Kitabisa! - Wakaf Al Qur'an & Pembinaan untuk Warga Kab. Ende
Wakaf Al Qur'an & Pembinaan untuk Warga Kab. Ende

Wakaf Al Qur'an & Pembinaan untuk Warga Kab. Ende

Rp 212.950.676
terkumpul dari Rp 200.000.000
6 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Setelah seluruh santri mencium tangan dan pamit pulang, Ustadz Hasan Naga pun segera mengambil seng bekas untuk menutupi jendela dan pintu masjid. “Kalau lupa ditutup, bahaya! Masjid ini bisa kemasukan wawwi dan zako!,” ujar Pembina Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Riyadhul Fikri, Kamis (24/11/2016) di Masjid Gamber, Kampung Napuria, Dusun Detuwane, Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Begitulah suasana tinggal di daerah yang mayoritas berpenduduk Kristen. Kadang, jika non Muslim hendak menikmati daging wawwi (babi) atau zako (anjing), aroma masakannya sangat menyengat hidung. Ditambah lagi kedua hewan najis tersebut dibiarkan bebas begitu saja sehingga tidak jarang masuk ke masjid bila pintu atau jendela lupa ditutup.

Belum lagi tantangan dari sesama Muslim sendiri yang umumnya masih lebih cenderung mengutamakan seremoni adat yang bertentangan dengan aturan Islam dan suka mencemooh ajakan agar taat syariat. “Model umat seperti itu yang paling sulit kami hadapi,” curhat Hasan.

Karena itu pula, lelaki asli Kabupaten Ende ini menimba ilmu Islam ke Pulau Jawa. Setelah meraih gelar sarjana agama di STAI Al-Masthuriyah Sukabumi-Jawa Barat pada 2008 ia pun kembali ke kampung halaman untuk berdakwah. Dan pada 2009 berhasil mendirikan TPA Riyadhul Fikri, sebagai basisnya.

Di atas bangunan masjid yang minim fasilitas itulah, setiap siang, dari bakda shalat zuhur hingga pukul 14.00 WITA dan malam sejak habis magrib, ia mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada sekitar 80 anak yatim dan dhuafa dengan tidak meminta iuran apapun kepada orangtua/wali santri. Dan bakda Ashar, sepekan sekali aktif mengisi pengajian remaja maupun pengajian ibu-ibu.

58c1aab9c44e9f732c9b75734e184cd3e3b5b36f

Hasan pun mengatakan santrinya yang sudah belajar menggunakan Al-Qur’an biasanya sudah hafal Juz 30. Sedangkan yang sudah hafal 5 juz, diangkat menjadi asistennya untuk membantu menjadi pengajar.

Alhamdulillah, selama 2 kali MTQ santri TPA Riyadhul Fikri juara 2, golongan Tartil dan golongan Hafidzah Juz 30 tingkat kabupaten. Pada MTQ 2016 ini, juara 1 golongan Hafidzah tingkat kabupaten dan juara 4 golongan Tartil tingkat kabupaten,” ungkap Hasan menyiarkan kegembiraan.

Berdasarkan pengamatan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) di lapangan, Al-Qur’an dan Iqra yang mereka gunakan sebenarnya sudah tidak layak. Ada yang jilidnya sudah copot, tidak sedikit juga lembaran yang sudah robek.

Membeli Al-Qur'an bagi warga kampung Napuria membutuhkan perjuangan yang berat. Karena harus melakukan perjalanan sekitar 82 Km. Disamping itu kondisi keuangan yang minim membuat membeli Al-Qur’an berat dilakukan lantaran terdesak kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga dialami oleh desa-desa sekitar di kecamatan Maurole Kabupaten Ende NTT.

5f46ffaca0004dc5e339bdb4253d592346d3a6eb

Melihat kondisi ini, melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), BWA berencana melaksanakan proyek Al-Qur’an Road Trip ke berbagai masjid, mushola, TPA di daerah minoritas Muslim di pesisir pantai dan juga pedalaman kaki Gunung Kalimutu tersebut.

Dalam proyek yang diagendakan dilaksanakan pada akhir Februari 2017 tersebut ditargetkan 2000 mushaf Al Qur’an dan 200 paket buku Iqra’ terdistribusikan. Ayo kita dukung dengan turut berwakaf sehingga target tercapai.

Semoga distribusi Al-Qur’an wakaf ini bermanfaat dan menguatkan akidah serta memberikan motivasi dalam mempelajari Islam bagi mereka dan tentu saja pahala yang terus mengalir bagi kita semua. Aamiin.[]

Kampanye penggalangan donasi wakaf secara online juga dilakukan oleh Badan Wakaf Al Qur'an (BWA) di laman resminya di https://goo.gl/BV5C2M


Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (6)