Kitabisa! - Mohon Bantuannya u/ membayar hutang Alm suami saya
Mohon Bantuannya u/ membayar hutang Alm suami saya

Mohon Bantuannya u/ membayar hutang Alm suami saya

Rp 7.117.669
terkumpul dari Rp 679.000.000
23 Donasi 105 hari lagi
NB Tanjung
Akun belum terverifikasi

Cerita

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh…

48cb58b7b74250a21bcb8e30b431952acfc5240b

Pertama – tama saya ingin memperkenalkan diri saya,

Nama saya: Ibu Ida

Usia: 63 Tahun

Telepon: 081513602481

7a34961ed2bde306bdead73d8b626057db497ce3

Suami saya telah berpulang ke Rahmatullah, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2016 yang lalu. Saat ini saya tinggal bersama kedua anak saya. Saya memberanikan diri ingin meminta bantuan kepada bapak/ibu sekalian agar dapat membantu kami untuk membayar hutang-hutang almarhum suami saya yang semasa hidupnya ternyata pernah meminjam uang ke beberapa bank tanpa sepengetahuan kami sama sekali. Kami sungguh tidak menyangka sama sekali. setelah kematian beliau, kami baru mengetahui bahwa almarhum suami saya sampai mempunyai hutang-hutang yang bila dijumlahkan jumlahnya sangat besar sekali. Almarhum suami saya ternyata mempunyai hutang dari 7 bank yang berbeda, dengan jumlah tagihan yang berbeda-beda pula. Kami sudah berusaha semampu kami untuk membayar hutang-hutang almarhum suami saya, pertama–tama kami berusaha melunasi hutang-hutang almarhum suami saya yang memiliki nominal tidak besar, Alhamdulillah.. dengan ijin dan rahmat ALLAH Subhana Wa Ta’ala hutang dari 4 bank bisa kami tutupi.

Tapi saat ini, kami sudah benar-benar bingung sekali harus bagaimana melunasi sisanya, karena hutang almarhum suami saya di 3 Bank yang tersisa sungguh sangat besar & kami sudah benar-benar tidak sanggup untuk melunasi hutang-hutang tersebut. Pernah sore hari tanggal 4 April 2017 yang lalu salah satu pihak bank menelepon kami dan meminta kami dengan nada bicara yang tinggi untuk segera melunasi hutang-hutang almarhum suami saya itu. Sungguh Kami merasa sakit hati dengan nada bicara pihak bank tersebut yang berbicara seolah-olah seperti saya dan kedua anak sayalah yang berhutang sehingga bisa dengan seenaknya berbicara dengan nada tinggi kepada kami. Padahal dari awal kami sungguh tidak mengetahui hutang-hutang tersebut, baru setelah almarhum suami saya meninggal baru kami mengetahuinya. Apabila kami tahu pun, kami akan menentang dan mencegahnya.

492b626f1cbcd95497d5f5c18016f66fc2a09509

0e929f71cb663e988c982c14d1734940adde3af9

Padahal kami sudah bilang kami tidak mampu membayarnya tetapi pihak bank tersebut itu dengan nada tinggi tetap menuntut pembayaran cicilan kepada kami. Bahkan sampai saat ini pun mereka masih sering menghubungi kami. Kami sudah mengatakan bahwa almarhum suami saya juga memiliki hutang di beberapa bank.. Akan tetapi mereka tidak peduli sama sekali.

almarhum suami saya meninggal tiba-tiba adalah kehendak dan takdir Allah subhanahu wa ta’ala akan tetapi mungkin disebabkan stress yang sangat berat akan hutang-hutang beliau… secara tidak langsung hutang bunga berbunga yang dibebankan kepada almarhum suami saya adalah yang membunuh beliau.. lagipula kenapa pihak bank dengan berani sekali meminjamkan uang dalam jumlah besar kepada almarhum suami saya yang sudah berusia lebih dari 62 tahun.. dan juga tanpa sepengetahuan keluarga… ketika sudah kejadiannya seperti ini dengan seenaknya memaksa kami dengan nadakeras dan tinggi untuk membayar cicilannya… belum hilang rasa sedih ditinggalkan orang yang kami sayangi sampai saat ini ketika mendengar suara sirine ambulan tak terasa air mata saya menetes karena teringat almarhum suami saya, malah sekarang ini masih ada pihak yang mau menambah luka sementara rasa sedih kami sampai saat ini pun belum hilang… Apakah seperti itu memperlakukan sesama hamba Allah yang sedang ditimpa musibah. Dengan semena-mena menggunakan nada tinggi seperti itu seakan – akan kami akan melarikan diri. Dari lubuk hati yang paling dalam kami akan terus berusaha untuk membayar hutang-hutang almarhum suami saya dengan apapun caranya yang penting halal dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Tetapi kami tidak tau sampai kapan kami bisa melunasinya, hanya Allah Yang Maha Tahu. Apakah pihak bank tersebut itu tidak mempunyai hati nurani, sehingga dia sanggup berkata-kata seperti itu dan membuat hati kami teriris-iris… menambah stress dan beban pikiran kami… sampai saat ini pun pihak bank tersebut masih suka menelepon kami…

c40217d446939665ef13397132d42ed065f6c102

Sungguh kami tidak tau akan hutang-hutang almarhum suami saya, tapi pihak bank seakan tak perduli akan penderitaan kami, mereka terus mendesak kami melunasi hutang-hutang tersebut yang bahkan kami saja tidak tau apalagi diminta persetujuan akan peminjaman hutang-hutang itu, tapi dengan seenaknya mereka meminta kami melunasi hutang-hutang yang kami saja tidak tau apa-apa.

Saya memberanikan diri meminta bantuan ini kepada saudara-saudariku yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala. karena saya sungguh benar-benar bingung harus bagaimana lagi, hutang almarhum suami saya saat ini di 3 bank yang tersisa yaitu sekitar Rp 641.000.000, antara lain:

  • Bank Mandiri: +/- Rp. 355.000.000
  • Citibank: +/-Rp. 233.000.000
  • Bank BNI: +/-Rp.53.000.000 +

Total: +/- Rp. 641.000.000

9d5c4b60923d60a78a30ca316005ea3c4eaf2260

8ddc177e15e8affc620a3099284e52742ee0f3ad

Sungguh kami sangat bingung harus bagaimana lagi, bagaimana kami dapat membayar semua itu, sementara kehidupan kami saat ini pun penuh dengan keprihatinan, saya adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan anak-anak saya saat ini berusaha menjalankan usaha biro perjalanan kecil-kecilan yang ditinggalkan almarhum suami saya dengan tempat usaha yang masih mengontrak dan saat ini juga sungguh usaha biro perjalanan kami tidak dalam kondisi yang baik, disebabkan sekarang rata-rata orang-orang bisa pesan tiket lewat online jadi bisa beli tiket pesawat sendiri, pesan hotel sendiri, tour dll. Mereka bisa memesan semua itu dengan memakai HP mereka sendiri. Hal ini sungguh membuat kami pusing, stress dan bingung memikirkan bagaimana lagi cara kami bisa melunasi hutang-hutang almarhum suami saya.

Pada saat ini hanya kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha Esa tempat kami mengadu segala permasalahan ini, apa yang harus kami lakukan karena pada saat ini kami memang tidak mampu untuk melunasinya. Kami sudah berusaha agar pihak bank mau memberikan keringanan kepada kami tapi mereka tetap menekankan bahwa kami (keluarga) yang harus melunasinya tanpa memberikan keringanan.

Ya ALLAH,,, Sungguh cobaan ini sangat berat kami rasakan… kalau kami tidak sanggup untuk melunasinya, bagaimana dengan nasib almarhum suami saya di alam Barzah, ya ALLAH. memang kami tahu hutang ini harus dibayar, tapi kondisi kami saat ini seperti ini, sungguh sedang dalam kesulitan, apa yang harus kami lakukan, ya ALLAH.

Kami juga sudah berusaha mendatangi beberapa lembaga amal untuk meminta bantuan (+ 40 lembaga) sudah kami temui agar kami bisa membayar hutang-hutang almarhum suami saya. Namun banyak dari mereka sampai saat ini, tidak dapat membantu kami dengan berbagai macam alasan. Kami sungguh bingung dan sedih harus kepada siapa lagikah kami harus minta tolong selain kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Kami tak putus-putusnya berdoa agar doa kami di ijabah oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala agar diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran untuk menyelesaikan masalah ini. Kadang-kadang semangat kami melemah karena letih baik letih fisik maupun pikiran, tapi tatkala terbayang oleh saya wajah almarhum suami saya, seolah-olah minta pertolongan kepada kami, semangat kami timbul lagi karena kami ingin agar almarhum suami saya tenang di alam barzah. Alangkah bahagianya kami seandainya bisa melunasi hutang-hutang beliau.

Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala apabila dari bapak/ibu yang dapat membantu kami dalam permasalahan kami ini. Untuk itulah kami meminta tolong bapak/ibu sudi untuk menyisihkan sedikit dari harta bapak/ibu untuk dapat membantu kami yang sedang dalam kesulitan ini. Semoga harta yang bapak/ibu sisihkan untuk membantu kami menjadi tabungan bapak/ibu kelak di akherat nanti dan diganti oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan ganti yang berlipat-lipat. Aamiin. Mudah-mudahan bapak/ibu tidak berkeberatan memenuhi permintaan kami ini. Tak ada kata lain yang dapat kami ucapkan selain terima kasih yang sebesar-besarnya, karena kami tidak dapat membalas apa-apa selain ucapan syukur dan doa kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan rahmat, karunia, pahala, rizki dan hidayahnya serta memberikan umur panjang kepada bapak/ibu semua beserta keluarga.. Aamiin Ya Robbal A’lamin……

Seberapapun bantuan dari bapak, ibu, saudara sekalian kami ucapkan ribuan terima kasih dan puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan rahmat dan hidayatNya kepada bapak, ibu, saudara sekalian…

Bagi bapak/ibu yang ingin membantu kami bisa mengikuti cara donasi di bawah ini:

1. Klik tombol berwarna merah“Beri Donasi”

2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran

3. Transfer ke nomer rekening yang muncul dan saya mohon bantuan bapak, ibu saudara sekalian untuk menyebarkan ke media social bapak, ibu saudara sekalian.

Saya insyaAllah akan memberikan kabar terbaru jika ada pencairan dana pada halaman campaign ini.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, besar sekali harapan saya mudah-mudahan bapak/ibu dapat membantu kami. Dan mudah-mudahan pula almarhum suami saya bisa tenang di alam Barzah.. Aamiin Ya Robbal A’lamin……

Terima kasih banyak atas perhatian bapak, ibu saudara sekalian dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata saya yang salah dan mudah-mudahan dapat memaafkannya.

Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Wassalam,

Ibu Ida

Telepon: 081513602481


Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (23)