Kitabisa! - Bantu Zea agar perutnya bs tertutup
Bantu Zea agar perutnya bs tertutup

Bantu Zea agar perutnya bs tertutup

Rp 170.405.292
terkumpul dari Rp 300.000.000
1842 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Halo #OrangBaik,

Perkenalkan, Saya Ali Fahmi, kesibukan Saya sehari-hari sebagai Staff Redaksi di sebuah Media Massa. Saya ingin menggalang dana untuk Perawatan dan Pengobatan untuk kesembuhan ananda Alzea Nashira Shanum atau baby zea.

Hubungan saya dengan baby zea adalah anak.

Ia sedang menderita penyakit Gastroschisis yang sudah diderita sejak masih dalam kandungan. Penyakit ini menyebabkan kondisi bagian perutnya menjadi tidak memiliki dinding/kulit perut, sehingga usus dan lambung berada di luar. Hingga saat ini, Ia masih menjalani perawatan dan pengobatan;

Sejak baru lahir, tanggal 26 Februari 2019 melalui Caesar, bayi langsung dilakukan tindakan :

  1. Operasi Pertama, 26 Februari 2019; sebagai tindakan pertolongan awal terhadap bayi. Karena kondisi tubuh  bayi kecil (1.898 Kg),  organ  tubuh  yang berada di luar perut  belum  bisa dimasukkan ke dalarn perut  bayi, jadi hanya  bisa dirapihkan di luar perut bayi dengan  cara dibungkus dan direkatkan di atas perut  bayi dibantu  dengan peralatan medis  lainnya,  diantaranya;  alat bantu  Oksigen dan  Infus) agar bayi tetap bisa bertahan hidup.

PASCA OPERASI I
PASCA OPERASI I
PASCA OPERASI I ASISI KANAN PASCA OPERASI I BSISI KIRI

Pasca Operasi Pertama: Bayi ditempatkan di Ruang NICU (Ruang Khusus Pasca Operasi) dalam Tabung Inkubator selama kurang lebih 1 Minggu. Setelah kondisi bayi sudah stabil, kemudian bayi dipindahkan ke Ruang Perawatan (masih dalam Tabung Inkubator untuk diberikan perawatan lebih lanjut dan tindakan percobaan) seperti:

a.  Pemberian ASI secara  bertahap;  2 CC kemudian 5 CC disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi bayi dalam menerima ASI ke dalam lambungnya melalui selang dari mulut  bayi.

b.   Pengurangan level penggunaan alat bantu Oksigen secara  bertahap.

2.  Operasi  Kedua, 13 Maret  2019; Setelah  kondisi bayi sudah  lebih kuat dan stabil serta organ tubuh yang berada di luar sudah mengecil dan memungkinkan masuk  ke dalam  perut,  dilakukan  tindakan Operasi Lanjutan dengan tujuan memasukkan kembali organ tubuh yang berada di luar pada  tempat yang semestinya ke dalam  perut.

Pasca Operasi Kedua, Bayi ditempatkan di Ruang NICU dengan Tabung Inkubator dalam kondisi terbius selarna 2 hari untuk mencegah aktivitas bayi; pasca operasi. Saat itu bayi masih dalam perawatan dengan Tabung Inkubator dalam kondisi organ tubuh yang berada di luar sudah masuk ke dalam perut bayi.

Hari Minggu pagi, 17 Maret 2019 Kondisi bayi ngedrop dalam keadaan kritis. Saat itu kondisinya belum membaik meski alat bantu medis sudah difungsikan secara maksimal (100%), Denyut jantung melemah dan tubuh bayi membengkak. - Diberikan alat pemicu denyut jantung 1 kali, (Maksimal pemberian obat tersebut adalah 3 kali).

Menurut analisa Dokter Spesialis rumah sakit yang menangani proses operasi, kemungkinan pembengkakan tubuh bayi terjadi disebabkan oleh bakteri yang membuat usus dan lambungnya terinfeksi (pada saat usus dan lambungnya berada di luar tubuh ketika bayi lahir, sebelum tindakan Operasi Pertama).

PASCA OPERASI II A
PASCA OPERASI KEDUA AINFEKSI & PEMBENGKAKAN

Setelah di ruang perawatan dan mengalami pembengkakan, akhirnya mengakibatkan perut yang telah dioperasi mengalami robek yang tidak beraturan, sehingga bayi pup dari anus dan perut juga. Karena kondisi ini mengharuskan bayi memakai Stomabag (Kantong untuk menampung pup / kotoran lewat perut) karena bocor dari perut yang robek. Sehingga berat badan bayi mengalami penurunan drastis (1,5 Kg) disebabkan ASI yang dimasukkan ke lambung melalui selang (OGT) belum sempat dicerna oleh usus sudah keluar melalui perut yang bocor tersebut.

PASCA OPERASI II B
PASCA OPERASI KEDUA BKEBOCORAN USUS

Pada hari Rabu sore, 18 Maret 2019 saat kondisi bayi dicek dengan peralatan medis, ternyata ada perdarahan di bagian kepala.

3. Operasi Ketiga, 14 April 2019; Operasi berjalan lancar, perut bayi sudah tertutup rapi dan ditempatkan di Ruang NICU selama 4 hari dalam kondisi dibius dan puasa. Kemudian dipindahkan ke Ruang Perawatan.

PASCA OPERASI III
PASCA OPERASI KETIGAPENUTUPAN PERUT

Tanggal 21 April 2019; Tindakan Lumbal Fungsi (untuk cek darah terkena kuman atau tidak) yang kedua kalinya dengan cara diambil cairan dari tulang belakang. Ternyata, darah bayi sudah terkontaminasi oleh kuman sampai ke otak sehingga membutuhkan cairan antibiotik khusus yang beda dari antibiotik biasanya, selama 21 hari. Kurang lebih 1 minggu, bayi mengalami muntah-muntah, setiap kali diberikan ASI atau susu formula dan tambahan HMF (Suplemen penambah berat badan), keluar lagi dari mulutnya. Mungkin disebabkan pemberian ASI yang sudah bertambah (45 CC x 10 per hari).

Tanggal 6 Mei 2019; Tindakan Radiologi; kondisi bayi dicek, apakah penyebab muntah-muntah; apakah dari lambung / usus atau karena susu formula yang diberikan tidak cocok. Sementara ini, masih menunggu hasil dari Radiologi. Kondisi sekarang perut bayi kembung dan pup mengeluarkan darah sehingga Dokter menyarankan agar bayi dipuasakan dulu, tapi tetap diberi infus.

Menurut Dokter, untuk sementara ini disimpulkan bahwa usus bayi yang rapuh mengalami kebocoran di dalam perut dan mengalami luka sehingga mengakibatkan pupnya bercampur darah sehingga dianggap perlu dilakukan Tindakan Operasi Lanjutan. Namun kesimpulan ini belum bisa dipastikan, masih menunggu hasil dari Radiologi.

9e7174bf-8755-4c54-9f2b-2d3f8e1bfc88.jpg

  Kondisi terbaru Dd Zea (05 Mei 2019)

Jika teman-teman ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi Saya di 0822 1788 6883 (Ibunda Zea / Nuraenisa Dwisri Galluh) atau 0878 8669 0507 (Ali Fahmi).

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #OrangBaik.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1842)