Kitabisa! - Bantu Kenzie Lawan Invaginasis dan Pendarahan
Bantu Kenzie Lawan Invaginasis dan Pendarahan

Bantu Kenzie Lawan Invaginasis dan Pendarahan

Rp 104.436.797
terkumpul dari Rp 100.000.000
524 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Saya, Melissa Hana adalah perwakilan dari keluarga Kenzie Naufal Athariz yang saat ini menderita ivaginasis memohon bantuan untuk adik Kenzie. Saya sendiri adalah sahabat dari ibu Kenzie, Muharizka.

Semua ini bermula pada hari Sabtu, 27 Januari 2018, Kenzie ada jadwal vaksin difteri di posyandu. Setelah vaksin, hari Minggunya muncul cacar air. Tapi cacar air itu biasanya muncul karena sudah terserang virus dari 2 minggu sebelumnya. Jadi sebelum vaksin, ternyata kenzie udah terjangkit virus varicella yang menyebabkan cacar air.

Selama masa cacar, Kenzie masih mau makan, tapi suhu badan sempat tinggi mencapai 39 derajat. Dan biasanya wajar anak panas saat cacar. Jadi kami hanya kasih obat penurun panas. Setelah hampir seminggu cacar, hari Jumat, 2 Februari 2018, nafsu makan Kenzie menurun drastis, susu pun cuma habis setengah botol dari porsi biasa dia minum. Pada hari Jumat itu seharian Kenzie tidak BAB. Meski tidak mau makan, hari itu Kenzie masih ceria maka dari itu pihak orangtua tidak curiga namun sudah mulai lemas dan lebih banyak tidur.

Sabtu, 3 Februari 2018, Kenzie sama sekali tidak mau makan makanan apapun. Setelah dipaksa untuk tertelan, tidak lama Kenzie muntah banyak sekali dibarengi BAB yang juga banyak dan mencret sebanyak dua kali.

Kami curiga karena Kenzie lemas dan jadi suka mengerang tiba-tiba meski tidak menangis. Kenzie anak kuat, Ia hanya minta dipeluk dan gampang tertidur. Kami langsung bergegas membawa Kenzie ke IGD RS Murni Asih, Tangerang supaya dapat infus karena tidak ada makanan yang masuk ke Kenzie.

Sesampainya di IGD, Kenzie BAB lagi namun kali ini bercampur darah! Awalnya kami kira wasir atau karena feses yang terlalu keras menyebabkan pendarahan di anus. Namun setelah itu feses tidak keluar, hanya darah segar yang mengalir hingga Kenzie diharuskan transfusi darah.

Hari itu juga Kenzie diperiksa dokter spesialis anak dan mendapati kemungkinan ada masalah di pencernaan bagian bawahnya yang menyebabkan darah mengalir ke anus. Setelah cek lab dan sebagainya, ternyata benar darah tersebut berasal dari abdomen dan Kenzie perlu USG abdomen untuk memeriksa bagian mana ususnya yang terinfeksi.

Kami pindah rumah sakit yang memiliki peralatan lebih lengkap karena di RS sebelumnya tidak tersedia USG abdomen dan colonostomy. Seharusnya pada hari itu juga Kenzie segera dioperasi, tapi kami kesusahan mencari RS yang memiliki peralatan lengkap sehingga Kenzie harus menunggu untuk dirujuk.

Minggu malam, 4 Februari 2018, Kenzie baru bisa dirujuk ke RS Hermina Jatinegara. Sesampainya di UGD RS Hermina Jatinegara, Kenzie langsung diperiksa oleh dokter spesialis anak, dokter menduga Kenzie terkena invaginasi dengan meraba bagian ususnya. Invaginasi adalah kondisi dimana usus yang lemah terjebak masuk ke dalam usus yang kuat, sehingga mengganggu saluran pencernaan. Hal ini menyebabkan infeksi dan pendarahan.

Dokter bilang invaginasi ini belum diketahui pasti penyebabnya apa. Dokter hanya menduga, karena Kenzie sempat panas tinggi dan terjangkit virus akibat cuaca yang buruk akhir-akhir ini, atau karena spontanitas saja/terjadi secara tiba-tiba.

Minggu malam Kenzie masuk ruang perawatan untuk besoknya dijadwalkan USG abdomen. Setelah keluar hasil diagnosanya, Kenzie positif terkena INVAGINASI dan infeksinya telah menyebar banyak di ususnya sehingga butuh tindakan cepat operasi untuk menghentikan infeksi yg semakin menyebar.

Kenzie dijadwalkan operasi hari Senin, 5 Februari 2018 pukul 15.30 tapi ternyata dokter bedah yang direncanakan akan membedah Kenzie berhalangan hadir karena beliau sedang melakukan operasi besar yang membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya Kenzie dicarikan dokter bedah anak pengganti yang ahli, beliau baru bisa mengoperasi Kenzie sekitar jam 7 malam.

Setelah dilakukan operasi, dokter bedah menjelaskan kondisi usus kenzie. Bahwa ada sekitar 5 cm usus mati dan 30 cm usus yang terinfeksi. Dokter tidak mungkin memotong usus sepanjang 30cm, akhirnya diambil keputusan yang terbaik untuk mempertahankan usus yang terinfeksi, yang dipotong hanya sekitar 5 cm, usus lainnya yang luka dibiarkan tidak berfungsi agar bisa pulih kembali sampai 2-3 bulan ke depan. Sambil menunggu usus pulih, Kenzie BAB tidak melalui anus, tapi langsung melalui perut dan membutuhkan kantong colostomy untuk menampung fesesnya sampai 2-3 bulan ke depan.

Saat ini Kenzie masih belum makan banyak, tapi ke depannya Kenzie akan sering makan dan karena usus Kenzie pendek, jadi akan cepat mengeluarkan feses. Estimasi ganti kantong colostomy per hari adalah 5 kali. Harga kantong colostomy sekitar Rp150.000, dikalikan 5 yaitu Rp750.000. Sehari butuh 750.000 rupiah untuk 5 kantong colostomy. Kalau sampai 3 bulan Kenzie butuh kantong colostomy, jadi 750.000 x 90 yaitu sekitar Rp67.500.000.

Hal ini belum mencakup biaya operasi kedua yang akan dilaksanakan 2-3 bulan dari sekarang yakni bertujuan untuk penutupan perut disertai kebutuhan obat-obatan lainnya. Total tagihan sementara sampai dengan per hari ini 09/02/2018 adalah Rp40.949.340,-.

Kenzie belum memiliki BPJS yang aktif, namun saat ini sudah diurus diharapkan dapat membantu biaya pengobatan Kenzie ke depannya. Hingga saat itu, kami berharap ibu/bapak sekalian dapat membantu Kenzie melalui campaign ini. Terima kasih banyak untuk donasi yang telah dikeluarkan, semoga Allah membalas jasa ibu/bapak semua dengan cara-Nya.

Nomor yang dapat dihubungi:

Muharizka (Ibu): 08998264888

Suwanta (Ayah): 082147236702

Facebook: https://www.facebook.com/muhamuah

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (524)