Demi Buah Hati, Ibu Tahan Sakit & Terus Bekerja
Demi Buah Hati, Ibu Tahan Sakit & Terus Bekerja

Demi Buah Hati, Ibu Tahan Sakit & Terus Bekerja

Rp 102.230.963
terkumpul dari Rp 165.000.000
1721 Donasi 0 hari lagi


Cerita

“Kasih Ibu Sepanjang Masa” adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi oleh keluarga ini

ab2e560f-4b18-44fd-ab9c-a97a7fb0a1af.jpg

Sejak suaminya meninggal karena penyakit jantung, Bu Hayanih (40th) harus berjuang seorang diri sambil menahan sakit di ginjal untuk membesarkan kedua anaknya yang masih kecil dengan mengumpulkan barang bekas. 

6b405253-5f73-44d9-add6-92629565ff81.jpg

Penghasilan yang tak pernah menentu membuat Bu Hayanih dan anak-anak terusir dari kontrakan. Kini keluarga kecil ini harus hidup di rumah sederhana yang terbuat dari terpal  beralaskan tanah di daerah Ciseeng, Bogor.

25827375-9c69-4f08-acb1-6efcedcf090c.jpg

“Ga pernah kebayang sebelumnya kalo saya & anak-anak bakalan keusir dari kontrakan. Sekarang, anak-anak harus tinggal di rumah seadanya yang dibuat dari terpal. Sejak suami saya meninggal, hidup anak-anak jadi makin sulit, bahkan buat makan & beli susu kami ga bisa..

Belum lagi, saat ini penyakit ginjal saya makin parah & tiap harus keliling nyari barang bekas, saya ga bisa berdiri karena sakit. Tapi kalo saya diem, anak-anak ga bisa makan dan bertahan. Jadi saya tahan sakit ini, gimana pun juga, cuma saya harapan mereka!” - Bu Hayanih

91cb6805-e330-4006-864a-23dc93dc43f9.jpg

Di dalam rumah sederhana yang pengap, Ibu dan kedua anaknya harus menahan hawa dingin, terik matahari dan basah hujan. Seringnya terpal tak mampu melindungi mereka. Begitu miris hidup mereka, bahkan seringnya mereka harus menahan lapar di rumah kecil itu. 

50d8e97e-35b0-43dc-80c8-1f590081739e.jpg

Melihat hal ini, Bu Hayanih terus bekerja keras dari subuh hingga petang untuk bisa menabung dan memberikan hidup yang layak untuk anak-anaknya..

Sekilas mungkin Bu Hayanih terlihat baik-baik saja, namun sudah setahun dokter memvonisnya dengan penyakit di ginjal yang tak pernah sekalipun ia obati. 

Jangankan untuk berobat & membayar sekolah putranya, untuk membeli beras saja sering tak menutup.Kian hari, kondisi keluarga ini makin memprihatinkan. Tak selamanya kondisi Bu Hayanih akan kuat, ginjalnya terus memburuk. Jika beliau sakit, bagaimana nasib anak-anaknya kelak?

fd78f507-8ac2-40df-bb7b-9724a1fb757f.jpg

Oleh sebab itu, di akhir tahun 2020, kita bisa menyisihkan sedikit rezeki yang kita miliki untuk membantu Bu Hayanih dan dua buah hatinya dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

 “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Abu Ya’la dan Thobrani).

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR. Ahmad).

Disclaimer : Fundraising ini merupakan bagian dari program Bantuan Biaya Hidup yang mana penghimpunannya akan disalurkan untuk membantu biaya hidup Janda & Yatim Dhuafa. Dana yang terhimpun akan disalurkan tidak hanya untuk Ibu Hayanih tetapi juga untuk ratusan Janda & Yatim Dhuafa lainnya yang mengalami hal serupa.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler

Maaf terjadi kesalahan. Cobalah beberapa saat lagi. Coba lagi


Donasi (1721)


Fundraiser