Kitabisa! - Bantu Baby Daffa
Bantu Baby Daffa

Bantu Baby Daffa

Rp 242.171.268
terkumpul dari Rp 300.000.000
1123 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Perkenalkan saya pujianto selaku orang tua dari anak pertama saya yang bernama Daffa yang sedang di rawat di NICU RSIA Bunda Menteng sejak 09-01-2018 sampai dengan hari ini. saya membuat campaign ini karena agar saya tidak menyesal di kemuadian hari.

Pada tgl 18 Desember 2017, istri saya masuk rumah sakit di karenakan rembes ketuban dan kalo di lahirkan harus ada fasilitas NICU di karenakan usia kandungnya masih 5 bulan. Setelah di cek oleh dokter ternyata masih bisa di pertahankan tapi selama satu minggu di rumah sakit istri saya malah ga bisa BAB, setelah BAB nya selesai satu minggu kemudian istri saya ga bisa pipis, tepat dua minggu di rumah sakit itu saya memutuskan untuk pindah rumah sakit.

Tanggal 01-01-2018, saya keluar dari rumah sakit itu dengan keadaan istri saya yang masih rembes ketubannya sedikit dan pipisnya masih sedikit. Setelah di bawah pulang ke rumah keadaan istri saya menjadi membaik badan tidak terasa pegel- pegel dan air ketuban masih keluar sedikit – dikit.

Tanggal 04-01-2018, saya kontrol ke RS Pelni karena istri saya merasa kesakitan dan mules – mules. Setelah sampe di rumah sakit di cek keadaan bayinya masih ada detak jantungnya.dan istri saya tidak mules mules lagi, dan suster menyarankan untuk cek pada tgl 05-01-2018 sekalian di usg untuk mengecek keadaan bayinya. Pada tgl 05-01-2018, istri saya ke RS Pelni untuk melakukan cek usg yang sudah di buatkan jadwalnya sebelumnya dengan dokter Parmanto S, Dr, SpOG.

Pada tgl 05-01-2018, pertu istri saya sudah kesakitan seperti kaya mau orang melahirkan, pada saat itu langsung saya bawah ke IGD untuk di cek dulu. Setelah di cek istri saya harus di rawat lagi sambil menunggu usg, pada tgl hari itu dokter Parmanto S, Dr, SpOG sedang sibuk jadi untuk usgnya tidak jadi di undur besk tgl 06-01-2018.

Pada tgl 06-01-2018, istri saya mulai di usg jam 10:00 oleh dokter Parmanto S, Dr, SpOG, setelah di cek ternyata air pipisnya tersbut jadi dokter Parmanto S, Dr, SpOG tidak bisa melihat dengan jelas, jadi istri saya harus di pasang kateter untuk mengeluarkan air kencingnya, dan air kencingnya lebih dari 1 ltr. Setelah air kencingnya sudah di keluarkan. Baru dokter Parmanto S, Dr, SpOG bisa melihat hasilnya babynya.

Dan hasilnya sangat mengejutkan air ketuban sudah kering, dengan berat si dede 850 grm dengan usia kandungannya 24-25 minggu. Dokter Parmanto S, Dr, SpOG hanya bisa untuk menyelamatkan istrinya, agar istrinya tidak terkena infeksi yang di sebabkan oleh si dede yang sudah tidak ada air ketubannya dan harus di lahirkan pada hari itu juga. Untuk dede dokter Parmanto S, Dr, SpOG tidak bisa menjamin untuk bisa hidup dan sekeluarga pada waktu untuk harus bisa mengihklaskan apapun hasilnya nanti. Untuk lahirnya pertama di coba untuk normal dan kalo dede tidak mau keluar terpaksa harus di sesar.

pada hari itu juga jam 13:00 istri saya di bawa ke ruangan bersalin dan di suntik agar bayinya bisa lahir, jam 15:00 obat mulai bereaksi dan istri sudah mulai kesakitan, sekitar jam 20:00 kurang, allah mempunyai kehendak lain, anak saya lahir seperti anak normal, dia menangis,mata terbuka dan semua organ tubuh bergerak, yang tadinya tidak bisa bertahan hidup lama allah berkata lain, itu yang membuat sekeluarga berbuhan pikiran.

Dan rumah sakit pelni juga bingung karena tidak ada fasilitas NICU untuk menampung dengan berat badan 850 grm dan usia kandungan 25 minggu. Rumah sakit pelni memberikan penanganan dengan sebatas alat yang ada di rumah sakit, dokter jaga juga sudah pesemis dengan keadaan anak saya, apakah bisa bertahan dengan fasilitas seadaannya dari rumah sakit pelni.

Dan ternyata keesokan harinya anak saya masih bisa bertahan, dan teman – teman, keluarga dll berusahan untuk mencari NICU yang bekerja sama dengan BPJS, tgl 06 – 08 semua mencari dan hasilnya nihil tidak ada ruangan kosong untuk NICU, pada tgl 09-01-2018, anak saya drop gerakannya mulai berkurang, saya meminta tolong dokter Laila untuk mencarikan NICU yang tidak berkerja sama dengan BPJS dan pada hari itu juga langsung dapat di RSIA Bunda Menteng.

Pada hari itu juga (09-01-2018) jam 19:00 dari RSIA Bunda Menteng dating ke RS Pelni untuk memindahkan anak saya ke ruangan NICU di RSIA Bunda Menteng. Sampai di RSIA Bunda Menteng sekitar jam 22:00 an, kenapa lama sampe ke RSIA Bunda Menteng, karena suhu badan anak saya masih kurang untuk di pindahkan ke RSIA Bunda Menteng jadi dokter menunggu anak saya agar suhu badannya normal dan bisa di pindahkan.

Pada tgl 10-01-2018 jam 17:30 di RSIA Bunda Menteng keadaan Daffa kembali seperti biasa, sama seperti baru lahir semua orga tubuh gerak meskipun di beri alat di seluruh tubuh,setelah di cek di lab Daffa terkena sakit kuning dan ada infeksi, tapi dokter Adhi sudah memberikan obat dan menanganinnya dengan cepat.

saya berharap Bapak,Ibu,Om dan Tante berkenan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu perjungan daffa untuk bisa bertahan hidup ke no rek yang sudah tertera.

sekecil apapun bantuan dari Bapak,Ibu,Om dan Tante sekalian sangat membantu saya. apabila para donatur ingin membaca cerita perjuangan kami, para donatur juga bisa cek disini

terima kasih atas segala doa dan bantuan yang rekan - rekan berikan untuk daffa, agar daffa bisa tumbuh kembang dengan baik dan kelak menjadi anak yang sholeh. amin

Salam,

Pujianto

-----

Untuk Info lengkap keadaan daffa saat ini bisa ke no tlp di bawah ini

pujianto - 089 88 111 694

Pujiyanto18@gmail.com

---------------------------------------------------------------------------------------------------


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1123)