Kitabisa! - Ayo bantu Arsyila melawan Hirschsprung!
Ayo bantu Arsyila melawan Hirschsprung!

Ayo bantu Arsyila melawan Hirschsprung!

Rp 83.100.700
terkumpul dari Rp 90.000.000
513 Donasi 0 hari lagi
Rimba Anggara
Akun belum terverifikasi

Cerita

Tepat malam hari 8-8-2017 , Arsyila lahir di Kampung Cijolang Desa Linggasari Kec Darangdan Kab Purwakarta melalui persalinan normal dibantu Bidan Desa. Lahir dengan nama lengkap Arsyila Zahiyyah Putri , bahagia jelas menghampiri kami sebagai orangtuanya , Saya Rimba Anggara sebagai Ayahnya seorang pegawai swasta di Cikarang & ibunya Ihat Sholihat pegawai swasta yg dalam proses resign.

Pada hari ke 24 setelah arsyila lahir , kami menemukan kejanggalan pada perut bayi Arsyila. Perutnya membesar seperti perut kembung mengkilat dengan urat berwarna biru yang terlihat. Bayi Arsyila lalu dibawa periksa ke bidan Desa & diberi obat kembung biasa , tak puas dengan hasilnya pada hari berikutnya lalu diperiksa ke Bidan berbeda dan langsung diberi Rujukan ke Rumah Sakit di Purwakarta (2 September 2017). Dirawatlah selama hari 2 hari Rumah Sakit Karina Medika Purwakarta , Arsyila di diagnosa terkena Megacolon diaesase atau Hirschsprung.

Hirschsprung Disease adalah suatu kondisi langka yang menyebabkan feses menjadi terjebak di dalam usus besar. Hal ini terjadi karena ketiadaan sel-sel saraf di otot-otot sebagian atau seluruh usus besar bayi akibat proses pertumbuhan janin yang tidak sempurna dalam kandungan. Bayi baru lahir yang memiliki Megacolon congenital, nama lain penyakit Hirschsprung, akan mengalami kesulitan buang air besar, tinja banyak tertahan dalam usus besar sehingga terlihat perutnya membuncit (Bersumber dari: Penyakit Hirschsprung pada Bayi - Mediskus)

Dokter Spesialis Anak di RS Karina Medika menyarankan untuk melakukan diagnosa tingkat lanjut oleh Dokter Spesialis Bedah Anak. Maka dirujuklah Arsyila ke RS Hermina Pasteur Bandung pada tanggal 4 September 2017. Awal masuk ke RS Hermina Pasteur menggunakan biaya pribadi karena bayi Arsyila belum sempat didaftarkan dalam BPJS.

92c4613fb40f21d74ffe648c0da59ae29e187147

Selama perawatan di RS Hermina , Arsyila menjalani berbagai test untuk menentukan diagnosa akhir. Pada hari kedua dirawat untuk mengurangi perutnya yang buncit , dipasang selang karet (Kateter) yang masuk ke usus dari dubur , lalu dimasukan cairan NaCl hangat sembari memijat bagian perut untuk mengeluarkan kotoran (feses) & gas hasilnya perlahan perut dede arsyila mulai mengecil seiring dengan keluar gas & kotoran.

Hari ketiga dokter mengharuskan Arsyila untuk menjalani test Barium Enema di RS Sentosa untuk menentukan Positif terkena Hirschsprung atau tidak. Pada awalnya kami optimis arsyila tidak terkena Hirschsprung karena melihat gejalanya , dede arsyi tidak mengarah kesana.

43d99cbf19e426361c8eb08b77949199132230a5


Pengidap Hirschsprung gejalanya tidak bisa BAB berhari-hari & mulutnya muntah cairan berwarna hijau. Sedangkan dede Arsyi , BAB nya lancar (2-3x/hari ) , kencing lancar (8-10 x/hari) bahkan kentut pun lancar , muntah2 tidak ada hanya gumoh/muntah setelah disusui mungkin akibat kekenyangan ASI.

Tapi hasil test barium Enema berkata lain , arsyila dinyatakan positif Hirschsprung & diharuskan menjalani tindakan Operasi. Melihat hasil test Barium Enema posisi usus yang bermasalah di area sekitar dubur/anus sehingga diperlukan tindakan operasi untuk mengambil sel yg tidak berfungsi di sekitar dubur. Untuk melihat keadaan selnya diharuskan untuk melakukan test Biopsi.

Biopsi adalah tindakan diagnostik yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan atau sel untuk dianalisis di laboratorium, baik untuk mendiagnosis suatu penyakit atau untuk mengetahui jenis pengobatan atau terapi yang terbaik bagi pasien. Tindakan ini juga dikenal sebagai pengambilan sampel jaringan.

Sembari menunggu hasil test Biopsi saat ini arsyila sudah bisa dibawa pulang (13 September 2017) ke rumah di Purwakarta dan menjalani kontrol rawat jalan setiap minggu. Untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa dari dalam perut dilakukan prosedur wash out dengan cara memasukan selang karet (kateter) dari dubur lalu dimasukan cairan NaCl hangat , sehingga kotoran keluar secara perlahan. Prosedur ini diajarkan oleh Dokter Bedah Anak selama dirawat dan bisa dilakukan oeh saya & istri jika melihat perut Arsyila sudah mulai membesar.

a56fdf79d0424ba4331c3af2bd10c7eb5193e5f3


Selama perawatan di dua Rumah sakit (RS Karina Medika Purwakarta & RS Hermina Bandung) total biaya sudah menyentuh 30 juta rupiah , biaya tersebut berasal dari kantong pribadi sebanyak 10 Juta & sisanya berasal dari pinjaman ke tempat bekerja sebesar 20 Juta.Total biaya yang dikeluarkan hanya untuk perawatan & diagnosa awal untuk menentukan jenis operasinya , sebagian dana berasal dari pinjaman.

Pada tanggal 13 September 2017 kartu BPJS untuk Arsyila sudah keluar & berstatus aktif, tepat ketika arsyila keluar dari rumah sakit. Info awal saat masuk RS diinfokan bahwa untuk prosedur operasi diperlukan dana 20-30 juta , dengan estimasi tambahan 30- 40 Juta untuk perawatan pasca operasi. Jumlah ini didapat berkaca pada biaya terakhir kemarin saat dirawat & hasil sharing dengan beberapa orang tua yang bayinya pernah menjalani operasi penyembuhan hirschsprung.

Untuk tindakan medis selanjutnya akan diserahkan pada prosedur BPJS (dirujuk ke RS yang bekerja sama dgn BPJS entah itu RS Hasan Sadikin atau RS Sentosa Bandung) yang diharapkan akan mengcover secara perawatan medis & biayanya.

Walaupun nantinya diharapkan akan dicover oleh BPJS sebagai orang tua tentu kami was-was jikalau nantinya dibutuhkan dana cash , mengingat biayanya sangat besar. Karena kondisi sekarang dana dari tabungan sudah habis dan masih harus menanggung cicilan untuk pinjaman ke tempat bekerja sebesar 20 juta yg dipotong dari gaji setiap bulannya. Sedangkan arsyila pasti masih membutuhkan dana lebih sambil menunggu tindakan medis selanjutnya.

Oleh karena itu dana dari hasil campaign akan dipergunakan untuk persiapan awal jika terjadi hal-hal yang bersifat darurat/urgent dan membutuhkan dana yang bersifat cepat/cash untuk tindakan medis. Serta biaya yang akan digunakan selama kontrol dari Purwakarta ke Bandung sampai Arsyila menjalani tindakan operasi dan penyembuhannya.

Ayo bantu Arsyila melawan Hirschsprung !

Ayo bantu Arsyila demi kesembuhannya .....

Cara donasi:

1. Klik tombol berwarna merah “Beri Donasi”

2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran

3. Transfer ke nomer rekening yang muncul dan bantu sebarkan ke media sosial Anda

Terima kasih dan salam hangat,

Rimba Anggara Rusli & Ihat Solihat

085624943800 | WhatsApp 087879525200 | [email protected]

081288770458 | WhatsApp 081910050713 | [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (513)