Wakaf Al-Quran Alirkan Pahala hingga Akhirat
Wakaf Al-Quran Alirkan Pahala hingga Akhirat

Wakaf Al-Quran Alirkan Pahala hingga Akhirat

Rp 123.200.061
terkumpul dari Rp 200.000.000
3080 Donasi 74 hari lagi

Rencana Penggunaan Dana

Cerita

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

a90f869d-ca19-4a90-9990-6193c37d1a56.jpg

"Terima kasih, Kak. Akhirnya kami punya Al-Quran baru. Nggak sobek lagi, jadi semangat buat mengaji."

***

Keceriaan terpancar dari wajah para santri yatim ini. Mereka tak khawatir lagi lembaran Al-Quran tiba-tiba sobek saat mengaji karena sudah usang. Dan tak khawatir lagi karena tak kebagian Al-Quran yang masih layak.

Anak-anak ini adalah santri Madrasah Fatimah Az-Zahra. Mereka belajar disana tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ada sebanyak 120 santri yang tiap hari membaca dan menghafal Quran. Adanya Al-Quran baru membuat semangat mengaji mereka semakin tinggi!

f8ceb124-bb1d-407a-8531-74caa70ba5c4.jpg84196243-7ec7-4daf-b56e-47e9a298783b.jpg

Tak hanya para santri yang bersemangat membaca Quran. Tak sedikit lansia dan warga dhuafa yang memiliki keinginan besar untuk belajar Al-Quran.

Ayat suci Al-Quran dibacakan dengan indah oleh Bu Nenah (57thn), tukang bersih Masjid Al-Husaini, di Desa Sindangjaya, Cianjur. Di usianya yang tak muda, Bu Nenah masih semangat mengaji meski Qur'an yang dibacanya sudah sobek dan usang.

Keinginan bu Nenah belajar Qur'an membuatnya dengan ikhlas membersihkan masjid meski tak dibayar. 

"Saya hanya ingin tiap ayat yang saya baca jadi amal jariyah buat anak, cucu dan keluarga", ujar Bu Nenah. 
ed623d3e-cdcb-48fa-965c-06ae4a59dd93.jpg

Keterbatasan Al Quran dan tempat untuk beribadah, memaksakan warga yang mayoritas sudah lansia untuk bergantian mengaji.

Namun, kondisi terbatas itu tak menyurutkan semangat bu Nenah dan warga desa untuk belajar Qur'an. Mereka bermimpi punya Qur'an baru, namun keinginan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Warga belum bisa membeli Qur'an yang cukup banyak karena dana yang terbatas. 

Mayoritas pekerjaan mereka hanya menjadi petani dan petambak. Sehingga, penghasilan mereka yang pas-pasan banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

5905794b-990e-41b2-ab63-be296e98cb56.jpg89f8ca5d-72ad-451d-8366-21ca85bee85d.jpg

Tak jarang juga warga rela berjalan jauh ke desa lain, untuk mengaji di masjid yang lebih layak fasilitasnya. Semua dilakukan warga agar bisa terus melantunkan ayat suci Al-Qur'an. 

Bu Nenah dan warga desa berharap dapat beribadah dengan khusyuk. Mereka ingin bisa mengaji tiap hari dengan nyaman. Untuk mewujudkan mimpi mereka kami mengajakmu bersama #SedekahQuranDhuafa, yuk kita sisihkan sedikit rejeki patungan Qur'an. 

7d9d77ae-7406-4fcf-9580-6e9f9089dddf.jpg

Alangkah bahagianya santri dan para dhuafa jika bisa belajar mengaji dengan ketersediaan Al Quran yang memadai. Mari berinfaq Al Quran agar mereka semakin semangat untuk terus mengaji dan menimba ilmu agama dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih pembayaran via GoPay/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI & Credit card
  3. Dapatkan cerita dan perkembangan program melalui email Anda
  4. Ikuti update Ikuti update program pembinaan di Sindangjaya melalui akun Instagram: Yayasan Harapan Amal Mulia/ @harapanamalmulia

Disclaimer: Paket Amal Qur'an ini akan disebar ke berbagai wilayah perdesaan hingga pelosok di Nusantara untuk membantu anak-anak yatim dhuafa, keluarga mustahik, dan jamaah masjid yang membutuhkan.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (3080)