Kitabisa! - Kakek Sali Terbaring Tak Berdaya
Kakek Sali Terbaring Tak Berdaya

Kakek Sali Terbaring Tak Berdaya

Rp 13.366.382
terkumpul dari Rp 35.000.000
68 Donasi 0 hari lagi

Cerita

PANGKAL PINANG - Namanya Sali, tetangga sekitarnya terbiasa memanggilnya Atok Sali, dalam bahasa Bangka, Atok berarti kakek. Si Kakek atau Atok Sali mengaku terlahir sebagai orang Bangka asli, tepat 80 tahun yang lalu.Rumah Atok Sali tinggal di wilayah kumuh pinggiran Sungai Rangkui, RT 03 RW 01, Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkal Pinang.

Kami mengenal Atok Sali pertama kali lebih dari setahun yang lalu. Kala itu, pertengahan Februari 2016, banjir besar menggulung Kota Pangkal Pinang. Luapan sungai Rangkui merendam hampir seluruh Kota Pangkal Pinang, termasuk rumah Atok Sali. Kami pun pernah menggalang bantuan di kitabisa.com/daruratbanjir demi membantu Atok Sali yang kehilangan harta benda akibat banjir.

Atok Sali sakit keras, dan tak ada yang tahu kondisinya.

Dalam rumah kecilnya yang gelap, selama bertahun-tahun sudah Atok Sali memang hanya menetap sendirian. Anak-anak Atok Sali hidup bersama keluarga masing-masing.

Awal Ramadhan tahun 2017 ini, kembali datang kabar dari Atok Sali. Anak-anak relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka Belitung mendapati Atok Sali terbaring lemah tidak berdaya di dalam rumahnya. Atok Sali sakit keras, dan tak ada yang tahu kondisinya.

“Kami kaget lihat Atok Sali menggigil sendirian di dalam rumah. Badannya kurus sekali. Hanya tulang dibungkus kulit. Atok juga tidak punya kasur. Hanya tikar tipis yang jadi alas Atok Sali. Tetangga tidak ada yang tahu kondisi Atok,karena memang si Atok Sali hanya tinggal sendirian di dalam rumah. Apalagi Atok Sali sudah lama tuli dan tidak bisa berbicara,” kata Eko Gunawan, pimpinan MRI Bangka Belitung.

41ad7c0c5a615eb300c0edd1ef2d3e60311d72dd

Sejak itu juga, tepat di hari pertama Ramadhan 2017, Atok Sali dilarikan ke rumah sakit. Atok Sali harus segera mendapat pertolongan pertama. Sejak malam pertama Ramadhan kemarin, Atok Sali dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah, Kota Pangkal Pinang.

“Belum ada diagnosa pasti dari dokter, tapi kemungkinan Atok Sali terkena kencing batu parah. Atok Sali sudah dua minggu ini tidak mau makan apa-apa. Satu orang anak Atok Sali ikut menjaga Atok di rumah sakit,” kata Eko.

Dari cerita anak si Atok, sudah sejak dua bulan lalu Atok merasakan sakit di perutnya. “Kata Anaknya, sewaktu Subuh sekitar dua bulan lalu, Atok tidak bisa kencing. Pas dia duduk sakit. Sejak itu Atok hanya bisa tidur di dalam rumahnya. Atok tidak punya kasur. Anak Atok juga tidak mampu membelikan kasur, sama seperti si Atok, anaknya juga sedikit tuli sulit mendengar dan berbicara,” ujar Eko.

b1d52ce465e6cc0e52957edf4f09a8755d9141bc

Kondisi Atok Sali kurus tidak berdaya. Dari lembaran foto yang dikirimkan Eko, tampak badan si Atok hanya tulang berbalut kulit. Entah sudah beberapa minggu berlalu Atok Sali hanya terbaring kesakitan di dalam rumahnya, tidak ada tetangga yang tahu. Sampai akhirnya anak-anak MRI Bangka Belitung menemukan Atok lemas di atas tikar tipis di dalam rumahnya.

Sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk Atok Sali? Beliau adalah salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang membela Pangkal Pinang dari penjajah. Doa dan bantuan yang ikhlas sangat dibutuhkan untuk Atok Sali.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (68)