Kitabisa! - Bantu Icha melawan kanker
Bantu Icha melawan kanker

Bantu Icha melawan kanker

Rp 116.337.715
terkumpul dari Rp 125.500.000
2140 Donasi 0 hari lagi
Yulie
Akun telah terverifikasi

Cerita

Ketika Si Caca muncul kembali di atas Dadaku...

Caca adalah singkatan dari Cancer. Ya,aku sudah bersahabat dengan Kanker selama 4,5 tahun lamanya.

Mengikuti diagnosa pada tahun 2014 dengan ductal invasif carsinoma mamae stadium 2b grade , Juni 2014 aku menjalani mastektomi. Waktu itu hasil uji immunohistokimia (IHK) ku pada tahun 2014 itu adalah : ER +, PR +, dan Her2 -. Aku menjalani kemoterapi sebanyak 6x per 3 minggu yang dilanjutkan dengan terapi hormon dengan minum tamoxifen 20 mg perhari yang direncanakan selama 5 tahun.

9db14c61-0619-4fcd-a3e3-8091db3f66e6.jpg

( Foto keluarga kecil kami )

Sejak selesai terapi aku tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan aktif bekerja serta ikut di berbagai kegiatan komunitas kanker di Bandung, dan pelayanan di lingkungan dan gereja.

Juni 2018 aku, suami dan putri semata wayangku pindah ke Jogjakarta, mengikuti kepindahan kerja suamiku. Akhir Oktober 2018, pada perabaan, aku temukan seperti ada otot yang menebal, di atas dada kiriku , diatas bekas operasi mastektomi dulu. Aku berpikir bahwa itu bukan sesuatu yang perku aku kuatirkan.   Awal November 2018, aku pergi ke seorang profesor ahli bedah onkologi untuk memeriksakan daerah yang kuraba tebal tersebut, sekaligus karena aku memang sedang merasa terganggu dengan nyeri dipunggung kiri dan pegal-pegal di badanku. Saran dokter waktu itu: segera menjalani mamografi dan dilanjutkan dengan tindakan biopsi (yang memakai teknik aspirasi jarum halus (AJH)), didaerah yang terasa menebal tersebut, yang selanjutnya kusebut ‘benjolan’.

Hasil uji patologi dari biopsi menunjukkan bahwa jaringan yang diambil dari benjolan di daerah dada tersebut terdiri dari sel kanker payudara dengan grade 3, yang diduga sebagai kanker yang kembali (residif). Dokter bedah onkologi (Sp B Onk) ku menyarankan pengangkatan benjolan tersebut sesegera mungkin. Operasi yang diharapkan bisa terjadi secepatnya tidak bisa dilakukan karena sampai 1 bulan tidak ada kamar untuk rawat inap (untuk pasca operasiku) yang tersedia di rumah sakit. Padahal rangkaian pemeriksaan pra-operasi sudah semua aku jalani. Karena keadaan ini, lalu aku datangi seorang dokter Sp B Onk lain di RS lain. Kamar segera di dapatkan dan pada tanggal 7 Januari 2019 aku menjalani ‘pengangkatan secara luas’ (eksisi luas atau wide excision) dari benjolan tersebut termasuk daerah sekitarnya, untuk memastikan bahwa daerah yang ditinggalkan bersih dari sel kanker. Dokter yang melakukan eksisi memberitahu saya bahwa ternyata jaringan kanker yang timbul kembali tersebut tumbuh kearah dinding/otot dada dan hampir menempel ke tulang dada sehingga membuat beliau berhati-hati mengambilnya.

6cebf943-9bc4-4b72-a165-47b97d206767.jpg

( Kondisiku ketika menjalani kemo )

Hasil uji patologi dari tumor baru ini menyimpulkan bahwa jaringan tersebut adalah lobular karsinoma mamae, grade 3. Ukurannya 2 x 0.5cm dengan tebal 3cm. Terapi yang dianjurkan dokter ahli kanker Sp Pd KHOM yang selama ini merawat ku adalah kemoterapi 6x per 3 minggu, dilanjutkan dengan radioterapi.   Perlu tidaknya terapi hormon dan kemungkinan pemakaian targeted terapi seperti trastuzumab baru akan dipikirkan kalau hasil IHK yang baru nanti menunjang. Dokter Sp Pd KHOM ku menjelaskan lebih jauh bahwa kekambuhan lokal di area sekitar dadaku ini masuk akal terjadi sebab usia pada waktu aku di diagnosa pertama dulu cukup muda (28 tahun). Ini membuat aku berada pada ‘posisi’ ber resiko tinggi akan kekambuhan.

Saat ini aku sedang menunggu hasil IHK dari ‘tumor baru’ ini. Tahun ini adalah tahun ke 4 ku menjalani terapi hormon dengan tamoxifen. Bisa dipastikan bahwa tamoxifen akan dihentikan kalau hasil IHK tumor yang baru nanti menunjukkan bahwa tumor yang baru ini tidak mempunyai reseptor estrogen (ER) ataupun reseptor progesteron (PR) – alias kalau ER PR nya negatif. IHK yang baru nanti juga akan menunjukkan apakah status HER2 tumor baru ini positif (artinya berbeda dengan IHK tumor yang dulu di tahun 2014) atau tetap sama, negatif.

Aku selalu beranggapan bahwa dengan adanya si caca dalam tubuhku ini (lagi), aku selalu meyakini bahwa Tuhan begitu sayang padaku. Dengan mengingatkan aku untuk beristirahat sejenak dari rutinitas ku dan mendekatkan diri kepadaNya,juga lebih peduli lagi terhadap sesamaku,teman-teman seperjuangan dan yang baru menerima vonis kanker.

07e2657e-bfd2-4b4f-a6f9-75d208ec56f5.jpg

( Putri kecilku yang selalu menjadi semangat hidupku )

Semoga,selalu ada keajaiban dari kisah dan kasih yang kualami di sepanjang hidupku ini. Tetap berjuang,terus bertahan dan penuh semangat menjalani terapi hari demi hari.

God bless.

Dari aku yang sedang berjuang,

Icha Candrasa, 33 tahun, Wiraswasta, Boro, Jogjakarta.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2140)