Kitabisa! - Perjuangan hidup Bapak Didi melawan kelumpuhan
Perjuangan hidup Bapak Didi melawan kelumpuhan

Perjuangan hidup Bapak Didi melawan kelumpuhan

Rp 17.027.837
terkumpul dari Rp 15.000.000
108 Donasi 0 hari lagi
M. Syarafie Widjaja
Akun belum terverifikasi

Cerita

Perkenalkan saya M. Syarafie Widjaja, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Saya ingin mengajak rekan-rekan, sahabat, dan masyarakat umum berdonasi untuk Pak Didi.

Siapa yang dapat menyangka hidup seseorang bisa berubah begitu cepat. Setelah berhasil mendapatkan pekerjaan, lalu menikahi wanita pilihannya dan di anugerahi seorang anak. Pak Didi mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan beliau menjadi seorang penyandang disabilitas/difable/kelumpuhan total tetraplegie hingga sekarang.

Berikut ini cerita lengkap mengenai Pak Didi :

Pak Didi lahir dan menyelesaikan pendidikan dasarnya di Kota Jambi. Setelah lulus SMA beliau merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di salah satu Universitas di kawasan Jakarta Selatan. Tapi sayangnya beliau tidak dapat menyelesaikan kuliahnya karena terbentur masalah biaya. Dengan kendala masalah biaya tersebut maka impiannya untuk bisa menjadi sarjana pun pupus sudah. Namun walaupun gelar sarjana tidak dapat diraihnya beliau tidak berputus asa, karena beliau yakin masih ada harapan lain untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Setelah putus kuliah beliau tidak pulang ke kampung halamannya, tetapi berusaha mencari pekerjaan di Jakarta. Alhamdulillah dalam waktu singkat akhirnya beliau pun mendapatkan pekerjaan menjadi seorang sales executive di sebuah perusahaan otomotif.

Memang garis tangan perjalanan hidup seseorang seperti rezeki, jodoh dan maut tak ada satu manusia pun yang dapat mengetahuinya. Disaat karir beliau sedang bersinar, pada usia 25 tahun beliau memutuskan untuk menikahi wanita pilihannya.

Dan kebahagiaan beliau pun semakin lengkap setelah di anugerahi seorang anak ditengah-tengah mereka.

Tapi takdir kehidupan berkata lain, tepat di hari Rabu Tanggal 19 Juni 1996 saat usia putranya baru 2 bulan, beliau mengalami musibah kecelakaan tabrak lari di kawasan jalan arteri Permata Hijau Senayan Jakarta yang menyebabkan beliau mengalami difable/disabilitas/kelumpuhan total tetraplegia hingga sekarang. Karena tulang syaraf lehernya di bagian cervical 6 dan 7 mengalami keretakan/patah, sehingga dua ruas tulang cervical tersebut harus diangkat dengan cara di operasi dan pemasangan vent. Pasca operasi bedah syaraf tersebut, kelumpuhannya bukannya membaik tapi malah semakin parah dan tidak mengalami perubahan sama sekali, dan seluruh organ fisiknya yang sangat penting seperti tangan hingga kaki tidak dapat digerakkan sama sekali, dan seluruh badannya dari leher hingga kaki mati rasa/baal, untungnya alhamdulillah hanya satu yaitu kedua lengannya dapat digerakkan, tetapi ke sepuluh jari-jarinya tidak dapat digerakkan. Maka untuk melakukan aktifitas kegiatan sehari-harinya seperti makan, minum, menulis dan lain-lain, beliau menggunakan alat bantu yang dirancang khusus oleh dokter spesialis Rehab Medik RSUP Fatmawati agar dapat disesuaikan dengan tingkat kelumpuhannya. Dan setiap harinya beliau hanya bisa tengkurap/telungkup atau telentang di tempat tidur.

Derita beliau tidak berakhir sampai disana, di awal tahun 2000 setelah musibah itu terjadi, istri yang dicintainya menceraikan dan meninggalkan beliau dengan membawa serta anak satu-satunya yang sangat beliau sayangi. Karena beliau tidak punya keluarga di Jakarta, maka tidak ada pilihan lain akhirnya beliau pun di tampung sementara di Panti Sosial Pondok Bambu, dan tinggal disana selama 3 minggu.

Lalu kemudian setelah itu beliau menghubungi sahabatnya, dan sahabatnya mengajak beliau untuk tinggal bersama dirumahnya hingga sekarang.

Sebagai seorang muslim yang taat beribadah, menghadapi cobaan dan masalah yang seberat itu beliau selalu menghadapi dan menjalaninya dengan sabar, tabah dan tawakkal kepada Allah SWT.

Sudah 20 tahun beliau menjalani hidup sebagai penyandang difable, sekarang ini beliau sedang sakit dan mengalami kesulitan dana utk membiayai operasi Strictur Uretra di saluran kencing dan operasi Batu Empedu, serta mengobati komplikasi penyakit lainnya seperti Ginjal dan Diabetes yang beliau derita selama ini. Kebutuhan beliau bukan hanya untuk mengobati penyakitnya saja, tetapi juga untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga untuk memenuhi kebutuhan penunjang kelumpuhannya. Seperti kursi roda khusus tetraplegia, tempat tidur+kasur anti dikubitus, pampers/underpad/chateter+urine bag, transportasi/ambulance dan lain sebagainya.

Malangnya lagi jaminan asuransi kesehatan BPJS tidak dapat mengcover/menanggung seluruh biaya operasi dan perawatan selama beliau di rumah sakit, terutama untuk membayar kelebihan tagihan dari biaya operasi dan perawatan, serta untuk membeli kebutuhan penunjang kesehatan lainnya tersebut. Dan lagi pula BPJS yang beliau miliki, iuran premi bulanannya dibayar sendiri oleh temannya, bukan bantuan dari Pemerintah.

Maka dari itu saya berinisiatif berusaha membantu Pak Didi untuk mencarikan dana buat biaya operasi dan perawatannya. Dan alhamdulillah setelah saya menonton tayangan Talkshow pagi dan Trending Topik malam di MetroTV yang narasumbernya Bpk Alfatih dari Yayasan Kita Bisa, dengan tema acaranya membahas tentang penggalangan donasi di link Kitabisa.com, maka saya putuskan untuk melakukan penggalangan dana buat membantu mencarikan biaya operasi dan perawatan Bapak Didi melalui link https://kitabisa.com/bantudidi

Apabila nanti pengalangan dana ini berhasil, maka dana bantuan dan uluran tangan dari para donatur/dermawan tersebut akan digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan membiayai operasi, pengobatan dan perawatan kesehatan Pak Didi, serta memenuhi segala kebutuhan penunjang lainnya yang dibutuhkan oleh beliau. Oleh sebab itu saya berharap kepada seluruh donatur/dermawan dan seluruh warga masyarakat yang baik hati, agar dapat mendonasikan sedikit rezekinya untuk bersumbangsih membantu Pak Didi melalui link https://kitabisa.com/bantudidi

Semoga segala bentuk bantuan, uluran tangan, donasi, dan sumbangsih dari para donatur/dermawan dapat meringankan beban Pak Didi. Dan semoga kebaikan hati seluruh handai taulan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Atas bantuan, perhatian dan kepeduliannya saya haturkan banyak terimakasih. #CARA BERDONASI : Klik link https://kitabisa.com/bantudidi , Lalu Klik tombol yang berwarna merah/pink bertuliskan "DONASI SEKARANG" terus selanjutnya,

  1. Isi jumlah nominal yang akan didonasikan, lalu tekan LANJUT
  2. Cantumkan nama/email dan nomor handphone anda, lalu pilih metode/cara pembayaran, lalu tekan LANJUT
  3. Transfer donasi anda dengan jumlah nominal yang akan di donasikan, berikut kode pembayarannya dengan tepat sesuai petunjuk ke Nomor Rekening Bank yang dipilih a/n: YAYASAN KITA BISA
  4. Proses pembayaran selesai.

Terimakasih dari saya M. Syarafie Widjaja, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta untuk seluruh donatur dan dermawan yang telah menyalurkan donasinya di link https://kitabisa.com/bantudidi untuk membantu dan menolong pengobatan Bapak Didi. Wassalam...

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (108)