Kitabisa! - Adam Bantu Shaky keluar dari NICU
Adam Bantu Shaky keluar dari NICU

Adam Bantu Shaky keluar dari NICU

Rp 2.864.339
terkumpul dari Rp 10.000.000
25 Donasi 0 hari lagi
Adam Fabumi Foundation
Akun telah terverifikasi

Cerita

Halo orang baik, 

Perkenalkan saya Khanif Abdillah, ayahanda dari Shaquille Ghazy Abdillah (dipanggil Shaky) dan suami dari Jeni Rafika Rahayu. Saya ingin meminta bantuan doa dari teman-teman untuk kesembuhan anak kami, Shaky. 

Sehari-hari, saya merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil di salah satu instansi di Bogor. Sementara, istri tercinta saya adalah seorang ibu rumah tangga. Shaky merupakan anak keempat kami yang saat ini sedang berjuang untuk sembuh di NICU salah satu RS di Jakarta. 

80a2db89-4eed-4717-b5cb-bb6267006f48.jpg

Saya sedikit menceritakan riwayat kehamilan istri saya sebelumnya. 

Anak kedua kami sebelumnya didiagnosa Hidrops fetalis waktu usia kehamilan 4 bulan. Saat dilakukan pemeriksaan, terlihat ada penumpukan cairan di rongga dada dan perut, juga katup jantung yang tidak menutup dengan sempurna. Dan pada akhirnya, anak kedua kami bertahan hingga di usia kehamilan 5 bulan. Menurut hasil kontrol ke dokter kehamilan di JMC, hal ini disebabkan karena perbedaan rhesus darah dengab Ibu nya. 

Kemudian anak ketiga kami. Selama kontrol di dokter kehamilan, tidak ditemukan masalah apa-apa. Namun, pada usia kehamilan 36 minggu tiba-tiba anak kami sudah meninggal dalam kandungan tanpa sebab pada November 2015. 

Pada waktu lebaran 2018 yang lalu, kami merasa bersyukur karena istri saya kemudian hamil kembali anak keempat. Istri saya mengalami mual dan lemas hingga waktu kelahiran bayi. 

Setelah tahu istri saya hamil, kami melakukan serangkaian pemeriksaan darah. Dari hasil pemerisaan, ternyata diketahui ada infeksi tokso, kemudian dokter meesepkan antibiotik spiracin selama kehamilan. Selama kontrol kandungan tidak ditemukan masalah. Semua indikator yang diperiksa dinyatakan normal. Kemudian dokter menyarankan bahwa istri saya akan melahirkan di usia kehamilan 38 minggu. Maka, diputuskan kan dilahirkan di hari Kamis, 14 Februari 2019 pukul 06.00 WIB melalui operasi caesar. Hingga malam menjelang operasi, pemeriksaan janin dinyatakan normal. Tidak ada masalah. 

23bd0c67-152d-4186-ae1d-5ed18237cef9.jpg

Saya kaget saat melihat anak kami lahir. Kulit anak kami pucat. 

"Baru lahir, kok sudah dipasang selang dimana-mana?"

Menurut dokter, anak kami ada kelainan. Dokter langsung memasang alat bantu pernapasan dan ventlator. 

Fisiknya lemah, waktu lahir tidak langsung menangis. Kulit pucat dan Hb nya rendah, hanya 4,6 saja. 

Setelah dilakukan observasi, dokter kemudian menyarankan saya untuk segera merujuk anak kami ke rumah sakit yang ada NICU nya. Namun, sebelumnya anak kami diberikan transfusi darah. Akhirnya saya mencoba menghubungi rumah sakit yang direkomendasikan. Dengan ambulan ER, anak kami dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Saat rujukan ini, istri saya masih dirawat di rumah sakit pertama. 

Di rumah sakit pertama, anak kami didiagnosa Hb rendah, pembengkakan di hepar dan adrenal. Setelah dirujuk di rumah sakit kedua, diagnosanya kemudian bertambah yaitu pembekakan jantung, dan tekanan di paru-paru yang tinggi, juga rendahnya nilai albumin (1,6). 

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa semenjak di dalam kandungan darah Ibu mengandung IgM yang menghancurkan elemen darah bayi

1ca79f49-4ccb-458a-8e64-9426ef3663e5.jpg

Saat ini anak kami mendapatkan intervensi:

- Pemasangan ventilator dengan HFO

- Transfusi darah untuk menaikkan Hb

- Transfusi albumin artificial

- Pemberian obat inhale untuk menurunkan tekanan di paru-paru

- Transfusi trombosit karena kadar trombosit juga rendah (35.000)

- Rencana untuk diterapi pemberian gas NO, krn tekanan di paru-paru masih tinggi. Dengab biaya sekitar 37 juta per hari

Awalnya saya ingin memindahkan anak kami ke rumah sakit lain dengan status BPJS Kesehatan. Dokter yang menangani menyarankan bahwa jika dirujuk kondisi bayi kami harus dalam keadaan siap dipindahkan dan ada slot kosong NICU dan perlengkapan tambahan lengkap di rumah sakit rujukan. Namun, hingga saat ini itu belum dapat dilakukan. 

Hingga saat ini sudah 4 hari tagihan yang berjalan sudah lebih dari 100 juta. Oleh karena itu, kami memohon bantuan doa dan donasi dari teman-teman semua. Ibunya sangat ingin memeluk Shaky. 

ae630f3d-f49d-4697-afcc-663fa581f8c9.jpg


Teman-teman yang berbaik hati, mohon doa dan kesediaannya untuk membantu kami dengan cara:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapat laporan via email  

Terima kasih banyak orang baik.

Salam, 

Orang tua Shaky

e86fc4f0-6824-4d32-96fa-acb909ae0b1c.jpg

Because every lives count

Adam Fabumi Foundation adalah yayasan yang didirikan Juli, 2017 oleh Kiagoos Herling Kamaludin dan Ratih Megasari, Orangtua Adam Fabumi. AFF berniat untuk membantu bayi dan balita yang terlahir dengan kondisi spesial dan membutuhkan dukungan.

More info : https://kitabisa.com/adamfabumifoundation

Follow Instagram Adam Fabumi Foundation: https://www.instagram.com/adamfabumifoundation/



Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (25)