Kitabisa! - Aria 14Th Hidup yatim piatu & Menghidupi 2 Adiknya
Aria 14Th Hidup yatim piatu & Menghidupi 2 Adiknya

Aria 14Th Hidup yatim piatu & Menghidupi 2 Adiknya

Rp 15.629.430
terkumpul dari Rp 15.000.000
74 Donasi 0 hari lagi
Dian Saputra
Akun belum terverifikasi

Cerita

Saya Putra (30th), seorang pekerja di salah satu Bank BUMN di Bali, Saya lahir di Kabupaten Jembrana, Bali - Bagian Barat, saat ini saya berkantor di Denpasar dan saya tinggal di Gianyar - Belah Batuh.

Motivasi saya untuk menggalang dana ini, karena saya ingin membantu adik-adik kita yang merupakan tiga bersaudara dengan usia sama-sama belia, bahkan ada masih balita, harus menjalani kerasnya kehidupan tanpa orangtua. Mereka hidup bersama dengan segala kekurangan dan jauh dari keramaian.

Nasib I Nyoman Ariya (14), I Ketut Sana (12), dan I Wayan Sudirta (4,5) mungkin tak seberuntung anak-anak seusianya.

00a29ffc6b9a4afb44cf2439a5cc0cec06c5e4d0.png

Di saat anak-anak yang lain bisa menikmati hidup bersama keluarga tercinta, Ariya dan adik-adiknya justru harus kehilangan kasih sayang orangtua.

Ariya, Sana, dan Sudirta ditinggal ayah dan ibunya.

Ayahnya, I Nyoman Koka, meninggal dunia lima tahun lalu karena sakit. Sedangkan ibunya, Ni Wayan Sriyani, memilih untuk menikah lagi dan meninggalkan mereka bertiga.

Adapun kakak tertuanya, I Nengah Santa, merantau ke Jembrana, Bali.

Mereka hidup bersama di gubuk yang jauh dari keramaian, di tengah Bukit Puncak Sari, Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Hanya dua ekor anjing penjaga rumah yang setia mendampinginya.

Mereka hidup serba kekurangan.

Walaupun serba kekurangan, tiga anak ini tampak bahagia menjalani hari-harinya.

Mereka menjalani aktivitas secara bersama dengan rukun, dan suka ria.

Ariya dan Santa pun tetap semangat untuk menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Mereka rela berjalan kaki cukup jauh.

Ke sekolah dengan seragam lusuh, tanpa memakai sepatu hanya beralas sandal.

Ariya pun terpaksa membawa si kecil Sudirta ikut ke sekolah karena tak mungkin ditinggal sendirian di rumah.

Bahkan ikut ke dalam ruangan kelas.

”Sudah lama ia ikut ke kelas. Saya hanya meminta dia diam agar tak mengganggu yang lain,” tutur Ariya.

Selama di kelas, Sudirta ikut duduk sebangku dengan Ariya.

untuk menghidupi 2 orang adiknya dan kebutuhannya sehari-hari, selepas sekolah Ariya kerja serabutan seperti tukang panjat pohon kelapa, tukang sabit rumput dan lain sebagainya, berita tentang Ariya juga sudah dimuat di beberapa koran lokal - salah satunya Tribun Bali.

dengan kondisi tersebut tergerak hati kami untuk menggalang dana dari Rekan-rekan yang baik hati dan budiman, setidaknya membantu meringankan biaya sekolah untuk Ariya dan adik-adiknya.

Donasi yang telah terkumpul akan kami antar langsung ke Tempat tinggal Ariya di Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. setelah tanggal 31 Oktober 2016.

Contact Persons

Putra

081916614153

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (74)