Kitabisa! - Baleendah: Selalu Tergenang Banjir Berbulan-bulan
Baleendah: Selalu Tergenang Banjir Berbulan-bulan

Baleendah: Selalu Tergenang Banjir Berbulan-bulan

Rp 20.442.821
terkumpul dari Rp 200.000.000
34 Donasi 0 hari lagi

Cerita

f629b0dcf58e57090de155dd8bf0262bdf808d3b.png

ebd5245d11bfadba603ef1c129de099c15c35084.png

Rasanya sakit di dada, melihat ibu-ibu, anak-anak, dan korban banjir mendorong-dorong lumpur, bisa 15 kali lebih dalam 4-5 bulan.

Bencana genangan banjir dialami berbulan-bulan. Setelah banjir besar, maka banjir sedang dan kecil, membuat tertutup lumpur. Selesai dibersihkan, datang lagi, lusa datang lagi, minggu depan datang lagi. Begi selama musim penghujan.

Ini menimbulkan frustasi yang panjang dan menyakitkan. Kami pelajari dan lihat, rendahnya dukungan negara dan munculnya sikap apatis. Karenanya kami berusaha melakukan erubahan untuk menggalang dana dan berusaha melakukan perbaikan.

Terbayangkah oleh kita jika rumah digenangi berbulan-bulan dan setiap hujan datang di musim hujan maka genangan semata kaki sampai seatap rumah bisa hadir kapan saja, ketika tengah malam, ketika bayi tengah tertidur lelap, orang tua tertatih-tatih untuk selamat dari banjir. Harta benda yang terkumpul hilang dalam semalam....

Menunggu dana Pemerintah atau Swadaya?.

"Sudah kami laporkan Pa dan akan ditindak lanjuti". Dan ini sudah kesekian puluh tahunnya. Memang ada sejumlah fasilitas dan saluran air, pintu air, dan lain-lain telah dibangun. Namun karena tidak komprensif, banjir menjadi sarapan pagi sepanjang musim penghujan.

Dari situ, kami bertekad untuk tidak menyerah dan tidak menunggu Pemerintah melakukannya. Kamilah yang harus memulai. Tidak akan berubah nasib kami terdampak banjir, kalau kami sendiri tidak berubah. Kami harus mengajak untuk meyakinkan bahwa masyarakat bisa membuat pintu air sendiri dan meningikan bantaran Citarum. Berbekal itulah kemudian kami mendorong warga, Pemerintah, untuk berbuat lebih seksama. Rasanya sulit diterima akal sehat, bencana banjir melanda suatu daerah puluhan tahun dan tidak ada solusinya......

Gerakan ini mulai bersambut, kami mulai identifikasi masalah dan kami harus mulai membangun.

Kami mulai merancang, dimana membuat proyek percontohan yang dirancang bersama komponen masyarakat untuk mengatakan, KAMI TAK MAU JADI KORBAN BANJIR SEPANJANG HIDUP.

fe80407b0fd3927bcaa73e801182450c192c60e6.png

Penggalangan dana.

Hampir setiap hari melewati jalan-jalan di Baleendah dan sekitarnya. Melihat bagaimana mereka hidup dalam genangan banjir. Sebagian pergi meninggalkan daerahnya, dan sebagian lagi hidup dalam kenestapaan musim penghujan dan sekaligus musim banjir. Yang terkena dampaknya, setengah rumahnya tertutup tanah dan banjir, berbulan-bulan lamanya. Penghuni rumah bisa harus membersihkan rumahnya lebih dari 15 kali dalam satu musim penghujan. Ibu-ibu yang seharusnya di dalam rumah, turrut bekerja bakti, mendorong-dorong lumpur agar keluar dari rumahnya dan keluar ke tepi jalan yang kemudian mampet karena tebalnya lumpur. Harta yang berhasil dikumpulkan kerap musnah. Bantuan pemerintah ibarat sinterklas, ketika ribut di media. Maka bantuan sikat gigit dan supermi spanduk kehadiran pejabat dan media seolah malaikat......
Sejumlah infrastruktur hancur dan penyelesaiannya hanya rencana dan janji. Namun realisasi berbulan-bulan kemudian adalah berjuang hari demi hari. Adakah saya harus duduk manis dan lewat dengan berpaling muka?. Adakah daya untuk sedikit dapat mengubah situasi yang dihadapi masyarakat berpuluh tahun lamanya.

Akankah berhasil?.
Kami hanya akan bekerja pada titik-titik tertentu yang sangat terbatas, namun diharapkan menjadi trigger untuk minat masyarakat agar tidak mudah menyerah pada banjir seolah menjadi kutukan dari leluhur.


eb3e7bc4c1123c69bc0634823b150e3d8d62b310.png

Hanya sebagian kecil saja yang dapat kami kerjakan, namun kami berjuang agar rakyat dan juga Pemerintah kemudian dapat mengatasi banjir yang seolah mentradisi. Kami harapkan menjadi anak panah solusi yang kemudian ada ribuan anak panah lain untuk benar-benar menyelesaikan masalahnya.

DALAM KERANGKA INILAH KAMI MENGETUK DONATUR UNTUK MENDUKUNG GERAKAN MELAWAN BANJIR.

Kamipun sadar bahwa bukan banjir besar yang dapat kami lawan, namun hanya banjir kecil yang membuat kami tergenang berbulan-bulan yang insya Allah dapat dibenahi.

Siapa Yang Dibantu :

Dana digalang bersama tokoh masyarakat setempat, seperti Garda Caah Pasundan, Warga Matahari Regensi, Warga terdampak di beberapa desa, dan berbagai komponen masyarakat yang bisa kami ajak untuk melakukannya. Di sisi lain, sebagai seorang geodet, saya mempelajari teknis yang mungkin bisa dilaksanakan. Karena masalah ini adalah masalah teknis dan sosial. Kami juga berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Namun, kami lebih fokus pada korban dan infrastruktur rumah, saluran air yang secara nyata dihadapi oleh masyarakat terdampak.

Kami juga mencoba bekerja sama dan mohon dukungan dari lembaga atau organisasi yang memberikan perhatian, seperti Merg IA ITB. Di sisi lain, sebagai anggota masyarakat juga harus menggalang dana agar tidak saling menunggu untuk hidup lebih baik.

Bagaimana Disalurkan
1. Prioritas, masalah sekunder teknis, seperti pemeliharaan saluran air yang tidak terurus, bantaran sungai yang bolong, yang tidak tersedia pada anggaran Pemerintah.

2.Posko Banjir, saat banjir besar tiba. Kami fokuskan pada kebutuhan yang lebih permanen, misalnya bantuan perahu, pembuatan dan penguatan bantaran sungai yang bolong, pintu air, dll.

3. Bantuan tambahan saat pembersihan banjir. Ketika orang melupakan banjir, nasib yang terpapar ketika infrastruktur rusak dan harta benda hilang oleh banjir.

4. Bantuan pada korban yang kehilangan mata pencahariannya.

5. Meningkatkan kesadaran bersama anggota masyarakat agar tidak mudah menyerah pada banjir tahunan yang begitu rutin dan harus percaya diri bahwa masyarakat korban akhirnya harus sanggup mengatasi sebagaian masalahnya sendiri.

Contoh kasus :
Beberapa foto di atas adalah bantaran sungai yang bocor sehingga air mudah masuk ke pemukiman. Kami juga melihat normalisasi Citarum yang aneh, sedimentasi dibuang ditepian sungai dan mempersempit muka air banjir. Ini menyadarkan kami bahwa belum nyata kesungguhan Pemerintah untuk membebaskan kami dari banjir.

Kami tidak ingin dieksploitasi untuk hidup digenangi banjir berbulan-bulan. Megapa begitu banyak ahli dan luar biasa besar tak menyelesaikan masalah. Bagi korban banjir, ini adalah realita yang menyakitkan.

No Corruption at all.

Kontak Detail :

1. Adji Kasrinandi, (Campainger, Divisi Teknik)
HP : 0852 879 54 209

email : [email protected], [email protected]
fb : adji kasrinandi

Sekarang tinggal di Bale endah (Matahari Regensi 15A, Kab. Bandung). Seorang pensiunan (former Asistant Managing Director PT Penerbit Erlangga - Jakarta), Tinggal di Baleendah mulai 2013, Pensiun 2009, dan bekerja sendiri sebagai pedagang telur puyuh, bebek asin, untuk menunjang kehidupannya.
Perhatian pada musibah banjir tumbuh ketika melihat sumber-sumber banjir yang tidak dikelola dengan baik dan lemahnya dukungan Pemerintah berpuluh tahun.

2. Asep Asmul Mulyana (Ketua Komunitas Atasi Banjir)
HP : 0853.1411.7054
email : [email protected], [email protected]


6e07bd4646be7b0641d6104c774d3b0dd9459ebb.png

Sungai Citarum yang limpas ke perumahan hanya akibat pendangkalan dan ketinggian di bawah bantaran sungai. Bantuan perbaikan infrastruktu lebih sering hanya janji. Kami menggalang dana untuk membereskan bantaran sungai yang bocor, agar banjir bisa minimal... agar kejadian agar rumah tidak hanya menjadi kuburan.

d945ccbefc545737a8204bc10ffee589fb5f3288.png

Kegiatan Kebencanaan Maret - April 2016 di Bandung Selatan.

Saat banjir mencapai puncaknya Tim relawan Baleendah bersama Tim Basarnas mengadakan Emerging Quick Response di daerah-daerah bencana

"Tanpa dukungan semua pihak donatur, pemerintah, dan yang berempati dalam perjalan kemanusiaan, kami pun tak punya arti apa-apa", Demikian Kang Asmul, motor penggerak kami menyampaikan. :"Kita, bukan kami"..

AYO DUKUNG KAMI, SETIAP RUPIAH ADALAH KABAR UNTUK HIDUP LEBIH BAIK, DARAH UNTUK MASA DEPAN KELUARGA DI SEKITAR TERDAMPAK CITARUM. Ayo. Kiranya ada kelapangan dan kemudahan rejeki... Terimakasih. Semoga Allah memberkahi usaha kami dan donasi para Sahabat adalah energi untuk membebaskan kami serta memilii harga diri untuk tumbuh di tengah masyarakat.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (34)