Kitabisa! - Satu Sumur untuk Tiga Desa
Satu Sumur untuk Tiga Desa

Satu Sumur untuk Tiga Desa

Rp 179.782.364
terkumpul dari Rp 500.000.000
748 Donasi hari lagi

Cerita

Sekarang saya di Kupang. Kemarin (20 Maret 2018), saya telpon kaka di kampung (pulau Raijua), saya hampir menetes air mata ketika dengar ceritanya. Dia bilang begini, "kami disini air di sumur sudah mulai menipis. Hasil panen ladang juga, tidak baik. Sumur yang dulu kami andalkan, debit airnya tidak sampai setengah meter lagi. Hanya sumur ini yang tersisa. Padahal ini baru bulan Maret. Puncak musim panas biasanya mulai bulan Agustus sampai November. Kalau bulan maret saja sudah begini, tidak tau lagi apa yang terjadi ketika puncak musim panas nanti. Air ini tidak hanya untuk kami, tetapi juga untuk ternak".

Begitu ceritanya, padahal di daerah lain masih hujan sampai banjir.

Mendengar itu membuat saya sedih, apa yang terjadi puncak musim panas nanti. Cerita lain dibalik ini, saya kutip dari cerita seorang ibu setahun lalu.

"Ini adalah satu satunya sumur yang kami punya ketika musim panas tiba (bulan April s/d awal desember). Ada sekitar 300 KK dari 3 desa yang andalkan sumur ini. Belum lagi ternak kami, karna kekurangan air, sekarang ternak banyak yang mati. Sumur ini harus diatur jdwal pengambilan airnya,, hanya di pagi dan sore hari,, setelah itu, pagar dikunci. Bahkan bnyak yang berkelahi gara2 berebut air. Kalu terlalu banyak yang yang ambil, air di sumur ini jadi kotor".


96400ddb0cfdc33b8b80fed72cc6b47c3e801cb6

Salah satu daerah atau pulau yang sulit air adalah pulau Raijua yang adalah satu kecamatan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, kabupaten Sabu-Raijua.

Raijua adalah salah satu pulau terdapat satu kecamatan di dalamnya, yaitu kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi NTT. Raijua memiliki keadaan geografis berbukit-bukit dan gunung.

4bec0ad47fe2ba5b8799a16d481e99be142de248

Sering kekurangan air ketika musim panas yang berlangsung 8-9 bulan dalam setahun. Di sana tidak terdapat kali atau sungai. Embung yang dibuat pemerintah pun kering ketika musim panas. Musim hujan hanya 3-4 bulan dalam setahun, dari bulan Desember-Maret.

Biaya hidup di Raijua sangat tinggi. Harga beras 600ribu/50kg. Harga semen 100ribu/zak. Harga Bensin 50ribu/1 botol aqua 1500ml. Kendaraan pengangkut terdapat Truk dan Pick up. Sekitar 98% Masyarakat bermata pencaharian sebagai petani ladang lahan kering. Ketika musim panas, sebagian besar dari mereka, bekerja sebagai nelayan, peternak dan pekerja rumput laut, dan juga pedagang. Kebanyakan dari pemuda-pemudi merantau ke kota. Ada yang sekolah, kuliah dan juga bekerja.

Dalam hal mendapatkan air, masyarakat dari desa tetangga berjalan kaki sekitar 10-20 kilometer untuk mengambil air ke desa tetangga. Biasanya memikul di dalam jerigen atau ember.

ac1834cb7e26ed88134001618ac52b188694c1f7765d6b8fcc454f21e745b8e5cdc85fd77effbd2f

Setelah tiba di sumur, mereka harus ikat ember berukuran kecil dengan tali dan mulai menimba air dari sumur yang dalamnya sekitar 30-40 meter.

eb3a752684daa31cc9a00f09a520897ab938ed7e

Hanya ada satu sumur untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sasaran. Sumur itu satu-satunya untuk kebutuhan minum, mandi dan cuci, bahkan untuk kebutuhan ternak.

ec52dd8b408a202e1577cb861e14daa4fd3f7908

Pada musim hujan (antara bulan Desember-Maret), masyarakat cukup terbantu dengan menampung air hujan untuk mandi dan cuci, namun pada musim panas, sangat kesulitan air. Satu-satunya cara agar air sumur tidak benar-benar kering, setiap rumah tangga hanya boleh ambil air 8 ember dalam sehari. Sesi pengambilan airpun diatur dalam dua kloter, yakni: kloter pertama, pagi hari: 4 embar, kloter kedua, sore hari: 4 embar. Jam pengambilan air pun di batasi. Pagi: dari pukul 05.00-10.00. Sementara sore: dari pukul 16.00- 19.00. Setelah itu, pagar sumur dikunci.

Sering terjadi konflik Karena kesulitan air, maka masyarakat sering berkonflik karena saling merebut air. Sumur dengan lebar lingkaran 1 meter saja, dengan masyarakat yang datang ratusan orang, masing-masing dengan membawa ember untuk menimba air dari dalam sumur, (karena tidak ada bak penampung), maka tidak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan terjadi perkelahian.

8f7530050494f4baf95a43cb60bd67bfb1561324

Dana Yang di Butuhkan: lebih dari 194 juta rupiah. Dana untuk survei lokasi, biaya penggalian sumur. Gorong-gorong. Semen. Besi beton, pasir. Batu. Biaya operasional lainnya seperti akomodasi, konsumsi, biaya tukang, transportasi dan lain-lain selama pengerjaan.

SMS/TLP/WA: 085253458845

EMAIL: elkana.goroleba@yahoo.co

af7fb3d578f1cd38cf4be8470aef4947a9aec587b95b10d7e9858f57b8d9c6829f556cfdfb24217ce2a644da39a012ca4e7570403c5c13571ae3f958

SMS/WA: 085253458845/ email: elkana.goroleba@yahoo.com

TERIMA KASIH.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (748)