Kitabisa! - Ribuan Warga Konawe Utara Terkena Banjir Bandang
Ribuan Warga Konawe Utara Terkena Banjir Bandang

Ribuan Warga Konawe Utara Terkena Banjir Bandang

Rp 63.234.452
terkumpul dari Rp 100.000.000
1060 Donasi 0 hari lagi
Muh. Fadhil Attamimi
Akun telah terverifikasi

Cerita

5b0af6a2-a078-45f3-a7de-85b8dfbf83e3.jpg

Sekitar Pukul 07.00 WITA, Halisa (13) berangkat ke SD Negeri 3 Asera. Perempuan yang akrab disapa Sela ini diantar oleh ayahnya, Erwin, menggunakan sepeda motor.

Sebenarnya Sela adalah siswi kelas VII SMP Negeri 1 Asera, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara. Namun, sekolah ini rusak parah diterjang banjir. Karena itu, Sela harus menggunakan sekolah darurat di SDN 3 Asera.

Pagi ini, Sabtu (22/6), Sela mengikuti ujian kenaikan kelas. Sela tidak lagi menggunakan seragam sekolah. Dia hanya memakai baju kaos putih, dipadukan rok biru tua, kerudung cokelat, serta sendal jepit berwarna putih biru.

Tidak ada tas, apalagi buku. Hanya sebuah pena yang diselipkan Sela di roknya. Meski begitu, Sela masih tetap tersenyum saat berbincang dengan jurnalis kendarinesia.

"Rumahku hanyut. Sudah, mau di apa," ujar Sela.

3d394c44-c8a2-49b4-bebf-5ad1ef4537a5.jpg

Sela menunjukkan sekolahnya yang terendam lumpur akibat banjirPagi ini, Sela akan diuji mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sejak Senin (17/6), Sela mengikuti ujian di SDN 3 Asera dengan segala keterbatasan.

Ujian semester tahun ini bukan hanya menjadi ujian kenaikan kelas bagi Sela, tapi juga ujian mental. Ya, mental Sela harus diuji dengan menghadapi ujian di sekolah dengan beban pikiran karena rumahnya telah rata dengan tanah.

Hampir tak ada alat sekolah yang selamat. Semua disapu banjir bandang.

"Ya, saya ujian saja, tidak belajar lagi. Karena kan semua hanyut. Saya jawab saja yang saya ingat," terang Sela.


Rumah Sela terletak di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera. Ada 80 rumah di desa tersebut. 71 rumah rata disapu banjir bandang, sisanya porak-poranda tidak bisa lagi digunakan.

"Rumah 80 rata semua tinggal 9 rumah masih tersisa tapi tidak bisa lagi digunakan," kata Kepala Dusun 2 Desa Tapuwatu, Jusrawan, saat dijumpai di pengungsian.

18598490-aff8-4309-90d1-22a872f3fbb0.jpg

Seorang anak saat akan mengikuti ujian semester dengan pakaian seadanyaSungai Walsolo mulai meluap pada Senin, (3/6). Hari itu juga, warga sudah mengungsi di daerah yang lebih tinggi. Rabu dini hari (5/6), tepat pada hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, luapan Sungai Lasolo semakin ganas.

Menurut Erwin (35), ayah Sela, malam itu air sudah setinggi atap rumah. Tidak ada warga yang kembali ke rumah hingga hari ketujuh sejak sungai Lasolo mulai meluap.

Di hari ketujuh itulah, Erwin baru mengetahui rumah di pemukiman yang berada tepat di bantaran Sungai Lasolo itu hilang.

Kata Erwin, ada 80 kepala keluarga di Desa Tapuwatu yang merayakan Lebaran di pengungsian. Ada juga yang tidak melaksanakan salat Idul Fitri lantaran mereka tidak memiliki pakaian.

"Ya kayak saya ini tidak Lebaran. Bagaimana mau Lebaran, baju yang dipakai hanya baju di badan. Tidak ada yang lain," keluh Erwin.

411a1694-3ab4-482b-b284-1030b389b27a.jpg

Sela berdiri diantara puing-puing bangunan di perkampungannyaDerita Sela, Erwin, dan warga lainnya di Desa Tapuwatu makin parah dengan terputusnya akses ke desa itu. Akibatnya, bantuan dari pemerintah setempat tidak masuk.

Hingga hari ini, Sabtu (22/6), air sudah surut. Namun begitu, pemandangan di Tapuwatu sangat memprihatinkan. Yang nampak hanyalah beberapa puing bangunan dan hamparan tanah berlumpur. Pepohonan yang sebelumnya menjulang, kini tidak ada lagi.

Sela merupakan representasi dari anak sekolah di Tapuwatu. Mereka tetap ke sekolah meski dalam kondisi yang memprihatinkan demi mengejar cita-citanya.

"Saya nanti mau jadi dokter," kata Sela.

Diketahui, banjir menerjang Kabupaten Konawe Utara akibat meluapnya Sungai Lalindu, Sungai Walasolo dan Sungai Wadambali. Banjir bandang dan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di tujuh kecamatan.

9de37cd3-5155-4b39-89f6-579f6c3669af.jpg

Anak-anak terpaksa belajar di posko-pokso pengungsian dengan pakaian seadanyaKetujuhnya masing-masing Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Landawe, Kecamatan Langkikima, Kecamatan Oheo, Kecamatan Wiwirano dan Kecamatan Motui. Data BPBD, 2.207 kepala keluarga atau 8.489 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir.

Ayo bantu Sela dan anak-anak lainnya di Konawe Utara untuk bisa kembali bersekolah, kendarinesia kembali akan menggalangkan campaign lewat Crowdfunding KitaBisa.com bantuan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah mereka, mulai dari buku tulis, seragam sekolah, hingga kebutuhan rumah tangga. 

5d33aace-53b0-425b-8597-b927ac2aebe2.jpg

Sekolah yang terendam lumpur pasca bencana banjir bandang

12f3e4d6-3e82-4c74-9266-6109ab39f6e9.jpg20df8cf1-8f9b-4f8a-85ae-92fab047427c.jpg

Kondisi terkini pasca banjir bandan sultra

Lebih lengkapnya perkembangan warga Sultra dan Konawe Utara yang terkena banjir silahkan baca link berikut ini.

https://www.youtube.com/watch?...

https://kumparan.com/kendarine...

Mari berbagi sedikit saja rezeki kita untuk mereka yang membutuhkan. Cara Donasi:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih Bank (BNI/Mandiri/BCA/BRI/BNI Syariah/Kartu Kredit)
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya.

Atau Salurkan dengan lebih mudah via GO-PAY:

  1. Klik"DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih Metode pembayaran dengan GO-PAY
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya.

Sebarkan juga link ini untuk mengajak lebih banyak orang lagi agar bisa bantu warga Konawe Utara yang berada di pengungsian.

Barakallah,

News Room

https://kumparan.com/kendarinesia

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1060)