Kitabisa! - Bantu Bapak Melawan Kanker Usus Besar std 4
Bantu Bapak Melawan Kanker Usus Besar std 4

Bantu Bapak Melawan Kanker Usus Besar std 4

Rp 16.659.921
terkumpul dari Rp 100.000.000
128 Donasi 100 hari lagi

Cerita

Saya Novia Aureliatul Azmi, anak sulung dari Bapak Kastolani dan Ibu Urinih. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu universitas swasta di Yogyakarta, dan bulan ini sedang dalam proses mengerjakan tugas akhir. Bapak memiliki 1 putri dan 2 putra, saya sebagai anak pertama, anak kedua bernama Muhammad Maulana Zuhri yang saat ini berusia 18 tahun dan si bungsu Fadhli Putra Kailani berusia 8 tahun (tahun ini). Saat ini keluarga saya berdomisili di Setu, Bekasi, terkecuali saya yang masih berdomisili di Jogja.

Menurut sepengetahuan saya, bapak mengalami gejala-gejala cancer usus besar dimulai pertengahan tahun 2017 seperti BAB dengan frekuensi yg sering. Fase dimana bapak mengalami drop total pada saat 2-3 minggu setelah lebaran Idul Fitri tahun 2017. Pada saat itu kondisi bapak lemas, tidak kuat berdiri / berjalan dgn waktu yg lama, tetapi masih mengalami BAB dgn sering. Sudah diperiksa dokter, vonis awal hanya ada masalah dipencernaan dimana pada saat itu sel kanker blm terdeteksi dengan jelas. Lalu bapak memilih untuk beristirahat dirumah dan izin ke kantor saat itu blm bisa bekerja seperti biasanya.

Waktu berjalan, BAB dgn frekuensi yg sering lama kelamaan menghilang tetapi kadang muncul kembali (kumat-kumatan). Tetapi pada saat itu bapak masih bisa melakukan kegiatan seperti biasanya, masih bisa bekerja, pergi perjalanan jauh dari bekasi – indramayu dan cirebon (rumah orangtua ibu dan bapak). Tapi bapak tidak terlalu ambil pusing mengenai sakit yg diderita bapak karena bapak mungkin berpikir “ah tidak apa-apa, mungkin sering BAB seperti ini karna ada yg salah dgn apa yg saya makan”. Dari kejadian itu, bapak mulai menjaga makanan apa saja yg boleh dikonsumsi. Bapak sudah menjauhi makan mie instan, gorengan, makanan pedas, bersantan atau yg terlalu asam. Sebelumnya pada tahun 2013 (kalau tidak salah) bapak pernah operasi usus buntu dan akhirnya bapak sudah mengurangi frekuensi makan makanan yg pedas. Dan pada saat awal bulan Februari, BAB makin sering bahkan pernah disertai darah dan lendir, perut nyeri, dll. Bapak dari situ sudah mulai rutin berobat ke dokter, rutin meminum obat yg diberikan juga. Bapak dan ibu saat itu berpikir mungkin itu sakit wasir. Tetapi dalam batin bapak berkata ‘gejala’ kanker karena apa yg bapak rasakan itu sama seperti gejala kanker usus besar. Tetapi ibu menepis pemikiran bapak yg seperti itu. Ibu berusaha mengajak bapak untuk tetap positif thinking, jangan berpikiran hal yg tidak-tidak. Pada saat saya berlibur kesana (libur semester) memang saya lihat kondisi bapak yg semakin kurus, raut wajah yg sayu, dan seperti kurang berenergi. Disitu selain meminum obat dari dokter juga mencoba obat-obat herbal yang lainnya. Saudara dari ibu sudah mulai curiga dengan gejala yg bapak alami, dan mereka pun sama pikirnya dgn bapak yaitu gejala kanker. Dan pada saat akhir bulan Februari diambil tindakan lah yaitu kolonoskopi. Saya pun dikabari orangtua dan saudara tentang itu. Saudara ibu semakin curiga, apa benar bapak sakit itu? Hasil dari kolonoskopi diduga terdapat tumor pada bagian rectum dicurigai malignancy (ganas).

hasil dari kolonoskopi bapak

foto diatas merupakan hasil dari kolonoskopi. 4-7cm diatas rectum terdapat selaput yg rusak, massa, dan rapuh. pada proses kolonoskopi alat tidak bisa masuk lebih jauh karena ditakutkan akan terjadi iritasi. darah yg keluar dari colon tersebut diakibatkan karena biopsi, dgn bahasa yg mudah dimengerti yaitu gesekan antara alat dengan organ yg dapat menyebabkan iritasi kemudian terjadi perdarahan.

Dokter sudah menganjurkan untuk segera dilakukan operasi besar, tetapi terkendala di biaya. Mengetahui hal itu, lantas ibu mencoba mencari bantuan kemana-mana untuk meminjam uang dalam jumlah yang bisa dikatakan banyak guna untuk biaya operasi bapak. Tetapi itu semua tidak mudah, harus menjalani ketentuan dan syarat-syarat tertentu, tidak bisa langsung ‘mak deg’ langsung cair. Selain sulitnya mencari bantuan dana, bapak pada saat itu sudah merasakan sakit yang luar biasa. Dokter menulis surat rujukan kepada semua RS besar yg mampu menangani kasus ini hingga sampai RSCM. Tetapi karna jalurnya yg dirasa terlalu lama dan terlalu panjang, bapak memutuskan untuk melakukan tindakan operasi di RS Hermina Grand Wisata karena bapak sudah tidak tahan menahan sakitnya.

Pada tanggal 2 April 2018 sore hari bapak berangkat menuju RS Hermina Grand Wisata untuk opname, sebelum melakukan tindakan operasi dan dianjurkan dokter untuk puasa terlebih dahulu.

bapak berangkat menuju RS Hermina Grand Wisata

Bapak berangkat menuju RS Hermina Grand Wisata diantar bersama ibu dan saudara

Kemudian di hari berikutnya, 3 April 2018 bapak melakukan operasi besar pukul 14.00 WIB.

berdoa untuk kelancaran operasi bapak

berdoa untuk kelancaran operasi bapak

ruangan dimana dilakukannya operasi

Pada saat melakukan tindakan, dokter berkata kepada saudara bapak yg menjadi saksi tindak operasi tersebut bahwa kondisi colon bapak saat itu tidak seperti apa yg dijelaskan di hasil kolonoskopi, semakin parah, yg pada saat itu hanya tumor kini berkembang menjadi sel kanker. Diperkirakan dalam waktu sebulan yg lalu itu karena tindakan yg lambat, sel-sel tumor berubah menjadi sel kanker. Dokter berkata bahwa hampir 90% lebih colon bapak sudah rusak. Kemudian diberi 2 pilihan oleh dokter, diangkat semua bagian usus besarnya, atau disambung menggunakan usus sintesis. Operasi selesai pukul 20.00 WIB dan bapak siuman di hari Rabu pukul 10.00 WIB. Pasca operasi bapak bapak merasakan sakit yg luar biasa. Setiap saat bapak hanya bisa menangis, menangis, dan menangis menahan sakit sembari mengingat anak-anaknya. “Dok sakit sekali ini Dok, saya tidak tahan. Tapi saya masih ada tanggungan anak-anak Dok. Gimana anak-anak saya besok Dok”, keluh bapak pada dokter yg menangani bapak saat operasi waktu itu. Demi anak-anaknya, bapak mencoba sekuat mungkin untuk tetap bertahan menahan sakitnya. Dan Alhamdulillah, pasca operasi beberapa hari kemudian anak-anak bapak diperbolehkan untuk bertemu bapak walaupun hanya sekedar cium tangan. setelah 3 atau 4 hari pasca operasi bapak mulai belajar duduk. setelah dirasa tidak ada yg sakit saat proses duduk, kemudian bapak belajar berjalan. setiap hari dilakukan saat pagi hari.

kondisi

kondisi bapak 2 hari pasca operasi

kondisi bapak sudah bertemu dengan 2 putranya, dan sudah belajar duduksaya sendiri sudah bertemu dgn bapak pada hari Minggu

pada tanggal 7 April 2018, bapak sudah diperbolehkan dokter untuk pulang kerumah. bapak akhirnya pulang kerumah ditemani saudara, ibu, dan saya. sesampainya dirumah pukul 11.00 WIB. pada saat ini bapak sedang menjalani protokol KF (keto fatosis) yaitu semacam pola hidup tidak mengkonsumsi karbo dan glukosa. ya memang banyak orang diluar sana pasti tidak setuju dgn apa yg bapak saya jalankan. tetapi kami sekeluarga, beserta bapak melakukan protokol KF ini semata-mata sebagai bentuk ikhtiar bapak kepada Allah. bapak melakukan protokol KF sudah 3 hari yg lalu.

perjalanan pulang menuju rumahkondisi bapak hari ini, 9 April 2018 dirumah

Selama proses pengobatan mulai dari tindakan operasi, pemulihan, obat-obat yg harus dikonsumsi bapak dll ditangani oleh bpjs. Penderita kanker menurut saya diwajibkan untuk melakukan radiasi dan kemoterapi, terlebih seperti kasus bapak yg sudah mengalami stadium lanjut dan sel kanker sudah menyebar. Dan pengobatan radiasi dan kemoterapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi biaya operasi selanjutnya, bapak akan ditindak operasi untuk penyambungan usus buatan seperti yg sudah dituliskan diatas. Saya takut, apabila bpjs tidak mampu meng-cover biaya pengobatan bapak.

Saya, sebagai anak pertama dari bapak, mempunyai hak penuh untuk pengobatan bapak. Saya ingin membawa bapak saya ke RS Dharmais untuk pengobatan bapak selanjutnya, seperti kontrol, tindakan operasi penyambungan usus, radiasi, kemoterapi, dll. Maka dari itu, saya berinisiatif membuat campaign ini untuk melaksanakan donasi yg bertujuan donasi yg terkumpul akan digunakan untuk proses pengobatan bapak seperti yg sudah dijelaskan sebelumnya. Maka dari itu, saya dan keluarga sangat membutuhkan uluran tangan saudara sekalian melalui kitabisa.com ini, karena bapak satu-satunya harapan kami. Saya masih membutuhkan bapak, ibumasih membutuhkan bapak, terutama adik-adik saya. Bilamana Saudara sudah berkenan membantu, saya dan keluarga sangat berterimakasih. Seperti apa yg dikatakan founder kitabisa “bangsa ini sudah kenyang akan perkataan, tetapi haus akan perbuatan!”. Semoga kebaikan saudara segera dibalas oleh Allah SWT. Aamiin ya Robbal ‘alamiiin

Apabila ada Saudara sekalian yg ingin mengetahui tentang perkembangan kondisi bapak, bisa menghubungi saya 089677998001 (Novia).

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (128)