Kitabisa! - Meringankan Beban Bayi yang Terkena Virus Rubella
Meringankan Beban Bayi yang Terkena Virus Rubella

Meringankan Beban Bayi yang Terkena Virus Rubella

Rp 33.246.360
terkumpul dari Rp 300.000.000
128 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Assalamualaikum Warrohmatullahi Waabarakatuh

Perkenalkan, saya Winda Widyastuti beserta suami saya Imam Sudarmanto. Saya adalah ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai karyawan swasta biasa. Begitu pun dengan suami saya. Kami adalah keluarga kecil dengan dua orang anak. Harapan saya sebagai wanita, selain dapat menjalani biduk rumah tangga yang bahagia, juga dapat melihat anak-anak saya tumbuh normal, sehat, bahagia. Alhamdulillah, saya dikaruniai anak pertama yang cantik, sehat, tanpa kekurangan suatu apa pun. Putri cantik saya lahir pada tahun 2010.

Berselang waktu 5 tahun dari kelahiran putri pertama, saya mengandung anak kedua. Ini adalah putri cantik saya dan Gibran.

d0bfe60dbaa61a3ed524349cc23342f05e33959f

Alhamdulillah saya dipercaya oleh Allah SWT untuk memiliki anak lagi. Saya dan suami sangat bahagia dan tidak sabar menantikan anak kedua kami lahir. Tanpa ada tanda-tanda apa pun yang muncul pada tubuh saya, seperti ruam merah atau demam sebagai ciri virus rubella pada umumnya. Saya dan suami pun rutin check up kesehatan dan ke dokter spesialis kandungan setiap bulan. Pada saat usia kandungan saya menginjak 8 bulan, saya sudah mengalami tanda-tanda akan melahirkan. Benar, saya melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2800 gram dan panjang 48 cm. Anak laki-laki kami beri nama Muhammad Gibran Arsenio.

b58dac474eacd7b5a3e7dbb41eb6a15ec0b7ee88

Tidak cukup dengan kata-kata untuk menceritakan semua serangkaian kondisi Gibran. Izinkan saya bercerita singkat tentang kondisi Gibran. Gibran lahir di dunia, saya sangat bahagia. Sebagai seorang ibu pada umumnya, saya bertanya kepada dokter yang menangani persalinan, apakah anak saya sehat, apakah ada kelainan pada anak saya? dokter menjawab anak saya sehat dan semua normal. Setelah dokter meperbolehkan saya pulang pasca melahirkan, Gibran nampak sehat seperti bayi baru lahir pada umumnya. Saat Gibran berusia 2 minggu, saya melihat pada mata kirinya ada setitik selaput putih seperti katarak. Tidak lupa saya juga langsung mengecek mata kanan Gibran. Ternyata, pada mata kanan Gibran juga terdapat setitik selaput putih menutupi kornea matanya. Saya mulai bertanya-tanya, "benarkah Gibran katarak? Bukankah katarak hanya untuk orang yang sudah usia?" Begitu mata kiri Gibran terlihat ada selaput putih, kami bergegas untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang berada di Kota Semarang. Dokter spesialis mata yang pertama kami temui, menganjurkan untuk langsung membawa Gibran ke rumah sakit dengan dokter spesialis mata anak. Berbekal surat rujukan dari dokter pertama yang kami datangi, kami berkonsultasi kepada dokter di rumah sakit yang menangani spesialis mata anak yang direkomendasikan oleh dokter spesialis mata pertama. Begitu kami bawa Gibran ke rumah sakit tersebut, dokter di rumah sakit itu meminta kami untuk menyetujui tindakan operasi mata kiri Gibran. Tidak boleh ditunda-tunda dengan alasan agar Gibran dapat segera melihat. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menyetujui tindakan operasi katarak mata kiri Gibran.

d287ec72e1612d75f49fd342ed25c50465030d0c

Mulai dari situ, semua terbuka sangat cepat sekali. Saya dan suami antara siap dan tidak siap. Tetapi, bagaimana pun kami harus siap menerima semua ini. Kami harus siap menata hati dan financial. Di tengah perjalanan operasi berlangsung, kami dipanggil oleh pihak rumah sakit untuk ke ruangan dokter. Dokter menyampaikan suatu berita buruk. Bagaikan tersambar petir di siang hari, dokter menyampaikan bahwa jantung Gibran bocor. Pada saat dokter menyampaikan berita tersebut kepada kami, sebagai orang tua kami tidak dapat menahan jatunya air mata. Terlebih saya sebagai ibu, saya menangis terisak. Suami saya pun tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan kondisi anak kami yang sedang berada di ruang operasi. Dokter spesialis mata di rumah sakit tersebut juga menyampaikan kepada kami untuk segera ke dokter spesialis anak untuk memastikan ada apakah dengan jantung Gibran.

Satu minggu setelah pasca operasi, kami diminta kembali ke rumah sakit tersebut untuk melanjutkan operasi mata kanan Gibran. Sebelum operasi ke dua dilakukan, kami membawa Gibran untuk ke dokter spesialis jantung anak-anak. Dokter pun melakukan tindakan echo jantung untuk Gibran. Hasil dari tindakan echo tersebut menunjukkan bahwa benar ada kebocoran jantung Gibran. Jantung Gibran mengalami kebocoran PDA ASD 2,5 mili. Hati saya kembali tersayat-sayat. Saya dan suami pulang menuju rumah dengan membawa hasil echo jantung untuk kami berikan kepada dokter spesialis mata yang menangani operasi mata kiri Gibran.

185ae889106525e3c91517c2c018666ec26f6a5f

Waktu untuk operasi mata kanan Gibran pun tiba, dengan hasil echo jantung yang sudah ada, dokter spesialis mata anak mencurigai bahwa Gibran terkena virus rubella. Alhamdulillah, pada saat itu operasi katarak mata Gibran berjalan dengan lancar. Dengan dokter spesialis mata anak yang mencurigai adanya virus rubella yang sudah merusak beberapa organ penting tubuh Gibran, Gibran pun dirujuk ke rumah sakit Kariadi Semarang untuk melakukan tindakan test darah torch. Hasilnya pun benar, Gibran positif terinfeksi virus rubella. Sebagai orang awam, pada saat itu saya tidak mengetahui apa itu virus rubella. dengan berbekal smartphone, saya dapat mengakses pengertian virus rubella dengan sangat mudah. Ternyata virus rubella sangat jahat. Tidak ada negosiasi bagi bayi yang masih dalam kandungan untuk memilih "Jangan Rusak Aku".

Sehari setelah Gibran melakukan check darah, Gibran akan melakukan serangkaian test yaitu, test Bera, test ASSR di rumah sakit Kariadi Semarang. Kemudian, kami memeriksakan Gibran ke dokter spesialis THT dan kami meminta rujukan untuk melakukan test Bera dan test ASSR untuk Gibran. Kabar buruk kembali menyayat hati kami. Gibran dinyatakan tuli dengan tingkat desibel yang tinggi yaitu 110 desibel untuk ke dua telinganya. Allahuakbar, Allah Maha Besar dengan segala kuasa-Nya.

7a2583581d9153b7eca4de2c9a90f6e9b8b40406

Dokter THT pun menyarankan Gibran untuk operasi implant dikarenakan alat bantu dengar tidak dapat mengcover gangguan pendengaran Gibran yang tinggi. Keterbatasan biaya membuat Gibran belum bisa mendengar dan melihat secara jelas.

Tiga bulan kemudian, mata kanan Gibran kembali tumbuh selaput putih yang menutup kornea matanya. Operasi mata lagi yang Gibran jalani dengan harapan kami semoga ini menjadi operasi mata Gibran yang terakhir. Tetapi, Allah berkehendak lain. Gibran harus menjalani operasi mata kanannya untuk ke 3 kalinya.

7957980d6c47ea4d6fad0e9d17f27f8809d4095f

b887c1c81b85c6ee02b905bd058cf218ec58b311

Kami kira, dengan Gibran sudah melakukan tindakan operasi untuk yang ke tiga kalinya, mata kanan Gibran bisa normal seperti mata anak-anak pada umumnya. Ternyata, syaraf mata kanan Gibran rusak. Kami merasa sangat bersalah kepada Gibran. Tetapi setidaknya, kami juga sudah berusaha dan kami tentu tidak ingin merebut hak anak kami, hak Gibran untuk dapat melihat, hak Gibran untuk dapat berbicara. Melalui compaign ini, kami sangat berharap besar kepada Allah SWT melalui tangan-tangan saudara semua mewujudkan impian Gibran untuk dapat mendengar dan berbicara.

71f68b2bdf1c583acd6ae4cb4eebb98e6a34cc4b

Gibran.....kamu memang tidak bisa memilih dari orang tua mana kamu dilahirkan dan dibesarkan. Tapi janji mama dan papa untuk Gibran, kami akan selalu memberikan yang terbaik bagimu. Anakku Gibran...janganlah takut kamu akan bermimpi dengan segala kekurangan yang kamu miliki. Percayalah, semua itu dapat engkau wujudkan. Teruslah berjuang, anakku.

32dcffca77cb61b38399c827dc1a029969ae26ab

360ef936c0eb16e1607c6339de1c44659fde7d06

9a628b69f18e5fdb1afb344def96b2bfb5bfef4a


Inilah virus yang merusak tubuhku

b2d79d4f3d1f0b8375319199846128848ab0afef

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (128)