Bantu Jemaat Kahilin Bangun Gereja Baru
Bantu Jemaat Kahilin Bangun Gereja Baru

Bantu Jemaat Kahilin Bangun Gereja Baru

Rp 141.674.357
terkumpul dari Rp 500.000.000
278 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Perkenalkan, saya Fredy Frits Maunareng dari pelosok negeri, di penghujung NKRI. Saya tinggal di pulau perbatasan RI-RDTL, Wetar. Saya ingin memperkenalkan sambil memohon bantuan kepada saudara-saudara untuk ikut mengabulkan harapan saudara-saudara kami di Kahilin, Wetar Timur, Maluku Barat Daya dalam pembangunan gedung gereja baru.

Kahilin merupakan sebuah desa tua yang ada di wilayah Kecamatan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Di desa ini, mayoritas warganya menganut ajaran nasrani-Kristen Protestan. Sekitar 300-an kepala keluarga membina kehidupan sebagai keluarga nasrani.

Belum banyak yang tahu, kehidupan masyarakat dan jemaat di Kahilin. Mereka hidup dan bermukim di atas perbukitan. Tidak ada sumber mata air di atas perbukitan itu. Untuk mendapatkan air bersih, mereka menyusuri curamnya lembah untuk mengambil air yang keluar dari mata air di pesisir pantai. Memikul jerigen untuk mengambil air dari dan ke rumah adalah pekerjaan harian yang dilakukan, baik oleh kaum pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak. Informasi lain mengenai kondisi ini bisa dibaca dari Tribun Maluku.

Kehidupan ekonomi pun memprihatinkan. Setidaknya tingkat pendidikan masyarakat dan jemaat Kahilin menjadi korelasi positif dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Belum banyak yang mengenyam pendidikan di tingkat menengah. Faktor utama ialah pendapatan untuk membiayai anak usia sekolah terbilang sulit.

Gambar Gereja Bethel Kahilin, tampak dari dalam. (DocFFM, 5/8/18)

Dalam konteks pembangunan dan penguatan iman, sarana peribadatan adalah mutlak diperlukan. Selain tersedia, juga harus terwadahi dan menunjang semua aktivitas umat. Ikhtiar itu belum menjadi kenyataan bagi saudara-saudara kita di Kahilin, Kecamatan Wetar Timur. Aktivitas umat dari tahun ke tahun masih dilakukan pada gereja tua yang sudah termakan usia. Di seluruh Wetar, selain Kahilin, kita tidak akan pernah menemukan ada gereja yang masih berdiri rapuh dengan dinding bambu dan atap daun kelapa dan masih berlantai tanah yang masih digunakan. Begitulah kondisi rumah ibadah yang terdapat di Kahilin. Momentum gerejawi yang harus dilakukan penuh kedamaian tidak begitu ideal dirasakan. Umat berdesakan dalam ruang peribadatan karena hujan, sudah menjadi hal yang lumrah bagi mereka.

Kondisi gedung yang sudah tua itu pun digunakan secara multifungsi. Selain dipakai sebagai sarana peribadatan, gedung ini pun dipakai sebagai sarana pertemuan desa. Kini, gedung yang sekarang dipakai untuk melakukan segala aktifitas tersebut di atas, usianya sudah lebih dari 70-an tahun. Secara fisik bangunan yang ada sudah banyak kerusakan di mana-mana, banyak atap yang bocor, dinding-dinding mulai keropos sehingga sudah tidak nyaman lagi dipergunakan untuk melakukan kegiatan ibadah. Kondisi pendapatan umat di bawah garis kemiskinan menjadikan ikhtiar membangun gedung gereja baru belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Penghasilan komoditas yang tak menentu jadi sumbangan terhambatnya pembangunan umat di Kahilin. Tentu ini menjadi pengujian iman kekristenan saudara-saudara kita dalam wadah organisasi gerejawi.

Pergumulan demi pergumulan dilakukan, tahun 2016 mulai dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru. Untuk mewujudkan keinginan itu, hanyalah bermodalkan semangat gotong royong sebagai andalan, yang dilandaskan pada spiritualitas kekristenan. Itulah sebabnya, dengan pendapatan umat di bawah garis kemiskinan, umat dengan gembira hati mempersembahkankan Rp. 1000/hari atau yang diakumulasi kemudian dengan 1jt per kepala keluarga untuk pembangunan gedung gereja, sedangkan kebutuhan keluarga dipikirkan kemudian. Pemberian dari kekurangan, yang dimulai sejak tahun 2002, itulah yang kini menjadi modal awal pembangunan gedung baru yang masih ada pada lokasi yang berdekatan. Gambar terlampir memperlihatkan pembangunan yang sedang berlangsung.

Gambar Gereja Baru Kahilin, sedang dalam proses pembangunan. Tampak stagnan sehingga banyak rumput tumbuh di sekitar area gedung (DocFFM, 6/8/18)

Harga material bangunan yang terus menanjak naik dari waktu ke waktu, membuat pantia habis cara untuk mendapatkan dana. Tanggungan wajib umat, proposal sejenis, sumbangan dari hasil pendapatan, jualan baju, kalender, belum dapat menyelesaikan kebutuhan material. Panitia pembangunan masih memerlukan uluran tangan para donatur dengan berusaha mengetuk hati para donatur, kendati partisipasi umat tetap tidak dihapuskan. Lagi-lagi dalam upaya mengetuk hati para donatur, panitia juga tetap berpegang pada spiritualitas: “Bukan karena berkelebihan, melainkan karena spirit saling menopang dalam kekurangan”. Spirit inilah yang menjadi dasar keberanian panitia untuk menyapa sebanyak mungkin donatur dalam usaha mempercepat pembangunan Gereja. Bagi panitia, waktu bukanlah target untuk penyelesaiannya, tetapi dana-lah yang bisa membantu gedung ini dapat terselesaikan dengan cepat.

Sambil menunggu uluran tangan dari saudara-saudara yang rela memberi dengan ikhlas, bangunan ini pun dikelilingi ilalang. Dari gambar di atas terlihat banyak gulma karena pekerjaan ini sedang terhenti. Selain karena ketersediaan material non-lokal, tukang yang dipercayakan untuk menangani bangunan pun tak kunjung datang ke Kahilin untuk melanjutkan pembangunan ini. Mungkin karena fee yang didapat kecil atau lainnya tidak diketahui jemaat. Meski menggunakan tukang, pekerjaan bangunan ini dilakukan secara gotong-royong. Dalam proses pembangunan gereja baru ini, Tukang, bagi Jemaat Kahilin disebut dengan istilah “tukang mata”. Tukang hanya memberi arahan, dan jemaatlah yang mengerjakan secara bergotong-royong.

Harapan saya sekiranya tulisan ini tidak mengusik saudara-saudara sekalian untuk meninggalkan saudara-saudara kita di Kahilin yang sedang membutuhkan pertolongan dari kita selaku umat yang beriman.

Untuk Donasi, silahkan ikuti langkah berikut :

1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nilai donasi dan data diri
3. Pilih metode pembayaran dan transfer

Jangan lupa untuk SHARE / Sebarkan informasi ini kepada saudara, rekan dan teman-teman di sosial media atau di sekitar rumah.

Semoga amal baik Anda terus mengalir dan diterima Tuhan yang punya alam semesta.

Salam Peduli,

Fredy Frits Maunareng

WA/HP: +62812-3799-4030

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (278)