Kitabisa! - BANTU ALYA BERDIRI TEGAK KEMBALI
BANTU ALYA BERDIRI TEGAK KEMBALI

BANTU ALYA BERDIRI TEGAK KEMBALI

Rp 41.754.579
terkumpul dari Rp 150.000.000
184 Donasi 0 hari lagi
Ahmad Zaki
Akun belum terverifikasi

Cerita

2010, Alya Safitri, gadis yang baru lulus SMA dan kini berusia 19 tahun itu mulai merasakan keanehan dalam tubuhnya. Namun, setelah memeriksakan kondisi dan mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, Alya tak kunjung merasakan perubahan yang membaik. Hingga ibunya, yang bekerja sebagai penjahit rumahan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil serangkaian tes yang dilakukan menunjukkan bahwa Alya menderita skoliosis, yakni kondisi melengkungnya tulang belakang secara tidak normal. Alya menjalani operasi pemasangan pen pada akhir tahun 2013.

8 bulan setelahnya, didapati kondisi pen Alya menonjol keluar di bagian leher. Operasi kedua pun dilakukan untuk memotong ujung pen yang keluar. Setelah itu, Alya merasa kondisinya baik-baik saja. "Semuanya baik-baik aja sampe pas Ramadhan aku ngerasa pen ku kayak mau keluar, tapi aku diemin aja karena emang nggak ada dananya buat periksa," ujar Alya yang dikenal ramah dan supel pada tim Relawan GerakBareng ketika dikunjungi pada 12 Februari lalu.

25eacee18ee53ef460c9cc6bacf4424de606c632

Awal Februari 2017, rasa sakit yang dirasakan Alya kian menjadi. Hasil pemeriksaan rontgen lumbalsacral ditemukan bahwa kondisi letak pen-nya sudah begitu mengkhawatirkan sehingga mengharuskan adanya tindakan operasi koreksi pen dan penambahan jumlah pen sesegera mungkin.

Alya yang juga dianugerahi dengan hanya satu lengan tangan kanan, mengeluhkan jari tangannya yang kaku akibat reumatik. Di usianya yang masih belia, jari telunjuk Alya sudah tidak berfungsi dengan baik dan kerap merasa ngilu akibat reumatik yang dideritanya.

Biaya yang diperlukan menjadi kendala besar bagi sang ibu yang hanya bekerja sebagai penjahit rumahan. Asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluarganya pun menunggak sejak 2014 lalu karena ketidakmampuannya membayar tagihan. Dengan izin Allah Subhanahuwata’ala, tagihan BPJS tertunggak Alya dan keluarga telah dilunasi oleh Komunitas GerakBareng. Meski begitu, BPJS tersebut baru bisa aktif digunakan kembali selang sebulan kemudian.

57042bf9c8c1eec86bbcc476dbbde633d488eef8

Dr. Rahyus Salim Sp.OT(K), selaku dokter spesialis tulang yang menangani Alya mengatakan bahwa kondisi Alya sangat rawan akan terjadinya infeksi karena tonjolan pen yang keluar dari tubuhnya. Mengingat kondisi Alya yang kian memburuk, dokter menyarankan tindakan segera dan tidak menunggu hingga status BPJS aktif agar tidak terjadi penyebaran infeksi di tubuh gadis belia itu. Tindakan debridement, remove implant, dekompresi dan koreksi kurva skoliosis yang menjadi agenda pengobatan Alya diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp 140.000.000 (seratus empat puluh juta rupiah), hal itulah yang kini menjadi kendala bagi keluarga Alya untuk kesembuhan putrinya.

Meski tengah berada kondisi yang seperti itu, Alya yang ramah, mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di universitas dan menjadi seorang motivator, serta wirausahawan yang bisa membantu kehidupan ekonomi keluarganya serta menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang banyak.

Ayo bantu Alya untuk sembuh dan tersenyum kembali demi terwujudnya cita-cita menjadi pengusaha.

Salurkan donasi terbaik sahabat melalui Komunitas GerakBareng (via Kitabisa.com) dan jadilah jembatan bagi kesembuhan Alya.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (184)