Kitabisa! - Bantu Dedek Zaki Ngeliat Normal Lagi
Bantu Dedek Zaki Ngeliat Normal Lagi

Bantu Dedek Zaki Ngeliat Normal Lagi

Rp 20.209.615
terkumpul dari Rp 75.000.000
100 Donasi 0 hari lagi
Elly Sumantri
Akun belum terverifikasi
Bagian dari Relawan ACT

Cerita

Hi #sobatdermawan semua, perkenalkan saya Elly Sumantri dari relawan Aksi Cepat Tanggap Sumatera Selatan. Awalnya saya bergabung di ACT karena memang ACT sangat corcern pada permasalahan kemanusiaan. Saya sendiri sebenarnya punya beberapa usaha seperti penerbitan buku dan sekokah. Akan tetapi karena begitu kuat daya tarik ACT membuat saya harus berbagi waktu demi kemanusiaan.

Saya sekarang memahami begitu banyak persoalan kemanusiaan yang terjadi sampai-sampai kita tak akan mampu membagi 24 jam waktu kita untuk semua permasalahan tersebut. Akan tetapi, saya hanya berusaha memberikan yang terbaik agar kelak juga menjadi catatan terbaik di hari pembalasan.

Saya mau bercerita tentang sebuah permasalahan yang terdekat dengan saya. Ya, desa kami bersebelahan di Banyuasin, Sumsel. Seorang anak kecil usia 2 tahun terkena tumor ganas di mata kanannya. Anak tersebut kerap kali menangis menahan rasa sakit. Karena memang benjolannya sudah sangat besar.

Kami sesama relawan akhirnya sepakat untuk membantu Zaki. Tak disangka pula ternyata Zaki adalah putra yang ditunggu-tunggu oleh pasangan Kak Jaini (buruh perkebunan karet) dan isterinya yang seorang ibu rumah tangga. Hanya 9 bulan keluarga kecil ini berbahagia. Setelah itu mereka harus berjuang mengobati Zaki.

"Awalnya ada bintik putih di matanya yang perlahan memerah dan membesar, kami tidak tahu kalau itu adalah tumor," ungkap Jaini.

Karena terlalu lama disebabkan ketiadaan dana, tumor tersebut semakin besar dan terus membesar. Sedangkan kebutuhan keluarga semakin hari semakin bertambah.

Keluarga pun akhirnya memutuskan membawa Zaki ke rumah sakit. Akan tetapi, karena tumornya sudah besar menyebabkan prosesnya juga tidak mudah. Harus dilakukan kemoterapi sebelum dilaksanakan operasi. Setidaknya, Zaki harus menjalani 12 kali kemoterapi. Memang, keluarga menggunakan BPJS untuk pengobatan. Akan tetapi, sekedar mengandalkan biaya BPJS pun tidak memungkinkan, karena BPJS hanya menutupi separuh biaya pengobatan, dan separuhnya lagi terpaksa harus ditanggung oleh keluarga. Tapi apa daya, kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk berbuat banyak.

Harga karet yang setiap pekannya terus mengalami penurunan semakin membuat keluarga menjerit, padahal itu pun hasilnya harus berbagi dengan pemilik kebun. Ditambah sang ayah juga tak bisa setiap hari bekerja karena harus menjaga buah hatinya di rumah sakit.

Satu mata Zaki sudah dipastikan tidak bisa digunakan lagi. Jangan sampai kedua matanya menjadi cacat jika tidak segera mendapat pertolongan.

Tak perlu terlalu banyak berpikir untuk membantu Zaki. Karena rasa kemanusiaanlah yang menggerakan hati kita untuk peduli padanya. Zaki dan keluarganya mungkin tak mengenal siapa kita, tapi yakinlah bahwa kepedulian kita telah menyelamatkan satu mata atau bahkan nyawa manusia.

Saya mengajak siapapun, kamu yang peduli untuk bantu Zaki. Tak peduli seberapa besar kontribusimu tapi yang terpenting adalah rasa kemanusiaan kamu tergugah. Menyebarkan informasi ini menjadi salah satu dari kontribusi #sobatdermawan semua.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (100)