Kitabisa! - AKRAM X SPASME INFANTIL
AKRAM X SPASME INFANTIL

AKRAM X SPASME INFANTIL

Rp 18.108.967
terkumpul dari Rp 100.000.000
104 Donasi 32 hari lagi
Adline Tresiana Surya
Akun telah terverifikasi

Cerita

a259c011a43f0e80dcd82fbd86e3e9a69faee785

Saya adalah kakak sepupu akram, berusia 22 tahun. Saya menggalang dana disini karena saya ingin melihat adik kecil saya tumbuh sehat, bisa bermain dengan kakak-kakaknya, bisa melihat indahnya alam dan bisa hidup tanpa alat bantu. Keluarga sudah melakukan yang terbaik. Ayah akram hanya PNS biasa yang tahun depan akan pensiun, ibunya hanya IRT dan kedua kakak akram baru kelas 4 dan 3 SD. Akram adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, anak laki-laki satu-satunya. Semua sudah dilakukan oleh orangtua dan sanak famili akram, namun kebutuhan akan alat dan obat susah sekali di dapat di Bengkulu, akram sudah 5 bulan berobat di Jakarta dan makin lama biaya pengobatan pun semakin meningkat. Inilah yang menjadi alasan kami untuk memohon doa, pertolongan dan bantuannya untuk adik saya melawan Spasme Infantil.

Muhammad Akram lahir pada 26 Juli 2017 melalui operasi sesar di RS Raflessia Bengkulu. Akram lahir sempurna, baik keadaan maupun fisiknya terlihat baik.

Setelah pulang ke rumah akram kejang, saat itu usianya baru 3 hari tapi orang-orang masih mengira akram hanya sedang terkejut / bukan kejang. awal mula ketahuan jika itu kejang adalah saat usia akram masuk 26 hari dam waktu itu akram langsung di larikan ke rumah sakit, dokter memutuskan untuk dirawat dan langsung pada pilihan melakukan CT SCAN.

Hasi dari CT SCAN menyatakan kalau akram hanya kekuranngan O2 di otak, sejak itu akram dirawat selama 12 hari di RSUD M. Yunus Bengkulu, berhubung bengkulu tidal punya spesialis saraf anak, keluarga dan dokter memutuskan agar akram di rujuk ke RSAB Harapan Bunda Jakarta.

Di Jakarta akram langsung mendapatkan penanganan yang baik, ia langsung di rawat kurang lebih selama 10 hari. Penanganan yang di lakukan itu ada EEG dengan hasil akram dapat teman tambahan yaitu epilepsi, akram juga menjalani MRI, hasilnya adalah akram mengalami atrhopi atau pengecilan otak kanan.

Setelah kedua hasil penanganan tadi keluar akram di izinkan pulang ke Bengkulu, dengan catatan 3 bulan berikutnya akram datang lagi untuk kontrol.. Namun belum sampai 2 miggu akram di Bengkulu akhirnya akram kembali kejang dan kejangnya pun semakin hebat akhir setelah berkonsul kembali dengan dr. SPA yang ada di Bengkulu, berangkatlah lagi kami ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta akram di rawat selama 32 har, mulai dari akram di Jakarta yang pertama hingga sekarang dia selalu menggunakan sonde untuk makan dan minum, menggunakan bantuan selang oksigen untuk bernafas dan sekujur tubuhnya penuh dengan kabel-kabel berserta bekas jarum, akram dibolehkan pulang tapi keluarga memutuskan untuk stay di Jakarta dulu.

Lagi-lagi akram masuk RS lagi dan dilakukan EGG ulang (kedua kali) dan dari hasil tersebut akram di diagnosa menderita penyakit spasme infantil. Sempat 2-3 kali akram tidak merespon, tidak membuka mata, tidak juga membuka mulutnya, dia seperti orang tidur namun bernafas, dokter bilang ia hanya lelah akibat segala bentuk terapi dan obat yang di suntikkan ke tubuhnya.

Spasme Infantil (SI) merupakan salah satu bentuk sindrom epilepsi pada bayi yang bersifat katastropik, terjadi antara usia 3 bulan sampai 1 tahun. SI diperkirakan sebesar antara 2-5 per 10.000 kelahiran hidup dan dilaporkan hasil sama di seluruh dunia. Penjelasan lanjut mengenai SI bisa di google ya.

Dokter bilang jika akram tidak akan jauh dari kejangnya, ia akan terus bersama sonde dan oksigennya. Akram sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan lebih, tapi tidak ada perubahan secara signifikan dan hingga sekarang akram masih sangat sering mengalami kejang.

5dbcbfb2ff2af524baac7482f6235504afb46b19

Sekilas kalau melihat akram, dia terlihat seperti bayi normal yang sehat karena badannya yang gendut. Motorik dan pergerakan syaraf akram terlampau lamban akibat penyakitnya.

Sekarang akram di Bengkulu, karena dokter menyarankan untuk pulang saja. Baru 2 minggu di Bengkulu tapi akram kembali drop dan masuk ICU RS Raflessia. Karena seperti kata dokter syaraf anak yang menangani akram di Jakarta, kalau akram tidak bebas dari kejang 100% dan tidak bisa lepas dari sonde berserta alat-alat lainnya akibat Spasme Infantilnya tersebut. Tidak ada penanganan khusus di Bengkulu karena memang tidak ada spesialisnya dan akram harus segera dibawa ke Jakarta (lagi).

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (104)