Kitabisa! - Shahnaz Lawan Lupus

Shahnaz Lawan Lupus

Shahnaz Lawan Lupus
Shahnaz Asnawi Yusuf (25) berjuang melawan lupus yang dideritanya. Bantu Anas berjuang.

Rp 59.524.307

terkumpul dari Rp 50.000.000
119% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 9 Jul 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Saya Moyang Kasih Dewimerdeka, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dan sekarang bekerja sebagai jurnalis di Jakarta. Saya ingin membantu sahabat saya, Shahnaz Asnawi Yusuf, yang sejak empat bulan terakhir berjuang melawan lupus.

Anas, begitu ia disapa, juga merupakan jurnalis di salah satu media cetak di Jakarta. Kira-kira Maret lalu, Anas mengeluhkan tubuhnya sering lemas dan terasa sakit di banyak tempat. Mengenal Anas sejak kuliah di Universitas Sumatera Utara pada 2008, saya tahu dia memang sering mendadak jatuh sakit. Waktu itu, Anas sempat berobat dan kesimpulan dokter hanya gejala tipus. Memang ritme kerja sebagai jurnalis sangat tinggi sehingga saya tak heran Anas kelelahan dan bisa saja terserang tipus.

Sayangnya, keluhan Anas tak mereda meski sudah diobati dengan resep dokter. Anas terus merasa sakit di bagian dada, batuk-batuk tak henti, nyeri di persendian, demam, dan tubuhnya lemas tak bertenaga. Awal April, Anas lalu memeriksakan diri ke Rumah Sakit TNI AL Mintoharjo di Bendungan Hilir. Diagnosa awalnya adalah hemoglobinopati, turunan thalassemia. Namun, diagnosa dan perawatan itu terbukti belum final. Keluar dari rumah sakit, kondisi Anas tak membaik.

Sejak itu, pergulatan Anas dengan penyakitnya dimulai. Rasa sakit di tubuhnya tak kunjung surut. Anas harus bolak-balik bertemu banyak dokter untuk mencari tahu apa sebenarnya penyakitnya. Selain ke Mintoharjo, dokter di Medan (kampung halamannya), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan RS MMC juga didatangi Anas. Masing-masing dokter mencoba mendiagnosa penyakit Anas. Tak usah ditanya berapa kali Anas harus menjalani prosedur tes berbeda-beda dengan biaya yang tak sedikit. Itu baru untuk mengungkap apa penyakitnya, belum untuk biaya pengobatan.

Tabungan Anas sudah terkuras untuk biaya dokter, tes, dan pengobatan. Saya pernah menemani Anas menjalani tes di RSCM. Untuk tes satu kali saja, Anas harus keluar biaya Rp 3 juta. Setidaknya selama empat bulan ini, biaya yang harus dikeluarkan sudah hampir Rp 30 juta. Sekali lagi, itu masih untuk diagnosa, belum pengobatan.

Saat ini Anas memutuskan pulang ke Medan untuk beristirahat dan fokus pada pemulihan diri. Setelah melalui berbagai tes, Anas dipastikan menderita sindrom autoimun yang seringkali salah disimpulkan sebagai penyakit-penyakit lain karena gejalanya yang mirip. Diagnosa terakhir yang disimpulkan dokter pada hari ini, 9 Juli 2016, penyakit yang diderita Anas adalah lupus. Penyakit ini menyerang berbagai organ di dalam tubuh dan makin berbahaya bila penderitanya juga menderita penyakit lain seperti TBC.

Dengan diagnosa tersebut, Anas masih diharuskan kontrol rutin ke dokter setidaknya sekali seminggu dengan biaya konsultasi dan obat yang tak murah.

Sedikit tentang Anas, saya mengenalnya saat sama-sama menjadi anggota Pers Mahasiswa SUARA USU di kampus sepanjang 2009-2012. Anas satu angkatan dengan saya di kampus namun mengambil jurusan Komunikasi. Selama tiga tahun menghabiskan waktu bersama di organisasi yang ritme kegiatan begitu padat, saya mengingat Anas sebagai gadis yang pintar, kritis, dan sering mengundang tawa lewat kelucuannya. Anas juga bersuara merdu dan jago bermain biola.

Sepanjang mengenalnya selama di Medan, Anas sering jatuh sakit namun ia jarang mengeluh. Saat kami sudah di Jakarta pun, Anas tak suka merepotkan orang dan bicara soal penyakitnya. Saya pernah merasa begitu bersalah kala mengetahui Anas yang dalam kondisi sangat lemah mendatangi rumah sakit sendirian dan harus mengurusi administrasi yang begitu merepotkan dengan tertatih-tatih. Bila saya menawari untuk menemaninya ke dokter, Anas juga sering menolak dengan alasan tak ingin merepotkan.

Saya dan sahabat-sahabat Anas lain tak ingin membiarkan dia menghadapi semua ini sendiri. Namun, kemampuan kami untuk membantu pun terbatas. Bila teman-teman ingin turut mendukung Anas melawan lupus-nya, lakukan lah melalui fasilitas donasi di situs ini. Semua donasi akan diserahkan kepada Anas untuk membantu biaya pengobatannya.

Untuk informasi lebih jelas mengenai Anas, bisa menghubungi saya dan teman saya di nomor berikut:

1. Moyang (0852 7857 9610)

2. Ulfa (0878 6842 4642)

Donasi offline juga dapat dilakukan dengan transfer melalui rekening Bank Mandiri dengan nomor 1010006977241 atas nama Moyang Kasih Dewi Merdeka. Mohon konfirmasi ke nomor saya di atas bila teman-teman berdonasi melalui transfer langsung.

Kami juga memohon doa dari teman-teman sekalian untuk kesembuhan Anas agar keceriaan dan suara biola jernihnya dapat bergaung kembali. :)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 257

SHOW MORE
  • Rp. 50.149
    Anonim

    Semoga lekas amin

  • Rp. 100.872
    ridhan fauzan

    semoga cepat sembuh

  • Rp. 150.118
    Anonim
  • Rp. 980.108
    Anonim
  • Rp. 25.379
    Anonim
  • Rp. 25.365
    Muhammad Zamroni Ahbab
  • Rp. 20.539
    Anonim
  • Rp. 75.000
    Anonim
  • Rp. 50.993
    Anonim
  • Rp. 40.463
    Anonim
SHOW MORE
10 Aug 2016

Update 6 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Shahnaz Lawan Lupus!

Saat ini masa campaign telah selesai. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 59.524.307 dari 257 donatur.

Dana tersebut sudah dikirimkan ke Dompet Kebaikan Moyang Kasih Dewimerdeka. Moyang Kasih Dewimerdeka akan memberikan update berikutnya mengenai penggunaan dana.

Terima kasih!

1 Aug 2016

Update 5 - Pemulihan Pasca Operasi

Sebelumnya saya mohon maaf karena cukup lama tidak memberi kabar tentang kondisi terbaru Shahnaz.

Pekan lalu, saya menemui Anas langsung di Medan. Sejak Kamis, 21 Juni 2016, Anas sudah boleh pulang dari Rumah Sakit Malahayati, Medan. Slang yang tersambung ke paru-paru Anas sudah dicopot. Luka di paru-parunya akibat abses juga sudah menutup. Dokter meminta Anas beristirahat dan menjalani proses pemulihan di rumah sambil terus melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

Saat saya bertemu Anas,kondisinya masih lemah. Banyak makanan yang tak boleh dimakan karena akan berdampak buruk pada kesehatannya. Anas masih diharuskan kontrol ke rumah sakit untuk mengecek pemulihan paru-paru juga kondisi lupusnya. Selama beberapa bulan ke depan, Anas akan fokus pada pemulihan kesehatan dan belum bisa melakukan aktivitas yang melelahkan. Walau begitu, keluarga memastikan Anas mendapat perawatan yang baik.

Anas berterima kasih untuk donasi, doa, dan bantuan dari teman-teman serta menitipkan salam. Semoga segala kebaikan tersebut menjadi berkah juga atas teman-teman sekalian.

15 Jul 2016

Update 4 - Operasi Paru-paru Shahnaz Rampung

Rabu, 13 Juli 2016, sore Shahnaz menjalani operasi memasukkan slang ke paru-paru di Rumah Sakit Malahayati, Medan. Operasi berakhir sekitar pukul 19.30 WIB.

Keesokan paginya, Anas mengabari saya bahwa sesak napasnya sudah berkurang. Udara yang terperangkap di antara paru-paru dan badannya sudah keluar berkat lubang yang dibuat. Anas memang masih merasa sangat kesakitan tiap kali batuk. Dokter mengatakan proses pemulihan memang butuh waktu dua pekan. Semoga dalam rentang waktu tersebut udara dan nanah yang keluar dari paru-paru yang bocor sudah dapat teratasi sehingga tidak perlu lagi melakukan prosedur pembedahan lain.

13 Jul 2016

Update 3 - Shahnaz Diopname di Rumah Sakit di Medan

Setelah kondisinya sempat membaik, Selasa, 12 Juli 2016, siang Shahnaz kembali drop. Ia mengeluhkan sesak napas dan dada sakit. Keluarga segera membawa Anas ke RS Columbia Asia di Jalan Listrik, Medan. Dokter yang menangani memutuskan Anas harus diopname dan menjalani prosedur CT Scan untuk mengecek kondisi paru-parunya.

Dr. Andhika Kesuma Putra, M.Ked(P), SpP mendiagnosa bahwa abses di paru-paru Anas meluas. Hasil CT Scan yang keluar tadi siang (13 Juli 2016) menunjukkan bahwa paru-paru kanan Anas tidak berfungsi dengan normal karena ada lubang. Diduga abses yang menyebar membuat paru-paru Anas tergores sehingga organ tersebut tak dapat mengembang dengan baik dan akhirnya tidak bisa menyuplai oksigen untuk Anas.

Sore ini, Anas dipindahkan ke RS Malahayati untuk menjalani operasi memasukkan slang ke paru-paru kanannya. Slang tersebut diharapkan dapat memompa udara ke paru-paru Anas. Slang ini harus dipakai selama dua pekan. Bila dalam kurun waktu tersebut pernapasan Anas tak juga membaik, ia harus menjalani operasi besar.

Kabar melegakannya, Dr Gino Tann yang menangani Lupus Anas mengatakan autoimunnya saat ini sedang tidak aktif. Oleh karena itu, pengobatan kini dapat difokuskan pada paru-paru Anas.

Mohon doa dari teman-teman sekalian untuk kelancaran operasi Anas sore ini. Terima kasih.

11 Jul 2016

Update 2 - Laporan Donasi Offline 11/07/2016

Selamat siang teman-teman,

Dua hari setelah saya membuat kampanye di kitabisa.com untuk Shahnaz, ratusan orang murah hati telah memberikan bantuan dan doanya. Selain melalui website kitabisa, banyak teman memberikan donasi dengan mentransfer langsung ke rekening saya.

Saya mohon maaf karena belum berkesempatan melakukan rekapitulasi satu per satu data pemberi donasi melalui offline. Saya berjanji akan melakukan rekapitulasi secepatnya demi transparansi funding ini. Meski demikian, semua dana yang masuk ke rekening saya sudah langsung diteruskan ke rekening Anas setiap harinya. Total dana donasi offline dari teman-teman yang saya salurkan langsung ke Anas hingga 11 Juli 2016 pukul 14.00 WIB adalah Rp 23.050.000.

11 Jul 2016

Update 1 - Kondisi Terakhir Shahnaz

Halo semua,

Terima kasih banyak atas dukungan dari teman-teman. Derasnya bantuan dan doa untuk Shahnaz sungguh tak saya perkirakan saat pertama kali membuat kampanye ini. Semoga kebaikan ini dibalas oleh semesta.

Banyak sekali yang bertanya bagaimana kondisi Anas saat ini. Saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan hasil konsultasi terakhir Anas dengan dokter yang menanganinya yaitu Dr. Gino Tann PhD, SpPK (Haematologist) pada 9 Juli 2016 lalu. Dokter ini berpraktek di Jalan Mongonsidi, Medan, dan banyak menangani pasien Lupus di Sumatera Utara dan sekitarnya.

Keluhan utama Anas saat ini adalah sakit di bagian dada dan sesak nafas. Dokter mengatakan hal itu terjadi karena ada abses (pembengkakan yang bernanah) di paru-parunya. Abses ini dipicu oleh kuman nocardia yang terlanjur melebar. Kuman ini berkembang di paru-paru Anas karena ia menderita autoimmune.

Dokter juga mengkhawatirkan adanya kemungkinan TBC. Anas sudah dites untuk TBC namun hasilnya baru akan keluar pada akhir pekan ini.

Dokter meminta Anas beristirahat penuh dan fokus pada penyembuhan absesnya. Saat ini, Anas dirawat dengan baik oleh keluarganya di Medan.

Jadwal konsultasi Anas berikutnya dengan Dr Tann adalah 16 Juli 2016. Kita berdoa bersama agar kondisi kesehatan Anas lebih baik setiap harinya.

Saya akan berusaha rutin menulis update tentang kondisi Anas untuk teman-teman semua. Selain itu, saya juga akan segera melaporkan donasi offline yang masuk langsung ke rekening saya dan sudah diteruskan ke Anas.

Terima kasih untuk teman-teman semua yang telah berdonasi, membantu membagikan informasi ini, serta mendoakan kesembuhan Anas. Mohon maaf bila ada pertanyaan yang tak terjawab karena keterbatasan saya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?