Kitabisa! - Bantu masyarakat Desa Sukamenak di Jatigede
Bantu masyarakat Desa Sukamenak di Jatigede

Bantu masyarakat Desa Sukamenak di Jatigede

Rp 38.051.340
terkumpul dari Rp 250.000.000
130 Donasi 0 hari lagi

Cerita

  1. Mimpi yang Tergenang

2bf375061f3b5bfcb37932dac7e574181bdb8e9c

Bagi masyarakat Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, tergenangnya mimpi mereka bukan sebuah retorika belaka namun benar-benar realitas yang mesti dihadapi. Ribuan jiwa mengorbankan kehidupan mereka yang semula makmur, sebagai salah satu lumbung padi paling produktif di Jawa Barat, menjadi pengangguran yang belum jelas mata pencahariannya karena lebih dari 80 hektar wilayah persawahan masyarakat tergenang oleh proyek Waduk Jatigede.

Dengan uang penggantian yang tidak mencapai Rp. 30juta, tiba-tiba saudara-saudara kita korban penggenangan ini secara serentak harus pindah dari tempat tinggal mereka semula, membeli tanah, membangun rumah, dan menata hidup baru yang masih abu-abu. Setelah turun-temurun menjalankan kehidupan dalam kebudayaan agraris yang mengolah persawahan basah, kini mereka berhadapan dengan bentangan air waduk yang di dalamnya terdapat bekas rumah, sekolah, mesjid, makam dan sawah-sawah subur mereka yang ditenggelamkan dalam mega-proyek PLTA ini.

5301f49f930e3c5994b5762a51a27353be6d0389

Harapan mereka tidak pernah sirna, dan kepercayaan mereka bahwa pembangunan waduk ini dilakukan untuk kesejahteraan orang banyak pun tak pernah hilang. Hanya saja, kenyataan bahwa belum ada satu pun program revitalisasi desa pasca-penggenangan menjadikan hidup mereka terkatung-katung dan nyaris tanpa harapan. Semula, mayoritas penduduk desa bekerja di sawah sebagai pemilik dan buruh tani, kini hanya segelintir warga yang memiliki keberanian untuk turun ke air memulai usaha perikanan, karena sebelumnya tak ada yang pernah terbiasa dengan budaya air.


“muter terus dulu mah, ada aja kerjaan ke sawah, sekarang yang punya sawah juga ga ada lagi” (Usa Rusmana, 60 tahun)

"Baheula mah (sebelum digenang) yang saya pikirin teh Cuma biaya sekolah anak, untuk makan dan tidur mah gak saya pikirin, beras tos aya da gaduh sawah 50 bata, sayur tinggal metik, sampeu (singkong)kari nyabut, baheula mah teu rudet jiga ayeuna sawah teu gaduh, bumi can beres, ayeuna mah lamun mimpi oge masih keneh Desa nu baheula” “ayeuna saya mah ngaburuh tani kalau di panggil weh, atau bantu-bantu di bangunan” (Asep Agus, 54 tahun, buruh bangunan dan buruh tani)

“sekarang mah banyak yang dulunya tanahnya pada luas jadi stress kang, biasanya udah gak mikirin beras, malah bisa jual beras segala dulunya mah, sekarang juga hampir sama susahnya kaya kita” (Salim 64 tahun, ketua RT)


f3f59c7f06b1fd4b98a2b144dc21fe6a73bc6bb3

Tentang Desa Sukamenak

Desa Sukamenak merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Darmaraja dan salah satu dari 28 desa yang terkena proyek pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Jarak Desa Sukamenak dengan ibu kota Kecamatan Darmaraja kurang lebih 4 km sedangkan jaraknya dari ibu kota Kabupaten Sumedang kurang lebih 25 km, kurang lebih 70 km dari ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Sebelum penggenangan, luas desa ini adalah kurang lebih 208 ha dan setelah proses penggenangan menciut menjadi 35 ha. Artinya, hampir seluruh persawahan di wilayah desa Sukamenak musnah karena proses penggenangan.

Padahal, mayoritas penduduk Desa Sukamenak sebelum proses penggenangan, memiliki mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Pertanian sawah merupakan mata pencaharian utama di Desa Sukamenak, di mana mereka bertani di lahan yang datar dan berada di dekat pemukiman mereka.

Saat ini mata pencaharian masyarakat masih belum stabil, karena beberapa hal di antaranya yaitu :

- Fokus perhatian masyarakat masih berkaitan dengan tempat tinggal mereka. Tabungan dan uang penggantian mereka sudah habis terkuras untuk membangun tempat tinggal baru sehingga mereka belum memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha baru (perikanan, berdagang, berkebun, dll)

-Masyarakat belum memiliki pengetahuan terkait budaya perariaran, karena mereka secara turun-temurun merupakan masyarakat agraris, pengetahuan mereka masih terbatas pada sistem pertanian saja

-Terputusnya jalan utama antar-desa yang ikut tergenang mengakibatkan biaya hidup melonjak berkali lipat sehingga masyarakat terpaksa memanfaatkan sumber daya yang terbatas, mengakibatkan kualitas hidup merosot tajam

-Golongan lansia serta anak-anak usia sekolah di Desa Sukamenak merupakan golongan yang paling rentan. Lansia rentan terkait dengan hilangnya mata pencaharian, sedangkan anak-anak usia sekolah rentan putus sekolah karena perekonomian keluarga yang tidak stabil

ebd06619b5d50a7b235109e7deec33771b46bc89

Tujuan

-- Bangkitnya Harapan

Para Orang Terkena Dampak (OTD) pembangunan Waduk Jatigede tidak bisa bangkit sendirian. Kompleksitas masalah ini perlu diselesaikan bersama melalui kajian dan program yang dikerjakan dengan serius agar daya hidup masyarakat Desa Sukamenak dapat bangkit secara bertahap dan berkelanjutan. Memasuki masa darurat ekonomi di Desa Sukamenak, maka program yang dijalankan harus secara sekaligus memberi bantuan langsung sambil terus membuat kajian pemberdayaan yang terpadu.

Penggalangan dana ini bertujuan untuk menjadi langkah awal untuk menggulirkan kembali kehidupan masyarakat OTD sehingga sedikit demi sedikit dapat keluar dari keterpurukan, dengan membatu mereka membangun infrastruktur penunjang perekonomian yaitu Tempat Pelelangan Ikan dengan Harapan dapat mendorong pengembangan ekonomi masyarakat Desa Sukamenak.

Berikut rincian biaya-biaya yang dibutuhkan:

1, Tempat pelelangan Ikan

  • Bahan Bangunan : Rp. 45.000.000
  • Biaya Pembangunan : Rp. 10.000.000
  • Perlengkapan lain-lain (meja, kursi, Timbangan, instalasi listrik) : Rp. 15.000.000
  • Total Rp. 70.000.000
Jika campaign kami berhasil mencapai 100% atau lebih dari target donasi kami juga merencanakan untuk membantu masyarakat Desa Sukamenak untuk :

2. Posyandu Dan PAUD

  • Renovasi : Rp. 15 .000.000
  • perlengkapan Posyandu : Rp. 5.000.000
  • Perlengkapan Paud ( meja, kursi, seragam paud, dll) : 10.000.000

3. Perbaikan Rumah Rusak

  • Renovasi rumah @ Rp. 5.000.0000 x 5 : 25.000.000

4. Perbaikan Jalan menuju tempat pelelangan ikan

  • pengecoran jalan sepanjang 50 M : Rp. 50.0000.000

5. Perbaikan Masjid

  • Renovasi masjid Rp. 25.000.000.

6 modal usaha untuk OTD (orang terkena dampak) : Rp. 50.000.000 Masukan dari warga untuk mengembangkan ternak kambing dan domba, karena tersedia banyak pakan untuk domba dan kambing

Adapun waktu pelaksanaan program bantuan bagi masyarakat desa sukamenak ini adalah selama 12 bulan terhitung satu bulan sejak dana cair dan terkumpul. Inisiatif dan pelaksana proyek ini adalah Yayasan Desa Mentari yang akan berkolaborasi dengan masyarakat Desa Sukamenak

921d02096468b91404ede3a420bfa3948aa816b0


Cara donasi:

  • Klik tombol berwarna merah “Beri Donasi”
  • Isi data diri dan pilih cara pembayaran
  • Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media Anda.

Jika anda ingin bertanya lebih jauh tentang campaign ini, anda bisa menghubungi Ricky Ardian Harahap

HP : 081322299959

email : [email protected]

Facebook : https://www.facebook.com/ucok.jump

Instagram : @ucokcantjump

Terima kasih.

Salam Hormat,


Video by Watchdoc Documentary

Foto by Ricky, keni dan Richa

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (130)