BANGUN SD AL MAARIF 1 KLABINAIN DI SORONG PAPUA
BANGUN SD AL  MAARIF 1 KLABINAIN DI SORONG PAPUA

BANGUN SD AL MAARIF 1 KLABINAIN DI SORONG PAPUA

Rp 199.439.425
terkumpul dari Rp 500.000.000
908 Donasi 0 hari lagi


Cerita

BANGUN SD AL MAARIF 1 KLABINAIN DI SORONG PAPUA YANG HAMPIR ROBOH

Bangunan SD Al Maarif 1 Klabinain hanya terbuat dari balok kayu. Kini bangunan itu makin rapuh dan hampir roboh. Meski begitu, semangat belajar anak-anak suku Kokoda terus bersinar laksana cahaya mentari dari ufuk timur.

SD Al Ma’arif 1 Klabinain terletak di Kelurahan Maibo Kecamatan Aimas Kabupaten Sorong Papua Barat. SD ini adalah sekolah darurat yang dibangun karena adanya perpindahan suku Kokoda ke Maibo. Sekolah darurat ini didirikan atas inisiatif penduduk setempat—suku Kokoda—bersama para pengurus NU setempat supaya anak-anak suku Kokoda bisa tetap melanjutkan pendidikan.

Sejak awal didirikan, kondisi sekolah SD Al Ma’arif 1 Klabinain ini sangat memprihatinkan. Lantai sekolah masih beralaskan tanah. Dinding sekolah hanya terbuat dari balok kayu. Itupun dengan bahan kayu yang minim sehingga bangunan tak tertutup sempurna. Celah dinding kayu yang menganga lebar itu membuat angin dan debu silih berganti masuk. Belum lagi atap bangunan yang tak mampu menutupi langit-langit madrasah secara utuh, maka ketika hujan turun sudah dipastikan lantai yang masih beralaskan tanah liat itu becek penuh lumpur. Kursi dan bangku sekolah juga turut menyesuaikan cuaca. Kondisi seperti ini kerap menjadikan jam belajar harus diliburkan.

bb92fe9a5768bf526422546ef696a95879f2abad

“Bangunan reyot itu setiap harinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar sekolah. Ketika menjelang sore hari, siswa-siswi SD Al Ma’arif itu mengaji Al Qur’an di tempat tersebut,” kisah Pak Usman selaku pengajar.

Bangunan madrasah hanya memiliki tiga ruangan yang disekat dengan dinding kayu. Sekat pertama dipakai untuk jenjang kelas 1 dan kelas 2. Sekat kedua dipakai untuk jenjang kelas 3 dan 4. Sedangkan sekat ketiga untuk jenjang kelas 5 dan 6. Tak ada ruang guru, apalagi perpustakaan. Lebih parah lagi, belum tersedia toilet untuk siswa maupun pengajar.

b8eaea17bf11e90cc8831cae1a8797fbb75c8510

49880ebab4253000e9168f5a850a26f2abf97a07

Bustanin, salah satu anak didik SD Al Ma’arif yang kini duduk di kelas 5 bercerita kalau ruang kelasnya sering dimasuki debu dan juga rontokan dedaunan. Tak jarang ketika ia sedang menulis, buku tulisnya kotor dihinggapi debu. Apalagi jika rintik hujan mulai berjatuhan, tak hanya buku tulisnya yang basah, sekujur tubuhnya bisa turut basah kuyup.

Meskipun dengan kondisi serba kekurangan para pengajar dan ustadz yang mengajar tak pernah surut untuk menyebarkan ilmu. Jumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut hanya enam orang. Minimnya tenaga pengajar itu menjadikan satu guru harus mengajar dua kelas dalam waktu yang bersamaan. Ketulusan dan keikhlasan para pengajar ini memang tiada tara, walaupun tak dapat gaji yang sepadan, mereka tak patah arang.

18b0e52e871e0757643f5647fbdc2471c3dd633b

Untuk memenuhi sebagian nafkah keluarga, Pak Usman dan Pak Kaida, guru di sekolah tersebut juga bekerja sebagai kuli bangunan.

Melihat kondisi demikian NU CARE-LAZISNU berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana ini untuk rencana pembangunan beberapa ruangan, di antaranya, 6 ruangan untuk kelas, 1 ruang guru,1 perpustakaan, 1 gudang, dan toilet.

de0b84034e328f022d737ae2027967268f899409

21e5696dc334280ed6f5375f5ce729c5ee368229

0849608ee46f069a648df3ab5749274debaea141

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (908)