatkan kehidupan mereka.


Sebelumnya, Pada Kamis (21/9) Atas Nama Bangsa Indonesia Bantuan 2000 Ton Beras pun telah dilayarkan menuju Pelabuhan Chittagong, Bangladesh.

Kesempatan berbuat untuk Rohinya masih terus dibuka. Anda bisa ikut berdonasi dengan cara,

1. Klik link >> kitabisa.com/banturohingya

2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit

3. Dapat laporan via email

Semoga konflik Rohingya bisa segera mereda.

Yuk bantu share berita ini.

18 Sep 2017

Update 7 - Amanah Netizen di Kamp Pengungsian Rohingya


Sabtu (16/9) lalu, layanan kesehatan gratis Aksi Cepat Tanggap kembali menyapa para pengungsi baru yang ada di Bangladesh. Kali ini di Kamp Shamlapur, Teknaf, Distrik Cox’s Bazar.

Berdasarkan penjelasan Rahadiansyah, Koordinator Tim SOS Rohingya ACT di Bangladesh, Kamp Shamlapur menampung lebih dari 10 ribu pengungsi.

Namun, sebagai pengungsi tanpa status kewarganegaraan dan sumber finansial yang mencukupi, membuat mereka sulit mendapatkan akses kesehatan di luar kamp pengungsian.

“Mereka tidak bisa ke luar kamp pengungsian dan mendapatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit di Bangladesh.

Karena itu, kami coba hadirkan layanan kesehatan itu langsung di kamp mereka. Ini cara kami memuliakan mereka, para pengungsi Rohingya,” ungkap Rahadiansyah.

Ikhtiar untuk membantu dan memuliakan para pengungsi Rohingya di Shamlapur juga tak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia.

Layanan kesehatan Sabtu lalu merupakan amanah dari netizen Indonesia yang telah menyalurkan kepeduliannya melalui platform Kitabisa (kitabisa.com/banturohingya)

Kini, 2.000 ton beras kemanusiaan tengah disiapkan berlayar dari Surabaya menuju Bangladesh untuk pengungsi Rohingya.

Mohon doa dan dukungan terbaikmu.

ACT masih terus mengajak segenap bangsa Indonesia untuk menyisihkan sebagian rezekinya, untuk membantu saudara-saudara kita warga Rohingya.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui rekening khusus berikut:
1. Klik link >> kitabisa.com/banturohingya
2. Klik "DONASI SEKARANG"
3. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
4. Dapat laporan via email

Semoga konflik Rohingya bisa segera mereda

Yuk bantu share berita positif ini agar lebih banyak orang membantu saudara kita di Rohingya.

#LetsHelpRohingya
#IndonesiaSelamatkanRohingya

11 Sep 2017

Update 6 - 12 Ton Bantuan Indonesia Tembus Desa Rohingya

“Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa memberkahi masyarakat Indonesia yang telah membantu kami. Kalian selalu ada dalam doa-doa kami,” ungkap salah satu pengungsi Rohingya di Sittwe, Myanmar.

Sore itu, untaian doa-doa tulus mereka tak henti-hentinya mengalir. Dari sudut kamp pengungsian yang sesak dan tak beraturan, doa-doa tersebut seakan melapangkan.

Sittwe memang tengah berupaya mengembalikan situasi kondusif bagi warganya. Tim #SOSRohingya XIII ACT yang berada di wilayah tersebut pun terus berikhtiar agar bantuan kemanusiaan sampai pada para pengungsi internal di sana.

Doa terpanjat mengiringi langkah tim untuk mendistribusikan bantuan pangan di kamp-kamp pengungsian internal Rohingya.

Setidaknya ada 12 ton bantuan pangan yang telah disalurkan bagi pengungsi Rohingya di Sittwe pada Jumat (8/9) lalu. Satu sak beras dengan bobot 50 kg disertai beberapa kebutuhan pangan pokok lainnya seperti bawang, cabai, kacang, tepung, dan minyak kelapa dibagikan ke sejumlah keluarga pengungsi Rohingya.

Kesempatan berbuat untuk Rohinya masih terus dibuka. Saatnya wujudkan bantuan terbaik Anda dengan cara,
1. Klik link >> kitabisa.com/banturohingya
2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
3. Dapat laporan via email

Semoga konflik Rohingya bisa segera mereda

Yuk bantu share berita positif ini agar lebih banyak orang membantu saudara kita di Rohingya.

7 Sep 2017

Update 5 - Bagaimana desa-desa Rohingya hari ini?

Selasa sore (5/9), rombongan baru pengungsi Rohingya tiba di area Kamp Kanzarpara, 3 Km jauhnya dari Sungai Naf. Entah sudah banyak rombongan pengungsi yang mencari suaka di wilayah zero line Bangladesh ini.

Tim Kemanusiaan ACT untuk Rohingya, Rahadiansyah, mengungkapkan, arus pengungsi terus berdatangan di Kanzarpara sepanjang hari.

“Di antara mereka ada bayi yang baru berusia 20 hari. Bayangkan, selama beberapa hari bayi ini harus ikut menyeberangi Sungai Naf dalam kondisi musim hujan seperti saat ini,” ungkap Rahadiansyah.

Sesaat setelah kedatangan para pengungsi Rohingya tersebut, ribuan paket nasi biryani hangat dihidangkan. Sepuluh ribu paket pangan itu didistribusikan di beberapa area sepanjang Kamp Kanzarpara. Di tengah cuaca yang cukup dingin selepas hujan, mereka menikmati sajian hangat tersebut dengan begitu lahap.

Bagaimana kondisi desa-desa Rohingya di Myanmar hari ini?

Mungkin hanya akan ada sedikit orang yang bisa menjelaskannya. Karena menembus desa asal Rohingya di kota Sittwe ini, sama dengan bertaruh nyawa. Namun dengan segenap ikhtiar, mitra Aksi Cepat Tanggap di Myanmar insya Allah siap menerima segala resikonya.

Pada hari-hari ini, sejumlah panganan pokok atas izin Allah SWT berhasil menjejak di desa muslim Rohingya.

"Setiap keluarga mendapat beras, bawang, cabai, sayuran, tepung, dan minyak untuk penghidupan beberapa pekan kedepan. Sebanyak 450 paket telah tersalurkan untuk mengepulkan dapur-dapur warga di desa ini"

Sungguh teramat sulit menjelaskan kekacauan yang telah menghancurkan kampung kecil ini.

Semoga tulisan singkat penuh tanda tanya, foto-foto yang kami samarkan, serta tempat dan hari implementasi yang terpaksa kami sembunyikan. Tetap menjadi bukti bahwa ada kata Indonesia yang hadir menemani perjuangan Muslim Rohingya di sana.


Mohon do'a dari Sahabat agar seluruh ikhtiar ACT dalam meringankan derita para muslim Rohingya senantiasa diridhoi-Nya, serta agar seluruh personil tim diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

Kesempatan berbuat untuk Rohinya masih terus dibuka. Anda bisa ikut berdonasi dengan cara,

1. Klik link >> kitabisa.com/banturohingya
2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
3. Dapat laporan via email

Semoga konflik Rohingya bisa segera mereda.

Yuk bantu share berita ini

4 Sep 2017

Update 4 - Selamat Idul Adha Rohingya!


Atas kuasa Allah, Jumat (1/9), bertepatan dengan hari Raya Idul Adha, Alhamdulillah bantuan tahap kedua pun telah berhasil ditunaikan di Kamp Pengunsi Rohingya, Ramu Upazila, Cox's Bazar, Bangladesh.

Paket pangan yang didistribusikan berisi beras, tepung, minyak, garam, bawang, cabai, dan air mineral. Insya Allah, cukup untuk konsumsi mereka selama beberapa minggu kedepan.

Hingga kini, lebih dari 7500 orang telah ambil bagian membantu ringankan derita Etnis Rohingya melalui Kitabisa (https://kitabisa.com/banturohingya).

"Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32)

Tidak hanya donasi dan bantuan makanan yang sampai ke sana,
Tetapi juga doa dari ribuan donatur Indonesia.

Saat Idul Adha ini, ACT selalu konsisten menyalurkan bantuan di pelosok kamp-kamp pengungsian Rohingya. Ini menjadi sebuah ikhtiar untuk menjaga asa dan bahagia mereka, terlebih saat hari raya.

Saudara kita, Muslim Rohingya, sungguh benar-benar menanti hati kita di sana. Sebagaimana kelak mereka menanti kita bersama di surga-Nya. Aamiin.

Selamat Idul Adha 1438 bagi umat Muslim sedunia. Selamat Idul Adha, Rohingya.

Kesempatan berbuat untuk Rohinya masih terus dibuka. Anda bisa ikut berdonasi dengan cara,

1. Klik link >> https://kitabisa.com/banturohingya
2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
3. Dapat laporan via email

Semoga konflik Rohingya bisa segera mereda.

Yuk bantu share berita positif ini

1 Sep 2017

Update 3 - Bantuan tahap 1 untuk Rohingya Tersalurkan!

#LetsHelpRohingya Update:

Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan tahap pertama amanah dari bangsa Indonesia telah berhasil ditunaikan.

Tak kurang dari 150 etnis Rohingya telah menerima dan menikmati paket pangan yang didistribusikan oleh relawan mitra Aksi Cepat Tanggap di Sungai Naff, perbatasan Bangladesh - Myanmar.

Qadarullah, situasi dan kondisi di lokasi belum memungkinkan untuk dibentangkan spanduk ACT sebagaimana biasanya. Namun Insya Allah, doa-doa dari mereka yang teraniaya, akan tetap mengalir deras bagi para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk meringankan derita mereka.


"Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32)

Selain melalui fanpage ACT, setiap implementasi akan terus kami update melalui halaman ini.

ACT terus membuka kesempatan bagi segenap bangsa Indonesia untuk turut berpartisipasi dengan cara,

1. Klik link kitabisa.com/banturohingya
2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
3. Dapat laporan via email

Bantu share post ini agar lebih banyak orang membantu saudara kita di Rohingya...

#LetsACTIndonesia
#LetsHelpRohingya

29 Aug 2017

Update 2 - Konflik Meruncing kembali di Rakhine, Myanmar

9a896ca3d0f9e3af5cc8942233827cddd57dfbd9

Maungdaw, Myanmar lagi-lagi dalam keadaan genting. Jumat dini hari lalu (25/8), bentrokan hebat antara militer Myanmar dan warga sipill Rohingya terjadi di bagian utara Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Peristiwa tersebut menewaskan setidaknya 77 Muslim Rohingya dan 12 anggota militer Myanmar. Angka kematian ini dirilis oleh kantor Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, Sabtu (26/8).

Sebelumnya dilaporkan bahwa sebanyak 150 sipil Rohingya melakukan serangan di lebih dari 20 pos keamanan pada pukul 01.00 waktu setempat. Ketegangan berlanjut ketika militer Myanmar di lokasi memberikan serangan balasan. Letupan senjata dan suara ledakan bom bahkan terdengar hingga ke pemukiman warga di sekitar tempat kejadian.

Dalam sebulan terakhir ini, konflik memang kembali memanas di Negara Bagian Rakhine. Berbagai bentuk kekerasan terus menyasar Muslim Rohingya di beberapa desa yang tersebar di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung. Kekerasan paling parah dialami oleh sejumlah warga Rohingya yang bermukim di Kota Rathedaung, sekitar 77 km dari Maungdaw.

4c9dfbcaabbd9dde7c3e1db84c7f37298799a250

Beberapa pekan belakangan, pasukan militer Myanmar dikerahkan secara masif di Rathedaung. Mereka menjaga pos-pos keamanan yang terus dibangun di sejumlah desa pelosok. Operasi keamanan secara sporadis dilakukan dengan dalih penahanan terhadap tersangka militan Rohingya. Namun demikian, operasi keamanan tersebut kerap kali menindas warga sipil yang tidak bersalah.

Beberapa desa di Rathedaung diblokade secara sepihak. Frekuensi aksi brutal terhadap warga Rohingya, seperti pemukulan, pembunuhan, pemerkosaan, hingga pembakaran rumah dan lahan pertanian kian meningkat. Dari tindak kekejaman ini, banyak dari warga Rohingya memilih melarikan diri dari kediaman mereka. Beberapa dari mereka bersembunyi di hutan-hutan sambil berharap adanya pertolongan. Namun demikian, ada pula sejumlah warga yang berusaha melawan. Perlawanan inilah yang diduga menyulut penyerangan di sejumlah pos keamanan di Rathedaung dan Maungdaw yang terjadi Jumat dini hari lalu (25/8).

Konflik yang terus memanas ini membuat lebih dari 17 ribu muslim Rohingya eksodus ke Bangladesh.

eaef82f488ede6e8aec35c6a970ae57291181654

Mitra Aksi Cepat Tanggap yang tinggal di Bangladesh membenarkan adanya eksodus warga Rohingya yang baru tiba di Bangladesh. “Di Arakan (Rakhine), sedang terjadi serangan penembakan kepada Muslim Rohingya. Lumayan banyak korbannya. Ini yang membuat mereka semua mau tak mau mengungsi ke Bangladesh,” ungkap Hasan, mitra ACT di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Menurutnya, pengungsi-pengungsi baru itu kemungkinan akan mencari suaka ke kamp pengungsian terdekat, yakni Kamp Kutupalong, Cox’s Bazar. Kutupalong merupakan kamp pengungsian yang telah lama didirikan di Bangladesh. Kini, kamp tersebut menampung lebih kurang 15 ribu keluarga pengungsi Rohingya. Namun demikian, kondisi kamp pengungsian tersebut bisa dibilang paling memprihatinkan dibandingkan dengan kamp-kamp pengungsian yang lain.

766c9f4a1a44e49d3c9774d035cb4f1e03fe305c


Dengan kondisi kamp yang serba terbatas, mereka akan berjuang bertahan. Status pengungsi akan disandang, sambil menyambut Idul Adha―yang jatuh pada pekan depan―dalam keterbatasan.

Mari bantu Saudara muslim Rohingya yang tengah teraniaya. Salurkan bantuan terbaik Anda melalui Tombol DONASI SEKARANG atau Donasi Langsung ke :

BNI Syariah 66 0000 2004

a.n. Aksi Cepat Tanggap

Saatnya Ummat selamatkan Ummat.

*photo credit: dailysabah, coconuts.co, reuters, ACT

16 Dec 2016

Update 1 - Kasih sayang Indonesia untuk Rohingya

Menyebut nama Maungdaw, terlebih di depan wajah orang-orang Rohingya itu, hanya ada ingatan horor dan ketakutan yang nampak dari raut wajah. Dalam beberapa pekan terakhir, Maungdaw berubah menjadi “neraka” bagi puluhan ribu etnis Rohingya. Jumlah terbaru yang terhitung, sampai pekan kedua Desember 2016, lebih dari 100 orang Muslim Rohingya terbunuh dan ratusan lainnya ditangkap oleh pihak militer, sementara kurang lebih ada 50.000 jiwa orang Rohingya melarikan diri dari rumah mereka di Maungdaw. Sayangnya walau dengan data-data yang dikumpulkan oleh banyak pihak ini, pemerintah Myanmar hingga hari ini masih menyangkal adanya pembantaian etnis Rohingya.

Kekejaman disembunyikan dengan modus operasi militer sejak Oktober 2016. Maungdaw tersekat, membuat dunia tak bisa menilik langsung apa yang sebenarnya terjadi di balik kota kecil sebelah barat Myanmar itu. Pemerintah dan aparat Myanmar menutup seluruh akses, tak ada yang bisa menembus Maungdaw, meski warga lokal sekalipun.

05afe7e5bf753eadfad6fa4eda881ce3342fc686

ACT, melalui program Sympathy of Solidarity (SOS) Rohingya, kembali mengirimkan tim untuk membantu mereka dan menyampaikan amanah dan kasih sayang dari Indonesia.

Diimplementasikan bersamaan dengan bantuan beragam elemen masyarakat Indonesia, tim SOS Rohingya menyalurkan bantuan berupa pemberian makanan siap saji untuk lebih dari 1500 jiwa, paket pangan yang berisikan beras 25 kg, minyak goreng dan bumbu dapur sebagai persediaan sembako untuk 1 bulan per keluarga juga telah tersalurkan ke ratusan KK yang ada di Rakhine State, Myanmar.

ff203134a8c4ff88972ba7e333f685978e736510

Sementara itu, persis di seberang Maungdaw, di seberang Sungai Naf yang jadi batas antara Maungdaw dan Bangladesh, kamp pengungsian ilegal makin sesak. Sejauh ini sudah 50.000 pengungsi baru asal Maungdaw melarikan diri seberangi sungai Naf. Hanya bersembunyi dan mengungsi di Bangladesh satu-satunya harapan. Meski menjadi ilegal, meski berdesak dengan puluhan sampai ratusan ribu pengungsi Rohingya lain yang telah lebih dulu mengungsi di Myanmar pasca konflik besar tahun 2012 silam.

Butuh waktu yang tak sedikit untuk memainkan diplomasi kemanusiaan untuk bantu pengungsi Rohingya di Bangladesh. Tak mudah untuk menyasar sejumlah kamp pengungsi Rohingya. “Alasan utama karena pemerintah Bangladesh tak pernah memberi izin bagi pihak mana pun yang ingin membantu pengungsi Rohingya. Memang ada cara “gerilya” yang Bisa dilakukan. Tapi perlu waktu dan harus berhati-hati,” tutur seorang mitra Tim SOS Rohingya IX di Chittagong.

Setelah melintasi berbagi hambatan, diplomasi dan jejaring kemanusiaan pun menjadi pintu masuk berkah dan kemudahan. Dari seberang Maungdaw inilah, langkah awal bantuan pangan ACT untuk Rohingya Bangladesh berlabuh di Desa Satkania.

c3df9d0672b34f49ed4c28a3c5eb35055736bc1d

Untuk Desa Satkania, Tim SOS Rohingya Aksi Cepat Tanggap membawa bantuan dengan berat total kurang lebih 0.5 ton. Dua buah truk berukuran sedang dipakai untuk membawa seluruh bantuan pangan ini menembus pelosok desa sampai ke Satkania.

Paket yang disalurkan terdiri dari beras, kentang, minyak goreng, bawang, adas, dan beberapa bahan pangan lainnya. Tak hanya bantuan untuk pengungsi Rohingya, beberapa warga lokal pun menerima berkahnya.

Tentunya saudara muslim Rohingya masih membutuhkan bantuan lainnya, dan ikhtiar memberikan bantuan senantiasa diupayakan. Terus doakan mereka dalam sujud panjang kita, karena kelak doa dan ucapan syukur mereka yang akan menjadi pahala kita kelak di hari akhir.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

DONASI SEKARANG

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Ringankan Derita Etnis Rohingya :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?