Kitabisa! - Bantu Janda Suwaidah menghidupi keempat anaknya!
Bantu Janda Suwaidah menghidupi keempat anaknya!

Bantu Janda Suwaidah menghidupi keempat anaknya!

Rp 8.107.986
terkumpul dari Rp 12.000.000
34 Donasi 0 hari lagi
Fareza Wahyu
Akun belum terverifikasi
Bagian dari Family for Family

Cerita

Bantu Ibu Suwaidah, si Janda yang menjadi Tulang Punggung bagi 4 anaknya !

Ibu Suwaidah, seorang janda berusia 42 tahun yang menjadi tulang punggung bagi 4 anaknya. Semenjak ditinggal sang suami, usaha jualan baso pun berhenti karena tidak ada lagi yang membawakan gerobak. Bermodalkan menjadi penjahit, memilikki mimpi anaknya dapat bersekolah di ITB.

Bagaimana rasanya ketika ditinggal pasangan hidup dan harus kehilangan usahanya karena alasan “saya tidak kuat dorong gerobaknya jika tanpa suami saya” ? bagaimana rasanya ketika harus berjuang sendiri demi kelangsungan hidup keempat anaknya? Bagaimana ketika memilikki mimpi ingin anak-anaknya terus sekolah hingga mengorbankan segalanya? Bantu ibu Suwaidah, si Janda yang menjadi Tulang Punggung bagi 4 anaknya

Siti Suwaidah (46 tahun) adalah nama lengkapnya. Seorang janda yang ditinggal suaminya sejak tahun 2007, di saat si bungsu masih berusia 2 tahun. Memilikki 4 anak bernama ayu annisa (21 tahun), m purkon al haqqi (13 tahun), nurhasanah (11 tahun), dan salma nur azizah (8 tahun). Sebelum sang suami meninggal, mereka berjualan baso bersama demi kelangsungan hidup dan agar keempat anaknya tidak putus sekolah. Namun, semenjak kepergian sang suami, ibu Suwaidah tidak mampu lagi berjualan baso karena tak ada yang mendorongkan gerobaknya. Keempat anaknya masih kecil dan Ibu Suwaidah tidak mau anak-anaknya putus sekolah hanya karena harus membantu ibunya bekerja.

Kini demi menghidupi dan menjaga keempat anaknya dari putus sekolah, ibu Suwaidah menjadi penjahit sekedarnya. Namun, ibu Suwaidah kini terancam kehilangan usahanya untuk kedua kalinya karena mesin jahitnya pun sudah rusak dan tidak bisa menjadi modal usaha kembali. Ibu Suwaidah pun tidak mampu untuk membeli mesin jahit baru.

Ibu Suwaidah bersama keluarga tinggal di jalan titiran dalam kota Bandung dengan luas rumah hanya 3x5 meter persegi untuk berlima. Bermodalkan atap genteng dan tembok triplek Ibu Suwaidah berusaha untuk terus dapat menghidupi kelima anaknya.

“Nak, kamu harus terus sekolah ya terus kuliah di ITB, ibu akan berusaha semampu ibu biar kalian sekolah sampai kuliah di ITB” itulah mimpi ibu Suwaidah yang disampaikan terus kepada keempat anaknya. Ibu Suwaidah melarang keempat anaknya untuk membantunya bekerja, bagi Ibu Suwaidah yang paling penting adalah sekolah sampai selesai. Ilmu agama pun terus beliau ajarkan kepada anaknya agar tetap menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Yuk bantu Ibu Suwaidah untuk memodali Ibu Suwaidah untuk bisa tetap berwirausaha menjadi penjahit dan membantu biaya sekolah anaknya agar mimpinya dapat menguliahkan anaknya di ITB dapat tercapai.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (34)