Kitabisa! - Bantu Eza Agar dapat Melihat Kembali
Bantu Eza Agar dapat Melihat Kembali

Bantu Eza Agar dapat Melihat Kembali

Rp 12.721.994
terkumpul dari Rp 85.000.000
60 Donasi 0 hari lagi
Yenita citra
Akun belum terverifikasi

Cerita

Hallo, perkenalkan, nama saya Yenita Citra. Saat ini saya merupakan mahasiswi aktif semester V di salah satu Perguruan Tinggi di kota Padang. Selain itu, saya juga aktif dalam sebuah kegiatan sosial kemanusiaan dan kerohanian di kota Padang.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin memperkenalkan saudara kita yang saat ini sedang membutuhkan uluran tangan/bantuan dari kita semua. Ia adalah Muh.Eza Syahputa Bilman, merupakan putra dari ibu Ria Yanti dan bapak Bilman Jasman.

Eza merupakan bocah empat tahun yang mengalami kerusakan parah pada kedua matanya, dimana kedua bola mata Eza hampir pecah. Awalnya, pada usia 8 bulan timbul seperti selaput putih-putih pada kedua mata Eza. Ibu Eza pun membawa Eza ke RSUD Sanggatta, dan diputuskan untuk melakukan operasi penggantian lensa mata karena berdasarkan hasil diagnosisnya Eza mengalami katarak.

Operasi pertama dilakukan untuk mengganti lensa mata kanan pada 13 Agustus 2013. Selanjutnya selang beberapa waktu, tepat nya pada 18 September 2013, Eza kembali melakukan operasi ke dua untuk penggantian lensa pada mata sebelah kirinya. Namun, sekitar seminggu setelahnya, Eza mengalami pendarahan dan pembengkakan pada mata sebelah kanannya. Ibunda Eza kembali membawa Eza ke RSUD Sangatta, namun dokter yang melakukan penanaman lensa di mata Eza mengaku takut melihat mata Eza, sehingga Eza dibawa ke RS AW Sjahrani Samarinda. Namun, lagi-lagi dokter tidak sanggup menangani, dan merujuk Eza ke RSCM Jakarta.

Di RSCM Jakarta dokter mendiagnosis Eza mengalami Buftalmos dan Afakia pada mata kanan, dan mengalami Afakia pada mata kiri. Dokter menyarankan agar Eza di operasi secepatnya. Sekitar tanggal 3 Juli 2014, Eza melakukan operasi pengangkatan lensa tanam dan pembuatan pupil, karena operasi lensa tanam yang sebelumnya dilakukan tidak cocok dengan ukuran kornea, sehingga merusak mata Eza. Selanjutnya pada 21 Juli 2015, Eza kembali melakukan operasi ke empat untuk pembuatan pupil di mata kiri. Setelah melakukan operasi ini, tekanan pada bola mata Eza sudah mulai berkurang dan mulai dapat menangkap cahaya. Setelah seminggu pasca operasi, Eza disarankan untuk dating kembali melakukan control 3 bulan berikutnya, dimana biaya ditanggung secara pribadi. Karena keterbatasan biaya, Eza tidak datang untuk melakukan control.

Pada tanggal 21 Desember 2015, Eza bersama ibunya kembali ke RSCM Jakarta dengan di damping oleh pihak P2TP2A dan KPAI Samarinda. Selanjutnya pada awal 2016, Eza kembali melakukan operasi yang untuk pemasangan implant pada mata kanan, dan pada tanggal 3 Februari 2016 Eza kembali melakukan operasi yang untuk melakukan pengangkatan lensa tanam dan pelebaran pupil pada mata kiri.

Di RSCM Jakarta saat pemasangan implant

Pada 4 oktober 2016 kemarin, dari RSUD Sangatta Eza mendapat rujukan ke RS AW Sjahrani Samarinda, dan pada tanggal 6 Oktober 2016, bermodalkan nekad ibunda Eza berangkat ke Samarinda. Dokter mengatakan bahwa mata dan syaraf belakang Eza sudah rusak dan mata Eza mengalami Keratopati Bulosa. Karena keterbatasan alat, dokter merujuk Eza ke RSCM Jakarta. Karena keterbatasan biaya, akhirnya Eza belum berangkat ke Jakarta, melainkan pulang ke kampung halamannya di Sangatta.

Rujukan dari RSUD Sangatta ke RS AW Sjahrani Samarinda pada 4 Oktober 2016.

Saat ini kondisi Eza tidak dapat melihat. Biaya yang dibutuhkan Eza untuk dapat melakukan operasi kembali di Jakarta adalah sekitar Rp.80.000.000. Untuk biaya obat mata eza setiap bulannya membutuhkan sekitar 2 juta lebih, dimana Rp.500.000 ditanggung oleh BPJS, dan sekitar RP.1.700.000 ditanggung secara pribadi.

Saat ini Eza tinggal di sebuah bekas warung kecil yang tidak ada kamar mandinya di Jalan Dian Patra RT 01, Sangatta Selatan. Ayah Eza hanyalah seorang buruh harian sebagai tukang potong rumput di sebuah lapangan golf, yang juga harus membiayai 2 orang kakak Eza yang masih sekolah. Saat ini, Ibunda Eza sangat berharap bantuan dari para dermawan agar Eza bisa kembali melakukan pengobatan di Jakarta. Untuk informasi selengkapnya mengenai kondisi Eza dapat menghubungi Ibunda Eza, Ria yanti dengan nomor 082214996335.

Mari bantu saya menggalang dana untuk meringankan biaya yang dibutuhkan Eza agar kita semua dapat menjadi perantara Tuhan untuk dapat membantu mereka yang membutuhkan. Percayalah, mereka yang memberi tidak akan kekurangan, karena Tuhan selalu mencukupkan dan menggantikannya dengan berlipat. Mari berbagi.


Salam,

Yenita Citra

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (60)