Kitabisa! - Bantu Angga Cepat Pulih
Bantu Angga Cepat Pulih

Bantu Angga Cepat Pulih

Rp 100.087.329
terkumpul dari Rp 100.000.000
1139 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Hi Kitabisa,

Halo Kitabisa, saya mau galang dana untuk biaya pengobatan. Berikut informasinya

Nama lengkap: Roesnia Anggraini

Nama pasien/penerima manfaat: Irsan Erlangga

Status/relasi: Adik Kandung

Penyakit yang diderita: Gagal paru-paru

Rumah Sakit: Ruang ICU-RSCM

Berikut adalah kronologi terjadinya pristiwa yang dialami Angga menjadi terdiagnosa Gagal Paru-paru:

Tepat pada tgl 1 Juni 2019, adik kandung saya Irsan Erlangga (Panggilan nya Angga) mengalami tabrakan ganda bersama dengan Mitra grab dikawasan Jalan Denpasar 18, Jaksel atau tepatnya dibelakang plaza 89. Adik saya mengendarai motor sendirian, dikala adik saya masih sadar dan bercerita denganku. Dia dari jauh (Arah setiabudi menuju dharma wanita) melihat mobil tersebut, namun diwaktu yang berdekatan mobil tersebut putar balik kearah setiabudi, dan tabrakan tak terhindarkan. Adikku dibawah ke RSCM pukul 02.50Am oleh supir tersebut. Keadaanya sadar, namun yang dikeluhkan hanyalah sesak dada dan sulit bernafas. Taklama hasil rontgen keluar, yang menyatakan bahwa adanya bercak darah di paru2 adikku. 

Kalimat yg diucapkan adikku selain menceritakan kronologi yg ditimpahnya, dia hanya mengeluh “Pah dada angga sakit pah, angga gak perlu penyanggah leher ini pak. Angga cuman ngerasa dada sesak banget pak...”

Kondisi kian drop adikku batuk berdarah, dokter meminta keluarga untuk ttd tindakan selanjutnya, yaitu memasukan selang kedalam paru2Nya. Hal ini guna melakukan “penyedotan” darah yang menggenangi paru-parunya.

Jujur disini saya sebagai tulang punggung keluarga, segala tindakan dan keputusan orang tua saya bergantung kepada saya apalagi masalah biaya. Saya tidak banyak pikir, karna saya sangat menginginkan kesembuhan adik saya maka saya approved tindakan tersebut.

Sbagai catatan, prosedure klaim kecelakaan jasaraharja memerlukan laporan kepolisian. Setelah saya approved tindakan, saya berangkat ke polsek setiabudi namun tidak bisa membuat laporan kecelakaan. Lalu saya berangkatlah ke Polantas pancoran. laporan telah di submit.

Setelah itu, saya menerima telpon dari bapak saya. Kali pertama mendengar beliau menangis “Anggi, skrg dimana? ke RSCM ya skrg.. kondisi angga tidak stabil”

Lantas pukul 12.05 kala itu saya langsung ke RSCM. Tepat di IGD saya melihat adik kandungku yang akan berulang tahun 19th pada 26 juli mendatang. Tekapar lemah dan sesekali kejang. Bapak saya sedang ke bank darah untuk transfusi darah karna Hb adik saya kala itu 4.7 (normalnya 12-an).

Kondisi semakin drop, alhasil 1 dari lebih 7 dokter di ruang IGD tersbut memanggil saya. “Kami harus mengambil tindakan yaitu operasi untuk menyumbat dan menstop pendarahan yg terjadi, karna apa? jika dibiarkan darah tersebut dapat menggenangin jantung dan bisa komplikasi. Kami butuh approval dari keluarga.”

Kembali, bapakku pasrahkan kepada diriku.

Tujuanku hanyalah ingin angga pulih, ingin angga normal lagi. Maka dengan bismillah aku tanda tangan tindakan tersebut. Dan operasi pun berjalan pada pukul 17.01. Namun sebelumnya doker berkata. “Risko terbesar adalah meninggal, karena apa? Adapun beberapa faktor yaitu:

  1. Perjalanan dari ruang IGD ke ruang operasi. Memakan waktu.
  2. Kondisi fisik adikmu yang tidak stabil.
  3. Proses menunggu dokter anestesi/&bedah, menyiapkan alat operasi, dll. Memakan waktu.
  4. Pendarahan dimeja operasi.

Tidak ada kata tidak setuju atas tindakan tersbut karna kondisi kami disini serba salah, dan pasrah pada Allah. Bismillah kami menerima ikhlas. Dengan segala resiko kami terima demi kesembuhan Angga.

Operasi berjalan, kami bolak balik ke bank darah-IGD RSCM lebih dari 7 kali dengan berkantong2 darah. Untung saja persediaan darah untuk Angga masih banyak karena dia golongan darah O.

Setelah itu, sekitar pukul 22.43pm dokter membuka pintu operasi dan berkata “mau selamat kan anaknya pak? kami membutuhkan alat untuk paru2 nya, jadi paru2 kiri bawahnya telah kami potong dikarenakan penyebab terjadinya pendarahan. Dan asalkan bapak tau ya, alat untuk paru2 tersebut 29juta. Itu hanya alat saja belum termasuk tindakan operasi dan obat di meja operasi ini kemungkinan bisa 60-70juta. satu lagi BPJS tidak bisa mengcover sepenuhnya ya apalagi jasa raharja paling brp sih pak yg dicover 20juta mungkin.”

Spontan kami lemas.. kembali lagi, Bapak saya melimpahkan kepada saya karna sayalah tulang punggung mereka. Tanpa pikir panjang, saya hanya ingin adik saya sembuh dan pulih. saya pun setuju. Meskipun saya tidak tau uang dari dimana nantinya.

Pukul 23.45am adikku selesai dioperasi pengangkatan paru2 kiri bawah dan penanaman alat paru2. Jadi, Adikku sudah tidak memilki paru2 kiri bagian bawah yang menyebabkan pendarahan.

Pukul 08.44am tgl 2 Juni 2019, aku dipanggil dokter dan ternyata pasca operasi bisa saja kemungkinan komplikasi lain. Dan benar ternyata, hasil rontgen pagi tadi paru2 kanan adikku mengalami memar dan membutukan tindakan “pembolongan/penyedotan” cairan didalam dada adikku. Kembali, saya approved.

Pihak mitra grab bernama bapak Sukron dengan plat nomer B 2191 BZD, bertanggung jwb membawa adik saya ke RS. Namun secara financial pastinya hanya mengandalkan BPJS dan jasaraharja. Untuk biaya diluar tersebut pastinya begtu banyak sekali.

Sudah jelas biaya kamar/mlm untuk Ruang Rawat ICU per malam 2juta. Dan masih banyak tindakan yang tak terduga akibat komplikasi. Status terkini (3 Jun 2019) Adikku masih belum melewati fase kritisnya.

Saya dan keluarga tdk bisa mengandalkan abang grab yg memiliki keuangan terbatas, kami membutuhkan orang baik yang dapat membantu agar adikku Irsan Erlangga dapat pulih dan menjalani aktifitas kembali.

Angga memiliki mimpi, angga mau kuliah dan angga masih ingin membahagiakan orang tua nya. 

Saya selaku kakak kandung dari Angga, memohon sekali kepada team Kita bisa untuk support angga kembali pulih. Estimasi biaya yang diperlukan untuk memulihkan Angga kurang lebih Rp 100jt (Untuk biaya tak terduga saat pengobatan dan/pasca pemulihan diluar bpjs) Kami ingin keluarga kami dapat merasakan suka cita Lebaran. Kami ingin Anggaku pulih.

Please reach me on WA

085776435399 - Anggi

Please kindly your feedback!

Regards,

Anggi

Hi Kitabisa,

Halo Kitabisa, saya mau galang dana untuk biaya pengobatan. Berikut informasinya

Nama lengkap: Roesnia Anggraini

Nama pasien/penerima manfaat: Irsan Erlangga

Status/relasi: Adik Kandung

Penyakit yang diderita: Gagal paru-paru

Rumah Sakit: Ruang ICU-RSCM

Berikut adalah kronologi terjadinya pristiwa yang dialami Angga menjadi terdiagnosa Gagal Paru-paru:

Tepat pada tgl 1 Juni 2019, adik kandung saya Irsan Erlangga (Panggilan nya Angga) mengalami tabrakan ganda bersama dengan Mitra grab dikawasan Jalan Denpasar 18, Jaksel atau tepatnya dibelakang plaza 89. Adik saya mengendarai motor sendirian, dikala adik saya masih sadar dan bercerita denganku. Dia dari jauh (Arah setiabudi menuju dharma wanita) melihat mobil tersebut, namun diwaktu yang berdekatan mobil tersebut putar balik kearah setiabudi, dan tabrakan tak terhindarkan. Adikku dibawah ke RSCM pukul 02.50Am oleh supir tersebut. Keadaanya sadar, namun yang dikeluhkan hanyalah sesak dada dan sulit bernafas. Taklama hasil rontgen keluar, yang menyatakan bahwa adanya bercak darah di paru2 adikku. 

Kalimat yg diucapkan adikku selain menceritakan kronologi yg ditimpahnya, dia hanya mengeluh “Pah dada angga sakit pah, angga gak perlu penyanggah leher ini pak. Angga cuman ngerasa dada sesak banget pak...”

Kondisi kian drop adikku batuk berdarah, dokter meminta keluarga untuk ttd tindakan selanjutnya, yaitu memasukan selang kedalam paru2Nya. Hal ini guna melakukan “penyedotan” darah yang menggenangi paru-parunya.

Jujur disini saya sebagai tulang punggung keluarga, segala tindakan dan keputusan orang tua saya bergantung kepada saya apalagi masalah biaya. Saya tidak banyak pikir, karna saya sangat menginginkan kesembuhan adik saya maka saya approved tindakan tersebut.

Sbagai catatan, prosedure klaim kecelakaan jasaraharja memerlukan laporan kepolisian. Setelah saya approved tindakan, saya berangkat ke polsek setiabudi namun tidak bisa membuat laporan kecelakaan. Lalu saya berangkatlah ke Polantas pancoran. laporan telah di submit.

Setelah itu, saya menerima telpon dari bapak saya. Kali pertama mendengar beliau menangis “Anggi, skrg dimana? ke RSCM ya skrg.. kondisi angga tidak stabil”

Lantas pukul 12.05 kala itu saya langsung ke RSCM. Tepat di IGD saya melihat adik kandungku yang akan berulang tahun 19th pada 26 juli mendatang. Tekapar lemah dan sesekali kejang. Bapak saya sedang ke bank darah untuk transfusi darah karna Hb adik saya kala itu 4.7 (normalnya 12-an).

Kondisi semakin drop, alhasil 1 dari lebih 7 dokter di ruang IGD tersbut memanggil saya. “Kami harus mengambil tindakan yaitu operasi untuk menyumbat dan menstop pendarahan yg terjadi, karna apa? jika dibiarkan darah tersebut dapat menggenangin jantung dan bisa komplikasi. Kami butuh approval dari keluarga.”

Kembali, bapakku pasrahkan kepada diriku.

Tujuanku hanyalah ingin angga pulih, ingin angga normal lagi. Maka dengan bismillah aku tanda tangan tindakan tersebut. Dan operasi pun berjalan pada pukul 17.01. Namun sebelumnya doker berkata. “Risko terbesar adalah meninggal, karena apa? Adapun beberapa faktor yaitu:

  1. Perjalanan dari ruang IGD ke ruang operasi. Memakan waktu.
  2. Kondisi fisik adikmu yang tidak stabil.
  3. Proses menunggu dokter anestesi/&bedah, menyiapkan alat operasi, dll. Memakan waktu.
  4. Pendarahan dimeja operasi.

Tidak ada kata tidak setuju atas tindakan tersbut karna kondisi kami disini serba salah, dan pasrah pada Allah. Bismillah kami menerima ikhlas. Dengan segala resiko kami terima demi kesembuhan Angga.

Operasi berjalan, kami bolak balik ke bank darah-IGD RSCM lebih dari 7 kali dengan berkantong2 darah. Untung saja persediaan darah untuk Angga masih banyak karena dia golongan darah O.

Setelah itu, sekitar pukul 22.43pm dokter membuka pintu operasi dan berkata “mau selamat kan anaknya pak? kami membutuhkan alat untuk paru2 nya, jadi paru2 kiri bawahnya telah kami potong dikarenakan penyebab terjadinya pendarahan. Dan asalkan bapak tau ya, alat untuk paru2 tersebut 29juta. Itu hanya alat saja belum termasuk tindakan operasi dan obat di meja operasi ini kemungkinan bisa 60-70juta. satu lagi BPJS tidak bisa mengcover sepenuhnya ya apalagi jasa raharja paling brp sih pak yg dicover 20juta mungkin.”

Spontan kami lemas.. kembali lagi, Bapak saya melimpahkan kepada saya karna sayalah tulang punggung mereka. Tanpa pikir panjang, saya hanya ingin adik saya sembuh dan pulih. saya pun setuju. Meskipun saya tidak tau uang dari dimana nantinya.

Pukul 23.45am adikku selesai dioperasi pengangkatan paru2 kiri bawah dan penanaman alat paru2. Jadi, Adikku sudah tidak memilki paru2 kiri bagian bawah yang menyebabkan pendarahan.

Pukul 08.44am tgl 2 Juni 2019, aku dipanggil dokter dan ternyata pasca operasi bisa saja kemungkinan komplikasi lain. Dan benar ternyata, hasil rontgen pagi tadi paru2 kanan adikku mengalami memar dan membutukan tindakan “pembolongan/penyedotan” cairan didalam dada adikku. Kembali, saya approved.

Pihak mitra grab bernama bapak Sukron dengan plat nomer B 2191 BZD, bertanggung jwb membawa adik saya ke RS. Namun secara financial pastinya hanya mengandalkan BPJS dan jasaraharja. Untuk biaya diluar tersebut pastinya begtu banyak sekali.

Sudah jelas biaya kamar/mlm untuk Ruang Rawat ICU per malam 2juta. Dan masih banyak tindakan yang tak terduga akibat komplikasi. Status terkini (3 Jun 2019) Adikku masih belum melewati fase kritisnya.

Saya dan keluarga tdk bisa mengandalkan abang grab yg memiliki keuangan terbatas, kami membutuhkan orang baik yang dapat membantu agar adikku Irsan Erlangga dapat pulih dan menjalani aktifitas kembali.

Angga memiliki mimpi, angga mau kuliah dan angga masih ingin membahagiakan orang tua nya. 

Saya selaku kakak kandung dari Angga, memohon sekali kepada team Kita bisa untuk support angga kembali pulih. Estimasi biaya yang diperlukan untuk memulihkan Angga kurang lebih Rp 250juta (Untuk biaya tak terduga saat pengobatan dan/pasca pemulihan) Kami ingin keluarga kami dapat merasakan suka cita Lebaran. Kami ingin Anggaku pulih.

Please reach me on WA

085776435399 - Anggi

Please kindly your feedback!

Regards,

Anggi

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1139)