Kitabisa! - Bantu Abyan untuk bisa Bernafas Normal
Bantu Abyan untuk bisa Bernafas Normal

Bantu Abyan untuk bisa Bernafas Normal

Rp 242.646.147
terkumpul dari Rp 350.000.000
1415 Donasi 0 hari lagi

Cerita

ae20ec162e803e4f2a1bb54ba5e59129344ffc43

5499ddb06cb2688bffcf636dc79a6fe268140807


91b0758fa5b4aa0f9ba5ae028ba582f7238966d9

Hai Teman - teman kitabisa.com

Sebelumnya perkenalkan saya Marvin teman sekantor dari Kang Deni, disini saya bermaksud untuk membantu Kang Deni meringankan biaya pengobatan Abyan dalam menjalani Open Neck Surgery, mohon sangat doanya, uluran tangan dan kebaikan hati dari teman semua untuk membantu agar Abyan bisa bernafas secara normal dan bisa ceria kembali.

BANTU BYAN UNTUK BERNAFAS NORMAL

Perkenalkan namaku Muhammad Abyan Rasendriya. Nama panggilanku Byan. Aku lahir di Jakarta tgl 11 Oktober 2015. Saat lahir, suara tangisku tidak keluar, tubuhku membiru dan sempat menjalani perawatan intensif. Aku dirawat di incubator, pulse oxymeter ku rendah jadi untuk nafas aku dibantu dengan nasal oksigen. Kemudian untuk memenuhi nutrisi, aku dibantu selang sonde. Tanpa pemeriksaan yang berarti, seminggu setelahnya aku diizinkan untuk pulang.

Menginjak usia 4 bulan aku dinyatakan memiliki kelainan bawaan lahir Laryngeal Web. Pada kasusku, terdapat selaput dibelakang pita suara yang menutup 50% jalan nafasku. Sejak itu orang tuaku memilih untuk mengobservasi saja, setiap 2 bulan sekali jalan nafas ku diteropong untuk memastikan tidak ada penyumbatan lainnya. Namun pada 17 Maret 2016, aku mengalami obstruksi nafas saluran atas. Sehingga dilakukan prosedur darurat trakeostomi.

Aku menjalani tindakan release web pertama tanggal 21 Maret 2017, diketahui aku memiliki kelainan bawaan lahir lainnya, yaitu subglottik stenosis. Pada 27 April 2017 aku menjalani prosedur endoskopi, dinyatakan jalan nafasku membaik. Namun pada bulan Agustus 2017 hasil teropong terlihat selaput dibelakang pita suara ku ada kembali. 2 bulan kemudian, menjalani endoskopi, ditemukan sedikit granulasi di trakea, namun dokter menyatakan aku mampu bernafas tanpa kanul.

18 November 2017 dilakukan dekanulasi, dimana kanul dilepas dan aku kembali bernafas lewat hidung. Ternyata hanya mampu seminggu bernafas tanpa kanul, aku kembali mengalami obstruksi nafas saluran atas. Dimana web di pita suaraku kembali dan untuk pertama kalinya aku mengalami pneumonia, sehingga jalan nafasku tertutup. 26 November 2017 Aku menjalani rekanulasi darurat, trakeostomi kedua. Pada 7 Desember 2017 dilakukan release web kedua, namun hasilnya kurang baik.

Rencana operasi selanjutnya tertunda dikarenakan aku pneumonia pada Januari dan Maret 2018. 12 April 2018 akhirnya aku menjalani release web yang ketiga dan juga bronkoskopi, hasil operasi kali ini cukup mengkhawatirkan, penyempitannya semakin bertambah. Karenanya dokter di Jakarta menyerankan ke orang tuaku untuk membawa ku ke Kuala Lumpur untuk mencari opsi-opsi lain, agar aku bisa berprogress menuju kesembuhan.

Untuk mengetahui tindakan yang tepat agar aku bisa bernafas tanpa kanul, Dokter di Kuala Lumpur meminta mama papa setuju untuk dilakukan tindakan endoskopi dengan bius total terlebih dahulu. Kemudian nantinya akan dilakukan Open Neck Surgery, dimana akan menghabiskan waktu yang cukup lama di rumah sakit untuk pemulihan pasca operasi. Aku juga harus menjalani berbagai terapi disini. Untuk kelanjutan pengobatanku, aku ingin meminta bantuan Om Tante untuk meringankan biaya tagihan rumah sakit selama aku di Kuala Lumpur. Untuk biaya endoskopi, laringektomi, pemulihan ku selama di ICU dan berbagai terapi berkisar 350 juta.

Untuk info lebih lanjut om tante bisa hubungi kedua orang tua ku:

  • Nida’ul Husnayaini ( 081212268288 )
  • Deni Lambawa ( 082110812373 )

Terimakasih atas doa dan dukungannya ya Om Tante. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan melipat gandakan rezeki Om Tante semua. Amin.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1415)