Kitabisa! - Bantu Panti Asuhan & Jompo Berkat Kasih Immanuel
Bantu Panti Asuhan & Jompo Berkat Kasih Immanuel

Bantu Panti Asuhan & Jompo Berkat Kasih Immanuel

Rp 220.401.162
terkumpul dari Rp 100.000.000
643 Donasi 0 hari lagi
Andryanto Surya
Akun telah terverifikasi

Cerita

Perkenalkan nama saya Andryanto Surya, saya bukan aktivis kemanusiaan, saya hanyalah karyawan swasta yang bekerja di bidang Digital Advertising, dan ini adalah cerita saya dan teman teman saya.

Sebuah hari yang cukup menyentuh untuk saya.

Yayasan Berkat Kasih Immanuel, Sebuah panti yang hingga 20 tahun berdirinya belum memiliki donatur tetap hingga sekarang. Didirikan oleh VS Backer dan Alm. Suaminya..


Bisa saya katakan, Panti asuhan dan panti jompo ini adalah sebuah tempat yang bisa berdiri dan berlandaskan Iman kepada sang Pencipta. Mereka hingga saat ini memiliki beberapa gedung yang jika ditanya bagaimana mereka mendapatkannya, merekataannya, panti ini hanya pernah membeli beberapa tempat kumuh tidak layak pakai daerah sekitar (ada beberapa gedung untuk menampung anak panti putra, anak panti putri, jompo putra, dan jompo putri) dan itu semua adalah pemberian dari orang-orang yang mereka namai “di utus Tuhan”. Dari cerita pertama tentang gedung ini, sudah cukup menarik perhatian saya akan panti ini.

Hingga saat ini, mereka sama sekali belum mempunyai donatur tetap karena masih banyak donatur yang belum berani mengambil keputusan untuk menjadi donatur tetap berlandaskan kepentingan pribadi mereka masing-masing. Dilihat dari sisi keuangannya, saya berencana untuk melakukan charity ke tempat itu di akhir bulan Mei ini, wajar jika kami bertanya apa yang panti ini butuhkan untuk anak2nya atau jomponya? Tidak seperti panti lain yang berkata kami ingin tas sekolah, kami ingin buku atau sepatu.

Jawaban mereka hanyalah, kami butuh makan. ( yup, itu menunjukkan dari kebutuhan pokoknya saja mereka keurangan) mereka bukanlah panti yang “aji mumpung” ketika ditanya butuh apa lalu menjawab uang tunai / alat2 elektronik dan sejenisnya. mereka hanya menginginkan kebutuhan pokoknya, adalah Makanan.

Hal ini cukup menyentuh saya, dengan total orang yang berada di panti adalah 80 orang termasuk semua anak panti dan pengurus, mereka memiliki budget makanan adalah 500.000 per hari, dan jika kita hitung budget makan mereka adalah 6250 untuk 1 hari makan ( pagi, siang, sore dan malam). Budget makan pagi mereka hanya 80.000 (sampai sekarang saya tidak tahu jenis makan pagi apa yang cukup 1000 per orang di jakarta). Terbukti, survey pertama saya makanan yang saya lihat adalah nasi dengan 1 bakul besar sayur nangka yang di potong kecil2 untuk 1 hari makan mereka. Wajar, dengan budget 500.000 per hari untuk 1 panti, jika untuk makan nasi dan telur ayam pun tak cukup jadi mngkin mereka hanya mampu membeli daun-daunan. Harus saya akui, kondisi jompo putra dan putri disana sangan mengenaskan dimana lebih dari setengahnya sangat kurus yang bisa dibilang hanya tulang yang terbungkus oleh kulit.

Sedih, dengan makan seadanya aktifitas untuk jompo putra dan putri juga hanya bergereja dihari minggu dan dari senin sampai sabtu hanya terbaring di tempat tidurnya.

Setiap anak panti ataupun jompo yang ingin dititipkan disana, adalah gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Mereka juga mempunyai sekolah yang dibuka bebas untuk anak-anak sekitar yang sekitarnya adalah perumahan kumuh dan cukup terpencil, sekolahnya pun gratis. Layaknya sekolah lainnya, mereka pun mempunyai guru untuk mengajar yang hanya dibayar dengan seikhlasnya. Tapi dengan semua masalah ekonomi yang dihadapi, guru-guru disana pun belum dibayar selama 3 bulan belakangan ini.. Tidak hanya makanan seadanya, guru yang belum dibayar, mereka pun mempunyai tunggakan listrik dan air untuk bulan ini yang harus dibayar atau akan diputus pemerintah nantinya.

Dengan semua kekurangan mereka, mereka tetap memberikan bantuan ke warga sekitar, pendidikan dan tumpangan hidup gratis tanpa ada membeakan suku, agama, atau ras apapun.

Ketulusan hati, adalah 1 kata yang saya gunakan untuk VS Backer, pendiri dan kepala panti ini.

Sempat saya konfirmasi ulang, apakah panti membutuhkan alat elektronik seperti TV? jawaban mereka tetap tidak, kami masih bisa membutuhkan apa yang ada.

Jika boleh tolong untuk sumbangan makanan, biskuit dan sejenisnya yang disumbang dan bisa dijadikan untuk stock. (harus saya ulang, panti ini benar-benar tidak aji mumpung atau memanfaatkan sumbangan yang akan diberikan, tetapi mereka memang benar-benar butuh bantuan kita). Ketika kita bisa membantu, mungkin adalah sejumlah yang tidak terlalu berarti (untuk kita) tetapi percayalah, sangat berarti untuk mereka J Lets share J

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (643)