Kitabisa! - Bantu Pak Ngatiran Punya Jamban Sehat
Bantu Pak Ngatiran Punya Jamban Sehat

Bantu Pak Ngatiran Punya Jamban Sehat

Rp 3.838.338
terkumpul dari Rp 100.000.000
63 Donasi 0 hari lagi
Yayasan Dana Sosial Al Falah Malang
Akun telah terverifikasi

Cerita

“Jika buang air besar, saya melakukannya di tanah galian. Saya bingung karena tidak ada tempat lagi. Ketika malam kedinginan, ketika siang kepanasan. Mau bagaimana lagi, nyaman tidak nyaman sampah perut ini harus saya buang”, Pak Ngatiran.

Nama saya Ngatiran. Umur saya 56 tahun. Setiap hari saya digaji 30 ribu sebagai buruh tani yang kerjanya serabutan. Bukan petani, tapi buruh tani, yang waktu kerjanya sesuai panggilan. Istri dan 3 anak saya selalu menunggu manis dan menyambut hangat kepulangan saya dari ladang atau sawah tempat saya bekerja.

6bd2a3dd-6e32-472c-9ff0-0bb0b0459f98.jpg

Setiap mau buang air besar, saya harus berjalan 100 meter melewati tanjakan dan jalan bebatuan. Lokasinya memang terpisah jauh dari rumah, karena untuk meminimalkan terciumnya bau. Saya menyebut tempat pembuangan itu “cemplung” atau “jumbleng”, sebuah lubang pembuangan akhir yang dibuat dari susunan kayu atau batu bata. Di bawahnya, terdapat galian sebagai penampung kotoran atau septic tank.

KLIK LINK BERIKUT UNTUK MENGETAHUI CERITA LEBIH LANJUT DESA KEKURANGAN JAMBAN SEHAT

Tidak berhenti disitu, saya juga harus berjalan sejauh 200m menuju ke sumber air untuk memenuhi kebutuhan. Setiap hari, saya membawa 2 jurigen besar untuk diisi air bersih yang kemudian digunakan keluarga untuk memasak dan mandi. Jika kemarau tiba, air tentunya akan semakin kering. Kecilnya sumber air disebabkan karena pernah terjadi longsor di gunung yang dekat dengan tempat tinggal. Ya, kesulitan keberadaan air bersih masih menjadi masalah sehari-hari saya dan ratusan KK disini.

4bb4e046-ae4c-45ad-9429-83abceb34e4f.jpg

Masalah kesehatan masyarakat di desa memang telah menjadi bahasan krusial. Selain ditinjau dari tidak adanya jamban yang memadai dan sulitnya air bersih, juga diamati dari aspek angka kematian ibu, bayi, dan umur harapan hidup. Di tahun 2017, angka kematian ibu adalah 1, angka kematian bayi adalah 2, dan umur harapan hidup dilihat dari meningkatnya lansia di desa. Sebenarnya saya juga tidak mau terus berada di dalam kondisi yang seperti itu. Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat yang tidak layak selalu saya dan warga lainnya lakukan karena keterbatasan. Air bersih pun juga sulit didapatkan. Jadi mungkin sudah sewajarnya jika pencemaran lingkungan tidak bisa dielakkan. Diare, kolera, dan gatal-gatal mungkin sudah biasa. Mau bagaimana lagi, saya juga bingung.

4a4b39f3-8cf0-49b0-802c-1a1dca221d7c.jpg

Pak Ngatiran dan warga desa lainnya menginginkan mempunyai Jamban Sehat dan Sanitasi yang memadai. Dengan Klik tombol Donasi Sekarang, Anda telah membantu beliau dalam penyediaan Jamban Sehat serta menjadi bagian dalam mewujudkan Indonesia Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) 2019. Mari, bersama bantu mereka. Donasi kita, selamatkan lingkungan dan bebaskan BABS.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat dihububungi melalui
- https://bit.ly/TanyaYDSFMalang
http://www.ydsf-malang.or.id
- 081 333 951 332 (SMS/WA)
- IG @ydsf_malang

- FB ydsf Malang

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (63)