Apa Kabar Rekaman Indonesia Raya Versi Asli?
Apa Kabar Rekaman Indonesia Raya Versi Asli?

Apa Kabar Rekaman Indonesia Raya Versi Asli?

Rp 3.532.270
terkumpul dari Rp 50.000.000
144 Donasi 12 hari lagi


Cerita

“…tak ada yang tahu di mana versi asli rekaman Indonesia Raya yang dibuat oleh WR Supratman. Terakhir, keluarga Yo Kim Tjam (YKT) menyerahkan versi asli ini kepada pemerintah pada tahun 1957, namun …”

d5ad62e0-caca-404f-9d6f-6cbbead6caae.jpg



Pentingnya Belajar dari Sejarah

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencatat sejarahnya dan dapat belajar dari pengalaman masa lalu sehingga dapat terus berkembang menjadi bangsa yang lebih baik. 

Catatan sejarah yang dimaksud dapat berupa arsip dokumen tertulis, foto, film, serta karya musik rilisan populer. Kenapa karya musik rilisan populer? Karena musik lagu ciptaan merupakan salah satu karya seni sebagai cerminan dari kehidupan keseharian di eranya masing-masing, sehingga melalui arsip karya musik, kita dapat mengetahui situasi dan kondisi umum perjalanan bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu bentuk identitas bangsa pun, karya musik dapat dijadikan sebagai acuan. Namun jika tidak diarsipkan dengan baik, boleh jadi kepemilikan karya musik ini malah diakui oleh negara lain…

Kondisi Pengarsipan Karya Musik Populer Indonesia

c0c1b894-da2f-42ed-be9f-bd74a2c6016a.jpg

Kondisi Koleksi Rilisan Piringan Hitam di Beberapa Stasiun Radio Republik Indonesia

Namun kenyataannya, generasi-generasi penerus bangsa mengalami kesulitan guna mengakses arsip-arsip tersebut karena beberapa alasan:

  1. Minimnya kesadaran akan budaya pendokumentasian dan pengarsipan, sehingga masyarakat umum kerap “lupa” untuk melakukan pengarsipan.
  2. Kalaupun ada yang “ingat”, seringkali upaya pemeliharaan arsipnya kurang diperhatikan sehingga kondisi arsip-arsip yang ada saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan (tidak jarang sudah tidak dapat diakses sama sekali).
  3. Sekalipun kondisi arsipnya masih terawat, masyarakat umum kerap kesulitan untuk mengaksesnya, karena; prosedur yang berbelit, dan/atau tidak memiliki informasi kemana harus mengaksesnya?

Upaya Pengarsipan Karya Musik Populer Indonesia

Sejak 2013, Yayasan Irama Nusantara berinisiatif untuk memulai upaya pendataan, pengarsipan, dan pendokumentasiaan musik populer Indonesia, yang dimulai dari era tahun 1900-an, mengingat era tersebut dapat dikatakan titik awal dimulainya era industri musik populer di Nusantara. Seluruh data pengarsipan ini dapat diakses melalui website Irama Nusantara.

58a58d88-86bc-46a3-bec7-15bc5f54c5a7.jpg

Salah satu tahapan proses pengarsipan digital rilisan musik populer Indonesia

Selain mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mau mengenal dan mencintai karya-karya musik populer Indonesia yang merupakan kekayaan budaya dari bangsanya, upaya ini juga turut mengajak masyarakat untuk mau ambil bagian dalam pengarsipan dan pendokumentasian musik populer Indonesia.

“Hingga saat ini, arsip digital yang telah terselamatkan berada di kisaran 4000-an rilisan. Ini pun baru diarsipkan dari (sebagian) kota-kota besar di pulau Jawa. Mungkin baru sekitar 5% dari keseluruhan jumlah rilisan di Indonesia!”

60f93f63-3a1c-4f0d-ab4a-f2cdb4b75f5b.jpg

Jumlah rilisan yang telah didigalisasi oleh Irama Nusantara berdasarkan dari rentang dekade rilis.
(data diambil dari Desember 2019)



Kami masih membutuhkan dukungan dari banyak pihak guna membantu kami mengarsipkan musik populer Indonesia (dengan target 100 rilisan dalam waktu 3 bulan) dan kebutuhan operasional serta pengembangan yayasan, meliputi:

  1. Pengembangan dan optimalisasi website sebagai akses utama arsip musik populer Indonesia
  2. Pengadaan kapasitas server untuk penyimpanan arsip musik populer Indonesia
  3. Pengembangan aplikasi digital
  4. Pengadaan dan pemeliharaan alat-alat dan fasilitas penunjang pengarsipan digital

Harapannya upaya kami dapat berkelanjutan terutama bagi generasi yang baru untuk mengetahui, memahami, dan memanfaatkan arsip karya musik populer Indonesia untuk pengembangan industri musik Indonesia.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (144)