Ikhtiar Mbah Jariman di Penghujung Usia...
Ikhtiar Mbah Jariman di Penghujung Usia...

Ikhtiar Mbah Jariman di Penghujung Usia...

Rp 856.167.304
terkumpul dari Rp 869.000.000
17601 Donasi 13 hari lagi


Cerita

Tertatih-tatih Mbah Jariman (74) menuntun sepeda tuanya. Di atasnya terdapat bakul yang cukup berat berisi air cendol penuh. Puluhan kilometer beliau tempuh demi bisa membawa uang 40 ribu. Walau sering tak laku, Mbah Jariman sering membagikan cendol gratis untuk anak-anak jalanan.

“Insya Allah, ada rejeki yang barokah, yang halal ya bu.. Saya diparingi selamat.. Aamin.”

Itulah doa sederhana yang setiap shalat dhuha diucapkan Mbah Jariman sambil menggenggam tangan renta istrinya. Mereka hanya hidup berdua tanpa keturunan. Selepas shalat, Mbah bersiap menjajakan cendolnya.

Perlahan ia menuntun sepeda tuanya. Dulu, beliau masih sanggup menggowes namun kini beliau takut jatuh karena sudah sakit-sakitan dan sering gemetar tiba-tiba. Walau bakul berisi air penuh itu amat berat, namun beliau tetap jualan dari desa sampai kota demi bawa pulang 40 ribu.

“Paling kendala itu kalau hujan saja. Saya sudah nggak kuat lari, jadi pasti bajunya basah semua. Gak apa-apa, namanya mencari rezeki, Insya Allah malah berkah...”

Kalau sudah lelah atau tangan kakinya gemetar hebat, beliau akan menepi, duduk dan minum air putih sambil berharap ada orang yang menghampiri untuk membeli. Namun, meski sudah keliling hingga langit gelap, Mbah belum mengantongi uang sepeserpun karena tak laku.

“Biar nggak basi cendolnya, saya suka bagi-bagi sama anak kecil yang saya lihat, terutama yang nggak ada uang untuk beli. Hitung-hitung tabungan saya dan ibu di akhirat. Saya sudah tua, tidak tahu umurnya sampai kapan...”

Pulang dengan tangan kosong, Mbah Jariman dan istri tak pernah mengeluh. Selama ada nasi hangat, garam atau ikan asin sisa, mereka sangat bahagia.

Hari-hari Mbah Jariman dan istri justru dipenuhi dengan rasa syukur. Tak pernah alpha shalat Jama’ah walaupun dalam keadaan sakit dan setiap Jum’at ikut pengajian di masjid, pulangnya beliau infaq berapapun uang yang beliau punya. 

“Uang jual cendol saya simpan buat makan, buat infaq, kalau masih sisa lagi nabung untuk ke Rumah Allah di Mekkah sana... Walau sekarang hanya bisa lihat dalam mimpi, tapi suatu saat semoga bisa lihat langsung..."

Sungguh luar biasa kisah hidupnya. Kegigihan dan ketaqwaan Mbah Jariman bisa jadi teladan. Namun, kondisi fisiknya sudah semakin renta, pandemi juga membuat kondisi ekonominya semakin di ujung tanduk. Yuk, berikan sedekah terbaikmu untuk menyantuni Mbah Jariman dan lansia dhuafa lainnya. 

Caranya:

  1. Klik “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan Nominal Donasi
  3. Pilih bank (GO – PAY/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BNI
  4. Dapatkan laporan lewat email

Agar semakin banyak yang membantu, jangan lupa sebarkan halaman galang dana ini ya.

Terima kasih banyak, #OrangBaik.

Disclaimer: Fundraising ini merupakan bagian dari program bantuan kelayakan hidup lansia dhuafa yang mana penghimpunannya akan di salurkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dhuafa, modal usaha dan renovasi tempat tinggal. Dana yang terhimpun akan di salurkan untuk Mbah Jariman dan lansia dhuafa lainnya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler

Maaf terjadi kesalahan. Cobalah beberapa saat lagi. Coba lagi


Donasi (17601)


Fundraiser