Kitabisa! - ASA UNTUK NEK WAGINEM
ASA UNTUK NEK WAGINEM

ASA UNTUK NEK WAGINEM

Rp 87.323.306
terkumpul dari Rp 75.000.000
441 Donasi 0 hari lagi

Cerita

"Saat sebagian orang bingung menentukan tipe rumah yang ingin dibeli, Nek Waginem (90th) masih bertahan di gubuk reyot yang tanahnya juga menumpang milik orang lain"

83f44f28bb102f0e1b6a4b68f3e508523c4b1b5a.png

Nek waginem wanita renta yang lahir 90 tahun lalu di Solo ini. Kini terbaring lusuh ketika kami datang berkunjung digubuknya yang reyot. Dengan tubuhnya yang lemah Nek Waginem memaksakan untuk bangkit menyapa kami. Usianya memang tak muda lagi namun semangatnya untuk bertahan atas kondisi yang memprihatinkan sangatlah besar dan luar biasa. Itu yg membuat kami kagum melihat sosok nek waginem.

Sudah 10 tahun Nek waginem tinggal disebuah Desa tepatnya di Desa Damak Maliho Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara . Waginem tidak hidup sendiri, beliau tinggal bersama anaknya suparmi (45) menantu antonius girsang (60) dan cucu semata wayangnya geren girsang (10).

Disebuah gubuk reyot yang tanahnya sampai saat ini statusnya masih menumpang oleh orang lain.

586ef11840f64a8d8f165295bea4478d492702cd.png

Sang menantu Antonius, dahulunya adalah seorang petani yang diharapkan dapat membantu kehidupan keluarganya kini tidak bisa berbuat banyak dikarnakan penyakit Asma akut yang dideritanya semenjak 6 tahun yang lalu. Kini Antonius hanya mampu membuat tepas (anyaman bambu) seadanya itupun kalau ada yang pesan.

Suparmi tidak tinggal diam melihat kondisi ibu dan suaminya. Ia berjuang membantu kehidupan keluarga dengan menjual sayur mayur seperti kangkung, genjer yg ia ambil dari pekarangan rumahnya yang tak seberapa. Namun cukuplah membeli beras untuk menyambung hidup. Suparmi menceritakannya sembari meneteskan air mata.

Suparmi dan Antonius mempunyai keinginan dan mimpi, walaupun bagi mereka tidak mungkin terwujudkan dikarenakan kondisi dan keadaan yang tidak memungkinkann buat mereka, yaitu memberikan rumah yang layak kepada sang Ibu di sisa usia hidupnya.

Karna mereka tidak sanggup mendengar rintihan sang Ibu ketika malam datang, beliau selalu kedinginan, dikarenakan masuknya angin dari luar yang menerobos dinding bambu rumah mereka yg telah rusak parah termakan usia.

ab2c466d7d8a415149a73534879114125d3590b4.png

Geren terpaksa mengembala kambing milik tetangganya untuk memenuhi uang jajannya sendiri. itu Ia lakukan setiap hari sepulang dari sekolah.

Disini kami mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bisa berpartisipasi mewujudkan mimpi keluarga Nek Waginem untuk bisa memiliki rumah yang layak dan bisa membebaskan tanah yg selama ini mereka tumpangi.

Semua dana yang terkumpul akan digunakan untuk merehab rumah, memasok listrik, perbaikan MCK, pembebasan lahan dan biaya tukang serta ternak yang bisa digunakan Geren sang cucu untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.

5f713c7683973abaed7122971153d324ae5fb9d3.png

b8ec5754b3b33e40e5a37cc9fbb5b6545f6316a6.png

Sedikit bantuan dari kita merupakan suatu hal yang luar biasa buat mereka. Bila Anda berkenan membantu bisa langsung klik ‘Donasi Sekarang’

Saiful Bahri Barus | chief Gerakan Jum’at Sedekah

https://www.facebook.com/GerakanJumatSedekah/

CP: 0852-9725-7527


Catatan:
Kami menggunakan kitabisa.com sebagai website pengumpul donasi dengan pertimbangan:
1. Memudahkan pencatatan donasi keluar masuk
2. Memberikan beragam metode pembayaran untuk donatur
3. Mempermudah proses pelaporan & dokumentasi
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (441)