Kitabisa! - Bantu Pengobatan Bunda Nur Yang Sedang Tidak Sadar
Bantu Pengobatan Bunda Nur Yang Sedang Tidak Sadar

Bantu Pengobatan Bunda Nur Yang Sedang Tidak Sadar

Rp 34.086.522
terkumpul dari Rp 200.000.000
167 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Assalamuálaikum Wr. Wbr.

Teman-teman, saya berinisiatif untuk membantu teman baik saya yang bernama Usep Saepudin Slamet, yang bekerja sebagai teknisi Laboratorium salah satu PTN di Bandung, yang saat ini sedang mendapatkan musibah. Istrinya yang bernama Siti Nurjanah tidak sadar diri sejak tanggal 30 September di ICU RS Muhammadiyah Bandung. Biaya perawatan pasien di ICU sangat tinggi, biaya sementara per tanggal 01 Nopember telah mencapai Rp.173.619.870 dan setiap harinya terus bertambah.

Mari bantu Ibu Siti Nurjanah dengan do'a dan dukungan donasi untuk membantu meringankan beban biaya rumah sakit. Semoga Ibu Siti Nurjanah kembali sadar, sembuh, dan sehat, sehingga dapat berkumpul kembali bersama suami dan ketiga anak lelakinya tercinta. Insya Allah berapapun yang Anda donasikan akan sangat bermanfaat untuk membantu biaya rumah sakit Ibu Siti Nurjanah yang kian hari kian membengkak.

Ibu Siti Nurjanah, wanita energik ini pernah bekerja sebagai staf administrasi di sebuah Laboratorium salah satu PTN di Bandung sekitar tahun 1991-1995. Di tempat inilah ia bertemu dengan Bapak Usep Saepudin Slamet, yang menikahinya tahun 1998 dan memberikan tiga orang putra.

Tahun 1997-2004 ia bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar ternama di kota Bandung. Kemudian pindah bekerja di lembaga bimbingan belajar lainnya sampai dengan tahun 2012. Selepas keluar dari pekerjaan di lembaga bimbingan belajar, ia menjadi ibu rumah tangga dan kerap aktif pada kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya.

Berikut kronologisnya

Ibu Siti Nurjanah lebih sering dipanggil Bunda Nur, sejak 30 September 2016 hingga hari ini terbaring lemas di ICU rumah sakit Muhammadiyah Bandung karena hilang kesadaran, menurut diagnosa tim dokter diakibatkan oleh Aspirasi Pneumonia, Hipoksia Serebral dengan Stroke, SEPSIS, dan Metabolik Neuropati

Menurut suaminya, selama hampir 18 tahun usia pernikahan dengan Bunda Nur, tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya. Sehari-harinya di mata suami dan ketiga anaknya, Bunda Nur tampak sehat dan energik. Namun pada awal bulan Juni 2016, Bunda Nur mengeluh sakit kepala hebat, demam tinggi disertai mual. Sempat dirawat di RS Santo Yusup selama 5 hari pada 4-8 Juni 2016.

Kondisi kesehatan Bunda Nur makin memburuk dengan keluhan lemas, sakit kepala lebih sering disertai muntah, kesulitan menelan, tidak masuk makanan dan minuman. Sehingga pada tanggal 30 Juni 2016 dilarikan ke IGD RS Muhammadiyah Bandung karena kondisinya yang semakin melemah. Mendapat perawatan selama 10 hari, 30 Juni sampai dengan 9 Juli 2016. Diagnosa tim dokter: Esofagitis Grade 2, Hernia Grade 2, GERD Post Endoscopy.

Senin, 26 September 2016, masuk IGD RS Muhammadiyah Kota Bandung dengan kondisi anggota tubuh sebelah kanan (tangan dan kaki sangat lemas, tidak dapat digerakkan dan tidak dapat berjalan), sesak nafas, disertai penglihatan kabur. Kemudian pada tanggal 30 Septembar 2016 kondisi Bunda Nur dinyatakan memburuk dikarenakan pneumonia hebat dan hilangnya kesadaran akibat Aspirasi Pneumonia, Hipoksia Serebral dengan Stroke sehingga Bunda Nur dipindahkan ke ICU RS Muhammadiyah Bandung hingga saat ini.

Tanggal 1 Oktober 2016, pernafasan Bunda Nur semakin memburuk sehingga dipasang alat bantu nafas (ventilator). Tanggal 22 Oktober dilakukan operasi trakeostomi untuk membypass jalur pernafasan melalui trakea di leher, karena penggunaan selang ventilator rawan infeksi dan dapat menimbulkan kerusakan pada pita suara. Tanggal 23 Oktober pasca operasi trakeostomi, kondisi level kesadaran Bunda Nur belum menampakkan perkembangan positif dan masih menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator).

Tanggal 1 Nopember 2016, 11 hari pasca operasi trakeostomi tim dokter ICU mulai melepas ventilator. Bunda Nur mencoba bernafas dengan paru-paru sendiri namun masih dibantu oksigen konsentrasi tinggi, namun malam harinya tim dokter memasang kembali ventilator karena fungsi pernafasan Bunda Nur ternyata belum dapat beradaptasi. Level kesadaran masih belum menampakkan perkembangan positif. Tim dokter menyatakan level kesadaran antara stupor/sopor-somnolen.

Mari bantu Bunda Nur dengan do'a dan dukungan donasi agar sadar kembali dan berkumpul bersama suami dan ketiga anak lelakinya tercinta.

Insya Allah berapapun yang Anda donasikan akan sangat bermanfaat untuk membantu biaya rumah sakit Bunda Nur yang kian hari kian membengkak.


Bantu Sekarang

Cara donasi dengan tiga langkah mudah:

  1. Klik tombol merah "DONASI SEKARANG".
  2. Isi data diri dan cara pembayaran.
  3. Transfer ke nomer rekening yang muncul, dan bantu sebarkan melalui social media.

Mohon bantuannya untuk menyebarkan campaign ini https://kitabisa.com/bantubundanur melalui social media/WhatsApp/Email agar target dana 200 juta untuk biaya pengobatan di rumah sakit dapat terkumpul.

Semoga setiap bantuan yang Anda berikan diganti berlipat oleh Allah SWT. Aamiin. Jazakumullah khairan katsiran...


Terima kasih.


Salam,

Bayu Setyolaksono (WA: 089622183755)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (167)