Kitabisa! - Bantu Agnia dari Gizi Buruk
Bantu Agnia dari Gizi Buruk

Bantu Agnia dari Gizi Buruk

Rp 16.452.285
terkumpul dari Rp 50.000.000
75 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Cerita awal mula pertemuan dengan Agnia.

Saya dipertemukan oleh Allah dengan salah satu office girl di salah satu pusat kebugaran. Setiap akan memulai berolahraga, office girl tersebut memberikan senyuman sambil membersihkan ruangan yang akan dipakai untuk berolahraga. Akhirnya kami berkenalan. Suatu saat, mata office girl tersebut terlihat sembab. Saya bertanya perihal matanya yang sembab akhirnya dia menceritakan bahwa dia teringat anaknya di kampung, dia mengungkapkan bahwa anaknya tidak tumbuh dengan normal.

"Teh, saya selalu kepikiran si neng, pikiran saya tidak fokus saat bekerja,saya tahu saya tidak mungkin bisa mengobati si neng karena keterbatasan biaya, saya juga tidak bisa menjamin kesembuhan si neng, tapi Ibu mana yang tega membiarkan anaknya sakit, saya akan memperjuangkan kesembuhan si neng"

Mendengar itu hati saya terenyuh, saya tergerak untuk membantu, saya memang tidak memiliki banyak uang, tapi saya mungkin bisa menggalang donasi dan menyebarkan informasi. Tanggal 29 Oktober 2016 saya dan teman saya berangkat ke Kuningan untuk melihat kondisi Agnia sambil berbincang dengan neneknya.

===========================================================

Agnia Nurul Badriah adalah seorang anak perempuan berusia lima tahun yang mengalami kondisi Gizi Buruk sehingga pertumbuhannya terhambat. Tidak seperti anak seusianya, Agnia tidak dapat berlari lincah karena tubuhnya yang sangat kecil dan ringkih. Agnia hanya bisa terbaring seperti bayi. Karena pertumbuhannya yang terhambat, Agnia tidak dapat berbicara, dia hanya bisa menangis untuk mengungkapkan keinginannya.

6bfc125d791a313eef54103dd79ff1455299406c.jpeg

Kondisi Agnia yang kecil dan ringkih

Saat lahir, Agnia teridentifikasi telah keracunan air ketuban dari Ibunya. Bidan yang menangani proses kelahiran Agnia tidak memiliki perlengkapan medis dan pengetahuan yang memadai sehingga kurangnya penanganan. Setelah seminggu kelahirannya, Agnia kehilangan bobot secara drastis dan pertumbuhannya melambat.Pihak keluarga telah mengupayakan pengobatan untuk Agnia namun karena keterbatasan ekonomi, Agnia tidak memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Semenjak ayahnya berpisah dengan ibunya, Agnia dirawat oleh neneknya di kampung, tepatnya di Dusun Pahing, Desa Cikubangsari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hal ini dikarenakan Ibunya harus bekerja sebagai Office Girl di Ibu Kota untuk menghidupi keluarganya di kampung. Karena kurangnya informasi dan akses di kampung, Agnia tidak mendapatkan pengobatan yang layak.

73daf99ce652783097883dcc03ece662cb281afa.jpeg

Foto bersama Agnia saat kunjungan ke Dusun Pahing, Kuningan

Saat ini Agnia membutuhkan dukungan financial untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik dengan membawanya ke Rumah Sakit Pusat. Selain itu, Agnia juga membutuhkan asupan gizi khusus untuk menyokong pertumbuhannya. Untuk itu Agnia mengharapkan uluran tangan dari sahabat-sahabat semua untuk dapat mengupayakan tercapainya hal tersebut.

Sahabatku, mari bantu Agnia agar tumbuh normal seperti anak-anak lainnya.

Cara berdonasi :

  1. Klik tombol berawarna merah "Beri Donasi"
  2. Isi data diri dan cara pembayaran
  3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui sosial media anda.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (75)