Kitabisa! - Bantu Pemulung Pindah dari Kolong Jembatan
Bantu Pemulung Pindah dari Kolong Jembatan

Bantu Pemulung Pindah dari Kolong Jembatan

Rp 41.868.668
terkumpul dari Rp 120.000.000
1638 Donasi 10 hari lagi
Bagian dari Lets ACT Indonesia

Cerita

Perjuangan Keluarga Pemulung Hidup di Kolong Jembatan

1d04ee3e-de84-4dd3-a5a2-f8543e3de6eb.jpg

Satu bulan lalu, Relawan MRI bertemu dengan seorang adik. Adik itu bernama Waskinah (14) yang akrab disapa Inah. Kini ia sedang duduk di kelas 3 SMP, menjalani kesehariannya dengan penuh keterbatasan.

Ketika ditemui Ia terlihat sedang berjalan ke sebuah gubuk reyot yang hampir rubuh di kolong jembatan Sungai Cimanuk, Jatibarang, Indramayu. Hari ini (11/07/2019) kami bersama Relawan MRI berkesempatan berkunjung dan bersilaturahmi kesana.

“Aku tinggal disini kak, tinggal bersama Emak dan Bapak”, Ujar Inah sambil menunjuk gubuk itu.

afd0d226-fe13-407f-8b7d-e5d90ba31457.jpg

Gubuk berukuran 3x4 Meter itu hanya berjarak sekitar 5 meter saja dari tanggul Kali Cimanuk. Sudah sekitar 9 tahun Inah bersama Emak dan Bapaknya tinggal bersama di satu tempat tidur yang langsung beralaskan tanah. Tidak ada sekat antara dapur dan ruangan lainnya, bercampur semua jadi satu di gubuk ini.

df4afdfb-822c-4f95-a0db-fa59314ea9b8.jpg

Beberapa waktu lalu, keluarga Inah mengalami musibah. Emaknya Inah mengalami kecelakaan yang menyebabkan keguguran.

"Bulan Puasa kemarin emak pendarahan kak, keguguran. Ternyata Allah belum menitipkan kembali rezeki adik pada saya, tapi gapapa, yang terpenting emak masih diberi kesempatan hidup dan kesempatan bersama sama aku dan bapak," Cerita Inah.

"Setelah keguguran itu kaki emak sering sakit, mungkin efek dari banyaknya jahitan yang beliau dapatkan", Tambah Inah.

Sedang Bapak, setiap hari bekerja sebagai buruh panggul pupuk dengan upah rata–rata 20 ribu sampai 30 ribu, “Tergantung rame atau enggaknya, kalo enggak ada bongkaran ya enggak dapet upah,” Tukas Emak Sumini dengan mata berkaca.

f7463213-5edf-4a13-a687-447ffa6e7394.jpg

“Sebenarnya kita semua sudah pasrah dan tawakal sama Allah kak, yang kami khawatirkan sekarang adalah gubuk ini ambruk kalo kalo kena angin kencang” Cerita Inah dengan bersedih.

Adik punya cita–cita? Tanya kami selanjutnya.

“Punya kak tapi saya takut ngomongnya, takut gak kesampean. Setahun lagi juga lulus SMP, aku gak tau bisa lanjutin nggak ke SMA, aku pengen sekolah tinggi biar nanti bisa bantu emak dan bapak nyari buat makan,” Harap Inah.

Sahabat kemanusiaan yang dermawan, mari bersama-sama mewujudkan harapan keluarga Ibu Sumini untuk memiliki hunian yang lebih layak dan membantu berikan biaya sekolah lanjutan untuk Adik Inah, dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)
  4. Dapat laporan via email

DISCLAIMER

  1. Seluruh hasil penggalangan dana akan digunakan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari, biaya pembangunan rumah, bantuan biaya kesehatan, dan bantuan dana pendidikan;
  2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) yang fokus membantu meringankan permasalahan sosial dan ekonomi; dan
  3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ade (+6282319803639).
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1638)