Kitabisa! - Tolong Buah Hati Ku Abidzar dari Stenosis Pilorus
Tolong Buah Hati Ku Abidzar dari Stenosis Pilorus

Tolong Buah Hati Ku Abidzar dari Stenosis Pilorus

Rp 40.960.534
terkumpul dari Rp 80.000.000
236 Donasi 0 hari lagi
nandini rafina
Akun belum terverifikasi

Cerita

55f157b5b5c8e916295b95ee200485ad6a579ae1

Assalamualaikum saya Nandini Rafina ibunda dari bayi mungil nan kuat. Saya sangat bahagia ketika dinyatakan hamil oleh Dokter Spesialis Kandungan di salah satu RS swasta di Bogor. Setiap bulan saya tidak pernah absen untuk mengetahui kesehatan janin yang ada dalam kandungan melalui USG, saya pun tidak pernah telat untuk minum vitamin yang diberikan oleh dokter. Dokter spesialis Kandungan saya selalu menjelaskan keadaan dan kesehatan calon bayi saya, beliau selalu berkata Alhamdulillah calon bayi ibu sehat dan perkembangannya bagus setiap bulannya. Pada umur kehamilan 33 minggu dokter menyarankan proses Sectio Caesar (SC) untuk kelahirannya. 37 minggu berlalu si bayi mungil nan kuat itu sudah tidak sabar untuk melihat dunia. Tepat pada hari Senin, 06 November 2017 merupakan hari yang paling membahagiakan untuk kami. Bayi laki laki yang kami beri nama Abidzar Rafanial Mulyadi terlahir secara SC (Sectio Caesar) di salah satu rumah sakit swasta di Bogor. Dokter rumah sakit tersebut membolehkan saya dan bayi Abidzar pulang ke rumah. Seperti bayi pada umumnya, bayi Abidzar mendapat asupan ASI. Karena asi yang saya hasilkan sangat sedikit, dokter pun menganjurkan saya untuk memberi asupan tambahan susu formula untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Abidzar.

014fb7fc94cbb5b44a784b18b128e06ceb3b9a50

Hingga usia Abidzar memasuki hari ke 19, dia mengalami gejala awal, seperti muntah muntah, saya membalur tubuhnya dengan minyak angin khusus bayi agar badannya hangat, tetapi muntah nya tak kunjung berhenti dan sejak saat itu pun bayi Abidzar tidak buang air besar. Saya dan suami membawa bayi Abidzar ke bidan terdekat agar cepat mendapat pertolongan, tetapi bidan setempat memberi pernyataan bahwa keadaan yang dialami bayi saya normal dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Tetapi muntahnya tetap berlanjut, bahkan muntah yang hebat hingga keluar dari hidung, saya dan suami cepat bergegas ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis, dokter menyarankan agar Abidzar harus menginap di rumah sakit. Dokter mendiagnosis Abidzar mengalami dehidrasi. Selang infus pun terpasang pada bayi mungil kami. Bayi kami mendapat perawatan di ruang perinatologi. Ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan perawatan bagi bayi. Layanan medis diberikan oleh dokter dokter spesialis anak dengan tenaga keperawatan yang terlatih.


Satu minggu bayi kami mendapat perawatan khusus, Abidzar mendapat asupan nutrisi dari infus dan asi yang saya hasilkan melalui pumping. Naik turun kondisi bayi kami saat itu, hingga dokter menyatakan Abidzar bisa kami bawa pulang. Sehari setelah Abidzar pulang, kondisinya kembali memburuk, bayi kami mengalami muntah yang hebat untuk ke sekian kalinya, kami memutuskan membawa bayi kami ke dokter spesialis anak yang ada di klinik.

Dokter tersebut menyarankan agar kami membawa Abidzar ke rumah sakit besar untuk mendapat penanganan lanjutan. Saat itu Abidzar langsung dimasukan ke IGD karena kondisi yang semakin lemah. Dokter pun menyarankan agar kami segera melakukan ct scan terhadap Abidzar. Setelah dibuktikan oleh hasil ct scan abdomen, babygram abdomen dan USG, Abidzar didiagnosis mengalami Stenosis Pilorus. Stenosis Pilorus adalah penyempitan pilorus, pilorus merupakan pembukaan di bagian bawah lambung yang terhubung dengan usus halus, pada pengidap penyakit ini, otot pilorus yang menjadi gerbang antara lambung dan usus mengalami penebalan dan penyempitan, akibatnya makanan tidak dapat masuk dan disalurkan.

Jika tidak ditangani secara seksama, stenosis pilorus berpotensi memicu kondisi serius pada bayi sehingga tidak ada nutrisi yang teserap oleh tubuh. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah dehidrasi, pertumbuhan yang terhambat, serta sakit kuning.

Setelah berkonsultasi dengan dokter bedah anak, Abidzar harus segera dioperasi. Pada tanggal 23 Desember 2017, pukul 07 pagi, Abidzar di operasi selama tiga jam. Pasca operasi hingga saat ini Abidzar masih berada di ruang NICU. Perkembangan Abidzar masih dipantau oleh dokter.

Sudah 18 hari bayi Abidzar mendapat perawatan di rumah sakit, dan selama di rawat, biaya perawatan bayi Abidzar tidak dicover oleh asuransi, suami saya merupakan seorang guru honorer, dan saya ibu rumah tangga. Atas kondisi ini, maka tanpa mengurangi rasa hormat, kami selaku orang tua dari Abidzar Rafanial Mulyadi memohon kerendahan hati dan kerelaan Bapak/Ibu dan saudara-saudari untuk dapat memberikan doa dan membantu meringankan beban materi kami agar Abidzar mendapatkan perawatan lanjutan secara optimal.

Untuk bantu Bayi Abidzar dengan cara sbb:

* Klik Tombol Merah "DONASI SEKARANG"

* Masukkan Nominal Donasi

* Pilih Metode Pembayaran, lalu Lanjut

* Transfer ke Nomor Rekening yang tertera

Kami juga mohon agar Anda mau memberitahu orang-orang baik lainnya untuk dapat menyebarkan kampanye donasi ini ke social networking Anda.

Apabila keperluan pengobatan bayi Abidzar sudah selesai, maka sisa dana dari hasil donasi akan kami salurkan kembali untuk para PEJUANG CILIK seperti Abidzar melalui yayasan, lembaga yang kredibel maupun melalui keluarga yang membutuhkan.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu dan saudara-saudari sekalian atas doa dan bantuan untuk bayi Abidzar. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan Bapak/Ibu berkali lipat. Amin Allahumma Amiin.

Salam kami, Ayah dan Ibu dari Abidzar :

Nandini Rafina & Deny Mulyadi.

Jika anda ingin bertanya lebih jauh, Anda dapat menghubungi kami melalui SMS atau WA:

0812 1208 7869 ( Nandini Rafina)

Email : [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (236)