Kitabisa! - Adam Fabumi Bantu Ikhsan Bernafas
Adam Fabumi Bantu Ikhsan Bernafas

Adam Fabumi Bantu Ikhsan Bernafas

Rp 8.034.162
32 Donasi hari lagi
Adam Fabumi Foundation
Akun telah terverifikasi
Menggalang untuk Bantu Ikhsan Bernafas

Cerita

Perkenalkan saya Novva Oktarina ibunda Ikhsan Alfaj Pratama, biasa dipanggil Ikhsan. Ikhsan adalah putra pertama lahir pada tanggal 23 Juni 2016. Ikhsan sekilas seperti anak biasa namun ia lahir dengan penyakit bawaan dari janin, yaitu Toksoplasma Cerebral salah satu virus yang disebabkan dari virus TORCH.

b10bbfdc2fbad2d2e05d45ab9b14ba123a191139

(Foto: Ikhsan umur kurang dari sebulan)

Saya akan menceritakan kronologis awal Ikhsan sakit sampai sekarang:

Awal kelahiran Ikhsan tampak normal dan sehat, sampai di hari ke 14 kelahirannya Ikhsan batuk pilek. Dihari ke 21 batuk pilek sembuh dan berganti dengan demam panas yang terus naik turun sampai 20 hari, selama demam sudah kita bawa ke klinik dokter anak dan sudah diberikan obat paracetamol. Tapi demam Ikhsan tetap naik turun, sampai pada tanggal 17 Agustus 2016 di hari ke 54 kelahirannya Ikhsan kejang dan langsung kita bawa ke klinik dokter dan diberikan obat anti kejang, setelah obat masuk Ikhsan tiba-tiba tidak sadarkan diri dan kemudian dirujuk ke RSMY Bengkulu. Setelah dalam perawatan di PICU RSMY Bengkulu Ikhsan 2 hari 2 malam sadar kemudian Ikhsan di CT Scan. Hasilnya menjelaskan Ikhsan di otaknya ditemukan bintik-bintik putih yg diagnosa awal Ikhsan terkena parasit Toksoplasma Cerebral. Untuk memastikannya Ikhsan dirujuk ke RSCM Jakarta dan setelah cek darah ternyata Ikhsan positif Toksoplsma.

5f09e5d89f0e7b80fd0e9a5ca57b110a7f4411ca

(Foto: Ikhsan saat belum sadar)

Toksoplsma adalah sebutan dari parasit yang memiliki nama lengkap Toxoplasma gondii yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit infeksi. Organ-organ yang dapat diserang oleh parasit ini meliputi otak, otot, jantung, dan gangguan pada kehamilan. Parasit toksoplasma gondii merupakan parasit yang paling sering menyebabkan penyakit di seluruh dunia. Tanpa terkecuali, semua orang dapat terinfeksi toksoplasma. Terlebih parasit yang satu ini kerap dibawa oleh hewan-hewan piaraan seperti kucing, namun dapat ditemukan juga pada burung dan mencit.

Hari pertama perawatan Ikhsan sudah dijadwalkan untuk periksa mata dan THT karena sebagian besar gangguan kehamilan yang disebabkan Toksoplasma pada janin yaitu berdampak pada mata dan pendengaran.

Tetapi Allah berencana lain, di hari pertama perawatan Ikhsan aspirasi (kesedak susu) yang mengharuskan Ikhsan menggunakan alat ventilator sebagai penyelamat dalam membantu bernafas hingga akhirnya Ikhsan di rawat di PICU dan jadwal untuk pemeriksaan mata dan THT pun batal karena yg diutamakan bagaimana pernafasan Ikhsan kembali normal.

1e2929d5884be3616c37cc53d700a5f78816a7ac

(Foto: Ikhsan dengan selang ETT Ventilator)

Setelah 2 bulan perawatan di PICU RSCM Ikhsan tak kunjung lepas dari ventilator dan akhirnya Ikhsan di Trakeostomi (pelubangan jalan nafas melalui trakea). Ikhsan pun mulai dilatih lepas pasang ventilator tapi hasilnya Ikhsan tidak bisa lepas terlalu lama, hingga Ikhsan di flouroskopi yang ternyata diafragma kanan Ikhsan kaku karena penggunaan ventilator yang cukup lama.

00e8684137f95b4d8174fcf5675f653c5895f3ca

(Foto: Ikhsan dengan trakeostomi Ventilator)

Karena keadaan Ikhsan yang stabil tidak ada dipasang infus hanya konsumsi obat rutin Toksonya melalui oral Ikhsan pun dikembalikan lagi perawatannya ke PICU RSMY Bengkulu tepat di 141 hari atau 5 bulan perawatannya di PICU RSCM Jakarta.

Tanggal 19 Januari 2017 Ikhsan mulai dirawat kembali di RSMY Bengkulu. Sempat belajar lepas dari ventilator 1,5 bulan dari bulan Juni - Juli 2017. Karena demam dan suhu terlalu tinggi serta Ikhsan mulai kelelahan dengan nafasnya hanya menggunakan oksigen. Tanggal 24 Juli 2017 Pukul 05.30 WIB Ikhsan gagal nafas dan akhirnya ventilator Ikhsan dipasang kembali. Hasil cek darah menurut dokter Ikhsan infeksi berulang dari rumah sakit karena lamanya di rumah sakit. Harusnya Ikhsan bisa diobservasi dirumah untuk menghindari infeksi berulang tersebut karena infeksi tersebut bisa didatangkan dari pasien baru yang diagnosa penyakitnya berbeda-beda yang bisa juga sifatnya menular, sedangkan Ikhsan dengan anak yang menggunakan trakeostomi harusnya lebih terjaga sterilnya. Kalau di rumah kuman, virus atau bakteri lebih berkurang daripada di rumah sakit. Tapi dengan kendala tidak adanya alat ventilator portable Ikhsan masih dipertahankan di PICU oleh pihak RSMY Bengkulu sampai Ichan memiliki ventilator portablenya.

Sekarang Ikhsan sudah dirawat di RSMY Bengkulu selama 11 bulan dengan alat bantu nafas Ventilator. Tepat 19 Januari 2018 nanti Ikhsan genap 1 tahun dirawat di PICU RSMY Bengkulu dan berarti Ikhsan selama 17 bulan terbaring di rumah sakit yang mana sebelumnya 5 bulan dirawat di PICU RSCM Jakarta.

Selama terbaring di rumah sakit, Ikhsan tumbuh kembangnya belum memperlihatkan seperti anak normal lainnya. Dokter spesialis anak yang merawat Ikhsan berencana merujuk Ikhsan kembali ke Jakarta karena di Bengkulu spesialis Neourologi anak tidak ada. Sedangkan Ikhsan perlu mengejar perkembangan dan motoriknya yang terlambat.

Saya menggalang dana ini dikarenakan Ikhsan akan dirujuk kembali ke Jakarta sedangkan perjalanan menuju Jakarta Ikhsan butuh alat yang namanya ventilator portable untuk mendampingi selama perjalanan dan selama rawat jalan disana. Dengan kondisi kesadaran Ikhsan yang bagus Ikhsan tidak mungkin dirujuk melalui IGD tetapi melalui poli. Dengan bantuan ventilator portable Ikhsan akan aman apabila menunggu antrian yang panjang saat di poli dan aman saat dirawat dirumah selama rawat jalan. Karena selama ini Ikhsan tidak pernah pulang ke rumah karena kondisi ketergantungan ventilator. Untuk beberapa jam Ikhsan bisa dilepas dari ventilatornya dan latihan bernafas normal dengan bantuan oksigen. Tapi sebelum dirujuk Ikhsan diobservasi dulu di rumah membiasakan keadaan di luar PICU baru kemudian di rujuk ke rumah sakit Jakarta.

Semenjak Ikhsan sakit saya fokus mengurus Ikhsan sedangkan ayahnya bekerja serabutan, untuk kebutuhan Ikhsan yang lain yang tidak ditanggung bpjs juga membutuhkan biaya rasanya untuk memiliki alat bantu nafas ventilator portable sangatlah sulit dengan harga yang sangat mahal.

77e162c59cb66174afabeb895da9c8e422b796fb

(Foto: Ikhsan belajar lepas ventilator)

69e8679cd3af4a35a7d27eee3a22e09ec694a830

(Foto: Ikhsan bersama ayah dan ibu)

5fff504c81c4b23d96c12e8ae952d0a5ea96a04d

(Foto : Ikhsan bersama ibu)

5ea363d64403797d465b36e7800a373d91391cda

(Foto : Ikhsan umur 18 bulan belajar duduk dengan bantuan bantal dibelakang)

Berharap para dermawan mau menyisihkan rezekinya untuk membantu Ikhsan memiliki Ventilator Portable yang harganya sangat mahal. Sehingga Ikhsan bisa melanjutkan perjalanannya untuk mencari kesembuhan.

Cara berdonasi:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Untuk informasi mengenai keadaan Ikhsan bisa menghubungi melalui:

1. No. Hp (WA) Novva (ibu) : 085384581287

2. Email : [email protected]

3. FB : Novva Okzherin Chania

4. IG : @novvachania

Atas bantuan dan kepedulian para dermawan kami ucapka terimakasih.


e1b91bade1329bd26678b9c81f1c48378f4fe8e4

Because every lives count

Adam Fabumi Foundation adalah yayasan yang didirikan Juli, 2017 oleh Kiagoos Herling Kamaludin dan Ratih Megasari, Orangtua Adam Fabumi. AFF berniat untuk membantu bayi dan balita yang terlahir dengan kondisi spesial dan membutuhkan dukungan.

More info : https://kitabisa.com/adamfabumifoundation

Follow Instagram Adam Fabumi Foundation: https://www.instagram.com/adamfabumifoundation/

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (32)