Bantuan Belajar untuk Adik-Adik Sekolah Sungai
Bantuan Belajar untuk Adik-Adik Sekolah Sungai

Bantuan Belajar untuk Adik-Adik Sekolah Sungai

Rp 1.907.715
terkumpul dari Rp 10.000.000
29 Donasi 84 hari lagi


Cerita

Demi mencegah penyebaran COVID-19, pembatasan sosial dilakukan di hampir semua sektor, tak terkecuali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Anak-anak diwajibkan belajar secara daring dari rumah. Namun demikian, belum semua anak di Indonesia bisa menjalani kegiatan sekolah daring dengan layak, baik karena kurangnya sarana seperti gawai dan paket data internet maupun prasarana seperti situasi belajar yang kondusif di rumah dan orang tua yang mampu mendampingi selama kegiatan sekolah daring.


Hal ini yang terjadi pada tiga komunitas masyarakat rentan binaan Project Child Indonesia; yaitu masyarakat di bantaran Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong di jantung Kota Yogyakarta. Masyarakat rentan dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 20.000,00 dalam sehari per keluarga sehingga terpaksa menerapkan “What we earn today, we spend today”. Fakta bahwa mereka tidak aman secara finansial serta bertempat tinggal di zona riskan, membuat masyarakat ini rentan terhadap bencana alam, bencana buatan manusia, termasuk pandemi virus Corona yang sedang merebak saat ini. Minimnya pendapatan harian mereka membuat para orang tua fokus untuk mencari nafkah dan tidak bisa mendampingi putra-putrinya untuk belajar daring secara maksimal.

Ibu nggak bisa nemenin aku sekolah karena harus ngurus adik. Ibu juga jadi marah-marah terus,” ujar Lani, anak berusia 11 tahun yang tinggal di Dusun Gowok, tepi Sungai Gajahwong.

Anak saya sekolah online pakai HP ayahnya. Kalau HP-nya dibawa ayahnya pergi, mengerjakan tugas sekolahnya harus ditunda,” kata Bu Santi, seorang warga Kricak Kidul, tepi Sungai Winongo.


Menanggapi hal tersebut, Project Child Indonesia, sebuah organisasi non-profit yang berfokus di bidang pendidikan non-formal dan kesehatan anak, berinisiatif untuk mengadakan program Learning Assistance. Program ini berisi kegiatan pendampingan belajar anak-anak oleh para relawan secara daring (50%) dan luring (50%) dengan materi pembelajaran matematika, sains, dan bahasa Inggris yang disesuaikan dengan level kelas masing-masing anak. Selain itu, kami juga telah membuka kesempatan untuk donasi gawai bekas dan penggalangan dana untuk memberikan paket data internet kepada semua anak di ketiga komunitas tersebut untuk kegiatan sekolah daring sampai akhir semester ini.


Orang baik, kami butuh bantuanmu untuk melaksanakan program Learning Assistance ini dengan lebih baik lagi agar anak-anak dan keluarga di bantaran Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong bisa sekolah daring lebih layak lagi. Bantuan darimu akan disalurkan dalam bentuk paket data internet untuk sekolah daring anak-anak dan sebagian akan dialokasikan untuk biaya operasional kegiatan Learning Assistance.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler

Maaf terjadi kesalahan. Cobalah beberapa saat lagi. Coba lagi


Donasi (29)


Fundraiser